From: Dewi Kriswanti

HIDUPLAH DALAM KERUKUNAN
Bacaan: Mazmur 133 : 1-3

“Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!” (Mazmur 133:1)

Umumnya setiap umat Tuhan mendambakan hidup dalam kerukunan. Sangat tidak kita kehendaki di dalam rumah tangga kita atau ditengah-tengah keluarga, kita tidak hidup dalam kerukunan. Sudah dapat kita bayangkan bagaimana kondisi atau suasana kehidupan sebuah keluarga yang tidak hidup rukun.

Ada banyak keluarga yang berantakan karena tidak adanya kerukunan. Hubungan suami dengan istri tidak harmonis, begitu pula hubungan anak dengan orang tua, bahkan hubungan dengan sesamapun. Semua terjadi karena tidak ada kerukunan lagi. Inilah awal terjadinya masalah, perpecahan, bahkan kehancuran.

Di dalam kekristenan Tuhan menghendaki umatNya hidup dalam kerukunan. Bahkan Tuhan sudah menyediakan berkat-berkatNya bagi umatNya yang mau hidup dalam damai. Mari kita lihat berkat-berkat yang Tuhan telah sediakan buat kita:

1. Berkat pengurapan kuasa Roh Kudus (ay. 2). Seperti minyak yang baik di atas kepala melekat ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Bicara minyak di atas kepala Harun yang meleleh sampai ke leher jubahnya, itu bicara tentang pengurapan Harun yang ditahbiskan sebagai imam sehingga hidupnya ada dalam pengurapan kuasa Tuhan. Demikian juga dengan setiap orang percaya, kita perlu urapan kuasa Tuhan. Sebab hanya kehadiran Roh Tuhanlah yang membuat kita dapat bertahan setia dan bertumbuh di dalam Tuhan.

2. Berkat bagi jiwa kita (ay. 3a). Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung Sion. Embun gambaran kesejukan, kedamaian dan ketenangan bagi jiwa kita. Orang yang hidup rukun, Tuhan akan memberkatinya dengan kedamaian dari sorga. 3. Berkat bagi tubuh kita (ay. 3b). Sebab kesanalah Tuhan memerintahkan berkat. Setiap umat Tuhan yang hidup rukun akan diberkati Tuhan dengan melimpah baik berkat jasmani maupun yang lainnya. 4. Berkat hidup kekal (ay. 3c). Tuhan juga akan menyediakan berkat hidup kekal bagi setiap orang yang hidup dalam kerukunan dan percaya padaNya. Akhirnya, marilah kita pelihara kerukunan, saling mengasihi dan takut akan Tuhan. (NL)

Doa: Bapa ajar kami untuk selalu dapat hidup rukun dan mengasihi. Amin!
KERUKUNAN DALAM KELUARGA MAMPU MEMBANGUN KEKUATAN YANG UTUH
=========================================
From: Arie Saptaji Wahyu Widodo

