|
From: [EMAIL PROTECTED]
Alkitab King James OPEN FORUM 051800 F SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA PENANYA: Apakah itu gulungan kitab laut Mati (Dead sea scroll) ? MR. C: Ini adalah gulungan kitab yang ditemukan di gua Qumran di dekat laut Mati. Pada waktu itu di daerah ini ada guru-guru yang mengajarkan hukum-hukum dan undang-undang Yahudi yang menulis berbagai macam topik, dan setiap topik diambil dari Alkitab dan juga sumber-sumber yang lainnya. Untuk beberapa alasan, pada waktu itu mereka pergi tergesa-gesa mungkin karena adanya ancaman musuh, dan mereka menggulung kitab-kitab ini dan menaruhnya di dalam gua, dengan harapan akan mengambilnya kembali nanti, tetapi mereka tidak pernah kembali. Gulungan-gulungan kitab ini berada di gua itu selama 2000 tahun, sampai ini ditemukan pada sekitar tahun 1950. Hebatnya karena kondisi gua yang sangat kering, gulungan-gulungan kitab ini berada dalam taraf yang baik dan tidak mengalami kehancuran, kitab-kitab ini dapat dibuka dan dibaca. Penemuan yang paling menakjubkan adalah salinan kitab Yesaya (Isaiah). Menurut uji carbon 14, penanggalannya adalah 100 tahun sebelum Masehi, yakni sekitar 600 tahun sesudah penulisan kitab Yesaya yang asli. Dan ahli-ahli menemukan kalau tulisan ini adalah identik dengan tulisan Ibrani (Yahudi) yang digunakan untuk menterjemahkan kitab King James pada tahun 1611. Dalam kasih karunia-Nya yang besar, Tuhan memberikan suatu bukti yang konkrit dengan penemuan satu kitab yang sangat penting didalam Perjanjian Lama. Memang semua kitab adalah penting tetapi kitab Yesaya adalah kitab yang sangat penting didalam Perjanjian Lama yang berisikan nubuat-nubuat tentang kedatangan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Jadi, gulungan-gulungan kitab ini menolong untuk membuktikan fakta bahwa, kita sesungguhnya mempunyai Injil yang asli. OPEN FORUM 042000 Q SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA PENANYA: Saya ingin mengatakan sesuatu kepada para pendengar. Alkitab mempunyai 66 buku dan lebih dari 40 orang pengarang, dan buku ini ditulis dalam waktu 1500 tahun. Beberapa dari pengarangnya hidup terpisah 600 mil jauhnya, dan kebanyakan dari mereka tidak tahu satu sama lain. Tetapi kata-kata yang tertulis disitu adalah sangat sempurna dan mempunyai kesatuan yang sangat sempurna. Kita harus mempercayai apa yang Tuhan katakan di dalam Alkitab. MR. C: Sebetulnya kita tidak boleh menggunakan kata pengarang, Tuhan berkata di 2 Petrus 1:21: "sebab tidak pernah nubuat [kitab suci] dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah." Dan 2 Timotius 3:16 berkata demikian: "Segala [semua] tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran." Jadi sebetulnya Tuhan-lah yang merupakan pengarang dari Alkitab. Tuhan adalah penulis dari Alkitab. Tuhan memang mempergunakan kemampuan dari orang-orang ini, tetapi mereka menulis tepat seperti apa yang Tuhan ingin untuk dituliskan kepada umat manusia. Itulah sebabnya tulisan Alkitab mulai dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu mempunyai satu kesatuan integritas yang sempurna. OPEN FORUM 030101 JP-G SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA PENANYA: Mengenai Tuhan sebagai pengarang dari Alkitab, kita sering mengutip dari 2 Timotius 3:16 dan 2 Petrus 1:21. Bagaimana dengan 1 Tesalonika 2:13 ? MR. C: Di 1 Tesalonika 2:13 kita baca: "Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi --dan memang sungguh-sungguh demikian-- sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya." Ini adalah ayat yang