From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>
Edisi 08 -- Dimasukkan dalam Tembok
PENGANTAR
Jika kita memercayakan hidup kita kepada Yesus, akhir hidup kita di
bumi bukanlah akhir dari kehidupan selamanya. Karena sesuai dengan
janji-Nya, Allah akan memberikan kepada kita hidup kekal dalam
rumah-Nya. Mari kita simak kisah seorang anak Tuhan berikut yang
dengan lantang mengucapkan imannya terhadap Kristus di hadapan musuhnya.
Pimred KISAH,
Pipin Kuntami
______________________________________________________________________
KESAKSIAN
DIMASUKKAN DALAM TEMBOK
=======================
"Aku menemukan satu!" kata sang penyelidik mengacungkan buku itu
sambil memanggil asistennya. "Bawa masuk walikota dan keluarganya.
Seseorang mempelajari Alkitab di rumah ini!".
Pada abad ke-16, Philip II mengirimkan Duke of Alba ke Flander untuk
menghancurkan kaum Protestan yang bersikeras membaca Alkitab. Siapa
pun yang membaca Alkitab dalam bahasa mereka akan digantung,
dibenamkan, dicabik-cabik, atau dibakar hidup-hidup di tiang pancang.
Para penyelidik menemukan Alkitab saat memeriksa rumah Walikota
Brugge. Semua anggota keluarga ditanyai, tetapi semua orang
menyatakan tidak mengetahui bagaimana Alkitab tersebut ada di
rumahnya. Akhirnya, petugas bertanya pada gadis muda pembantu
walikota, Wrunken, yang dengan berani menyatakan, "Aku selalu membacanya!"
Sang walikota berusaha membelanya dan mengatakan, "Ia hanya
memiliknya dan tak pernah membacanya."
Tetapi Wrunken memilih tidak dibela oleh siapa pun, "Kitab ini
milikku, Aku sedang membacanya dan kitab ini lebih berharga dibanding apa
pun!"
Akhirnya, Wrunken diberi hukuman mati dengan dibuat kehabisan nafas.
Sebuah tembok dilubangi dan ia diikat di dalamnya. Kemudian lubang
itu akan ditutup dengan batu bata.
Pada hari ekskusinya, seorang petugas berusaha membuatnya mengubah
pikiran dengan mengatakan, "Begitu muda dan cantik, kenapa harus mati."
Wrunken menjawab, "Juru Selamatku telah mati bagiku. Aku pun akan mati
bagi-Nya."
Sementara semakin tinggi batu bata ditumpuk, ia kembali diberi
peringatan, "Kau akan kehabisan nafas dan mati di dalam sini."
"Aku akan ada bersama Yesus," jawabnya dengan lantang.
Akhirnya, tembok telah selesai kecuali untuk satu bata yang akan
menutupi wajahnya. Untuk kali terakhir petugas berusaha membujuknya,
"Bertobatlah, ucapkan saja kata tersebut dan kau akan pergi dengan bebas."
Tetapi Wrunken menolak, sebaliknya ia berkata, "Ya Tuhan, ampunilah
para pembunuhku." Lalu bata itu ditempatkan pada tempatnya dan
bertahun-tahun
kemudian tulang belulangnya dipindahkan dari tembok dan dikubur di Brugge.
Bahan diambil dan diedit seperlunya dari:
Judul buku : Jesus Freaks
Penulis : DC Talk dan Voice Of Martyr
Penerbit : Cipta Olah Pustaka, Jakarta 1999
Halaman : 44 -- 46
______________________________________________________________________
"Sebab kami hidup berdasarkan percaya kepada Kristus, bukan
berdasarkan apa yang dapat dilihat, itu sebabnya hati kami tabah.
Kami lebih suka lepas dari tubuh kami ini, supaya dapat
tinggal bersama Tuhan. Karena itu kami berusaha sungguh-sungguh
untuk menyenangkan hati-Nya, baik sewaktu kami
masih berada di rumah kami di sini, ataupun di sana." (2 Korintus
5:7-9)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=2Korintus+5:7-9 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA
1. Banyak tantangan yang dihadapi oleh anak-anak Tuhan hanya untuk
menjalankan ibadah mereka, khususnya yang tinggal di
daerah-daerah yang menentang kekristenan. Mari doakan mereka
supaya segala tantangan itu tidak membuat mereka undur dari dari
hadapan Tuhan. Mohonkanlah keteguhan iman bagi mereka.
2. Berdoalah bagi setiap orang yang masih menentang Kristus dan
segenap orang percaya. Berdoalah agar melalui kesaksian yang
dinyatakan oleh setiap orang Kristen di sekitarnya, mereka bisa
berjumpa dengan Kristus dan mengalami pertobatan.
3. Mohonlah kepada Tuhan supaya memelihara seriap orang Kristen yang
berada dalam tekanan. Berdoalah agar melalui mereka, orang-orang
yang belum mengenal Tuhan dapat mendengar kabar sukacita tentang
keselamatan dari Yesus Kristus.
______________________________________________________________________
DARI REDAKSI
BERITA PESTA: INFO AKTUAL PESTA
Sebagai salah satu buletin elektronik YLSA, Berita PESTA dihadirkan
sebagai sarana untuk menyampaikan berita aktual seputar pelayanan
PESTA kepada para peserta dan alumni PESTA. Meski demikian, Anda
juga dapat mengetahui pelayanan PESTA Online dengan menjadi
pelanggan. Sebab dengan berlangganan publikasi ini, Anda akan
mendapatkan jadwal penyelenggaraaan kursus yang diselenggarakan
secara gratis ini, termasuk seluruh aktivitas yang terjadi di
seputar pelayanan PESTA Online. Selain itu, buletin ini juga
menghadirkan artikel yang dapat menjadi refleksi kehidupan
masyarakat Kristen, kesaksian dari peserta kursus PESTA, dan ulasan
situs atau milis pendidikan elektronik baik dari dalam maupun luar
negeri. Tunggu apa lagi, segera daftarkan diri Anda di buletin Berita PESTA.
==> <daftar-pesta(at)sabda.org> [berlangganan]
==> <http://www.pesta.org/> [situs]
==> <http://www.sabda.org/publikasi/berita_pesta/arsip/> [arsip]
______________________________________________________________________
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) 2007 YLSA
YLSA -- http://www.sabda.org/ylsa/
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Pimpinan Redaksi: Pipin Kuntami
Staf Redaksi : Puji, Raka, Yulia
Kontak : < staf-kisah(at)sabda.org >
Berlangganan : < subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Berhenti : < unsubcribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Arsip Kisah : http://www.sabda.org/publikasi/Kisah/