From: "Berman Sitorus" <[EMAIL PROTECTED]>
 
 "Jangan dustai Tuhan dan dirimu"
Dituturkan oleh: Berman R. Sitorus

Oktober 1999 saya bertugas melakukan supervisi dan pembinaan serta mendamaikan sekaligus meluruskan kesalahan-kesalahan yang terjadi didesa dan kecamatan pada Program Pengembangan Kecamatan di Sumatera Utara. Peristiwa unik ini terjadi disalah satu desa di Sipahutar.

Saat itu saya didampingi oleh Konsultan Propinsi, Bonari Siahaan dari Medan dan lae Hutagalung Konsultan Kabupaten Tapanuli Utara yang berkantor di Tarutung. Fasilitator Kecamatan seorang putri batak yang manis dan cekatan.

Begitu masuk Sipahutar, kami masuki Gereja HKBP yang besar dan setelah kebaktian kami ngobrol-ngobrol diwarung simpang Sipahutar sambil menunggu jadwal pertemuan. Fasilitator Kecamatan dan lae Hutagalung memberitahu saya bahwa didesa yang menerima PPK tahun ini ada 2 kelompok yang saling curiga dan bertikai sudah lama.

Desa tersebut adalah Sabungannihuta, Kecamatan Sipahutar. Hebatnya
disitu sebenarnya masih kerabat satu dengan yang lain, bermarga Simanjuntak dan para mantunya (Dalam adat Batak disebut Simanjuntak dohot boru dan berenya), namun tidak ada yang mau mengalah dan saling
curiga.

Dengan bercanda saya katakan kepada teman-teman rombongan konsultan dan fasilitator hal itu sangat wajar.
Pertama, nama tempatnya saja sudah "Sabungannihuta", tidak heran kalau penghuni huta (kampung) itu bersabungan (baca: beradu/berkelahi), seperti adu ayam (sabung ayam).
Kedua, bermarga Simanjuntak lagi, umumnya keras yang laki-laki dan jingar (identik dengan berani dan keras) yang perempuannya.

Mudah-mudahan pada pertemuan dan rapat mereka kali ini sudah pada bosan dan letih untuk berkelahi, serta melihat kehadiran kita mereka jadi warga "damai dihuta Sabungannihuta".

Sekitar jam 14.00 rapat kompetisi proposal kelompok di desa Sabungannihuta dimulai. Sebagai tamu dari Jakarta saya diminta untuk memperkenalkan diri dan membuka rapat musyawarah desa. Dengan hormat dan sayang saya membuka musyawarah desa.

Horas Tulang dan nantulang, horas Amang dan inang. Saya Berman Sitorus anak dari putrid kalian boru Simanjuntak dan kakak atau adik kalian semua. Senang bisa berada ditengah-tengah musyawarah ini, salam dari semua teman-teman di Jakarta, juga dari menantu dan kakak serta adik kalian di Jakarta, bapakku S.O. Sitorus. Semoga pada pertemuan kali ini dapat berjalan dengan lancer dan tercapai kesepakatan yang dapat diterima semua pihak.

Setelah sambutan-sambutan yang lain dan pengarahan oleh Fasilitator Kecamatan, rapat musyawarah desapun mulai. Baru dibuka kepala desa forumnya sudah langsung meledak suara mereka, saling curiga dan saling menyalahkan. Saat itu aku hanya tersenyum dan saling lirik dengan Konsultan Propinsi, Konsultan Kabupaten dan Fasilitator Kecamatan serta Fasilitator Desanya.
Kami biarkan mereka mencoba menyelesaikannya selama 1 jam, saling adu argumentasi, saling menjelekkan dengan bukti-bukti kejadian dimasa pemerintahan ORBA. Ini masa reformasi, harus transparan dan tidak oleh lagi mereka yang dulu terlibat kesalahan masa lalu ikutan mengambil
keputusan.

Ketika pertikaian semakin memanas dan mulai saling dorong hampir kearah adu fisik, dan kelihatannya tidak akan bisa mereka selesaikan dengan musyawarah. Sambil berdiri saya berteriak supaya didengar mereka semua, sampai-sampai HP saya terjatuh dari saku baju saya dan berantakan.

Dasar pargabus do hamu sude Tulang-nantulang, amang dan inang (terjemahan bebas: Dasar penipu kalian semua). Mereka kaget semua dan terdiam. Saya sendiripun tersadar dan kaget sendiri mendengar suara saya yang menggelegar dan kasarnya kata-kata saya saat itu.

Setelah kami terdiam sejenak, saya mulai memandang mereka satu persatu sambil bertanya. Siapa yang tadi baru pulang dari Gereja? Semua masih terdiam. Siapa tadi yang waktu kebaktian ikut mengucapkan "Doa Bapa kami"? Siapa yang mengatakan jadilah kehendakMu di Bumi seperti di Sorga? Siapa yang meminta supaya dosanya diampuni seperti kami sudah mengampuni orang yang bersalah kepada kami? Siapa yang berdoa supaya jangan dibawa kedalam percobaan dan minta dilepaskan daripada yang jahat?