bagus sekali untuk menunjukkan bahwa sebetulnya Tuhan-lah pengarang dari Alkitab. Kita mungkin membaca artikel-artikel atau buku-buku yang berkata "Paulus berkata begini" atau "Petrus berkata begitu" dan pernyataan yang seperti itu kelihatannya membuat otoritas Tuhan menjadi lemah di dalam Alkitab. Tetapi kemudian kita baca di 2 Petrus 1:21: "sebab tidak pernah nubuat [kitab suci] dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah." Jadi sebetulnya semua kata yang ada di dalam Alkitab dalam bahasa aslinya Ibrani dan Yunani, bukanlah Musa atau Paulus atau Petrus yang mengarang, tetapi itu adalah firman Tuhan. OPEN FORUM 030101 JP-G SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA PENANYA: Saya bertanya-tanya kenapa gereja Roma Katolik mempunyai buku-buku lain yang bukan bagian dari Alkitab Protestan [King James Version]? Dan bagaimana mereka menentukan buku yang mana yang akan dimasukkan ke dalam Alkitab? MR. C: Alkitab gereja Protestan yaitu kitab versi King James diambil dari kitab Perjanjian Lama yang text aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani dan kitab Perjanjian Baru yang text aslinya ditulis dalam bahasa Yunani. Buku-buku tambahan yang ada di dalam alkitab gereja Roma Katolik yang disebut "Apocrypha" (hidden books) yang ditulis sekitar 100 atau 200 tahun sebelum masa Yesus Kristus, bukanlah bagian dari kanon Kitab Suci. Itu bukan firman Tuhan. Kitab-kitab Apocrypha dimasukkan ke dalam Alkitab Perjanjian Lama walaupun kitab-kitab itu tidak termasuk dalam Alkitab Perjanjian Lama ketika Yesus berada di bumi. Kitab Apocrypha dimasukkan di dalam terjemahan bahasa Yunani Perjanjian Lama, tetapi mereka tidak ada didalam Alkitab Ibrani. Dan sebagaimana kita menjadi lebih berpengalaman dengan bagaimana Tuhan menggunakan kata-kata-Nya atau gaya bahasa-Nya di dalam Alkitab, ini menjadi lebih mudah untuk menentukan buku yang mana saja yang harus dimasukkan ke dalam Alkitab. Kalau kita membaca bagian yang mana saja dari firman Tuhan yang sejati dan mencari pesan-pesan Injil didalamnya, kita akan menemukan pernyataan-pernyataan yang sangat konsisten. Pesan-pesan Injil ini mungkin sedikit tersembunyi, dan hanya bisa ditemukan kalau kita melihat arti rohani dari apa yang Tuhan maksudkan. Tetapi ketika kita melihat buku-buku yang lain kita tidak bisa menemukan Injil di dalamnya. Tidak ada pesan Injil yang bisa ditemukan disitu karena bukan Tuhan yang mengarang buku itu. PENANYA: Saya setuju bahwa Alkitab adalah otoritas yang terutama dan yang tertinggi, tetapi gereja mula-mula yang memutuskan buku yang mana yang dimasukkan ke dalam Alkitab, karena gereja sudah ada sebelum Alkitab ada. MR. C: Tidak, itu tidak begitu. Hal itu mungkin adalah apa yang diakui oleh gereja tersebut. Tetapi tidak ada gereja yang sudah berdiri pada zaman nabi Musa. Tuhan sudah mulai menulis Alkitab pada waktu Musa masih hidup, kira-kira 3500 tahun yang lalu. Tidak ada jemaat yang ada pada hari ini, kecuali jemaat dari agama Yahudi (Judaism), yang ada hubungannya dengan kitab-kitab Perjanjian Lama yang mengisi lebih dari setengah Alkitab. Tetapi ada satu gereja yang mengaku bahwa merekalah yang memutuskan buku yang mana yang dimasukkan ke dalam Alkitab, dan mereka memutuskan bahwa rasul Petrus adalah Paus yang pertama, dan mereka memutuskan bahwa gereja Perjanjian Baru bermulai di Roma, dan mereka juga mengakui dan memutuskan banyak hal-hal lainnya, tetapi itu tidak berarti bahwa semua hal itu adalah benar. Kita harus membiarkan Alkitab yang memberitahukannya kepada kita. Tuhan-lah yang