From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>

 Edisi 09 -- Jaga Rahasia Selama-lamanya

              PENGANTAR

   Sebagai anak Tuhan, kadang kita merasa tidak layak mendapat sebutan
   demikian. Apalagi jika kita mengingat betapa banyak kesalahan dan
   dosa yang telah kita lakukan. Adakalanya kita merasa kotor dan
   beranggapan bahwa Bapa di surga tidak akan memalingkan wajah-Nya
   kepada kita atas semua kekejian yang telah dilakukan.

   Iblis memang sering menggunakan rasa bersalah dalam diri kita. Ia
   akan menuduh kita dengan menggunakan masa lalu kita. Kondisi inilah
   yang juga terjadi dalam kesaksian berikut ini. Jangan mau takluk!
   Carilah pengampunan dari Bapa melalui Yesus Kristus!

   Pimred KISAH,
   Pipin Kuntami
______________________________________________________________________
KESAKSIAN

                      JAGA RAHASIA SELAMA-LAMANYA
                      ===========================
   Ratna selalu mendapat mimpi buruk itu. "Kamu mimpi lagi sayang?"
   tanya suaminya. "Apa yang mengganggumu sehingga kamu sering mimpi
   buruk sejak kamu membantu di panti asuhan?" Ratna hanya
   menggelengkan kepala dan berbohong untuk kesekian kalinya, "Aku
   bingung, setiap kali aku terbangun mimpi itu hilang dan aku tidak ingat 
apa-apa."

   Mimpi itu tidak pernah hilang. Bahkan selama bekerja di panti
   asuhan, mimpi itu selalu menghantuinya dan selalu membawanya kembali
   ke masa lalunya. Rasa sakit di bawah perutnya kembali terasa dan
   terdengar suara alat-alat bedah dipersiapkan di ruang praktik
   dokter. Kembali kenyerian terasa luar biasa, siksaan yang terasa
   mengoyak tubuhnya. Suara obrolan dokter bersama juru rawat yang masa
   bodoh mengatakan ini cuma "operasi kecil". Aborsi bagi mereka adalah
   pekerjaan rutin yang dilakukan tanpa memikirkan soal perikemanusiaan.

   Ia menyadari bahwa penyesalan tidak akan memiliki arti, semua sudah
   terjadi. Ratna menyesal seandainya dulu ia bukan gadis berandalan
   dan melakukan aborsi secara sembarangan, mungkin tidak akan timbul
   infeksi yang mengharuskan kandungannya diangkat dan tidak bisa
   memiliki anak lagi. Ratna bingung mengapa dia juga harus bekerja di
   panti asuhan yang mengharuskan dia selalu teringat akan masa lalunya
   saat mengasuh bayi-bayi yang dititipkan di sana.

   Setelah empat tahun berumah tangga dengan pilihan orang tuanya,
   sekarang ini Ratna tidak tahu apa yang mesti diperbuat. "Kau harus
   jaga rahasia itu, Papa dan Mama sudah bersusah payah mendapatkan Leo
   untuk kamu; jangan sampai membuat malu seperti dulu," ibunya
   memperingatkan waktu Ratna akan melaksanakan pernikahan. Ia hanya
   mengangguk dengan hati yang diliputi kekhawatiran karena baru
   beberapa bulan mengenal Leo dan sekarang harus menjadi istrinya.

   Di luar dugaan Leo adalah suami yang sangat baik dan sangat
   menyayangi dirinya. Namun, kasih sayang itu menambah beban hatinya.
   Ratna tidak tahu mesti sampai kapan menyimpan rahasia perbuatannya
   dulu, terkadang rasa bersalah menyebabkan dirinya tidak berani
   menatap wajah Leo. Leo bingung dengan sikap Ratna dan mengajaknya
   berkonsultasi ke psikolog maupun ahli manapun asal istrinya menjadi bahagia. 
Ratna 
   merasa dia istri yang berdosa, dan dosa itu nampaknya tiada berakhir.

   Ratna mulai sadar kalau tidak ada keberanian dalam dirinya untuk
   jujur dan mengakui kesalahannya, dosa itu tidak akan pernah
   berakhir. Dosa dan kepenatannya itu akan berakhir jika dibawa kepada
   Gembala yang setia. Tuhan itu pengasih, berpanjang sabar, dan
   berlimpah kasih setia-Nya. Tidak menuntut dan tidak selamanya Ia mendendam.

   Bahan diambil dan diedit seperlunya dari:
   Judul buku: Untaian Mutiara
   Judul asli: Jaga Rahasia Selama-lamanya?
   Penulis   : Betsy T.
   Penerbit  : Gandum Mas, Malang
   Halaman   : 23 -- 25
______________________________________________________________________

      "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil,
             sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita
              dan menyucikan kita dari segala kejahatan."  (1 Yohanes 1:9)
               < http://sabdaweb.sabda.org/?p=1Yoh+1:9 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA

   1. Tidak ada Allah lain seperti Allah kita, yang dengan setia
      menerima kita untuk kembali ke jalan-Nya yang benar. Mari kita
      bersyukur untuk hal ini.

   2. Berserulah kepada Tuhan agar kasih yang Ia anugerahkan kepada
      kita juga diberikan kepada mereka yang masih jauh dari-Nya.
      Berdoalah agar Tuhan juga berkenan memulihkan kehidupan mereka.

   3. Doakan pula setiap orang yang telah dipulihkan agar memiliki
      kerinduan untuk bersaksi dan mempersembahkan hidupnya bagi kemuliaan 
Allah.
______________________________________________________________________
DARI REDAKSI

   Dengan hati yang terbuka, kami masih terus mengundang Anda untuk
   mengirimkan kesaksian pribadi Anda ke Publikasi Kisah di alamat:
   < staf-kisah(at)sabda.org >. Kami percaya kalau kesaksian yang Anda
   kirimkan akan menjadi berkat bagi anak-anak Tuhan yang membacanya
   sehingga nama Tuhan dipermuliakan. Amin.
______________________________________________________________________

          Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
                Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                         Copyright(c) 2007 YLSA
                  YLSA -- http://www.sabda.org/ylsa/
                       http://katalog.sabda.org/
                     Rekening: BCA Pasar Legi Solo
                  No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________

Pimpinan Redaksi: Pipin Kuntami
Staf Redaksi    : Puji, Raka, Yulia
Kontak          : < staf-kisah(at)sabda.org >
Berlangganan    : < subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Berhenti        : < unsubcribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Arsip Kisah     : http://www.sabda.org/publikasi/Kisah/

Kirim email ke