From: Gouw Poo Tjoan Doa pujian dan syukur atas pertolongan Tuhan
Tuhan Yesus, Aku hendak bersyukur kepadaMu Tuhan atas kasih setiaMu yang tak habis - habisnya. Aku hendak menyebut - nyebut perbuatanMu yang masyhur yang telah 'ku alami bersamaMu. Telah Kau lepaskan aku dari kesesakan, dan Kau angkat diriku dari lembah kekelaman. Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak, yang berselimutkan terang seperti kain, yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya. Dengan samudera raya Engkau telah menyelubunginya; air telah naik melampaui gunung - gunung. Terhadap hardikMu air itu melarikan diri, lari kebingungan terhadap suara gunturMu, naik gunung, turun lembah ke tempat yang Kau tetapkan bagi mereka. Demikianlah ya Tuhan, Kau menghardik air yang telah naik tinggi menggenangi jalan - jalan dan rumah - rumah, sehingga air itu surut dan lalu daripada kami. Sungguh aku meng-Amin-kan firmanMu ya Tuhan yang Maha Besar. Terima kasih ya Tuhan, kalau bukan karena janji-Mu, tentu aku sudah lari ketakutan. Kalau bukan karena kasih-Mu, tentulah aku sudah binasa. Masih 'kurasa pegangan tanganMu yang kuat, ketika aku melewati banjir, dan dengan pertolonganMu pula, Kau berikan aku kendaraan yang dapat mengantarkanku keluar masuk dari tempat tinggalku, menuju ke tempat kerja dan tempat - tempat lainnya. Masih 'kurasa pelukanMu yang lembut, saat - saat aku berada dalam kegelapan malam yang pekat, tanpa penerangan, namun Engkau memberi penerangan di dalam hatiku yang membuat aku merasa damai dan tenang. Kini telah 'ku lalui itu semua, dan aku bersyukur atas kebaikanMu, bahwasanya untuk selama - lamanya kasih setiaMu Tuhan. Tuhan Yesus, aku mengingat sesamaku yang juga mengalami musibah yang sama, ada banyak dari mereka yang kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan orang yang mereka kasihi. KiraNya penghiburanMu menguatkan mereka ya Tuhan, pakailah aku sebagai perpanjangan tanganMu dalam menolong mereka ini, baik melalui penghiburan maupun tenaga dan harta benda yang telah Kau berikan kepadaku. Aku yang telah menerima pertolongan daripadaMu Tuhan, aku yang telah mengalami penghiburan dan kekuatan daripadaMu, tak hendak berdiam diri, tapi aku mau membagikannya kepada sesamaku, baik mereka yang telah di dalam Engkau maupun yang belum beriman kepadaMu. KiraNya Engkau saja yang membimbing aku ya Tuhan, agar apa yang 'ku lakukan sungguh berguna dan efektif bagi sesamaku yang membutuhkan pertolongan. Segala pujian dan syukur 'ku naikkan hanya bagiMu Yesus, Penolongku yang Ajaib. Amin By : Team Moderator DSM,DSM_Chat, OMP ===================================== From: S. Sujud Mengapa orang Islam itu tetap tegar??? Pertanyaan ini tentu mengundang banyak mata orang Islam untuk membelalak dan telinga orang Islam untuk membuka secara amat lebar. Islam adalah suatu ajaran yang memiliki etikat yang amat tinggi, jadi kalau seseorang telah mengetahui bahwa sesuatu itu kurang baik, orang itu tidak menggembar gemborkan masalah itu ke mana mana, karena masalah itu sungguh amat memalukan, jadi sungguh amat berbeda dengan orang Kristen yang sama sekali tidak tahu malu dan bahkan menyebar luaskan semua masalah ke orang lain, alias buka bukaan tanpa ada yang ditutup tutupi. Seorang Islam itu sudah dari awalnya mendapat target untuk menyelesaikan rukun Islam, terutama rukun ke lima yaitu untuk ke Mekkah dan bersembahyang di depan Kaabah, dan disitupun tidak sembarang orang Islam yang boleh melakukan rukun ke lima itu, kalau memang orang itu belum terpanggil oleh Alloh dan belum memiliki dana yang banyak agar masalah itu bisa terlaksana. Beberapa orang Islam yang sudah memenuhi panggilan itu dan sudah memiliki banyak dana, tentunya rukun ke lima itu adalah suatu kewajiban untuk dilaksanakan, dan setelah mereka benar benar melakukan rukun ke lima itu, apakah yang mereka dapatkan? Tentu gelar Haji atau Hajjah itulah yang mereka sandang, dan apa yang sebenarnya terjadi ketika naik haji itu??? Nah inilah rahasia yang tidak boleh diutarakan kepada semua orang, itu harus tahu sendiri. Mengapa sih tidak boleh diceritakan kepada orang lain? Pertanyaan itu sering terdengar oleh semua Haji atau Hajjah dalam menguji keimanannya, karena kalau mereka menceritakan kebenaran dari kejadian yang ada, tentunya imannya akan rontok secara mendadak, dan Alloh bisa marah kepada mereka, jadi walaupun diapa apakan sekalipun, mereka tidak akan mau menceritakan hal sebenarnya yang terjadi di Mekah. Jadi semua orang Islam itu dibuat hanya memiliki satu jurusan saja, entah sampai atau tidak sampai, itu urusan masing masing orang Islam itu, kalau mereka terpaksa meninggal dunia di Mekah, katanya mereka itu langsung masuk ke Syurga, dan bisa dimakamkan di Mekah walaupun tanpa batu nisan sekalipun. Alhamdullilah. Tetapi dari keampuhan Internet, maka suka atau tidak suka, terpaksa internet yang menceritakan kejadian sesungguhnya di Mekah itu. Apalagi ketika para Jemaat Haji Indonesia yang kali ini ke Mekah tidak diberi makan selama tiga hari dan banyak yang mati karena kedinginan. Ini ada cerita dari teman karib saya yang dari Lampung Utara, dia itu dulunya adalah seorang Tenaga Kerja Indonesia dengan gaji sekitar Rp. 10.000.000,-- per bulan, jadi dia tentu memiliki angan angan untuk menunaikan tugas akhir sebagai orang Islam, jadi bukan menjadi orang yang pura pura jadi Islam, maka dari itu dia kembali ke Indonesia walaupun dia harus meninggalkan calon isterinya, ternyata setelah tiba di Indonesia, ibunya sudah menyediakan perempuan lain sebagai calon isterinya, jadi mau tidak mau dia harus tunduk kepada ibunya, dan sebagai tekad akhirnya, dia ingin membuat ibunya itu berbahagia, yaitu mengangkat ibunya untuk naik Haji bersama sama dia, dan dia bersedia membiayai semuanya. Semua rencana dan dana telah dipersiapkan secara matang, jadi hasilnya tentu 100 % sukses dan alhamdullilah teman saya ini dan ibunya bisa berangkat ke Mekah. Tetapi apa yang terjadi di Mekah? Nah inilah yang sebenarnya tidak boleh diceritakan, tetapi kenyataannya memang begitu. Teman saya ini kehilangan ibunya di Mekah, dan dia itu selain menjadi kurus kering juga sedihnya bukan main, karena semua yang dikerjakan itu adalah sia sia belaka, seperti melempar garam di lautan saja. Saya tidak tega untuk menceritakan hal ini secara mendetail, karena hal itu adalah melanggar etika Islam, jadi saya hanya bisa menyarankan saja, kalau memang bisa, lebih baik jangan melakukan seperti yang telah dilakukan oleh teman saya itu, walaupun semuanya telah tersedia dan telah dipersiapkan secara rinci dan baik. Semua itu bukan menghasilkan kebahagiaan, tetapi menghasilkan malapetaka yang amat dahsyat. Wassalamualaikum Wr.Wb. Ny. Muslim binti Mustikawati Mohon maaf, nama saya Sembah Sujud, karena saya memang suka menyembah dan bersujud. Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Tuhan akan mengampuni dosamu" Markus 1:4 ================================================= From: Wiempy GAMBARAN YESUS SEBAGAI PENJALA MANUSIA Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa Yesus itu biasa disebut dgn Anak Tuhan/Putra Tuhan, dlm bahasa Inggris disebut Son of God, karena Yesus lahir dari benih Tuhan yaitu Roh Kudus. Roh Kudus itu merupakan Roh Tuhan yg dititipkan dlm kandungan Maria sehingga akhirnya mengandung serta melahirkan bayi mungil yg diberi nama Yesus sbg manusia yg sempurna tanpa dosa. Yesus datang ke dunia ini 2000 tahun yg lampau sbg bentuk inkarnasi Tuhan, dimana Yesus merepresentasikan Tuhan yg tdk kelihatan wujud-Nya, dimana wujud tsb masuk ke dlm diri Yesus yg lahir dari kandungan Bunda Maria. Yesus itu 100% manusia dan 100% Tuhan, Dia adalah Tuhan yg menjelma menjadi wujud manusia, dimana pada kitab Yohanes 1 disebut sbg firman Tuhan yg hidup. Sbg umat Kristiani kita semua meyakini bahwa Yesus sama dengan Firman Tuhan yang hidup. Dlm bahasa Inggris biasa disebut The Living Word of God. Sbg Firman Tuhan yg hidup, Yesus melaksanakan tugasnya untuk menjadi penjala manusia, yg berarti ingin menuntun manusia yg telah berdosa untuk kembali ke jalan yg benar dan suci sesuai dgn kehendak Tuhan yg telah mengutus Yesus datang ke dunia ini. Oleh sebab itu sbg umat Kristiani kita semua seharusnya mempercayai dan mengimani bahwa tindakan serta perbuatan yg telah Yesus perbuat selama Dia hidup di dunia ini merupakan perwujudan tindakan yg Tuhan ingin Yesus perbuat. Karena Yesus merepresentasikan diri dari kepribadian Tuhan di dlm diri Yesus itu sendiri. Org2 Kristiani disimbolkan sbg ikan, ketika Yesus memanggil murid2 pertama-Nya, Dia bahkan menyebut mereka sbg penjala manusia. Hal ini terdapat dlm Lukas 5 ayat 1 s/d 11, dimana Yesus mengatakan kepada murid2 pertama-Nya: "Mari ikut Aku, kamu akan kujadikan penjala manusia". Yesus mengharapkan kita semua yg telah dibaptis dan mengaku percaya dlm nama Bapa, Putra dan Roh Kudus menjadi penjala manusia. Tugas apakah yg harus kita perbuat sbg penjala manusia ? Kita dipanggil oleh Yesus untuk menjadi penjala manusia dan datang ke hadirat-Nya agar kita diberi kuasa dlm nama Tuhan Yesus untuk menang dari segala percobaan, godaan, roh2 jahat, serta mendapat kasih karunia dan anugerah yg akan Dia berikan kepada kita yg telah menerima Dia sbg Juruselamat dlm hidup kita. Dlm hidup ini kita harus menghasilkan buah, karena kita sudah mendapat kasih karunia dan anugerah, maka kita mendapat jaminan akan keselamatan. Mari kita buka Yohanes 15 ayat 8 yg menulis demikian: "Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dgn demikian kamu adalah murid-murid-Ku" Kita harus menghasilkan buah sbg bukti bahwa kita itu ditugaskan sbg penjala manusia. Kita harus mau meraih kembali jiwa teman2 kita maupun saudara2 kita dari kuasa maut yg mengancam kehidupan mereka yg penuh dgn perbuatan dosa. Kita harus mau mewartakan perihal Kerajaan Tuhan kepada org2 yg terhilang dan org2 yg hidup dgn gemerlapan dosa. Sebisa mungkin kita harus meraih jiwa2 yg terhilang untuk berpaling kepada Tuhan dan hidup dgn kudus, karena Tuhan itu kudus. Saya tekankan disini, tugas utama sbg penjala manusia harus dilakukan oleh gereja, dgn cara mewartakan injil dan firman Tuhan kepada org2 yg belum mengenal Tuhan. Juga dgn cara membaptis mereka yg mengaku percaya Yesus adalah Juruselamat mereka. Sebagai bagian dari gereja, kita sbg jemaat dan anak2 Tuhan sudah sepantasnya menjalankan peranan masing2 sesuai dgn talenta yg kita miliki. Memang tugas untuk menjala manusia itu berat. Menjala manusia itu bukan hanya sekedar meraih kembali jiwa2 org yg sudah terhilang (dalam hal ini dikuasai oleh kuasa maut atau berada dlm kuasa kegelapan). Kita harus memahami, selain kuasa maut, ada lagi tugas menjala manusia lainnya, seperti mengentaskan kemiskinan, kebodohan, perpecahan, membantu sesama yg mengalami musibah banjir, tanah longsor, dan yg hidup dlm garis kemiskinan. Dlm hal ini peran serta gereja perlu dibuat maksimal, gereja tdk hanya mementingkan bagaimana caranya menambah banyak jumlah jemaat saja (kuantitas), akan tetapi dituntut juga bagaimana peran sertanya membantu dan menolong warga sekitar gereja yg hidup dlm garis kemiskinan, ikut serta merenovasi masjid, menyumbang tenaga dan pikiran dlm usaha mengadakan pendidikan gratis bagi masyarakat sekitar gereja. Tugas menjala manusia bukan berarti mengharuskan seseorg dgn keyakinan berbeda sama kita untuk masuk memeluk agama yg kita anut, akan tetapi bagaimana kita berusaha dgn segenap tenaga dan akal berbuat yg terbaik untuk membantu sesama yg hidupnya dlm garis kemiskinan. Dengan demikian kita mencerminkan kasih Tuhan akan dunia ini yg tercermin dlm perbuatan kasih kita terhadap sesama selama ini. Menjadi pengikut Kristus berarti kita semua bersedia ikut ambil bagian dlm mewartakan Kristus sesuai dgn talenta yg telah Tuhan berikan bagi kita. Kita harus menjadi penjala manusia bagi sesama kita kapanpun dan dimanapun kita berada. Kita harus bersedia berkorban demi menyelamatkan sesama kita dari hidup penuh gemilangan dosa menuju hidup penuh kekudusan. Yg patut diperhatikan, kita jangan pernah memaksa mereka yg sudah bertobat untuk harus masuk memeluk agama yg kita anut. Biarkanlah mereka memilih yg apa yg terbaik bagi kehidupan mereka yg sudah bertobat. Kita sbg penjala manusia harus mampu menebarkan jala yg kita sebar tsb dgn penuh kasih, damai, sukacita, pengorbanan, ketulusan hati dan kejujuran hati. Jala yg sudah kita tebar biarkanlah berkembang apa adanya, disesuaikan dgn situasi dan kondisi dimana kita menebar jala tsb. Jika pada akhirnya berbuah, Bapa kita yg ada di sorga pasti akan dimuliakan dan dipuji oleh segenap org yg mau percaya akan kuasa-Nya yg ajaib, serta mau memberi kan diri mereka untuk dipakai oleh Tuhan sebagai perluasan Kerajaan Tuhan di dunia ini. Akhir kata, Tuhan Yesus sebagai pelopor penjala manusia menginginkan kita semua yg menjadi anak2-Nya untuk dipakai dan dibimbing oleh tangan-Nya yg penuh kuasa untuk menjadi penjala manusia. Tentu saja kita harus bahu membahu dlm menebar jala tsb, terus percaya bahwa Tuhan akan membantu dan menolong kita pada saatnya nanti. Pada saat kedatangan Yesus yg kedua kalinya suatu saat nanti, Dia akan memisahkan kita, dipilah2 berdasarkan kriteria yg Dia sudah tetapkan ketika Dia mewartakan perihal Kerajaan Tuhan di dunia ini. JBU, Wiempy Wijaya Buitenzorg, 11-Feb-07