mengarang Alkitab. Alkitab adalah firman Tuhan; Dia-lah yang memutuskan buku yang mana yang dimasukkan ke dalam Alkitab. Tidak penting siapa yang Tuhan gunakan sebagai perantara untuk menuliskannya atau menyusunnya menjadi satu kitab. Dalam tulisan bahasa aslinya (Perjanjian Lama dalam bahasa Ibrani dan Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani), setiap kata yang ditulis di dalam Alkitab adalah persis seperti apa yang Tuhan ingin tuliskan kepada umat manusia. Di 1 Petrus 1:21 kita baca: "sebab tidak pernah nubuat [kitab suci] dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah." OPEN FORUM 011699 D SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA PENANYA: Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa para ahli-ahli agama, selama bertahun-tahun, tidak menulis bagian-bagian tertentu dari Alkitab untuk menyesuaikan keyakinan-keyakinan mereka? MR. C: Di dalam dokumen-dokumen asli dari Alkitab, dalam bahasa Ibrani untuk Perjanjian Lama dan bahasa Yunani untuk Perjanjian Baru, orang-orang kudus pada zaman dahulu menulis sebagaimana Allah Roh Kudus menggerakkan mereka. Di 2 Petrus 1:19-21 kita baca: "Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu. Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat [kitab suci] dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah." Tugas dari para ahli adalah membuat salinan-salinan baru dari teks lama yang telah usang. Sampai beberapa ratus tahun yang lampau kita masih belum mempunyai mesin cetak, jadi selama ratusan bahkan ribuan tahun, Alkitab harus ditulis dengan tangan, tetapi Allah melindungi firman-Nya sehingga kalau salinan-nya dibuat, teks-nya tidak dirubah. Teks Yunani yang ditemukan di Alexandria, di St. Catherine di jazirah Sinai telah dirubah; itu adalah bukti seseorang telah merusak teks itu. Oleh sebab itu walaupun teks itu berbahasa Yunani tidak dapat dipercayai seratus persen sekalipun banyak pelajar-pelajar berpendapat itu lebih bisa dipercaya daripada teks-teks lain yang tidak begitu tua. Kita dapat mempercayai bahasa asli Ibrani dari Perjanjian Lama [teks Masoretic yang dipakai oleh semua Alkitab], dan teks bahasa Yunani dari Perjanjian Baru yang dipakai untuk menterjemahkan Alkitab King James di tahun 1611 bahwa itu adalah firman Tuhan yang sejati. Allah telah melindungi firman-Nya selama bertahun-tahun OPEN FORUM 013101 I SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA PENANYA: Bisakah anda membantu saya untuk mengerti perbedaan antara berbagai-bagai versi dan translasi dari Alkitab, apakah itu membuat adanya perbedaan-perbedaan? MR. C: Kira-kira 400 tahun yang lalu, kita mempunyai Alkitab berbahasa Inggris yang dinamakan kitab terjemahan King James [KJV]. Raja James dari Inggris yang memberikan otoritas dan mengusahakan untuk membuatnya menjadi sebuah translasi Alkitab. Edisi King James yang pertama terbit kira-kira pada tahun 1611 sesudah masehi. Dan selama ratusan tahun kemudian itu menjadi Alkitab dari bagian dunia yang berbahasa Inggris, dan juga bahasa-bahasa yang lainnya, mereka mempunyai translasi yang sama dengan Alkitab King James tersebut. Tetapi kira-kira 100 tahun yang lalu, dan meningkat dengan hebat 50 tahun yang lalu, ada banyak translasi-translasi yang lain keluar di pasaran. Sebelum saat itu ada juga beberapa translasi yang dibuat tetapi hanya ada sedikit. Tetapi semenjak tahun 1950 ada banyak translasi yang keluar di pasaran, dan semuanya dikatakan dibuat lebih baik daripada versi King James, lebih up-to-date, dll. Kenyataannya semua aktivitas ini telah