|
From: Erwin Siregar
Fundamentalisme di
televisi
Diakhir Desember 2004 yl pendeta saya di Bekasi sengaja memberikan fasilitas warnet sebagai sarana saya bekerja.maksudnya supaya Erwin Siregar itu betah di Bekasi dan jangan kembali lagi ke Batam menjadi pemulung. Maklum dia anak orang kaya...sehingga untuk mengeluarkan duit puluhan or ratusan juta bukanlah hal yang sulit. Pa' Thomas --dengan isterinya Mrs.Ita Utomo sejak saya kenal 1997 sangat2 banyak memikirkan sosok makhluk yang bernama Erwin Siregar. Mereka selalu "ambil pusing" tentang keberadaan saya bagaimana caranya agar Erwin Siregar itu tidak kembali turun ke jalan dan tidak memulung lagi...kira2 begitu niat hati mereka. Semasa saya di bekasi sejak awalnya saya sdh mendapat perlakuan khusus sebagai VIP (very important pemulung). Baik di gereja di gedung Jakarta college Bekasi, di rumahnya di Taman beverly Lippo Cikarang dan yang di Taman Kota... saya selalu mendapat perlakuan khusus. Singkat kata saya sejak dulunya saya terlanjur dimanja oleh pasangan pendeta ini yang baik ini:-). Saya pernah 1 tahun makan tidur di rumahnya di Taman Beverly Lippo Cikarang n kadang di taman kota Bekasi sekitar tahun 2000...dan meski dalam banyak hal saya sering bikin jengkel n nggemesin... pa' Thomas n ibu Ita tetap sabar. Saya sebenarnya type orang yang nggak tahu diri...sudahlah ditanggung makan minum n tidurnya, dibebaskan untuk memakai mobil, telepon, laptop atau fasilitas apa saja di rumah itu... tapi kalau sedang disuruh belum tentu saya kerjakan dgn baik. Bayangkan selama 1 tahun kerja saya hny makan tidur..setiap hari saya tidur jam jam 12 malam dan bangun jam 2 siang. Yang saya tau makanan sdh tersedia ketika saya bangun- karena pembantu di taman Beverly kan banyak(ada 5 orang) dan tukang masak di gereja juga selalu stand by. Jadilah saya selama setahun itu menjadi anak manja di tengah keluarga pendeta itu...itu adalah masa2 "paling indah" dalam hidup saya:-).Kalau saya bikin ulah Pa' Thomas dan Ibu Ita nggak berani marahi saya...nggak tau kenapa begitu... Jarak rumah saya di Jatimulya Bekasi timur dengan gereja hanya 1 km..tapi selama 1 tahun itu saya sama sekali tidak ingin pulang ke rumah.Pa' Thomas n ibu Ita tau benar bhw Erwin Siregar sedikit ada "sedeng"-nya sehingga mereka tidak berani terlalu keras untuk menegur saya. Mereka menyekolahkan saya ke VBI 1 & 2 Jakarta--suatu kuliah padat dengan materi "semi teologi" selama 4 bulan terus menerus dengan dosen terbang dari VBI Tulsa Oklahoma, Australia, M'sia or S'pre... Mereka menyekolahkan saya mengikuti DTS di Youth With A Mission Lippo Cikarang suatu program singkat 6 bulan yang merupakan filialnya University of the Nations milik Youth With A Mission di Kailua Kona Hawai. Segala model n jenis seminar pelayanan rohani dan sosial gereja yang diadakan di jakarta pasti saya disuruh mengikuti. Pokoknya yang namanya belajar n sekolah yang namanya pa' thomas dan Ibu Ita sangat getol...:-) Merekalah orang yang sangat banyak memperkenalkan saya dengan apa yang dinamakan sebagai "christian fundamentalism":-) Maklum pa' Thomas ketua departemen misi nasional wilayah barat suatu gereja "hard line" sehingga amat getol dengan apa yg dinamakan sebagai "penjangkauan". Sangat amat banyak banyak apa yang baik yang cuba diberikan Ibu Ita n Mr.Thomas ke saya...tanpa memikirkan berapa biaya yang keluar.Maklum orang kaya...mereka kan lahir ditunggu oleh warisan sementara saya lahir ditunggu oleh hutang:-). Sudah sejak 3 tahun yl mereka meminta saya spy saya mau menjadi pendeta/ pelayan injil di gereja sidang jemaat allah (yang adalah gereja terbesar di dunia) tapi saya tolak karena saya merasa belum mampu untuk menerima dan menjalankan tahbisan itu. Lagipula saya tidak mau menjadi pendeta di gereja fundamentalis:-).Itu sudah harga mati!!!! Setelah menyelesaikan VBI 2 di akhir 2002 dan berniat kembali ke Batam awal 2003 Ibu Ita sebenarnya tidak memperbolehkan...dia khawatir saya kembali menjadi pemulung lagi, " ngapain ke Batam Win...kamu kan sudah pernah gagal di sana--disini saja" begitu kata Ibu Ita lewat email.. 