From: "e-JEMMI" <[EMAIL PROTECTED]>
BELAJAR ALKITAB MEMBUAT KITA BIJAK; MEMERCAYAINYA MEMBUAT KITA AMAN;
MELAKUKANNYA MENJADIKAN KITA SUCI
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Imanuel!
Dalam tradisi Yahudi, wanita dianggap sebagai golongan masyarakat
kelas dua, mengingat peran utama dipegang oleh pria. Bahkan wanita
dianggap tidak punya hak untuk berbicara. Pandangan ini masih
melekat sampai hari ini; tidak hanya di kalangan orang Yahudi, tapi
juga hampir di seluruh dunia.
Meski demikian, Alkitab memaparkan peranan penting kaum wanita dalam
keluarga, masyarakat, termasuk sejarah keselamatan. Banyak wanita
yang terlibat dalam pelayanan Yesus. Hal ini jelas menepis anggapan
bahwa kaum wanita tidak berkesempatan untuk berkarya. Lebih jauh
lagi, keselamatan yang Ia anugerahkan ternyata telah menghasilkan
perubahan dan pertumbuhan iman yang luar biasa. Alhasil, banyak
wanita yang terdorong untuk terlibat dalam pelayanan, termasuk penginjilan.
Nah, para wanita, bergiatlah dalam melayani Tuhan. Siapkan diri Anda
untuk ambil bagian dalam Amanat Agung dan turut serta dalam
perjamuan-Nya. Selamat melayani dan selamat Hari Ibu!
Tuhan memberkati!
Redaksi e-JEMMi,
Lisbet
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI
MISIONARIS WANITA LAJANG: "WARGA KELAS DUA"
===========================================
Sejak dahulu, wanita sudah memiliki peran dalam dunia penginjilan.
Dari zaman Perjanjian Baru, gereja mula-mula dan zaman Abad
Pertengahan, sampai ke periode misi modern, pelayanan wanita sangat
luar biasa. Para istri Moravia bahkan sangat menonjol dan
berdedikasi terhadap dunia pelayanan, seperti juga para istri
misionaris (misalnya, Adoniram Judson dan Hudson Taylor). Namun, ada
juga para istri yang setia melayani meski sebenarnya tidak menyukai
apa yang mereka lakukan. Kita tidak akan pernah tahu berapa jumlah
istri yang tetap setia melayani meskipun itu bukanlah yang mereka
ingini. Edith Buxton, dalam bukunya "Reluctant Missionary"
(Misionaris yang Enggan), mengisahkan perjuangan dan
ketidakbahagiaannya menjalani kehidupan sebagai seorang misionaris
asing sebelum akhirnya ia mengetahui bahwa pelayanan ini adalah
kehendak Tuhan; serta Pearl Buck yang mengisahkan tahun-tahun penuh
ketidakbahagiaan yang dijalani ibunya sebagai istri seorang
misionaris di Cina, sebelum akhirnya dia dapat menerima pekerjaannya.
Sebaliknya, ada jauh lebih banyak wanita lajang yang merasa bahwa
Tuhan memang menginginkan mereka bekerja di ladang misi. Mereka
merasa tertantang dengan adanya tuntutan yang besar di dunia luar.
Para istri, dengan segala tanggung jawab rumah tangga dan anak yang
harus dirawatnya, tentu tidak sanggup menanggung beban ini. Walaupun
publik menentang mereka berkecimpung dalam ladang misi, pada awal
tahun 1820-an, satu per satu wanita lajang mulai merambah ke luar negeri.
Wanita lajang berkebangsaan Amerika (bukan janda) pertama yang
menjadi misionaris asing adalah Betsy Stockton. Ia adalah seorang
wanita kulit hitam dan bekas budak yang pergi ke Hawaii pada tahun
1823. Ia bergabung dengan American Board dan mereka setuju untuk
mengirimnya ke luar negeri, namun hanya sebagai pembantu lokal untuk
pasangan misionaris lain. Terlepas dari rendahnya posisi itu, Betsy
dianggap memiliki kemampuan untuk mengajar sehingga diizinkan untuk
merintis satu sekolah. Menanggapi kebutuhan akan seorang guru wanita
lajang, Chyntia Farrar yang berasal dari New Hampshire, bertolak ke
Bombay pada tahun 1820-an. Ia melayani dengan setia selama 34 tahun
di bawah naungan badan Marathi Mission.