menghancurkan keaslian dari Alkitab. Kalau anda duduk di dalam lingkaran orang-orang yang membaca Alkitab, dan satu orang membaca dari kitab King James, yang lain membaca dari New International Version [NIV], yang lain lagi membaca dari American Standard Version [ASV], dan ada lagi yang membaca dari Good News for Modern Man, dan seorang lagi membaca dari New English Bible, dan seterusnya. Kemudian anda memcoba membandingkan sebuah ayat, tetapi mereka semua terdengar berbeda satu sama lain. Dan anda mulai bertanya-tanya mengapa Alkitab bisa jadi begini? Seharusnya semua itu mengatakan hal yang tepat sama. Nah alasannya semua itu berbeda adalah karena translasi-translasi tersebut mempunyai kalimat yang berbeda-beda, dan mereka menterjemahkan kata-katanya dengan sedikit berbeda, dsbnya. Jadi semua versi-versi yang baru ini telah memotong dan melemahkan otoritas yang sejati dari Alkitab. Sebetulnya kita tidak memerlukan semua versi-versi itu. Alkitab versi King James adalah lebih akurat, lebih bisa dipercaya, dan itulah Alkitab yang harus kita pergunakan sekarang ini. "Heaven and earth shall pass away, but My words shall not pass away" (Matthew 24:35) www.familyradio.com =============================================
From: [EMAIL PROTECTED]
Israel Rohani KETURUNAN ABRAHAM Abraham berasal dari Ur-Kasdim, yaitu daerah Babel, yang sekarang ini adalah daerah sekitar Irak. Kemudian atas perintah Tuhan dia dan keluarganya keluar dari Babel untuk pergi ke tanah Kanaan (tanah Perjanjian). Karena Abraham percaya kepada janji Tuhan bahwa ia akan menjadi bapa dari banyak bangsa walaupun tidak ada dasar untuk berharap, maka Tuhan memberkati Abraham dengan sangat berlimpah dan Tuhan juga berjanji untuk membuat keturunannya tidak terhitung banyaknya "seperti bintang di langit dan seperti pasir di laut", dan oleh keturunan Abraham itulah semua bangsa di muka bumi akan mendapat berkat. Dalam kitab Kejadian 22:17-18 Tuhan berfirman demikian: " .. Aku [Tuhan] akan memberkati engkau [Abraham] berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." Kemudian kitab Galatia 3:16 menjelaskan kepada kita bahwa "keturunan Abraham" yang dimaksud Allah menunjuk kepada Kristus, dalam ayat itu kita membaca demikian: "Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus." Dan kitab Roma 9:6-8 menambahkan demikian: "Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel, dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu." Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar." Dari karya Kristus kemudian dilahirkan banyak anak-anak rohani yang tersebar di seluruh dunia. Sekarang kita mengerti mengapa Alkitab berkata "oleh keturunan Abraham semua bangsa di muka bumi mendapat berkat", yaitu berkat keselamatan yang hanya dapat disediakan oleh Kristus, satu-satu Juruselamat yang dapat menebus dosa-dosa manusia (Kis. 4:12). Sekarang kita juga mengerti mengapa Alkitab menyatakan "Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia" (Kejadian 27:29). Mereka yang terkutuk adalah orang-orang yang tidak memiliki Juruselamat untuk menebus upah dosa-dosa mereka sehingga mereka akan berakhir di dalam hukuman kutukan yang kekal. Isteri pertama Abraham yaitu Sara mempunyai seorang anak laki-laki ketika mereka sudah sangat tua. Pada waktu itu Abraham sudah berumur 100 tahun dan Sara berumur 90 tahun, itulah sebabnya anaknya dinamai Ishak dimana nama Ishak berarti tertawa. Kemudian Ishak mempunyai dua orang anak yang bernama Esau dan Yakub, kemudian Yakub mempunyai 12 orang anak laki-laki yang menjadi nenek moyang bangsa