4 hari yl...pak Thomas membalas sms saya...katanya dia sedang pelayanan di Australia dan Ibu Ita masih di Amerika....jauh di lubuk hati sebenarnya mereka "tidak rela hati" mendengar saya masih menjadi pemulung di jalanan batam ini. Pa' Thomas dan Ibu Ita adalah orang yang baik, terbuka dan fair...mereka berasal dari keluarga terpandang di republik ini mereka belasan tahun tinggal di Amerika...mereka tidak sombong apalagi dengan pemulung seperti aku ini. Pokoknya beda banget dech dengan orang2 Indonesia "kebanyakan" yang sering saya temui. Yang saya ingat setiap kali ketemu muka- setelah memulung di batam( setiap 6 bulan memulung di Batam saya pasti pulang ke Bekasi)...kegiatan rutin saya adalah ngobrol terbuka dan bercanda dengan pa' Thomas n Ibu Ita. Setelah itu sasaran lanjutan saya adalah laptop or komputer pribadinya-nya, karena disitulah tersimpan segala macam data pendeta/ pelayan injil gerejanya di seluruh indonesia, para perintis gereja/ frontier mission, aliran2 dana dari luar negeri (terutama Amerika), lembaga apa di Amerika memberikan berapa kepada lembaga or individu mana di Indonesia akan dengan mudah saya lihat di laptop itu. Berapa dana yang telah turun ke aceh pasca tsunami, dan berapa dana yg masuk dari gereja di Australia ke indonesia...indikasinya bisa saya lihat dalam data di laptop itu. Kadang saya tergoda untuk meng-cloning- data di laptop itu...tapi saya berpikir berulangkali bahwa itu adalah privacy kependetaannya pa' Thomas dan ibu Ita...dan seorang pemulung seperti saya ini DILARANG KERAS untuk ikut usil:-) Kadang saya merasa bahwa saya ini sebenarnya ada bakat untuk jadi agent...ya antara dua itulah...kalao nggak intel ya celeron:-) Kembali ke masalah warnet.... Akhirnya awal November 2004 saya disuruh pa Thomas mengelola warnet di Bekasi.selama 2 bulan saya kerjakan dengan nilai tidak terlalu memuaskan...komputernya sering rusak dan waktu lbh banyak saya habiskan untuk chating:-) Akhirnya warnet itu ditutup soalnya saya tidak mau lagi mengelolanya.Pa' Thomas engga terlalu ambil pusing..soalnya duit dia kan banyak:-) Saya menganggur kembali... mau kembali memulung ke Batam saya sdh malu.... mau nikah blom ada ceweq yang sayang sama aku...(kalaupun ada sepertinya dia kurang sayang)...... akhirnya untuk menghibur diri saya traveling lagi ke base Youth A Mission Jombang Jawa Timur.2 bulan ke sana saya kembali lagi ke bekasi. Bingung karena tidak ada kerjaan... akhirnya dari email yang saya terima -saya tahu bahwa ada lowongan part timer data entry di studio CBN Lippo Cikarang. Daripada nganggur akhirnya saya coba melamar ke sana... saya ambil rekomendasi dari pa' Thomas....dan akhirnya saya diterima juga di CBN.Nggak nyangka juga pemulung seperti saya ini bisa lolos masuk ke CBN:-) Sebenarnya tidak sembarang orang bisa diterima di CBN karena segala yang ada di dalam sebenarnya bersifat "sangat rahasia" Di hari pertama bersama 30 teman2 lainnya..kami diberitahu bahwa kerja kami adalah mensortir data sms yang masuk pasca pemutaran film "The passion of the Christ" di Trans TV. Mengelompokkan 150 ribu data sms yang masuk ke dalam 3 kategori yaitu fokus, kalangan dan netral.50 ribu sms yang masuk akan di follow-up dengan dikirimi vcd behind the scene-nya "The Passion of the Christ". Kami kerja mulai jam 7 pagi hingga jam 5 sore...sesudah 1 bulan selesailah "premium project" itu. Saya menerima gaji (kalao tidak salah ingat) 35 ribu sehari. Dan perlu
pemirsa ketahui bahwa dalam dunia pelayanan rohani di Indonesia istilah "gaji"
diganti menjadi istilah "persembahan kasih alias PK" lucu kan:-)?.
