From: "Lucy Bali" <[EMAIL PROTECTED]>

Kominfo Diminta Larang The Da Vinci Code

Jakarta, 17 Mei 2006 09:00
Setelah beberapa negara Asia, seperti Korea Selatan dan Filipina menolak pemutaran film The Da Vinci Code, Indonesia, melalui Persekutuan Injili Indonesia (PII), meminta pemerintah segera melarang pemutaran dan peredaran film arahan Ron Howard tersebut.

"Film The Da Vinci Code tersebut berisikan penodaan terhadap agama, dalam hal ini yaitu dalam bentuk penghinaan terhadap pokok-pokok iman dari agama Kristen," tulis siaran pers PII yang diterima Gatra.com, Senin sore (16/5).

Walau tanpa menyebutkan secara rinci bentuk penghinaan yang dimaksud dalam The Da Vinci Code, PII menilai bahwa film yang dibintangi Tom Hanks ini telah melanggar KUHP pasal 156a (tentang penodaan agama) dan Undang-undang Penyiaran dan Pers pasal 35 ayat 5 dan 6.

"Dan (The Da Vinci Code, Red) sangat menyinggung perasaan seluruh umat Kristen di Indonesia."

Sementara itu, protes terhadap film ini juga terjadi di Korsel, Selasa (16/5), setelah pengadilan setempat menolak petisi yang diajukan berbagai ormas Kristen --yang meminta pemerintah Korsel untuk melarang dirilisnya The Da Vinci Code di negeri ginseng itu.

Sedangkan lembaga sensor film di Filipina, memberi label "Untuk Dewasa" untuk film yang juga dibintangi Audrey Tautou ini. Rujukannya, adegan film yang menceritakan tentang Yesus Kristus yang memiliki anak dari Maria Magdalena.

Lain halnya dengan kebijakan pemerintah India, yang memberikan kesempatan pada para petinggi ormas Katolik untuk menonton film ini terlebih dulu, sebelum memutuskan apakah layak tayang atau tidak.

PII, sebagai asosiasi dari 87 organisasi dan 101 yayasan Kristen dengan anggota 12 ribu gereja di
seluruh Indonesia, menyampaikan keberatannya atas beredarnya film ini melalui Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). [EL]
==================================================
From: "Berman Sitorus" <[EMAIL PROTECTED]>
 

Dituturkan oleh: Berman R. Sitorus

Ditahun 1999 ketika saya masih bertugas sebagai Credit Expertis, sekaligus Accounting Specialis dan Micro Economy Consultant pada Program Pengembangan Kecamatan (PPK), kami mendisain pelatihan akuntansi sederhana dan feasibility study sederhana untuk usaha kecil
melalui pendekatan Cash Flow Statement (laporan aliran kas).

Saya bertanggungjawab mendisain dan melatih para pelatih nasional serta mengawasi dan memberikan masukan dibeberapa daerah, ketika mengunjungi salah satu lokasi di pulau Flores, tepatnya Ende sambil melihat beberapa kegiatan di kelompok usaha didesa-desa dan kecamatan
penerima bantuan modal usaha dikabupaten Sika dan Flores Timur.
Bersama team dari berbagai unsur, baik LSM yang di koordinir rekan-rekan Binaswadaya, Putra Desa, dan lainya, maupun dari unsur pemerintah.

Ditemani oleh Konsultan Manajemen  tingkat propinsi yang berkedudukan di Maumere kami berkendaraan ke Ende. Bodohnya aku saat itu tidak menggunakan kesempatan untuk berjalan-jalan melihat tempat wisata terkenal Kelimutu (danau tiga warna), padahal aku punya power untuk
melakukannya. Perjalanan ke Ende mulus meski jalanannya tidak mulus.

Setelah selesai tugas mensupervisi pelatihan di Ende yang dikoordinir oleh bung Moses salah satu pemimpin LSM disana, dan berkenalan dengan kasie PMD Ende yang luar biasa pintar dan terkenal kebaikan dan keteladanannya, kami berangkat pulang menjelang malam.