Israel yang kemudian menurunkan Daud dan Yesus. Sedangkan Esau menurunkan bangsa Edom. Dan Esau juga menikah dengan salah seorang anak Ismael yang bernama Mahalat (Kejadian 28:9). Jadi kemudian Esau dan Ismael menjadi nenek moyang dari bangsa-bangsa Arab yang kemudian menurunkan Muhammad. Walaupun Esau dan Ismael adalah anak-anak sulung tetapi mereka tidak diberkati dengan berkat keselamatan. Kita harus ingat prinsip Alkitab yang sudah ada bahkan dalam kitab yang pertama dalam Alkitab seperti yang kita baca dalam kitab Matius 20:16 demikian: "Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir." Ungkapan "menjadi yang terakhir" adalah suatu kondisi yang menunjukkan tidak adanya berkat keselamatan. Itulah sebabnya anak yang sulung yaitu Kain menjadi terkutuk ketika membunuh adiknya Habel, dan juga Yakub ketika ia sudah tua dan lamur matanya menyilangkan tangannya ketika memberkati Manasye dan Efraim anak-anak Yusuf. Yang sulung adalah Manasye tetapi Efraim menerima berkat yang lebih besar (Kejadian 48). Prinsip ini ada terlihat di sepanjang Alkitab. Demikianlah Tuhan menjelaskan kepada keturunan Abraham yang mana Ia berkenan, dalam kitab Matius 22:31-32b kita membaca sebagai berikut: " Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati [rohani], melainkan Allah orang hidup [rohani]." Dan kitab Galatia 4:28-31 menambahkan demikian: "Dan kamu, saudara-saudara, kamu sama seperti Ishak adalah anak-anak janji. Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini. Tetapi apa kata nas Kitab Suci? "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba perempuan itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anak perempuan merdeka itu." Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan [Hagar], melainkan anak-anak perempuan merdeka [Sara]." Itu berarti Tuhan hanya berkenan kepada bangsa Israel yang berasal dari Abraham, Ishak dan Yakub untuk menjadi ahli waris dari janji keselamatan-Nya. Tetapi yang Tuhan maksudkan adalah bukan keturunan darah dari Abraham. Bangsa Israel yang Tuhan maksudkan adalah bangsa "Israel rohani" yang terdiri dari orang-orang percaya yang tersebar diseluruh dunia, yaitu mereka yang mengikuti jejak iman Abraham. Nama Abraham sendiri berarti "bapa dari banyak bangsa". Di Galatia 3:29 kita baca demikian: "Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah." Kemudian kitab Roma 2:28-29 menambahkan demikian: "Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah. Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya [yaitu Yahudi didalam hati] dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah." Dan kitab Kolose 2:11 berkata demikian: "Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa" Jadi ungkapan Israel di dalam Alkitab bila memiliki arti rohani menunjuk orang-orang percaya yang tersebar di seluruh dunia tanpa memandang kebangsaan mereka. Orang-orang percaya yang sejati adalah "Israel rohani kepunyaan Allah" menurut Galatia 6:15-16 yang kita baca demikian: "Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah." "For the earth shall be filled with the knowledge of the glory of the LORD, as the waters cover the sea" (Habakkuk 2:14) May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit, Setiawan -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED] Bagi Saudara yang berdomisili di Amerika, saudara dapat bergabung dengan mailing list Keluarga Kristen USA (KK-USA) dengan mengirimkan email kosong ke [EMAIL PROTECTED] dan ikuti instruksi yang ada. -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
__,_._,___ |