Selama kerja di CBN Lippo Cikarang saya tinggal di ruko-nya pa' Thomas di
ruko Union di lippo
cikarang juga... Setelah selesai project itu saya menganggur lagi.... Pastinya saya dapat pengalaman baru karena pernah berkesempatan "nyicipin" kerja di suatu lembaga pelayanan media kristen sekelas CBN. CBN itu apa seh Win? CBN dikenal di Indonesia sebagai Cahaya Bagi negeri... Di amerika disebut sebagai Christian Broadcasting Network. Foundernya adalah Pdt.Pat robertson dan direktur world reach-nya di Indonesia adalah Mark Mc Lendon. Acara Solusi di SCTV, acara kasih di TVRI, dan 1 acara lain di TPI adalah hasil garapan semua crew yang ada di gedung Multicomtech Lippo Cikarang. CBN lebih bertendensi evangelical, karismatik, pentacostal dan sejenisnya. So jangan pernah bermimpi kalau seorang pendeta HKBP,GKI or GPIB yang moderat bisa di undang menjadi nara sumber utama dalam suatu acara garapan CBN:-) Mereka memproduksi film "Rumah diatas karang" dan beberapa judul lain yang tidak perlu saya sebutkan :-). Semasa saya mengikuti DTS di Youth With A Mission lippo cikarang (di komplek BPN) tahun 2001-2002 anak-anak YWAM (biasa disebut ywam'ers) biasanya dipanggil/ diminta datang ke studio CBN untuk ikut ngeramein acara yang sedang diambil gambarnya/ shooting.Disuruh duduk baik2 dan disuruh tepuk tangan and selesai shooting pentonton dikasih makan... biasalah namanya juga rekayasa media:-) Hari-hari ini kalau saya menonton program rohani di TV saya akan lbh banyak senyum2..karena saya tau bagaimana acara itu ketika dibuat:-) Adik saya - seorang broadcaster di TV3 Kuala Lumpur M'Sia...dia lebih tau lagi tentang rekayasa media... sutradara sinetron sih:-) lanjut..... Partner kerja CBN adalah OBI alias Obor berkat Indonesia...itu loch yang kerjanya suka bagi-bagi indomie dan sembako, pengobatan gratis ke seluruh Indonesia tetapi belum pernah datang ke batam:-)( walau sudah saya minta sejak dulu) Itulah sedikit pengalaman seorang pemulung batam yang pernah "nyicipin kerja" di CBN Lippo Cikarang. Selepas itu sebenarnya saya ingin terus di CBN lippo cikarang karena katanya ada lowongan untuk reporter/ penulis web www.jawaban.com. Saya coba memasukkan lamaran dan contoh tulisan tapi karena gaya bahasa
saya dalam menulis dianggap "liar" akhirnya saya tidak bisa mengisi posisi
itu.
Apa boleh buat...bagaimanapun juga hidup harus berjalan terus... Saya bersyukur karena selama di CBN saya berkesempatan untuk mengenali Ibu yang cantiq...Grace Gosal namanya...dia senior counselornya CBN. Bukan apa2...karena saya juga meminati dunia "per-konselingan" selain dunia
pemulung jadi bangga juga bisa ketemu muka dengan Ibu Grace.
Pemutaran film "the passion of rhe christ" di Trans TV terbilang sukses diukur dari jumlah sms yang masuk dan atas dasar survey yang dilakukan oleh AC Nielsen Research media atas permintaan pihak CBN. CBN membayar ratusan juta kepada AC Nielsen Research media untuk mensurvey lewat satelit ketika "The passion of the christ" ditayangkan. Hasil survey membuktikan lebih dari 75 persen pesawat TV di seluruh Indonesia mengambil chanel Trans Tv ketika jam "the passions of the Christ" ditayangkan.Namun dari sgi sms yang masuk...agak jauh dari target...karena semula ditargetkan 1 juta respons sms--ternyata hanya mendapat 150 ribu sms. Project itu selesai..dan kami tutup dengan acara makan2 bersama seluruh rekan/ tim kerja di Hoka-hoka bento mall Lippo Cikarang. Seumur hidup baru sekali itu aku tau apa rasanya makan di Hoka-Hoka Bento....... ICH....DASAR PEMULUNG:-) dari batam bandar dunia madani siregar, erwin Pkl 06:29 WIB 05 Mei 2006 =============================================
From: Erwin Siregar
Dari pada "sedeng" lebih baik
cuti....