Tiba disatu desa, ban mobil Daihatsu Ferosa temanku bocor dan kami menepi ditempat gelap dipintu masuk desa tersebut. Badan kami berdua sudah sangat capek karena kegiatan pelatihan dan perjalanan nonstop. Setelah kami berdua turun memeriksa ban, kami tahu kalau ban bocor
karena paku ranjau dijalan.
Ketika temanku bersiap-siap mencoba membuka ban dan aku menurunkan ban serap, datang 3 orang pemuda yang berjalan membawa linggis dan parang menegur kami berdua. Tercium bau minuman keras dari mulut mereka ketika berbicara.

Saya ucapkan selamat malam dan memberitahukan bahwa ban kami bocor dan ingin menggantinya. Setelah berbincang sebentar, dengan sedikit rasa was-was, kami berdua sepakat lebih baik memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengganti ban dan kami bayar, daripada kami berdua asyik mengerjakan sendiri, mereka langsung setuju. Luar biasa cepatnya mereka membuka dan mengganti ban, meskipun dipengaruhi minuman keras.

Setelah saya ajak berbincang-bincang tentang kegiatan sehari-harinya ternyata salah satunya kenek angkutan, pantesan cepat sekali membuka dan mengganti bannya. Kami ditanya darimana dan mau kemana serta ada urusan apa melintasi daerah itu.

Kami jelaskan kalau kami berdua adalah fasilitator dan motivator pembangunan, saya dari Jakarta dan teman saya dari Mumere, baru selesai mendampingi para pelatih dan konsultan Kabupaten dan Fasilitator Kecamatan serta tokoh-tokoh masyarakat yang terlibat dalam kegiatan Unit Pengelola Keuangan (UPK). Akhirnya kamipun terlibat dialok yang sangat akrab.

Aku memuji kesigapan mereka dan kebaikan hati untuk membantu kami dalam kesusahan, merekapun memuji kami karena mau berlelah-lelah membangun dan membantu daerah mereka untuk maju.

Setelah merasa sudah cukup akrab dan malam juga semakin larut, saya minta ijin untuk melanjutkan perjalanan kami. Saya sudah siapkan Rp. 10.000,- sebagai upah atas pertolongan mereka.

Setelah berdoa dalam hati saya putuskan bahwa Rp. 10.000,- cukuplah untuk upah mengganti ban dan sayapun dengan senanghati memberikannya kepada kawan baru ditengah gelap gulita ini.

Sambil mengucapkan terimakasih banyak saya salam kan uang yang Rp.10.000,- ketangan orang yang kelihatan menjadi pemimpin diantara mereka bertiga.
Jangan pak, jangan pakĀ… begitu katanya dengan keras, saya kaget. Wah gawat batinku. Apa duitnya kurang?

Sambil tetap tersenyum manis dan dengan tenang saya bertanya, apakah kurang banyak? Mereka berkata, untuk bapak berdua kami rela mengerjakannya dan kami senang bisa membantu.

Wah lega rasanya hatiku, senyumkupun semakin lebar.

Sebelum berpisah mereka memberi petunjuk supaya kami hati-hati, ditikungan depan pilih jalan kesebelah kanan, jangan kekiri jalan. Semoga selamat sampai di Maumere.

Ah Tuhan, batinku, alangkah indahnya malam ini. Orang Mabukpun tahu berbuat baik dan mau dengan rela membantu kami. Kami selamat sampai di Maumere tengah malam.

Semoga Tuhan sadarkan mereka bertiga, untuk bisa melakukan pekerjaan baik kepada orang lain mereka tidak perlu mabuk dulu. Kiranya semakin banyak orang yang mabuk kepayang melakukan perbuatan baik di Indonesia ini.

Kesedian kita dipakai Tuhan untuk melakukan hal kecil kepada mereka yang membutuhkan dengan kasih, akan menuai kasihNya dan kasih mereka yang kita perhatikan. Janganlah takut melakukan kebaikan, dimanapun dan sekecil apapun itu. Niscaya kita akan mengalami kuasa dan penjagaan Tuhan.

Salam,
Berman teman sipemabok.
__._,_.___

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

JNM Mailing list are managed by :
Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver)
If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED]
or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED]
Web Site : http://www.iprf.us
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-





SPONSORED LINKS
Arizona regional multiple listing service United regional health care system Anda networks


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke