From: MANGUCUP 

Memoar Setan (The memoirs of Satan)

 
Warning Keras! Mohon jangan dibaca kalho takut dosa!

Sudah banyak sekali memoar yang telah ditulis, mulai dari memoar seorang 
Geisha, sampai dengan memoar dari seorang gila maupun memoar dari orang yang 
bunuh diri, tetapi belum pernah ada memoar dari Setan. Disamping itu publikasi 
tentang Setan dalam bentuk tulisan belum begitu menyebar luas seperti halnya 
film-film Setan yang ditayangkan di berbagai macam siaran TV. Cobalah jawab 
sendiri apa yang Loe ketahui tentang diri Gw sang Setan??

Nama Setan dalam bahasa Indonesia itu bukanlah nama Gw yang sebenarnya. Nama 
ini diserap dari bahasa Arab – “al shaitan” sedangkan dalam bahasa Ibrani = Ha 
Satan; bhs Yunani = Satanas yang bisa diartikan juga sebagai musuh besar atau 
musuh bebuyutan. Gelar atau nama tersebut adalah gelar hinaan bagi Gw. 
Dijelaskan di Bil 22:22

Maklum sejak dunia ini diciptakan udah ada dua kubu seperti juga Im dan Yang 
atau hitam dan putih atau gelap dan terang. Kebanyakan orang menghujat Gw, 
padahal kalau direnungkan secara seksama, bintang akan lebih bisa kelihatan 
terangnya apabila ada kegelapan. Warna putih akan lebih menonjol tampil keluar 
apabila ada dasar hitamnya. Sang Pencipta mendapatkan banyak pendukung dan 
fan-Nya, karena adanya kehadirannya Gw. Jadi Gw ini bisa dianggap juga sebagai 
pelengkap penderitanya dari Sang Pencipta. 

Manusia diciptakan dari setetes mani, sedangkan Gw tercipta dari nyala api yang 
sangat panas. Seperti juga ikan didalam air, begitu juga kami para setan lebih 
betah berada di neraka dimana banyak api menyala. Disana kita tidak akan 
kedinginan seperti di sorga. Maka dari itu renungkanlah baik-baik bagi mereka 
yang tidak tahan dingin; apakah mau milih sorga yang dingin ataukah neraka yang 
hangat seperti di Hawaii

Umat Nasrani mengenal Gw dengan sebutan nama Lucifer yang diserap dari bahasa 
Latin lux = cahaya, ferre = pembawa. Nama Lucifer sering juga diterjemahkan 
sebagai Bitang Timur atau planet Venus. Benda langit yang paling terang setelah 
matahari dan bulan. Maka tidaklah salah apabila Gw mempromosikan diri Gw dengan 
motto:  “Akulah terang dunia!”  = Lucifer (Si pembawa terang). (Yesaya 14:12-15)

Lucifer dalam bhs Arab disebut Zuhratun, tetapi umat Muslim kagak pernah 
menamakan Gw sebagai Lucifer melainkan dengan sebutan nama Iblis. Nama Iblis 
ini adalah nama panggilan Gw dalam bahasa Arab. Nama Iblis ini sebenarnya hanya 
tercantum dalam Al Quran saja yang diserap dari kata bahasa Arab “balasa” = 
patah hati.  Untung saja para penterjemah Alkitab bahasa Indonesia 
menterjemahkan cemohan gelar Satan menjadi Iblis yang jauh lebih enak di 
dengarnya dari pada hinaan kata Setan. Lihat Ayub 1:6

Gw bisa merubah wujud Gw dengan seenak udel-udel Gw, entah jadi uler, naga atau 
dalam bentuk apapun juga yang Gw inginkan. Maka dari itulah terkadang Gw bisa 
muncul sebagai sundel bolong, lain kali sebagai gadis cantik Nyi Loro Kidul.

Dahulu Gw duduk disebelah Sang Pencipta sebagai wakil-Nya, dan juga sebagai 
pemimpin dari para malaikat surgawi, tetapi lama-lama jadi bosan juga tuh.
Boro-boro Setan manusia azah ogah untuk dijadikan orang no dua terus-menerus. 
Hal inilah yang membuat kami jadi sering ribut. Daripada malu ama tetangga, 
karena ribut terus menerus, maka akhirnya Gw ngalah, biarlah Ia tinggal di 
sorga terus dan Gw pindah turun kedunia. Ia tetap diatas Gw dibawah.

Pada saat Gw pindahan, Gw telah memboyong para pengikut setia Gw. Jumlahnya 
tidak kurang dari sepertiga jumlah malaikat yang ada di sorga. Maka dari itu 
bukan hanya sekedar Sang Pencipta saja yang memiliki banyak malaikat, Gw-pun 
sebagai Setan memiliki banyak malaikat juga.

Pembagian teritori kita udah jelas, Gw-lah yang berkuasa di dunia ini, sehingga 
dengan mana Gw dapat memberikan apa saja yang ada di kolong langit ini kepada 
para pengkut fan Gw. 
Sejak saat itu kita mulai rebutan fan pendukung baca umat. Mirip seperti
partai politik hanya sayangnya Ia menggunakan cara promosi yang tidak sehat.
Dimana dengan berbagai macam cara dan daya upaya Ia selalu berusaha untuk
menjelek-jelekan Gw. Dari sinilah timbulnya image atau praduga buruk
mengenai diri Gw seperti jahat, licik, pembohong dan sebagainya.

Padahal dari sejak awal Gw kagak pernah bo’ong tuh, lihat azah kejadian dengan 
si Hawa. Gw telah menyatakan kepadanya bahwa mata Hawa akan terbuka setelah 
memakan buah pengetahuan, sehingga akhirnya ia dapat membedakan antara yang 
baik dan buruk. Hal ini tidaklah dusta, sebab setelah makan buat tersebut 
akhirnya ia benar-benar dapat membeda kan mana yang jahat dan mana yang baik. 
Kok dibilang dusta aneh kan? Kejadian 3

Jawablah dengan jujur kalho Loe ingin jadi kaya, ingin sukses ingin naik 
pangkat, ingin menang togel mintanya sebaiknya kepada siapa? Dan Gw berani 
taruhan bahwa para pendukung Gw jauh lebih banyak para pejabat tinggi, wong 
kaya, wong sukesnya daripada para pendukung-Nya saingan Gw! We are the success 
Family.

Maka dari itu bagi mereka yang ingin jadi wong sugih dan wong sukes, harus baca 
oret2an maboknya si Ucup ini
 
Banyak orang yang tidak tahu bahwa sebutan nama Setan itu tidak benar. Nama 
panggilan yang tepat bagi Gw adalah Malaikat, karena Gw tidak ada bedanya 
dengan malaikat Jibril ataupun malaikat-malaikat lainnya. Perbedaan 
satu-satunya antara mereka dengan kami ialah lokasi dimana kami tinggal 
sekarang ini. Jibril tinggal di surga sedang kami di bumi.

Kata malaikat dalam bahasa Indonesia diserap dari kata bahasa Arab = Malaaikah 
atau kata malaikat dalam bentuk jamak sedangkan dalam bentuk tunggal “malak” 
mirip seperti dalam bahasa Ibrani = malach. Dalam bahasa Inggris disebut Angel; 
kata ini diserap dari bahasa Latin Angelus yang berasal dari bahasa Yunani 
ángelos yang berarti “kurir”atau utusan
(Messenger).

Doeloe Gw jadi utusan-Nya Dia, tetapi sejak Gw pisah dari Dia, Gw buka usaha 
jasa pengiriman sendiri mirip TIKI, maklum keahlian para malaikat udah dari 
doeloe beken sebagai kurir (angel). Kami terima order kiriman dari agen-agen 
kami yang lebih dikenal dengan sebutan nama Dukun Santet.

Pada umumnya mereka mengirimkan jarum, paku, beling, bahkan terkadang pisau 
silet maupun binatang-binatang yang berbisa. Sebelumnya mereka bisa menjadi 
agent kami alias Dukun Santet mereka harus menguasai ilmu merubah barang dari 
yang berbentuk materie menjadi energi dalam bahasa kerennya dematerialisasi. 

Masalahnya malaikat baca Setan adalah makhluk halus, sehingga tidak mungkin 
kami untuk bisa mengantarkan barang dalam bentuk materi/benda. Sang Dukun 
Santet harus merubah terlebih dahulu dari bentuk materi (beling, paku dll-nya) 
menjadi bentuk benda halus yang tidak bisa kelihatan secara kasatmata melalui 
jampe-jampe atau ritual tertentu.

Paket Halus (santet) tersebut akan Gw kirimkan kepada orang yang dituju.
Untuk memudahkan Gw untuk bisa mengenal sipenerima paket, maka Gw membutuhkan 
tanda pengenal, entah itu berupa foto, rambut, kuku atau apa saja, maklum kami 
dari kaum Setan ini udah dari sonya goblok alias buta huruf. Seharusnya Setan 
juga diajarin nulis dong. Buruan buka sekolah SD untuk anak-anak setan.

Tugas anak buah Gw atau kurier dari Dukun Santet hanya memasukan ke dalam tubuh 
si penerima dan merubah dari benda halus menjadi benda utuh kembali seperti 
semula. Beling, paku, silet tsb bisa masuk ketubuhnya sang korban dan diletakan 
di tempat yang tepat sehingga sipenerima akan menderita sakit sesuai dengan 
keinginan sang Dukun Santet. 

Kerjasama dengan Dukun Santet di Africa atau di Haiti lebih menyenangkan, sebab 
mereka dapat memberikan petunjuk yang lebih jelas. Pakunya sudah diletakan 
ditempat yang harus dituju dengan cara menusukan jarum ke sebuah boneka. Disana 
mereka memanggil Gw dengan sebutan Voodoo = Roh illah.
Perkataan Voodoo ini juga bisa diartikan apa yang Sang Dukun Santet tusukan ke 
bonekanya, pasti Loe juga akan merasakannya. Jadi kata Voodoo ini sebenarnya 
diserap dari bahasa Perancis „vou dou“ = you too atau Loe juga

Benda-benda halus yang Gw masukan ke dalam tubuh sang korban, dijamin tidak 
akan bisa di diteksi secara ilmiah entah itu melalui alat rontgen ataupun 
alat-alat kedokteran lainnya. Hal inilah yang membuat sang korban jadi tambah 
pusing, sebab sukar untuk bisa bisa di keluarkan dari tubuhnya. Ini hanya bisa 
dikeluarkan dengan bantuan Gw, maklum anak buah Gw yang masukin jadi hanya 
orang kepercayaan Gw saja yg bisa mengeluarkannya lagi.

Maklum santet itu mirip kentut, kita mampu mencium baunya, tetapi tidak akan 
bisa memegang ataupun memotret kentut itu seperti apa, bahkan terkadang sukar 
untuk dilacak siapa yang kentut.

Seperti juga layaknya perusahaan jasa pengiriman lainnya, kami juga menuntut
biaya pengiriman, tetapi bukannya dalam bentuk uang, melainkan dalam bentuk
sesajen atau korban darah, umpamanya darah dari ayam hitam cemani. Tradisi
pengorbanan darah ini bukan Gw yg mengawalinya, melainkan Dia yang pertama
melakukannya dengan Nabi Ibrahim entah melalui sunat ataupun korban kambing.

Kenapa harus dengan darah? Ini sama seperti juga materai tanda kontrak
ikatan, bahwa mulai saat ini Loe udah di ikat jadi pengikut Gw. Maka dari
itu juga biaya yang harus dibayar untuk Gw atau agent Gw (Dukun) disebut
„mahar“ seperti juga mas kawin, sebagai lambang untuk sehidup semati.

Hati-hati bagi mereka yang tidak mampu memberikan bayaran yang memadai, pasti 
paket santet kirimannya akan dikembalikan kepada si pengirim; jadi mirip Pos 
apabila materainya kurang. Akibatnya ialah bukan sang korban yang akan menjadi 
sakit; melainkan si pengirimnya sendiri. Sebagai akibat dari hasil santetannya 
sendiri atau seperti juga lagu yang dinyanyikan oleh Elvis „Return to sender“.

Terkadang kalho Gw lagi kesel salah satu anggota keluarganya Gw embat juga, 
agar dia rasakan bahwa kerjasama dengan Gw itu tidaklah murah biayanya.
Masalahnya Gw ingin agar mereka selalu tergantung terus dari Gw. Jadi mirip 
seperti juga anggota Mafia, sekali masuk jadi anggota keluarga Mafia jangan 
harap bisa keluar lagi, because we are the happy family. Kagak percaya lihat 
tuh agent kesayangan Gw di Bogor, walaupun udah mandi di bilas berkali-kali 
oleh para Pdt, tetapi tetap azah kagak bisa bersih-bersih. Apakah Anda masih 
meragukannya kemampuan dan kekuatan Gw? Malak dlm bahasa Arab = kekuatan.
 
Memoar Setan (The memoirs of Satan) - Bag. 2

   
Banyak orang yang tidak tahu bahwa sebutan nama Setan itu tidak benar. Nama 
panggilan yang tepat bagi Gw adalah Malaikat, karena Gw tidak ada bedanya 
dengan malaikat Jibril ataupun malaikat-malaikat lainnya. Perbedaan 
satu-satunya antara mereka dengan kami ialah lokasi dimana kami tinggal 
sekarang ini. Jibril tinggal di surga sedang kami di bumi.

Kata malaikat dalam bahasa Indonesia diserap dari kata bahasa Arab = Malaaikah 
atau kata malaikat dalam bentuk jamak sedangkan dalam bentuk tunggal malak 
mirip seperti dalam bahasa Ibrani = malach. Dalam bahasa Inggris disebut Angel; 
kata ini diserap dari bahasa Latin Angelus yang berasal dari bahasa Yunani 
ángelos yang berarti kuriratau utusan (Messenger).

Doeloe Gw jadi utusan-Nya Dia, tetapi sejak Gw pisah dari Dia, Gw buka usaha 
jasa pengiriman sendiri mirip TIKI, maklum keahlian para malaikat udah dari 
doeloe beken sebagai kurir (angel). Kami terima order kiriman dari agen-agen 
kami yang lebih dikenal dengan sebutan nama Dukun Santet.

Pada umumnya mereka mengirimkan jarum, paku, beling, bahkan terkadang pisau 
silet maupun binatang-binatang yang berbisa. Sebelumnya mereka bisa menjadi 
agent kami alias Dukun Santet mereka harus menguasai ilmu merubah barang dari 
yang berbentuk materie menjadi energi dalam bahasa kerennya dematerialisasi. 

Masalahnya malaikat baca Setan adalah makhluk halus, sehingga tidak mungkin 
kami untuk bisa mengantarkan barang dalam bentuk materi/benda. Sang Dukun 
Santet harus merubah terlebih dahulu dari bentuk materi (beling, paku dll-nya) 
menjadi bentuk benda halus yang tidak bisa kelihatan secara kasatmata melalui 
jampe-jampe atau ritual tertentu.

Paket Halus (santet) tersebut akan Gw kirimkan kepada orang yang dituju. Untuk 
memudahkan Gw untuk bisa mengenal sipenerima paket, maka Gw membutuhkan tanda 
pengenal, entah itu berupa foto, rambut, kuku atau apa saja, maklum kami dari 
kaum Setan ini udah dari sonya goblok alias buta huruf. Seharusnya Setan juga 
diajarin nulis dong. Buruan buka sekolah SD untuk anak-anak setan.

Tugas anak buah Gw atau kurier dari Dukun Santet hanya memasukan ke dalam tubuh 
si penerima dan merubah dari benda halus menjadi benda utuh kembali seperti 
semula. Beling, paku, silet tsb bisa masuk ketubuhnya sang korban dan diletakan 
di tempat yang tepat sehingga sipenerima akan menderita sakit sesuai dengan 
keinginan sang Dukun Santet. 

Kerjasama dengan Dukun Santet di Africa atau di Haiti lebih menyenangkan, sebab 
mereka dapat memberikan petunjuk yang lebih jelas. Pakunya sudah diletakan 
ditempat yang harus dituju dengan cara menusukan jarum ke sebuah boneka. Disana 
mereka memanggil Gw dengan sebutan Voodoo = Roh illah. Perkataan Voodoo ini 
juga bisa diartikan apa yang Sang Dukun Santet tusukan ke bonekanya, pasti Loe 
juga akan merasakannya. Jadi kata Voodoo ini sebenarnya diserap dari bahasa 
Perancis „vou dou = you too atau Loe juga.

Benda-benda halus yang Gw masukan ke dalam tubuh sang korban, dijamin tidak 
akan bisa di diteksi secara ilmiah entah itu melalui alat rontgen ataupun 
alat-alat kedokteran lainnya. Hal inilah yang membuat sang korban jadi tambah 
pusing, sebab sukar untuk bisa bisa di keluarkan dari tubuhnya. Ini hanya bisa 
dikeluarkan dengan bantuan Gw, maklum anak buah Gw yang masukin jadi hanya 
orang kepercayaan Gw saja yg bisa mengeluarkannya lagi.

Maklum santet itu mirip kentut, kita mampu mencium baunya, tetapi tidak akan 
bisa memegang ataupun memotret kentut itu seperti apa, bahkan terkadang sukar 
untuk dilacak siapa yang kentut.

Seperti juga layaknya perusahaan jasa pengiriman lainnya, kami juga menuntut 
biaya pengiriman, tetapi bukannya dalam bentuk uang, melainkan dalam bentuk 
sesajen atau korban darah, umpamanya darah dari ayam hitam cemani. Tradisi 
pengorbanan darah ini bukan Gw yg mengawalinya, melainkan Dia yang pertama 
melakukannya dengan Nabi Ibrahim entah melalui sunat ataupun korban kambing. 

Kenapa harus dengan darah? Ini sama seperti juga materai tanda kontrak ikatan, 
bahwa mulai saat ini Loe udah di ikat jadi pengikut Gw. Maka dari itu juga 
biaya yang harus dibayar untuk Gw atau agent Gw (Dukun) disebut „mahar seperti 
juga mas kawin, sebagai lambang untuk sehidup semati.

Hati-hati bagi mereka yang tidak mampu memberikan bayaran yang memadai, pasti 
paket santet kirimannya akan dikembalikan kepada si pengirim; jadi mirip Pos 
apabila materainya kurang. Akibatnya ialah bukan sang korban yang akan menjadi 
sakit; melainkan si pengirimnya sendiri. Sebagai akibat dari hasil santetannya 
sendiri atau seperti juga lagu yang dinyanyikan oleh Elvis „Return to sender.

Terkadang kalho Gw lagi kesel salah satu anggota keluarganya Gw embat juga, 
agar dia rasakan bahwa kerjasama dengan Gw itu tidaklah murah biayanya. 
Masalahnya Gw ingin agar mereka selalu tergantung terus dari Gw. Jadi mirip 
seperti juga anggota Mafia, sekali masuk jadi anggota keluarga Mafia jangan 
harap bisa keluar lagi, because we are the happy family. Kagak percaya lihat 
tuh agent kesayangan Gw di Bogor, walaupun udah mandi di bilas berkali-kali 
oleh para Pdt, tetapi tetap azah kagak bisa bersih-bersih. Apakah Anda masih 
meragukannya kemampuan dan kekuatan Gw? Malak dlm bahasa Arab = kekuatan.

Kebanyakan manusia pada jaman sekarang ini inginnya serba cepat dan serba 
instant. Mereka mencari obat yang cespleng, makanan yang instant, rejeki yang 
bisa diraih dengan jalan pintas, bahkan untuk tidur sekalipun mereka inginnya 
serba cepat sehingga selalu harus dibantu oleh obat tidur. Hal ini sangat 
menguntungkan Gw, maka dari itulah juga mereka pergi berbondong-bodong mencari 
Gw. Mereka yang ingin cepat jadi kaya, ingin cepat naik pangkat, ingin cepat 
dapat pasangan hidup, ingin cepat sembuh.

Lucunya mereka yang mencari Gw itu dimana-mana, ada yang menunggu Gw, di 
tempat2 keramat, di kuburan, atau dibawah pohon beringin ataupun di 
tempat-tempat terpencil. Cara yang paling mudah menghubungi Gw tentunya melalui 
anak buah Gw sang Dukun

Manusia itu benar-benar Dunguk bin Go-Block, karena ingin serba instant, mereka 
ikhlas meninggalkan illahnya dan bukan hanya sekedar itu saja, mereka juga 
telah ikhlas menggadaikan dan menjual jiwanya. Dalam hal ini siapa sebenarnya 
yang pinter?  Jelas para salesman Gw, sehingga tidaklah salah kalau mereka 
disebut sebagai Wong Pinter.

Hanya untuk sekedar mendapakan harta ataupun kesembuhan mereka bersedia menjual 
jiwanya kepada Gw. Sang Dukun berfungsi sebagai Notarisnya, dimana ikatan jual 
beli dimateraikan melalui jampe-jampe, maupun dengan darahnya ayam hitam 
cemani, agar sah begitu. Gw tidak akan merasa puas apabila hanya bisa 
mendapatkan jiwa dari si pemohonnya saja, maka dari itu juga Gw ingin 
mendapakan jiwa keturunannya agar komplit begitu. Dengan cara meminta telor 
sebagai lambang bahwa keturunannya juga turut digadaikan dan dijual kepada Gw.

Maka dari itu janganlah heran dan kaget apabila pada suatu saat orang yang 
mereka kasihi Gw ambil sebagai tumbal entah melalui penyakit atau apa saja, 
maklum Gw bekerja tidak secara gratisan. Yah bisa dimaklumi, karena dunguk dan 
gobloknya mereka yang mencari Gw, maka mereka itu tidak sadar, bahwa mereka itu 
dikibulin dan dan ditipu oleh Gw.

Manusia itu sudah dari sononya tamak bin rakus, tidak puas dan tidak pernah
dapat mensyukuri dengan apa yang mereka dapatkan, walaupun mereka serba
kecukupan sekalipun; tetap azah ingin selalu lebih. Misalnya si Hawa, ia
telah memiliki segala-galanya di taman Firdaus, tetapi kenyataannya masih
tetap azah kagak cukup, masih saja ingin mendapatkan lebih. Kelemahan mereka
inilah yang Gw manfaatkan untuk mencari para pengikut dan penyembah Gw. 

Mereka yang datang mencari Gw, sebenarnya tidak mendapatkan apa-apa,
selainnya iming-iming. Harapan untuk bisa jadi kaya, harapan bisa jadi
sembuh, harapan bisa dapat pasangan hidup, harapan bisa naik pangkat. Jadi
yang Gw jual kepada mereka itu sebenarnya hanya sekedar Angin Sorga eh lupa
Angin Neraka azah, tetapi yah karena dunguknya mereka itu kok tetap mau azah
digoblokin ama anak buah Gw Sang Dukun. Mungkin dari segi marketing dan
promosi Gw jauh lebih jago daripada Dia saingannya Gw. 

Manusia itu mudah terjerumus dan tergiur dengan apa yang mereka bisa lihat.
Mobil yang mentereng, permata yang berkilau, rumah yang indah, pasangan yang
caem. Untuk mendapatkan semuanya ini mereka ikhlas dan mau menukar dengan
maut. Sebagai bukti lihat azah tuh si Hawa, yang Gw jual ama dia hanya
sekedar iming2. Kenapa ia tertarik? Karena ia melihat bahwa buah yang Gw
tawarkan itu, kelihatannya baik, menarik dan sedap untuk dimakan, padahal ia
sendiri belum pernah mencobanya. Walaupun demikian ia mau dan rela menjual
jiwanya untuk ditukar dengan maut! Dan ini semuanya hanya sekedar untuk apa
yang ia lihat dan janji kosongnya dari Gw. Apakah hanya si Hawa saja yang
dunguk bin goblok, tidak ! Dari sejak manusia diciptakan bahkan sampai sekarang 
ini milyaran sudah manusia yang telah mengikuti jejak kegoblokannya si Hawa.

Maka dari itulah tidaklah salah kalho Gw bisa sesumbar sambil membusungkan
dada bahwa Gw ini benar-benar jago euuu...uy! Kebolehan dan kepinteran Gw bukan 
hanya sekedar prestasi kosong saja, bahkan ini sudah diakui oleh Dia saingannya 
Gw.

Apabila pada saat ini Anda belum kejangkitan virus “sukses” baca tamak, maka
Gw yakin tidak lama lagi ; Gw pasti akan berhasil melumpuhkan Anda, sebab
sudah kedengaran dengan jelas dan cukup keras dimana para iblis sedang 
bernyanyi sambil menghentak-hentakan kakinya: Yes – “we will, we will rock you!”

Mang Ucup – The Drunken Priest
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net 

<<attachment: satan.jpg>>

Kirim email ke