Setelah sejak minggu pertama Desember 2005 yl terus menerus memulung di Batam akhirnya aku mulai merasa kelelahan. Memulung di perkotaan Nagoya-sei jodoh membutuhkan konsentrasi tinggi. Setiap hari saya bangun rata-rata jam 5 atau jam 6 pagi sejak itu hingga malam saya harus selalu bersiaga terhadap apa saja. Namanya hidup di jalanan...kewaspadaan adalah nomor satu...itu sebabnya saya seolah terkondisi untuk selalu "aware" terhadap apa dan dengan siapapun saya sedang berhadapan. Mungkin karena terlalu lama dalam kondisi seperti itu sehingga sering sekali sulit membedakan antara waspada dan curiga.Setiap bertemu dengan orang entah dia pemulung, toke, pemilik barang,tukang semir, teman tukang parkir, pendeta atau siapa saja...pertanyaan yang otomatis muncul dibenak saya adalah "siapa, apa, bagaimana , apa maksud dan tujuannya". Setiap bertemu orang -secara naluri- dalam waktu 5 detik ,situasi menuntut untuk saya untuk bisa menjawab pertanyaan itu. Kalau pertanyaan itu terjawab dengan waktu lebih dari 5 detik saya merasa saya sudah boros waktu dan tidak efektif.Dalam situasi tertentu (ketika menawar atau membeli barang misalnya )kelambanan itu bisa mengakibatkan hilangnya suatu peluang. Setelah "ngelmu" selama hampir 8 bulan di Jombang jatim Akhir November 2005 saya berangkat ke Batam setelah sebelumnya mampir selama seminggu di Bekasi. Sejak itu sepertinya tidak ada waktu istirahat buat saya. Setiba di batam saya 3 minggu tinggal di rukonya Ginting di komplek eksekutif centre sei panas.Tapi dasar pemulung yang selalu ingin bebas...saya koq malah nggak betah walau disuruh menempati kamar ber-AC. Akhirnya saya putuskan untuk memulung saja diperkotaan Nagoya sei Jodoh Batam ...kembali ke habitat semula meskipun resikonya saya harus tinggal di rumah liar yang saya bayar 150 ribu sebulan. Ketika itu saya ber-toke ke Herman Surbakti di lokasi Ginting dulu disamping Oasis ..setelah 2 bulan saya putuskan untuk jadi pemulung independent saja. Tidak terikat sana-sini yang penting segala hutang aku lunasi. Kini setelah 5 bulan berlalu...tanda2 kejenuhan karena tiap hari memulung mulai terasa. Ada beberapa kemajuan dalam karier kepemulungan ku selama 5 bulan terakhir tapi ada juga beberapa rencana dan usaha yang gagal yang membuat hati dan pikiran menjadi lebih capek. Ada beberapa tanda kelelahan rohani yang saya kenali...klo sdh jenuh memulung biasanya saya mulai gampang marah-marah sama teman2 pemulung di jalanan. Dalam keadaan capek jangankan pemulung pendeta-pun kadang saya marahi...alias saya "tatar". Tanda-tanda lainnya adalah saya mulai mengkhayal/ mengimajinasikan sesuatu yang sebenarnya diluar jangkauan nalar saya sebagai seorang "pemulung full time".... Sekitar 2 minggu terakhir entah knapa saya mulai mengkhayal dan mengkalkulasi berapa modal yang dibutuhkan untuk menguasai, merebut/ meng-kup perbesi tuaan di batam yang selama ini dikuasai oleh A-Hok dari PT.Karya Sumber Daya di Bukit Abdullah. Saya kalkulasi dan coba tanya beberapa teman akhirnya kami berkesimpulan bahwa hanya butuh 15 milyar untuk merebut pasar yang selama ini dikuasai oleh A-hok. Itu sudah cukup untuk mengumpulkan 5-8 ribu ton besi dan lantas menjual langsung ke pabrik peleburan entahkah itu di dalam or di luar negeri. Untuk menguasai barang2 pemulung di seluruh jodoh Nagoya hanya membutuhkan modal 200-300 juta dan itu artinya menguasai setengah dari total jumlah barang pemulung di Batam. Untuk menguasai barang-barang dari seluruh pemulung di Batam sebenarnya hanya membutuhkan modal antara 800-1000 juta. Kalkulasi itu terjadi begitu saja ...biasanya menjelang tidur siang atau malam. Kadang saya merasa aneh dengan diri sendiri koq bisa yach saya mengkhayal setinggi itu ...padahal ketika itu uang di kantong saya hanya 7 ribu rupiah....:-).Tapi rasa aneh itu akhirnya hilang ketika perhitungan tersebut saya bandingkan dgn perhitungan teman...ternyata kalkulasi kami tidak jauh berbeda. Ambisi liar lainnya yang muncul akibat kejenuhan dalam memulung dalam 2 minggu terakhir ini adalah timbulnya ide untuk memulung dari dasar laut. Ide ini timbul karena sulitnya saat ini mendapatkan barang khususnya di perkotaan nagoya dan umumnya diseluruh batam. Sebenarnya hal ini sdh dilakukan beberapa penyelam tradisional...sejak 2 tahun terakhir...tapi sekarang ini semakin intensif dilakukan. Caranya adalah dengan mengerahkan penyelam2 tradisional/ amatir untuk mengangkat setiap scrap/besitua yang tenggelam di laut di sekitar pulau batam. Dibutuhkan biaya operasi dan peralatan yang tinggi untuk mendapatkan besi dari bawah laut...tapi hasilnya juga cukup menjanjikan. Hingga saat ini baru sekitar 5 persen dari seluruh besi yang tenggelam di perairan Batam(terutama di Selat Philiph S'pore) yang bisa diangkat. Kalau saya lihat di gudang A-bi besi yang terangkat melalui penyelaman tersebut nilainya sangat menggiurkan. Bayangkan jangkar kapal seberat 5-10 ton yang diangkat dari laut dan laku dijual seharga 4 ribu perkilo...belum lagi hasil lain berupa tembaga, kuningan dan alumunium yang beratnya ratusan kilo...ccek...ccek.. Akhirnya saya terjerumus dalam khayalan khas pemulung ..andaikan saya bertemu seorang investor yang siap mendanai penyelaman besi di perairan sekitar Batam (terutama di selat Philips S'pre) sebentar saja saya bisa kaya mendadak...dan tidakakan seperti skrg ini tinggal di rumah liar dan memulung dengan memakai motor butut plus keranjang... Saya mulai mengkhayal bagaimana mengerahkan 60 penyelam tradisional dari pulau-pulau disekitar Batam untuk mensurvey di kedalaman laut mana yang ada besinya... Saya mulai mengkhayal tentang mengurus perijinan-nya sampai ke Jakarta.Karena jelas sekali tertulis dalam konstitusi Indonesia bahwa Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat---bukan untuk kepentingan pemulung semata. Saya mulai mengkhayal ttg perijinan...mungkin tercapainya rencana itu saya harus menemui panglima--entahkah itu panglima polim, panglima laskar jihad, panglima laskar melayu bersatu(LMB) atau panglima lainnya:) Itulah khayalan2 saya, ambisi liar seorang pemulung yang kecapeqan dan jenuh memulung di perkotaan nagoya sei jodoh Batam. Seingat saya imajinasi itu mengalir begitu saja ketika saya sedang termenung sendiri...mungkin karena kecapekaan kerja karena baru saja nge-loading 2 ton besi ke gudang A-hok...., mungkin juga karena gagal menawar barang disuatu bengkel, atau mungkin karena saya kalah dalam tawar menawar harga suatu barang. Yang mengerikan kadang saya berpikir untuk memakai satelit sebagai alat bantu untuk melacak barang besi tua yang ada di perairan sekitar Batam dan yang ada di daratan Batam.Namanya juga satelit...pasti canggih donk... Itulah imajinasi liar saya 2 minggu terakhir...yang timbul hanya karena jenuh dan capeq memulung. Tetapi dalam kondisi pikiran yang insyaf, sadar dan eling...saya teringat akan apa yang pernah dikatakan Budiman Ginting bahwa idea tau ideologi yang dipimpin oleh ego ketika berhadapan dengan realitas yang bertolak belakang akan membuat seseorang menjadi gila alias "sedeng" Tapi ketika ide/ideologi memimpin ego berhadapan dengan realitas akan membuat orang itu menjadi bijaksana. Akhirnya saya memutuskan untuk cuti dulu sekitar seminggu dari memulung di pulau batam...daripada ego saya yang memimpin ide liar tersebut. Akhirnya saya pinjam credit card-nya Ginting....saya gesek and saya beli tiket Batam-jakarta pp . Karena saya adalah "pemulung full time" maka setiap biaya perjalanan haruslah pihak "kongregasi" yang menanggungnya... Gitu aja koq repot....:) Karena daripada "sedeng" lebih baik cuti aja.... dari batam bandar dunia madani by:siregar, erwin --081372175929 04 Mei 2006 pkl 05:05 -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] JNM Mailing list are managed by : Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver) If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED] or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED] Web Site : http://www.iprf.us -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|