The Da Vinci Code
Kode Relativisme

The Da Vinci Code, film yang diangkat dari novel Dan Brown berjudul sama, gagal memuaskan para kritisi. Usai pemutaran perdana di Cannes, film ini mengundang berbagai cemooh. Di situs Rotten Tomatoes, 73% pengulas melemparinya dengan tomat busuk. Singkatnya, sebagai sebuah film, besutan Ron Howard ini dianggap jeblok.
Toh hal itu tidak menghentikan minat penonton untuk berduyun-duyun ke bioskop. Dalam tiga hari pertama pemutaran di seluruh dunia, film ini telah menangguk 224 juta dolar AS, rekor terbesar kedua setelah Star Wars III: The Revenge of the Sith ($253 juta). Kontroversi novel sumbernya, belum lagi merebaknya sejumlah protes dan pemboikotan, tak ayal malah kian memancing orang untuk menengok versi layar lebarnya.
Kisahnya mungkin sudah tak asing bagi Anda. Sebuah pembunuhan di Louvre menyeret Robert Langdon (Tom Hank), profesor simbologi dari Harvard, ke dalam petualangan berbahaya untuk menyingkapkan "selubung dusta terbesar sepanjang sejarah umat manusia". Ia didampingi oleh
perwira polisi Perancis, Sophie Neveu (Audrey Tautou), cucu korban.
Menyadari kasus ini berkaitan dengan konspirasi di kalangan Gereja Katholik dan dengan misteri Cawan Suci, mereka pun meminta bantuan seorang pakar, Sir Leigh Teabing (Ian McKellan).
Melalui dialog antara ketiga tokoh itulah, terlontar berbagai klaim yang mencengangkan, atau malah menggelikan, seputar Kekristenan. Tak perlu didaftarkan di sini karena, selain ruangnya
tak cukup, sudah banyak buku dan artikel yang mengulasnya.
Andaikan klaim itu benar. Alangkah konyolnya dunia kita: Gereja Katholik adalah lembaga yang begitu tangguh, namun sekaligus begitu tolol. Masakan selama 2000 tahun tak kunjung berhasil menggebuk habis Priory of Sion? Tak kalah ganjil, para grand master Priory of Sion cenderung mati-matian merahasiakan `kebenaran' itu, bukannya mati-matian berusaha menyiarkannya. Memangnya, mana sih yang lebih berfaedah bagi kesejahteraan umat manusia? Leonardo da Vinci jadi lebih mirip seorang `bocah' yang keranjingan petak umpet: ia cuma sibuk menyembunyi kan berbagai kode dalam berbagai karyanya, sementara orang kebanyakan dibiarkan `tetap buta' terhadap `kebenaran sejarah'.
Dan, setelah 2000 tahun berkembang biak, keturunan Yesus dan Maria Magdalena tinggal Sophie Neveu seorang?
Lalu, kenapa banyak orang penasaran akan (atau malah mempercayai?) klaim konyol Dan Brown? Kenapa orang terpikat akan teori konspirasi, khususnya yang menghantam lembaga masif pemegang hegemoni (dalam kasus ini Gereja Katholik)?
Penggalan kalimat Robert Langdon mungkin bisa dijadikan kode penyingkap. "Kita tak bisa memastikan siapa yang memulai kekejian itu," katanya mencoba `meluruskan' Teabing, yang menyatakan bahwa pada abad-abad pertama itu justru orang Kristenlah yang menganiaya
orang Romawi!
Pernyataan Langdon tersebut bisa dibaca sebagai wakil roh zaman kita: relativisme, yang dilatari oleh memudarnya respek terhadap otoritas.
Sejarah itu, konon, rekaan pihak yang menang. Kita tidak bisa memastikan apa yang benar dan apa yang salah. Kebenaran pun menjadi perkara yang subyektif, bukan lagi obyektif. Dalam suasana begini, klaim-klaim yang terkesan baru, dari perspektif yang bersimpati pada korban (walau kita tidak bisa memastikan siapa yang menjadi korban), dan tidak main mutlak-mutlakan, akan sangat menggoda.
Dari sisi lain, Brown paling tidak `berjasa' memperlihatkan kepincangan kita. Merebaknya relativisme bisa jadi hanyalah selubung dari kedangkalan wawasan kita dan keengganan kita untuk menyelidiki kebenaran. Kita cenderung puas dengan Kekristenan yang encer, Kekristenan yang trendy, dan malas untuk mencerna makanan keras.
Lantas, kita kelimpungan saat fondasi iman kita diguncangkan.
Jadi, menghadapi kontroversi The Da Vinci Code, kita bisa acuh tak acuh, misuh-misuh, atau malah tertantang untuk bertekun mempelajari Alkitab dan sejarah gereja. Yang terakhir itu bukan melulu tugas para pendeta atau teolog, lo. Kita masing-masing kudu mengenal kebenaran
akan apa yang kita percayai, dari mana kita berasal, dan yang lebih penting lagi: Siapa yang kita percayai.