Diskriminasi terhadap wanita lajang menyebabkan munculnya konsep
baru tentang misionaris asing, yaitu "lembaga wanita". Persepsi ini
pertama kalinya muncul di Inggris dan dengan cepat menyebar sampai
ke Amerika. Sampai tahun 1900, ada lebih dari empat puluh kelompok
misi wanita di AS. Karena adanya "lembaga wanita" ini, jumlah wanita
lajang di ladang misi meningkat pesat, bahkan melampaui jumlah
misionaris pria. Di Provinsi Shantang, Cina, data statistik yang berkaitan
dengan
Lembaga Baptis dan Presbytarian menunjukkan ada 79 wanita berbanding 46
pria.
Pada dekade selanjutnya, perbandingan itu meningkat menjadi 2:1.
Dalam bukunya, "Western Women in Eastern Lands" (Wanita Barat di
Tanah Timur) yang diterbitkan tahun 1910, Helen Barret Montgomery
mengisahkan langkah mengagumkan yang dilakukan para wanita di dunia
penginjilan.
"Benar-benar cerita yang mengagumkan .... Kami memulai semua ini
dalam ketidakberdayaan, namun kini kami dikuatkan. Pada tahun
1861, hanya ada seorang misionaris bernama Miss Marston di Burma.
Tahun 1909 ada 4.710 misionaris wanita lajang, 1.948 di antaranya
berasal dari AS. Tahun 1861 hanya ada satu organisasi wanita,
namun telah berkembang menjadi 44 pada tahun 1910. Pendukungnya
semula hanya beberapa ratus, tapi kini mencapai sedikitnya dua
juta orang. Dana yang tersedia awalnya hanya dua ribu dolar dan
tahun 1982 meningkat menjadi empat juta dolar. Dan kalau awalnya
hanya ada seorang guru, pada awal tahun Yobel mencapai 800 guru,
140 dokter, 380 penginjil, 79 perawat, 5.783 wanita pengajar
Alkitab dan pembantu asli (native). Dari 2.100 sekolah, ada 260
sekolah tinggi dan sekolah asrama. Ada 75 rumah sakit dan 78
apotek .... Ini suatu prestasi yang patut dibanggakan para wanita.
Namun, ini hanyalah permulaan yang sederhana dari apa yang bisa
dan yang mampu dikerjakan wanita, di saat kegerakan siap dimulai."
Namun, apa yang sebenarnya mendorong para wanita lajang itu sehingga
rela meninggalkan keluarga dan tanah airnya, bahkan hidup dalam
kesulitan, kesendirian, dan pengorbanan? Tampaknya alasan terbanyak
adalah karena kecilnya kesempatan bagi wanita lajang untuk melayani
sepenuh waktu di tanah air mereka. Pelayanan Kristen dianggap
sebagai pekerjaan pria. Beberapa wanita dari abad ke-19, seperti
Catherine Booth, mencoba terjun ke dalam dunia yang didominasi oleh
para pria ini, namun juga mendapat tentangan. Wanita lainnya bekerja
di dunia sekuler. Florence Nightingale misalnya, sangat rindu untuk
melayani Tuhan dalam pelayanan Kristen, tapi tidak mendapat
kesempatan. Itulah alasan mengapa ladang misi menjadi wadah bagi
para wanita yang ingin melayani Tuhan.
Selain itu, ladang misi juga penuh dengan pelayanan dan semangat
yang menyala-nyala. Wanita dari golongan miskin pun bisa terangkat
statusnya melalui karier misionaris ini. Namun, pengaruh yang paling
kuat adalah feminisme. Masuknya wanita Amerika ke dalam dunia misi,
menurut R. Pierce Beaver, dianggap sebagai gerakan feminis pertama
di Amerika Utara. Meski sebagian besar misionaris wanita bukan
penganut feminisme, usaha mereka untuk menyelami dunia pria adalah
bukti adanya rasa kesetaraan antara wanita dan pria yang sedikit
banyak dibantu oleh perkembangan "lembaga wanita".
Wanita lajang memiliki kesempatan unik yang tidak dapat dilakukan
pria. Injil bisa menembus ke dalam budaya dan agama kuno adalah
karena pekerjaan wanita (meskipun tak dapat disangkal juga bahwa di
beberapa daerah, wanita hanya bisa bekerja bila sudah ada pria yang
memulainya terlebih dulu). Selain itu, wanita juga tidak terikat
tanggung jawab terhadap keluarga. Menanggapi kebebasan tersebut,
H. A. Tupper, sekretaris Southern Baptist Foreign Mission Board
(Lembaga Misi Baptis Selatan) menyurati Lottie Moon pada tahun 1879,
"Pekerjaan seorang wanita lajang di Cina setara dengan dua pria yang
sudah menikah." Namun, karena merasa kesepian, tekanan, dan kondisi
yang buruk, banyak misionaris wanita lajang yang menyerah dan
meninggalkan ladang misinya.
