|
SALIB
Thesis
36
Allah mengampuni orang berdosa, bukan dosa, tetapi Alkitab
menyebutkannya pengampunan dosa. Yesus mati karena dosa tidak dapat
diampuni.
Mungkin saya harus mengakui bahwa untuk menyatakan
maksudnya thesis ini bermain dengan kata-kata. Bagi beberapa orang thesis ini
adalah bujukan; bagi beberapa orang lainnya merupakan amaran. Tetapi, marilah
kita mencoba mengerti kebenaran yang terkandung di dalamnya.
Suatu hari
saya sedang mengemudi melalui jalan pedesaan, melaju dengan melebihi batas
kecepatan yang diizinkan. Saya sedang terburu-buru menghadiri sebuah upacara
pemakaman! Namun tidak lama kemudian, sebuah kepulan debu dari kendaraan lain
bergabung dengan kepulan debu kendaraan sayadan kendaraan lain itu adalah mobil
patroli polisi.
Dia memerintahkan saya untuk menepi. Awalnya dia cukup
tegas meminta SIM dan surat kendaraan saya. Tetapi setelah dia mendengar siapa
saya dan keadaan darurat yang saya alami, dia mulai sedikit
melunak.
Dia berkata, Saya pikir saya menemukan mobil curian di sini.
Tetapi sekarang saya tidak tahu harus bagaimana dengan anda. Jika saya menilang
anda, hal itu akan tercetak di surat kabar besok, dan hal itu akan mempermalukan
anda di depan anggota jemaat anda. Dan saya pikir tilang bukanlah sebuah
penyelesaian.
Saya menjawab, Tidak, pak. Saya pikir juga
demikian!
Akhirnya dia berkata, Silahkan melanjutkan perjalanan. Anda
saya bebaskan. Dan dia melanjutkan perjalanannya, dan saya melanjutkan
perjalanan sayadengan perlahan!
Petugas lalu lintas ini melakukan apa
yang Allah tidak lakukan, dan menerangkan perbedaan yang sedang saya coba tarik
antara pengampunan orang berdosa dan pengampunan dosa. Petugas itu mengampuni
dosa saya karena melanggar batas kecepatan yang ditentukan. Tetapi dengan
berbuat demikian, dia sudah berlaku tidak adil berdasarkan undang-undang dimana
dilarang mengemudi melewati batas kecepatan tertentu.
TUHAN tidak
mengubah hukum-Nya. Dia tidak membuat pengecualian-pengecualian. Ketika manusia
melakukan pelanggaran, bukanlah pilihan-Nya untuk seenaknya berkata, Yah,
sudahlah. Tidak apa-apa. Kita anggap saja tidak apa-apa kali ini.
Bila
hukum mungkin diubahkan atau dibatalkan, maka Kristus
tidak perlu mati. Tetapi membatalkan hukum akan mengabadikan
pelanggaran, dan dunia akan sepenuhnya berada di bawah kendali Setan. Karena
hukum tidak dapat diubah, karena manusia hanya dapat diselamatkan melalui
penurutan akan ajarannya, itulah sebabnya Yesus ditinggikan di salib.The
Desire of Ages, hal. 762, 763.
Apa yang Allah lakukan adalah mengampuni
orang berdosa. Ada perbedaannya! Jika petugas lalu lintas memperlakukan saya
seperti Allah memperlakukan saya, dia tidak akan punya pilihan selain menilang
saya. Saya harus dipanggil menghadap pengadilan, dan hakim akan menyatakan saya
bersalah dan meminta saya untuk membayar denda.
Jika saya tidak memiliki
uang untuk membayar denda yang ditetapkan, saya harus dipenjarakan. Dan ketika
hal itu ditetapkan, polisi itu akan maju ke depan, mengeluarkan uangnya, dan
membayar denda itu dengan uangnya sendiri agar saya dapat bebas. Jika dia
melakukan hal itu, dia telah menegakkan hukum dan pada saat yang sama
menyelamatkan saya dari hukuman karena pelanggaran saya.
Umat manusia
melanggar hukum TUHAN. Karena TUHAN tidak dapat mengampuni dosa, Dia tidak dapat
menganggukkan kepala-Nya kepada Adam dan Hawa dan berkata, Silahkan lanjutkan.
Kalian saya bebaskan. Jika Dia melakukan hal itu, seluruh alam semesta-Nya akan
berada dalam bahaya.
Pemerintah negara kita kadang kala membiarkan kita
melanggar sedikit-sedikit. Kita kadang kala melanggar hukum dan tidak ketahuan.
Kenyataannya, diperkirakan sekitar 80% kejahatan tidak terungkap. Bahkan apabila
kita tertangkap, kita masih mungkin menghindari hukuman atas kesalahan-kesalahan
kita.
Tetapi tidak demikian halnya dengan pemerintahan sorga. Dosa tidak
akan ada yang terluput, dan tidak satupun yang lolos. Roma 6:23 selalu benar:
Sebab upah dosa ialah maut.
Karena kasih-Nya, Allah menemukan jalan
keluar. Kematian Kristus di salib membebaskan Dia untuk mengampuni orang
berdosa. Maka Dia meneguhkan sekaligus hukum dan keadilan-Nya dan keselamatan
kita.
95 Theses on Righteousness by Faith, Morris L. Venden Translated
by Joriko Melvin Sihombing
__._,_.___
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]
JNM Mailing list are managed by :
Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver)
If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED]
or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED]
Web Site : http://www.iprf.us
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
__,_._,___
|