Arie Saptaji
Penulis Obrolan Tukang Nonton (2005)
http://www.geocities.com/denmasmarto
=======================================

Jujurlah padakuuuu.....

Saudara-saudariku yang kukasihi dalam Tuhan Yesus,

Sejak kecil kita mengetahui bahwa tindakan berbohong adalah dosa, namun seiring dengan bertambahnya umur kita, semakin dewasa kita, bukannya semakin baik, malahan semakin sering kita berbohong. banyak orang melakukannya biasanya untuk menutupi aib yang kita miliki, dan sebagian dari kita manusia berusaha untuk "menghalalkan" perbuatan berbohong ini dengan alasan untuk "kebaikan", jika dipakai untuk menutupi aib orang lain, untuk mencegah terjadinya kejahatan, dsb.

Benarkah bahwa bohong itu ada baiknya? Nah, saya ingin membahas ini dari sudut pandang alkitabiah, karena yang menjadi standar atau ukuran yang paling baik tentunya yang berasal dari Tuhan sendiri, sebagai Pencipta manusia, Pembuat Hukum dan PerintahNya harus kita patuhi. Dalam hal ini ada beberapa poin, yaitu:

1. Tuhan kita adalah Tuhan Yang Maha Benar.
Tuhan kita adalah Tuhan Yang Maha Benar, Yang mencintai kebenaran dan keadilan, dan bahkan Yesus sendiri menyatakan diriNya sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup. Artinya hakikat kebenaran berasal dari Tuhan sendiri. Mengapa hal ini demikian penting?
karena Tuhan Yang Maha Benar tidak akan senang bergaul dengan manusia yang menyukai ketidak-benaran, alias kebohongan! Jika Tuhan kita adalah Yang Maha Benar, mengapa kita membenarkan diri kita untuk melakukan perbuatan dusta?

2. iblis adalah bapa para pendusta.
Ketika kita melakukan kebohongan, sebenarnya kita sedang tidak menyembah Tuhan yang benar, Bapa kita yang di Sorga, melainkan mengikuti perbuatan iblis, yang diberi julukan sebagai bapanya para pendusta.
iblis adalah musuh Tuhan dan manusia sejak mula-mula, ia berdusta menurut kehendaknya sendiri, begitupun yang pernah kita perbuat semasa hidup kita. Namun, setelah menjadi anak-anak Tuhan, sudah seharusnya kita tinggalkan perbuatan iblis tersebut.

3. Tuhan mengajarkan pada manusia untuk tidak berbohong.
Hukum Tuhan jelas mengatakan: Janganlah bersaksi dusta! kemudian ditegaskan oleh Yesus Kristus: Jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak, lain daripada itu berasal dari si jahat. Tidak ada yang namanya bohong untuk kebaikan, sebab hanya Tuhan saja yang baik. Namun bedakan antara kejujuran dan keterbukaan.
Kejujuran itu harus, sedangkan keterbukaan menuntut hikmat. Boleh saja kita merahasiakan sesuatu, dan tentunya bisa dilakukan tanpa harus ditutupi dengan kebohongan.

4. Orang yang menyukai dusta dan yang melakukannya tidak akan masuk kedalam Kerajaan Sorga.
Bacalah kitab wahyu, temukan apa saja kriteria orang yang tidak dapat masuk ke dalam kerajaan sorga. Kalau disimpulkan dengan poin-poin diatas, hal ini memang ada benarnya, sebab Tuhan tidak menyukai orang yang berdusta, sedangkan tindakan berdusta adalah berasal dari iblis. artinya, orang yang senang melakukan dusta dan tidak mau bertobat semasa hidupnya akan lebih layak tinggal bersama iblis di neraka ketimbang bersama Tuhan di Sorga.

Demikian sedikit renungan dari saya, semoga bermanfaat.

Tuhan Yesus memberkati.
__._,_.___

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

JNM Mailing list are managed by :
Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver)
If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED]
or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED]
Web Site : http://www.iprf.us
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-





SPONSORED LINKS
Arizona regional multiple listing service United regional health care system Anda networks


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke