From: "e-JEMMI" <[EMAIL PROTECTED]>

EDITORIAL
ARTIKEL MISI       : Supremasi Tuhan dalam Misi Melalui Doa
SUMBER MISI        : Hopegivers International, Sammy Tippit Ministries
DOA BAGI MISI DUNIA: Fiji, Haiti, Belanda
DOA BAGI INDONESIA : Persekutuan-Persekutuan Doa
SURAT ANDA         : Minta Info Pelayanan Misi ke Pedalaman
STOP PRESS         : Berita PESTA: Info Aktual PESTA
______________________________________________________________________

     "GOD MAY DENY OUR REQUEST BUT WILL NEVER DISAPPOINT OUR TRUST"
______________________________________________________________________
EDITORIAL

   Selamat berjumpa kembali,

   Setiap orang yang maju ke medan perang pasti mengharapkan sebuah
   kemenangan. Akan tetapi, ia harus terlebih dahulu mempersiapkan diri
   untuk menggapai kemenangan yang diharapkannya itu. Selain itu,
   persenjataan yang lengkap mutlak dibutuhkan.

   Doa merupakan suatu medan peperangan rohani. Peperangan rohani jelas
   bukan sekadar peperangan jasmani. Dalam peperangan ini, Iblislah
   yang menjadi musuhnya. Meskipun Allah turut berperang bersama kita,
   bukan berarti kita tidak memerlukan perlengkapan untuk berperang.
   Malahan kita sangat memerlukan perlengkapan tersebut (Efesus
   6:11-17), termasuk kekudusan. Maukah Anda menang dalam peperangan ini?

   Redaksi e-JEMMi,
   Lisbet
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI

                  SUPREMASI TUHAN DALAM MISI MELALUI DOA
                  ======================================

   KITA TIDAK AKAN MENGETAHUI UNTUK APA DOA ITU SAMPAI KITA MENGETAHUI BAHWA 
HIDUP ADALAH PEPERANGAN

   Hidup adalah peperangan. Memang tidak sepenuhnya, tapi selalu
   seperti itu. Penyebab utama lemahnya doa kita adalah sikap acuh kita
   terhadap kebenaran ini. Doa merupakan sarana komunikasi utama selama
   masa perang bagi misi gereja karena melaluinya kita dapat melawan
   kuasa kegelapan dan ketidakpercayaan. Tidak heran kalau doa tidak
   berfungsi ketika kita berusaha menjadikannya interkom lokal untuk
   memanggil Ia yang ada di atas agar memberikan kenyamanan dalam hidup
   kita. Tuhan sudah memberikan doa sebagai sarana komunikasi semasa
   perang agar kita dapat memanggil pimpinan bila kita memerlukan
   sesuatu, selama kerajaan Kristus berkembang di dunia ini. Doa
   menjelaskan pentingnya kekuatan garis depan dan memuliakan Tuhan
   sebagai seorang Penyedia yang Mahakuasa. Ia yang memberikan kekuatan
   akan dimuliakan. Jadi, doa menjaga supremasi Tuhan dalam misi,
   sekaligus juga menghubungkan kita dengan anugerah yang tak terbatas
   untuk semua yang kita butuhkan.

   HIDUP ADALAH PEPERANGAN
   Ketika Paulus sampai pada akhir hidupnya, dalam 2 Timotius 4:7 ia
   mengatakan, "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah
   mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman." Dalam
   1 Timotius 6:12 ia berkata pada Timotius, "Bertandinglah dalam
   pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk
   itulah engkau telah dipanggil." Bagi Paulus, hidup adalah
   peperangan. Ya, ia juga menggunakan gambaran lain -- tanah, peserta
   pertandingan, keluarga, bangunan, gembala, dll. Paulus mencintai
   kedamaian. Namun, peperangan terlihat jelas karena salah
   satu senjata yang dipakai adalah Injil damai sejahtera (Efesus
   6:15)! Ia memang seseorang yang memiliki sukacita berlimpah. Namun,
   sukacita ini biasanya adalah "sukacita dalam kesesakan" saat misi
   peperangan (Roma 5:3; 12:12; 2 Korintus 6:10; Filipi 2:17;
   Kolose 1:24; bandingkan 1 Petrus 1:6; 4:13).

   Hidup adalah peperangan karena pemeliharaan iman dan perebutan hidup
   kekal adalah perjuangan yang tak putus-putusnya. Paulus
   menjelaskannya dalam 1 Tesalonika 3:5, bahwa Iblis berusaha
   menghancurkan iman kita. "Aku telah mengirim dia, supaya aku tahu
   tentang imanmu, karena aku khawatir kalau-kalau kamu telah dicobai
   oleh si penggoda dan kalau-kalau usaha kami menjadi sia-sia." Iblis
   menyerang iman orang-orang Kristen di Tesalonika, tujuannya adalah
   untuk membuat pekerjaan Paulus di sana menjadi sia-sia -- kosong dan hancur.

   Paulus percaya bahwa orang-orang yang terpilih memperoleh
   perlindungan kekal ("dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga
   dimuliakan-Nya," Roma 8:30). Namun, orang-orang yang beroleh
   perlindungan kekal adalah mereka yang "meneguhkan panggilan dan
   pemilihan mereka" dengan "bertanding dalam pertandingan iman yang
   benar dan merebut hidup yang kekal" (2 Petrus 1:10; 1 Timotius
   6:12). Yesus berkata, "Orang yang bertahan sampai pada kesudahannya
   akan diselamatkan." Dan Iblis selalu berusaha untuk menghancurkan iman kita.

   Kata "berjuang" dalam 1 Timotius (kata "agonize", 'menderita'
   berasal dari kata "agonizesthai") sering kali digunakan untuk
   menggambarkan kehidupan Kristen. Yesus berkata, "Berjuanglah untuk
   masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu:
   Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat"
   (Lukas 13:24). Ibrani 4:11 mengatakan, "Karena itu baiklah kita
   berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang
   pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga." Paulus
   mengibaratkan kehidupan Kristen seperti sebuah pertandingan dan
   berkata, "Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam
   pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat
   demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk
   memperoleh suatu mahkota yang abadi" (1 Korintus 9:25). Ia
   menggambarkan pelayanan pengabaran dan pengajarannya seperti
   berikut, "Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala
   tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam
   aku" (Kolose 1:29). Ia juga menyatakan bahwa doa adalah bagian dari
   pergumulan ini, "Epafras, ia seorang dari antaramu, hamba Kristus
   Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu" (Kolose 4:12).
   "Bergumullah bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk
   aku" (Roma 15:30). Kata yang sama selalu muncul: berjuang.

   Terkadang Paulus menjelaskan dengan istilah perjuangan yang lain,
   berkaitan dengan hidupnya yang penuh perjuangan. Ia mengatakan,
   "Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang
   sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan
   menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada
   orang lain, jangan aku sendiri ditolak" (1 Korintus 9:26-27). Ia
   berlomba, bertanding, dan berjuang melawan dirinya sendiri.
   Sehubungan dengan pelayanannya, ia mengatakan, "Memang kami masih
   hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena
   senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan
   senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk
   meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan
   merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk
   menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan
   menaklukkannya kepada Kristus" (2 Korintus 10:3-5).

   Paulus mendorong Timotius untuk memandang keseluruhan pelayanannya
   sebagai suatu peperangan. "Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius
   anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu,
   supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan
   yang baik" (1 Timotius 1:18). "Seorang prajurit yang sedang berjuang
   tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya"
   (2 Timotius 2:4). Dengan kata lain, misi dan pelayanan adalah peperangan.

   Barangkali perikop yang paling dikenal mengenai peperangan dalam
   hidup sehari-hari terdapat dalam Efesus 6:12-18, di mana Paulus
   membuat daftar "seluruh perlengkapan senjata Allah". Jangan lupakan
   arti keseluruhannya. Pengertian sederhana tentang perikop ini ialah
   bahwa hidup adalah peperangan. Paulus mengartikan hal ini dengan
   sederhana, lalu memberitahu kita bahwa jenis peperangannya "bukanlah
   melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah,
   melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang
   gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu, ambillah
   seluruh perlengkapan senjata Allah" (ay. 12-13).

   Seluruh berkat yang berharga dalam hidup, yang tidak kita sangka
   sekalipun, ternyata dapat digunakan dalam peperangan. Jika kita
   mengetahui kebenaran, gunakanlah sebagai ikat pinggang. Jika kita
   memiliki keadilan, pasanglah sebagai baju zirah. Jika kita
   bersukacita karena Injil damai sejahtera, jadikanlah sebagai kasut.
   Jika kita bersandar pada janji-janji Tuhan, iman harus dikencangkan
   sebagai perisai untuk melindungi kita dari panah berapi. Jika kita
   bersukacita karena keselamatan kita, gunakanlah keselamatan itu
   sebagai ketopong. Dan jika kita mencintai firman Tuhan karena lebih
   manis daripada madu, gunakan firman Tuhan itu sebagai pedang.
   Sebenarnya, setiap berkat yang biasa diterima dalam hidup kristiani
   dimaksudkan untuk digunakan dalam peperangan. Hidup tidak terbagi
   menjadi dua, berperang dan tidak berperang. Hidup (seluruhnya)
   adalah peperangan.(t/Lanny)

   Bahan diterjemahkan dari sumber:
   Judul buku        : Let The Nations Be Glad! (The Supremacy of God in 
Missions)
   Judul artikel asli: The Supremacy of God in Missions Through Prayer
   Penulis           : John Piper
   Penerbit          : Baker Books, Amerika, 1996
   Hal               : 41 -- 44
______________________________________________________________________
SUMBER MISI

Hopegivers International  ==>     http://www.hopegivers.com
   Hopegivers International merupakan badan misi yang melakukan
   pelayanan di India. Badan misi ini memiliki kerinduan untuk melihat
   tergenapinya rencana Amanat Agung di India. Hopegivers International
   menolong para anak yatim dan anak-anak yang telantar dalam
   penyediaan tempat tinggal, pelayanan kesehatan, makanan, dan
   pendidikan. Selain itu, Hopegivers juga membagikan kasih keluarga
   Allah dan pengharapan akan hidup kekal. Anda juga diundang untuk
   menjadi anggota Hopegiver! Kunjungi situs ini untuk mengetahui info 
lengkapnya.

Sammy Tippit Ministries ==>     http://www.sammytippit.org
   Kerinduan dari lembaga misi Sammy Tippit Ministries (STM) adalah
   memuliakan Tuhan dengan menjangkau dunia bagi Yesus Kristus. Oleh
   karena itulah, lembaga ini berusaha menyediakan bahan-bahan bermutu
   guna meningkatkan pertumbuhan rohani, seperti bahan renungan, dalam
   situsnya. Lewat bahan-bahan ini, Anda dibimbing untuk menemukan
   kemenangan di dalam Kristus. Fasilitas audio dan video untuk
   mendengarkan khotbah juga tersedia bagi Anda. Tidak hanya sekadar
   menyajikan bahan renungan dan khotbah, di dalamnya juga terdapat
   bahan-bahan bagi para pemimpin Kristen. Selain yang sudah disebutkan
   tadi, Anda juga dapat mengetahui apa yang sedang Allah kerjakan di
   seluruh dunia melalui STM; sering kali para pekerja STM pergi ke
   daerah-daerah sulit di dunia. Anda dapat belajar apa yang Allah
   kerjakan di beberapa negara yang "berbahaya" di muka bumi ini. Ambil
   waktu Anda untuk berkunjung ke situs ini dan temukan sesuatu yang
   besar yang sedang Allah kerjakan pada generasi ini.
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

F I J I
   Situasi di Fiji masih kacau setelah adanya kudeta pada bulan Desember yang 
lalu.

   Pada awal bulan Januari, Komodor Frank Bainimarama diangkat menjadi
   pemimpin Fiji, setelah berhasil merebut kekuasaan negara tersebut
   dengan angkatan bersenjatanya.

   Sejak itu, ia membubarkan Parlemen dan mencopot Perdana Menteri
   terpilih dari jabatannya. Sebagai tanggapan, pejabat yang dicopot
   itu menuntut diberikannya sanksi terhadap rezim militer ini.

   Sayangnya, situasi di wilayah tersebut baru kembali stabil setelah
   melalui proses pemulihan yang memakan empat tahun setelah kudeta
   yang dilakukan pada tahun 2000. Peristiwa yang terjadi baru-baru ini
   akan mengguncangkan perekonomian. Dan karena proses pemulihannya
   akan lambat, golongan miskinlah yang paling menderita.

   Yang paling merugikan adalah merosotnya sektor pariwisata, dengan
   ekspor dan produk domestik bruto yang menurun secara signifikan.
   Pihak militer menyatakan, diperlukan waktu selambatnya lima
   tahun dan paling cepat dua belas bulan untuk memulihkan demokrasi.

   Karena situasi yang seperti ini, pemerintah Amerika Serikat tidak
   dapat menjamin keamanan penduduk Amerika bila bepergian ke Fiji.
   Namun, Woodrow Kroll dari Back to the Bible tetap pada rencananya
   untuk mengunjungi wilayah tersebut.

   Siaran program Back to the Bible yang diproduksi oleh Amerika bisa
   disimak di Fiji, yaitu di Radio Light dari ibukota, Suva.
   [Sumber: Mission Network News, Februari 2007]
   Pokok Doa:
   ----------
   * Mohonkan pada Allah agar perdamaian di Fiji dapat tercipta. Doakan
     juga agar banyak jiwa yang datang mencari kedamaian di dalam
     nama-Nya lewat pelayanan radio yang dilakukan Back to the Bible.
   * Berdoalah untuk tim pelayanan Back to the Bible agar terus
     mengudarakan harapan dari Kristus dalam situasi yang tak menentu di negara 
ini.

H A I T I
   Beberapa pria bersenjata menawan seorang misionaris Amerika beberapa
   hari yang lalu di dekat ibukota Haiti. Kini semakin banyak
   misionaris asing yang menjadi target penculikan untuk mendapatkan
   tebusan. Eva DeHart dari For Haiti With Love mengatakan bahwa
   seorang staf mereka merasa optimis mereka tidak akan diganggu.
   Pertama karena kebanyakan staf mereka adalah warga Haiti. Alasan
   selanjutnya, "Kami memberikan pelayanan secara gratis kepada para
   penduduk tanpa terkecuali di klinik tersebut serta menangani luka
   dan penyakit. Kami sedikit terlindungi karena pelayanan yang kami
   lakukan dan sangat terlindungi karena doa yang kami panjatkan."
   DeHart mengatakan bahwa mereka juga mengabarkan Injil, meski hanya
   sesekali disiarkan melalui program mereka. "Yang diperlukan untuk
   menyediakan pekerjaan adalah pemasukan dana internasional. Jika
   orang dapat bekerja dan memberi makan keluarganya, mereka tidak akan
   tertarik untuk berkelahi dan membuat masalah. Mereka hanya merasa putus asa."
   [Sumber: Mission Network News, Februari 2007]
   Pokok Doa:
   ----------
   * Berdoalah bagi misionaris yang sedang ditawan agar ia bisa segera
     kembali berkumpul bersama dengan keluarganya. Doakan juga
     keluarganya agar menyerahkan segala kekhawatiran mereka hanya kepada Tuhan.
   * Doakanlah para misionaris yang saat ini sedang melayani di Haiti.
     Mohonkan perlindungan Ilahi bagi mereka, mohonkan pula agar Roh
     Allah memberikan hikmat ketika mereka sedang memberitakan Injilnya.

B E L A N D A
   "Di negara mana pun, hanya sedikit kaum tuna rungu yang dapat
   dijangkau oleh Injil dibanding mereka yang memiliki pendengaran
   yang normal," kata Terri Chapman, misionaris dari Greater Europe
   Mission. Itulah alasan Chapman diutus untuk melayani orang-orang
   tuna rungu di Belanda.

   Selama 23 tahun, Chapman menjadi seorang penerjemah bahasa isyarat
   di Amerika Serikat. Kemudian ia pindah ke Belanda dengan suaminya
   sebagai misionaris sepenuh waktu. Ia mengira pelayanannya sudah
   selesai. Setelah bertemu dengan dua orang tuna rungu dua tahun yang
   lalu, "Saya mulai mengikuti kelas penerjemahan bahasa isyarat
   Belanda untuk tingkat dasar. Lalu pada musim gugur, saya terlibat
   dalam program pelatihan penerjemah bahasa isyarat."

   Chapman tidak mengindahkan penjangkauan orang-orang tuna rungu
   ketika ia dan suaminya masih bekerja. "Di Belanda, kami tinggal di
   daerah Amsterdam barat, dan saya benar-benar tidak mengindahkan
   penjangkauan orang-orang tuna rungu melalui Injil. Jadi, saya sedang
   berusaha memulai sesuatu di sana."

   Ada yang bertanya pada Chapman, akankah orang-orang tuli lebih cepat
   merespons Injil dibanding orang yang normal. Chapman menjawab, "Saya
   tidak tahu apakah respons mereka akan lebih cepat, namun jika tidak
   tersedia jalan untuk memperolehnya, bagaimana bisa merespons?"

   Bahasa isyarat bukanlah bahasa universal. Chapman mengatakan bahwa
   ia memerlukan doa karena terkadang ia merasa bingung antara Bahasa
   Isyarat Belanda dengan Bahasa Isyarat Amerika. "Banyak orang mengira
   bahasa isyarat itu universal, padahal tidak. Memang ada beberapa
   isyarat yang sama, namun banyak sekali yang berbeda. Jadi, saya
   mempelajari keseluruhan bahasa baru," tuturnya.

   Tuhan sudah memberikan kesempatan pada Chapman, untuk berbagi dengan
   teman-teman di sekolahnya. "Salah satu hal menakjubkan yang telah
   Tuhan lakukan adalah Ia menempatkan saya dalam kelompok pelajar,
   lima orang di antaranya adalah orang yang sangat percaya pada Injil
   dan tertarik dalam penjangkauan," ujarnya.
   [Sumber: Mission Network News, Februari 2007]
   Pokok Doa:
   ---------
   * Injil tidak hanya ditujukan bagi orang-orang yang bisa mendengar,
     tapi juga bagi mereka yang tuna rungu. Mari berdoa bagi
     orang-orang yang tuna rungu agar Roh Kudus bekerja di hati mereka,
     membuka hati dan pikiran mereka tentang Yesus, Juru Selamat manusia.
   * Naikkan ucapan syukur untuk penyertaan Tuhan bagi pelayanan
     pasangan Chapman dari Greater Europe Mission tersebut. Dukunglah
     pelayanan mereka dalam memberitakan Injil kepada orang-orang tuna rungu.

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

                       PERSEKUTUAN-PERSEKUTUAN DOA
                       ===========================
   Pokok Doa:
   ----------
   * Mari menaikkan syukur atas persekutuan-persekutuan doa yang kini
     ada. Berdoalah agar persekutuan-persekutuan doa ini
     sungguh-sungguh dapat menjadi corong untuk mendoakan pekerjaan
     Tuhan di seluruh dunia.

   * Sebelum menanami ladangnya, para petani terlebih dahulu harus
     membersihkan ladang itu dari tanaman liar. Begitu juga dengan
     pekerjaan di ladang misi. Sebelum para pekerja datang ke ladang
     pelayanan, hendaknya para pendoa berdoa untuk "membuka jalan",
     "membersihkannya" dari kekuatan jahat yang mencoba merintangi para
     pekerja Allah. Doakan agar setiap persekutuan doa memberi porsi
     yang cukup untuk selalu berdoa bagi para pekerja.

   * Mohonkan kepada Tuhan agar jauh lebih banyak persekutuan doa misi
     bisa didirikan yang khusus mendoakan pelayanan di luar negeri di
     antara suku-suku terabaikan.

   * Doakanlah setiap individu yang berbagian dalam
     persekutuan-persekutuan doa tersebut agar mereka pun
     "mempersenjatai" diri sendiri untuk menjadi pribadi-pribadi pendoa.
______________________________________________________________________
SURAT ANDA

   >From: Andy Manchang <andychang(at)xxxx>
   >Shaloom,
   >Saya baru kali ini melihat situs yang begitu informatif tentang ke-
   >kristenan dan saya sangat bersyukur. Saya punya kerinduan untuk
   >melayani di pelayanan misi ke daerah pedalaman. Boleh tidak saya
   >meminta info tentang pelayanan misi ke beberapa wilayah pedalaman
   >di Indonesia? Saya rindu bergabung dengan mereka, saat ini saya
   >sedang bergumul untuk support baik moril juga materil.
   >Terima kasih. God Bless

   Redaksi:

   Senang sekali mendengar kerinduan Anda untuk terlibat di ladang
   misi. Kami ikut mendukung pergumulan Anda dalam menemukan
   orang-orang yang dapat membantu pelayanan baik secara moral ataupun
   material. Ada beberapa lembaga misi yang terlibat dalam pelayanan
   misi di wilayah pedalaman/pelayanan lintas budaya. Untuk itu, kami
   sudah mem-forward e-mail Anda kepada lembaga misi tersebut. Kiranya
   kerinduan Anda untuk melayani tergenapi di dalam nama-Nya. Selamat melayani.
______________________________________________________________________
STOP PRESS

                    BERITA PESTA: INFO AKTUAL PESTA
                    ===============================
   Sebagai salah satu buletin elektronik YLSA, Berita PESTA dihadirkan
   untuk menggalang hubungan yang lebih erat dengan para peserta dan
   alumni PESTA. Meski demikian, untuk mengetahui pelayanan PESTA
   Online Anda juga dapat menjadi pelanggan. Sebab dengan berlangganan
   publikasi ini, Anda akan mendapatkan jadwal penyelenggaraaan kursus
   yang diadakan secara gratis ini, termasuk seluruh aktivitas yang
   terjadi di seputar pelayanan PESTA Online. Selain itu, buletin ini
   juga menghadirkan artikel yang dapat menjadi refleksi kehidupan
   masyarakat Kristen, kesaksian dari peserta kursus PESTA, dan ulasan
   situs atau milis pendidikan elektronik baik dari dalam maupun luar
   negeri. Tunggu apa lagi, segera daftarkan diri Anda ke:

   ==> <daftar-pesta(at)sabda.org>                       [berlangganan]
   ==> <http://www.pesta.org/>                                  [situs]
   ==> <http://www.sabda.org/publikasi/berita_pesta/arsip/>     [arsip]

______________________________________________________________________
URLS Edisi Ini
Mission Network News                http://www.missionnetworknews.org/
______________________________________________________________________

Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
    (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
     mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________
                        Pimpinan Redaksi: Lisbet
   Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2007 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
   Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi:               < staf-misi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan          :   < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti              : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan:       < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi        :               http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi                   : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA                      :           http://www.sabda.org/ylsa/
Situs SABDA Katalog             :            http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________
_I-KAN_________________________________________________________e-MISI_
 'Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
 "Siapakah yang akan Kuutus,  dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" 
  Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"'                 (Yesaya 6:8)

Kirim email ke