Semua terdiam, akupun terdiam sejenak dan menarik nafas yang dalam.
Setelah itu dengan lembut aku berkata, itulah yang kumaksud dengan kata-kataku tadi "Dasar Pargabus do hamu sude Tulang-nan tulang, amang dan inang".

Kalau kalian terus bertengkar dan bertikai sesama saudara Simanjuntak dan boru bere di desa ini, tidak mau saling memaafkan dan saling percaya dengan itikad baik, tidak akan ada keputusan. Bila tidak ada keputusan maka desa kalian akan kalah dan kesempatan untuk mendapatkan
bantuan dana dari PPK hilang, baik untuk kegiatan ekonomi maupun pembangunan prasarana didesa Sabungannihuta ini.

Sebagai bere (keponakan) kalian dan anak kalian aku meminta dengan sangat, saling memaafkan dan saling percayalah kalian satu dengan yang lain. Bentuk badan pengawas bila kalian ragu tidak akan berjalan baik nantinya. Sebagai orang Kristen kita semua hendaknya hidup dan berkata-kata sama dengan doa kita dan permohonan kita kepada Tuhan, supaya doa kita dijawabNya.

Akhirnya mereka semua bersorak dan bangun serta saling memaafkan. Aku disalami dan dipeluk mereka sambil berkata, "terimakasih bere, terimakasih pak, terimakasih ampara". Musyawarah dapat berjalan secara demokrasi dan keputusan diambil dengan penuh damai dan sukacita.

Kami pulang ke Tarutung menjelang tengah malam dan mandi Air Panas di Sipaholon sambil makan kacang Sihobuk, telur dan mie rebus, tak ketinggalan kopi panas yang nikmat ditengah malam yang penuh kedamaian dan sukacita.

Lae Bonari Siahaan, Konsultan Manajemen Propinsi dan lae Hutagalung, Konsultan Manajemen Kabupaten beserta alamarhum Bazoka Pasaribu (sepupu mertuaku yang ikut dalam perjalanan 2 minggu keliling Tapanuli) berkata setengah bertanya. Lae Sitorus ini tadi bikin kaget dan sempat takut kami, tapi tadi itu lae khotbah kayak pendeta.

Dengan tersenyum aku berkata, bahwa dulu aku rajin melayani waktu mahasiswa dan sampai dengan 5 tahun pertama aku bekerja (dari 1980 sd 1991). Aku sendiripun sempat takut, tapi kalau aku berhenti bicara kupikir mampuslah aku dihajar oleh tulang Simanjuntak satu kampung
itu. Aku sempat berdoa dalam hati supaya diberi hikmat dan keberanian untuk menegur mereka yang bertengkar/berkelahi, terutama saudara-saudaraku seiman.

Saat itu Camat di Sipaholon adalah ibu Camat yang cantik boru Batak yang hebat. Akulupa namanya. Aku tidak tahu apakah masih jadi Camat ibu itu dan apakah bertambah jumlah Camat wanita di Tapanuli setelah terjadi pemecahan wilayah.

Daripada kita sibuk menyalahkan orang lain dan keadaan, marilah kita memberikan diri kita dipakai sebagai alat pendamai, membangun mereka-mereka yang memerlukan tenaga, pikiran dan doa kita. Tuhan akan menyertai dan akan memberikan hikmatNya agar kita dapat menyelesaikan hal-hal yang pelik.

Salam,
Berman Fasilitator dan Motivator Pembangunan
================================================
From: "Berman Sitorus" <[EMAIL PROTECTED]>

Om, Yesusku cukup bagiku.
Dituturkan oleh: Berman Sitorus

Tahun 1984, disaat liburan kuliah setelah lulus ujian Negara Sarjana Muda saya liburan melayani ke pulau Bali yang indah.

Setelah melayani dari kelompok persekutuan mahasiswa di Denpasar dan BPLP Benoa atau yang dikenal dengan kawasan Nusa Dua sekarang, saya beruntung tinggal dan melayani di Panti Asuhan Kristen Kemah Injil yang diasuh oleh Pdt. Gama yang luar biasa.

3 hari melayani, makan dan tidur bersama anak-anak panti asuhan, sempat membantu mengumpulkan genteng bekas untuk gedung panti asuhan yang sekarang kelihatan sangat megah. Masih teringat jelas saat itu tanah tersebut disebut tanah hantu, sehingga bisa dibeli dengan harga yang sangat murah.

Dihari ke 4 mulailah pelayanan memasuki desa-desa di Kabupaten Bangli, setelah berjalan kaki cukup jauh. Pada waktu itu Bali belum seperti diakhir 80an atau awal 90an, memang kecepatan pembangunan infrastruktur Bali luar biasa cepatnya karena menjadi tujuan wisata international.