Wanita memang lebih unggul di hampir semua aspek dunia misionaris,
tapi dalam bidang medis, pendidikan, dan penerjemahan, kemampuan
mereka sangat berpengaruh. Rumah sakit dan sekolah kedokteran adalah
dua di antara banyak hasil yang diraih, termasuk di antaranya salah
satu sekolah medis terbaik di dunia yang berlokasi di Vellore,
India. Mereka juga mendirikan banyak sekolah lainnya, termasuk
sebuah universitas di Seoul, Korea, dengan jumlah mahasiswa yang
mencapai delapan ribu orang. Kitab Injil untuk pertama kalinya
diterbitkan dalam ratusan bahasa asing. Namun, jika ada satu
generalisasi yang bisa ditarik dari misionaris wanita dan
pelayanannya, itu adalah tekad mereka untuk merintis pelayanan yang
sulit. "Semakin sulit dan berbahaya suatu pelayanan, rasio wanita
dibanding pria akan semakin tinggi," tulis Herbert Kane.
Keunikan wanita dalam dunia pelayanan adalah mereka umumnya lebih
mudah mengakui kelemahan dan menerima kritikan. Mereka juga lebih
mewakili kehidupan pelayanan seorang hamba Tuhan. Lottie Moon, Maude
Carys, dan Helen Roseveares memberikan pemahaman tentang kehidupan
misi modern kepada para murid. (t/Lanny)
Bahan diringkas dan diterjemahkan dari sumber:
Judul buku : From Jerusalem to Irian Jaya
Judul asli : Single Woman Missionaries: "Second-class Citizens"
Penulis : Ruth A. Tucker
Penerbit : Academie Books, Grand Rapids, Michigan 1983
Halaman : 231 -- 234
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
CHRISTIAN WOMEN TODAY ==> http://www.christianwomentoday.com/
Situs Christian Women Today menyediakan berbagai sumber referensi
tentang kehidupan wanita Kristen. Lewat situs ini Anda bisa
mendapatkan hal-hal penting bagi pertumbuhan iman dan pembimbingan
kepada orang lain. Berbagai artikel yang tersaji tidak hanya
menyajikan hal-hal yang relevan dengan pergumulan hidup kaum wanita,
namun sampai kepada soal "ministry training". Nah, bagi Anda para
wanita, silakan berkunjung ke situs yang menawarkan banyak artikel
berbobot tentang kehidupan sehari-hari, kolom para profesional,
ruang rumpi (chat room), renungan harian, "newsletter", "Bible
Studies", dan pelatihan bagi pendoa dan penginjil ini.
PRICELESS WOMAN ==> http://www.pricelesswoman.com/
Tujuan dari situs Priceless Woman adalah untuk memberitakan
kelahiran baru (Yohanes 3:3), khususnya bagi para wanita. Situs ini
menyediakan sumber-sumber yang dapat mendorong para wanita untuk
bertumbuh ke arah Kristus; meningkatkan kualitas rohani; menolong
untuk dekat kepada Allah; dan membimbing mereka dalam tugasnya
sebagai seorang pribadi, istri, serta ibu. Anda bisa menemukan
"Bible studies", "newsletter", tautan ke berbagai situs dan artikel
Kristen, serta kesaksian.
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
V E N E Z U E L A
Venezuela -- Presiden Venezuela Hugo Chavez, yang memenangkan
pemilihan umum ulang, kini mendapat beragam tanggapan dari
orang-orang Kristen. Trans World Radio (TWR) menyiarkan program
agama Kristen di Venezuela. Jim dari TWR mengatakan, ketika satu
organisasi misi diusir keluar dari perkampungan suku tahun lalu, TWR
justru mengalami suatu pertumbuhan. Kepedulian Chavez terhadap
dunia pendidikan mendorong stasiun radio untuk menyiarkan program
anak-anak. "Banyak stasiun radio yang kurang menyajikan dan
menghasilkan program untuk anak-anak. TWR sudah menawarkan program
untuk anak-anak bernama Pedrito el Pulpo, untuk disiarkan di stasiun
radio umum." Chavez membutuhkan pendidikan tentang moral di
sekolah-sekolah negeri. "TWR diberi wewenang untuk masuk ke dalam
sekolah-sekolah negeri dengan menggunakan bahan dari program radio
anak-anak,
mengadakan pertunjukan boneka, dan memberikan Alkitab serta undangan.
[Sumber: Mission Network News, Desember 2006]
Pokok Doa:
----------
* Mari bersyukur atas kesempatan yang diberikan oleh pemerintah
Venezuela kepada TWR untuk menggunakan bahan program anak mereka
ke sekolah-sekolah umum. Kita juga patut bersyukur karena TWR bisa
memberikan Alkitab pada kesempatan tersebut.
* Program anak oleh TWR ini merupakan kesempatan berharga bagi
saudara-saudara kita di TWR untuk memperkenalkan Kristus yang
membawa damai. Berdoalah agar program ini dapat terus berlanjut.
A M E R I K A
Suatu "political correctness" tengah melanda suasana Natal di AS.
Keadaan tersebut ditunjukkan oleh tulisan-tulisan "selamat liburan",
"selamat Natal", atau "damai di bumi" yang dipajang di toko-toko.
Hal ini jelas mengaburkan makna Natal yang sejati. Sebaliknya,
American Tract Society (ATS) menegaskan bahwa Yesus merupakan alasan
dari segenap perayaan tersebut dan kebenaran inilah yang sedang
mereka perjuangkan. Fern dari ATS berkata, "Kami memiliki kartu
ucapan seukuran kartu nama. Di satu sisinya tertulis, 'Selamat
Natal' dengan kutipan ayat, 'Seorang Juru Selamat telah lahir'.
Ketika Anda membaliknya, tulisan 'Selamat berlibur' telah dicoret
dengan tanda 'no' di depannya, lengkap dengan alamat situs
www.KeepMerryChristmas.com." Situs tersebut menunjukkan makna Natal
yang sesungguhnya, berita Injil. Fern menambahkan bahwa dengan kartu
ini, orang-orang Kristen yang sangat pemalu sekalipun dapat menjadi
saksi mata dalam masa Natal ini. Kartu ini bahkan bisa disimpan
dalam saku, dompet, ransel punggung, ataupun tas pinggang. Dan
setiap kali Anda ingin mengucapkan 'Selamat Natal', berikan saja
kartu ini dan saya jamin bahwa Roh Kudus akan segera bekerja."
[Sumber: Mission Network News, Desember 2006]
Pokok Doa:
----------
* Berdoalah agar orang-orang di Amerika dapat menemukan makna Natal
yang sejati dan bisa sungguh-sungguh melibatkan Tuhan Yesus
sebagai fokus utama dalam setiap perayaan Natal.
* Natal merupakan peristiwa kedatangan Tuhan Yesus yang pertama. Ia
datang untuk mewartakan kabar sukacita kepada segenap suku bangsa.
Berdoalah bagi saudara-saudara kita di Amerika, termasuk seluruh
orang percaya yang merayakan Natal, agar memiliki keberanian dan
hikmat untuk mewartakan Kristus pada Natal kali ini.
M O N G O L I A
"Saya memerlukan waktu dua tahun agar merasa yakin bahwa seseorang sudah
diselamatkan," ucap seorang pastor Mongolia kepada misionaris Jim dan Lianne.
"Orang-orang Mongolia sudah memercayai perdukunan -- penyembahan roh
pohon, air, api, dan sebagainya -- selama ratusan tahun," tulis Jim.
"Penyembahan tersebut diatasnamakan dalam suatu ajaran agama sehingga
menyebabkan orang Mongolia berpikir bahwa mereka dapat mengendalikan para dewa.
"Banyak orang yang berpikir bahwa satu-satunya Allah, pencipta
semesta alam, dapat dikendalikan dan diatur dengan cara yang sama
seperti mengendalikan para dewa."
Mereka bisa saja rajin datang ke gereja, bahkan memberi kesaksikan
mengenai pekerjaan Tuhan dalam hidup mereka setiap Minggu.
"Namun setelah dua tahun, jika Yesus tidak memberkati, mereka akan
berpindah agama atau tidak beragama sama sekali," tulis Jim.
"Penduduk Mongolia umumnya miskin. Mereka berpikir bahwa berkat
Tuhan seharusnya dalam hal finansial atau kekayaan."
Meskipun begitu, ada juga orang Mongolia yang memahami keselamatan.
"Seorang wanita sangat mensyukuri anugerah keselamatan dari Allah
dan dia mulai menulis lagu-lagu penyembahan," tulis Jim dan Lianne.
"Misionaris di sana mengabarkan bahwa mereka sampai tidak sanggup
untuk terus merekamnya karena begitu cepatnya dia menulis lagu," sambungnya
lagi.
"Saya telah menyaksikan salah seorang teman bersaksi kepada seorang
supir taksi dengan sangat wajar, seolah bernafas saja -- sama sekali
tidak merasa canggung," tulisnya. "Saya juga melihat saudara-saudari
kita dalam Kristus menangis ketika menceritakan beban mereka akan
orang tua, pasangan hidup, dan anak-anak yang belum bertobat.
Kristus sedang mengubahkan hidup orang-orang di Mongolia!"
[Sumber: New Tribes Mission, Desember 2006]
Pokok Doa:
----------
* Sikap apatis penduduk lokal dalam menerima firman Allah terkadang
dapat menyurutkan semangat para hamba Tuhan yang sedang
memberitakan firman kepada mereka. Bawalah tim NTM yang sedang
melayani di antara orang Mongolia dalam doa,
* Ucapkanlah syukur kepada Bapa atas keberanian sebagian orang
percaya di Mongolia untuk bersaksi tentang Yesus kepada setiap
orang yang belum mengenal nama-Nya.
* Berdoalah agar orang-orang percaya di Mongolia dapat mengabarkan
Injil kepada sanak keluarga dan kerabat mereka.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
PARA WANITA
===========
* Banyak ibu rumah tangga yang tidak hanya mengerjakan urusan
rumah tangga, tapi juga berkarier di luar. Berdoalah supaya para
ibu tersebut tidak menelantarkan keluarga mereka, tapi dapat
membagi waktu antara karier dan keluarga.
* Ibu rumah tangga juga punya peran penting dalam membentuk generasi
yang takut akan Tuhan. Doakan mereka agar menjadi ibu yang
bijaksana dalam mendidik anak-anak.
* Ada banyak wanita lajang yang melayani, entah sebagai misionaris
ataupun sebagai hamba Tuhan. Adakalanya mereka merasa kesepian dan
membutuhkan keberadaan pasangan hidup. Doakan agar Roh Kudus
menjadi penghibur sejati dalam hati mereka. Berdoalah agar Tuhan
berkenan menyediakan pasangan hidup bagi mereka, sebagai
pendamping dalam pelayanan memberitakan firman Allah.
* Doakanlah para wanita yang menjadi istri hamba Tuhan agar selalu
setia mendampingi pelayanan suami mereka.
* Doakan pula para janda yang menjadi ibu dari anak-anak mereka agar
diberikan kesabaran, bergantung pada Allah dan berhikmat dalam
membesarkan anak yang menjadi anugerah Allah.
______________________________________________________________________
SURAT ANDA
>From: Deasy Natalia <deasy.natalia(at)xxxx>
>Dear Bapak/Ibu Admin E-Misi,
>Saya lihat berapa bulan terakhir ini doa untuk kota tidak bisa
>diakses, lalu hari ini ternyata doa untuk suku juga tidak bisa
>diakses. Apakah saya bisa mendapat datanya by email (terutama kota
>Aceh, Papua, Kalimantan Barat, Mataram) ? karena saya memerlukannya
>sebagai bahan pokok doa untuk persekutuan. Sebelumnya terima kasih banyak.
>
>Best Regards
>Deasy
Syalom Deasy,
Beberapa bulan terakhir memang kami menutup akses ke Doa Bagi Kota
dan bagian-bagian yang ada kaitannya dengan lintas budaya untuk
alasan keamanan. Selain itu, data-data di bagian itu juga sudah
tidak cocok dengan perkembangan zaman sekarang.
Akan tetapi, apabila Anda ingin mendapatkan pokok-pokok doa bagi
suku, silakan isi formulir di bawah ini dan kembalikan kepada kami
<staf-misi(at)sabda.org>. Kami akan mengirimkan "username" dan
"password" kepada Anda untuk bisa masuk ke bagian Lintas Budaya yang
terdapat di situs e-MISI.
Nama Anda:
Gereja Anda:
Alamat Gereja Anda:
Nama Pendeta Anda:
Jabatan Pelayanan Anda:
Alasan Anda ingin berkunjung ke halaman ini:
______________________________________________________________________
URLS Edisi Ini
Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/
New Tribes Mission http://www.ntm.org/
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Lisbet, Lanny
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2006 oleh e-JEMMi/e-MISI ---- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi: < staf-misi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan : < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi : http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA : http://www.sabda.org/ylsa
Situs SABDA Katalog : http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________
_I-KAN_________________________________________________________e-MISI_
'Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?"
Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"' (Yesaya 6:8)
-------- URGENT ! URGENT ! URGENT ! URGENT ! URGENT ! --------
-
- Mon Dec 18th is the last day that [EMAIL PROTECTED] will be allowed.
- After that, you MUST use [EMAIL PROTECTED] in order for your mailing
- list messages to be received properly. For more information on the
- change, visit http://www.xc.org/lyris/