Bersekutu dengan orang-orang percaya yang pertama didesa mereka sungguh menyenangkan dan mengharukan. Karena mereka percaya maka rumah mereka pindah kejalan, pindah benaran. Diangkat (rumah kayu) oleh mereka yang tidak percaya, karena dianggap merupakan kenajisan bagi mereka bila ada warga desanya yang beralih dari hindu ke Kristen.

Hukum sosial dan pertanahan saat itu belum seperti sekarang ini.
Land-reform yang dilakukan pemerintah pada masa 80an dan 90an di Bali mengangkat harkat dan martabat orang-orang percaya. Tanah desa adalah tanah Hindu, jadi tidak boleh ditempati oleh mereka yang bukan Hindu. Jalan adalah tanah pemerintah, jadi bolehlah kalau rumahnya pindah
kejalan.

Ketika sharing dengan satu keluarga yang tidak lagi bisa mengolah sawahnya, karena sawahnya juga sawah hindu. Mereka bercerita, betapa bahagianya menjadi percaya dan diselamatkan dalam Kristus, aku begitu terharu mendengarnya.

Ketika kutanyakan dimana anak mereka, aku sangat terkejut mendengar jawabannya. Dipanti asuhan Kemah injil yang diasuh oleh Pdt. Gama jawab mereka. Jadi anak-anak panti asuhan bukanlah anak-anak yatim piatu atau yatim seperti yang selama ini ada dalam pemikiranku.

Ketika kutanyakan mengapa demikian, mereka menjawab. Anak-anak sudah tidak bisa lagi sekolah dengan tenang didesanya, orang tua merekapun kesulitan secara ekonomi karena tidak bisa bebas lagi berladang atau bersawah dan berternak.

"Om bagi kami Yesus sudah cukup", hanya anak-anak perlu menjalani hidupnya dan sekolah. Saya jadi teringat saat itu dengan lagu "Yesusku cukup bagiku". Lagu yang begitu merdu kalau kunyanyikan dan seakan-akan tahu artinya. Saat itu, aku baru merasakan kuasa dari lagu
"Yesusku cukup bagiku", ketika aku mendengar dari mereka yang menghidupinya dan berkata "Om, bagi kami Yesus sudah cukup".

Setelah panjang lebar kami berbicara, ada seorang pemuda yang dengan tekun mendengarkan namun tidak datang mendekat, ketika kuajak mendekat dia hanya tersenyum.

Ibu dan bapak yang disebelahku (orang percaya) mengatakan kalau anak muda itu tidak berani datang mendekat karena dia sudah diusir keluarganya dan orangtuanya dari rumah dan keluarganya ditempat kami sedang berdiskusi tentang Iman Kristen saat itu, karena dia sudah
percaya kepada Kristus.

Kerinduan anak muda itu luar biasa untuk belajar, dengan mendengar ocehanku kepada orangtuanya dari luar pagar. Sungguh "Om Yesusku cukup bagiku", menguatkanku untuk terus bercerita tentang Yesus kepada warga desa yang lain.

Setengah heran aku bertanya, tapi mengapa aku diijinkan berbicara dengan mereka dipekarangan rumah ini? Dengan ringan mereka menjawab," karena Om adalah tamu kami, jadi kami harus menghormatinya". Luar biasa, tidak heran mengapa Bali dapat menjadi tujuan wisata yang
disukai dan diminati oleh wisatawan local maupun manca Negara, karena mereka diperlakukan dengan cara terhormat.

"Om, Yesusku cukup bagiku" selalu terngiang ditelingaku bila aku mulai mengeluh karena menghadapi berbagai masalah dan pencobaan dalam perjalanan hidupku.

Om, om yang lain. Apakah Yesus cukup bagimu?

Om adalah sebutan hormat bagi pendatang yang melayani saat itu, tidak perduli berapapun usianya. Dikala itu aku masih 23thn, namun aku merasa berhutang kepada mereka yang sudah jauh lebih tua memanggilku Om, dan bersaksi "Om Yesusku cukup bagiku".

Availability untuk menderita karena Yesus, memampukan semua orang untuk melewati segala ancaman dan kesulitan bersama DIA, tanpa kehilangan sedikitpun sukacita dan damai sejahtera dihatinya. Om…….

Salam,
Berman
PS. Pengalaman ini yang mendorongku begitu lulus S1 di thn 1986 melayani dibidang Community Development (Sosial Gosphel) di Bali sd 1990.
__._,_.___

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

JNM Mailing list are managed by :
Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver)
If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED]
or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED]
Web Site : http://www.iprf.us
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-





SPONSORED LINKS
Arizona regional multiple listing service United regional health care system Anda networks


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke