From: tinu 
21/03/2007 15:10 WIB 

Heboh Gambar Yesus 'Berdarah'
Rita Uli Hutapea - detikcom

New Delhi - Ribuan orang Nasrani membanjiri rumah keuskupan di Kepulauan 
Andaman, India, untuk menyaksikan fenomena langka. Mereka berbondong-bondong 
datang untuk melihat gambar Yesus Kristus yang dikabarkan mengeluarkan darah 
dari jantungnya.
"Meski sekarang sudah berhenti namun orang-orang masih mendatangi rumah 
keuskupan dan menanyakan soal keajaiban ini," kata Eric Nathaniel, operator 
radio polisi yang memiliki gambar Yesus yang menghebohkan itu.

Eric dan keluarganya pertama kali menyaksikan keluarnya cairan merah yang 
diyakini sebagai darah dari gambar Yesus di rumahnya pada 8 Maret lalu. 
Keluarganya terkesima melihat gambar itu berdarah.
Darah itu tampaknya mengalir dari jantung Yesus dalam potret yang diletakkan di 
atas meja kecil di rumah mereka. Keluarga Eric awalnya tidak menyebarkan 
insiden ganjil itu kepada siapa pun karena khawatir tidak akan ada yang percaya.
"Kami hanya menyalakan lilin dan berdoa. Setelah itu darah pun berhenti," kata 
Eric seperti dikutip UNI dan dilansir CNN, Rabu (21/3/2007).

"Namun pada 10 Maret, di waktu yang hampir sama di malam hari, keluarga saya 
kembali melihat darah pada gambar itu. Darah juga keluar dari tangan dan 
jantung gambar Yesus lainnya, yang tergantung di dinding dekatnya," kata Eric. 

Saat itu keluarganya tetap memutuskan untuk tidak memberitahukan kejadian itu 
kepada orang lain.

Namun pada 13 Maret, keluarga itu kembali menyaksikan peristiwa aneh itu. "Kali 
ini, darah itu tidak berhenti. Darah terus keluar hingga 18 Maret," kata Eric 
yang akhirnya tidak tahan untuk tidak menceritakan insiden itu kepada orang 
lain.
Para pendeta Gereja Anglican India Utara kemudian membawa gambar Yesus berdarah 
tersebut ke gereja setempat supaya publik bisa menyaksikan peristiwa 
menghebohkan itu.
Banyak orang termasuk wartawan yang menyaksikan langsung insiden itu. "Sebut 
saja ini keajaiban atau misteri, namun ini tampaknya nyata," kata Denis Giles, 
editor harian Andaman yang pertama kali memberitakan kejadian itu.

Pernyataan senada dilontarkan sejumlah pendeta. "Ini jelas keajaiban dan 
menunjukkan bahwa Yesus menderita karena dosa-dosa kita," kata John Chrysostom, 
seorang pendeta di gereja Anglican Church of Port Blair. (ita/nrl) 

sumber : 
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/03/tgl/21/time/151031/idnews/756767/idkanal/10

=============================================
From: Dewi Kriswanti 

 
JANGANLAH KAMU MENGHAKIMI
Bacaan: Lukas 6: 37

"Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah 
kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan 
diampuni." (Luk. 6 : 37)

Masa sekarang ini kita dituntut untuk berpikir lebih jernih lagi, mengingat 
keadaan negara beberapa kali dilanda kerusuhan antar etnik maupun antar desa. 
Keadaan politik Indonesia yang belum menentu membuat banyak masyarakat yang 
takut dan kuatir. Terlebih imbas dari dampak krisis yang tidak kunjung usai. 
Ini semua menjadi polemik pembahasan yang sentral bagi setiap komponen bangsa 
kita.
Masalah yang kecil bisa merebak menjadi besar karena terlalu diangkat dan 
dimanipulir oleh media massa. Akibatnya sudah jelas yaitu main hakim sendiri, 
saling menghujat, saling mengkambinghitamkan, seolah-olah apa yang dilakukan 
oleh pemerintah selalu dipandang negatif oleh golongan atau perorangan 
tertentu. Rasa aman dan tenteram terusik oleh berbagai tindakan yang brutal 
yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan 
situasi ini untuk kepentingan pribadi atau kelompok yang anti kemapanan.
Hal ini sangat memprihatinkan, mengingat kecenderungan main hakim sendiri dan 
menghakimi terlanjur menjadi produk baru di era reformasi ini. Namun, bagi kita 
orang yang percaya, Tuhan Yesus tidak mengajarkan untuk main hakim sendiri, 
kenapa? Karena penghakiman itu adalah milik Tuhan. Kadangkala kita menjadi 
kesal dengan berbagai kesulitan yang sering kita alami, baik tekanan-tekanan 
yang sering dialami olah orang-orang Kristen, penganiayaan gereja-gereja dan 
anak-anak Tuhan, keadaan itu diperparah dengan isu SARA yang mengundang 
kekuatiran bagi anak-anak Tuhan. 
Kita sebagai orang percaya kepastian situasi sudah jelas yaitu jika kita 
percaya bahwa Yesus Kristus yang memiliki waktu dan yang memiliki bahkan yang 
menguasi waktu kenapa kita mesti takut atau was-was? Jika Tuhan sudah berjanji 
maka Tuhan pula yang akan menggenapi. Percayakan dengan sungguh-sungguh hidup 
kita mulai hari ini, sebab waktu penghakiman Tuhan akan datang sesuai dengan 
kehendak dan rencana Tuhan sendiri. Jadi, jangan jadikan menghakimi orang lain 
menjadi suatu kebiasaan. Tetapi marilah kita belajar mendoakan orang yang 
menganiaya kita, sekalipun hal itu sulit. Percayalah Tuhan tetap pembela kita. 
(NL)

Doa: Jadikan kami orang yang tidak menghakimi orang lain tetapi ajar kami 
supaya mengampuni sesama, karena kami sadar penghakiman adalah milik Tuhan. 
Amin!
MENGHAKIMI SESAMA BUKAN HAK MANUSIA SEBAB PENGHAKIMAN ATAS HIDUP MANUSIA HAK 
MUTLAK TUHAN 
===============================================
From: Dewi Kriswanti 

BERTINDAK DALAM KASIH

Bacaan: 1 Korintus 13:1
"Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa 
malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang 
berkumandang dan canang yang gemerincing."

Banyak orang dapat melakukan perbuatan baik. Seringkali kita menjumpai 
perbuatan amal dan sosial yang dilakukan seseorang untuk kepentingan manusia. 
Lalu dilakukan aksi sosial yang didukung oleh banyak orang. Bukankah itu 
perbuatan yang baik? Namun, persoalannya adalah, apakah semua itu berkenan di 
hati Tuhan dan menyenangkanNya? Jawabnya, mungkin? Sebab kita tidak tahu apa 
yang melandasi perbuatan tersebut.
Bila pertanyaan di atas ditujukan kepada kita secara pribadi, pasti kita tahu 
jawabannya. Karena sebagai umat pilihan, imamat yang rajani (1 Ptr. 2:9) kita 
mempunyai landasan bertindak yang sangat jelas, yaitu kasih. Tentu bukan kasih 
yang penuh kepura-puraan, tetapi kasih yang tulus dengan tetap berpegang pada 
kemuliaanNya semata yang mendasari tindakan kita. Bahkan, dengan tegas Rasul 
Paulus mengatakan meskipun ia dapat berbicara dalam bahasa malaikat sekalipun, 
bila tanpa kasih, semua itu akan sia-sia (1 Kor. 13:1). Hal ini secara 
kontekstual menegaskan bahwa segala sesuatu perbuatan tanpa kasih akan percuma.
Jadi sangat jelas bahwa perbuatan dalam hidup ini akan berkenan dihadiratNya 
bila disertai ketulusan kasih yang sebenarnya. Seperti yang diajarkan Yesus, 
bahwa hukum yang terutama adalah mengasihi Tuhan Tuhan dan sesama manusia (Mat. 
22: 37-40). Sebab, semua isi hukum Taurat bergantung pada hukum tersebut. 
Berarti, adalah suatu kewajiban kita untuk melandasai segala sesuatu tindakan 
dengan kasih. Bila begitu, kenapa kita tidak memulainya, karena hidup ini pasti 
lebih indah apabila kasih mewarnai perbuatan kita. Dan rasanya tidak ada alasan 
bagi kita untuk tidak melakukannya! Hidup dan bertindaklah selalu dalam kasih.
Kita tak perlu harus menunggu orang lain memulainya, mari kita bertindak dalam 
kasih untuk segala perbuatan. Tak perlu bersungut-sungut bila orang lain 
menanggapinya dengan negatif. Sebab yang terpenting di atas segalanya adalah 
menyenangkan hati Tuhan. Berbuatlah dengan dasar kasih, pasti dibalas Tuhan 
dengan berkat yang berkelimpahan. Dia tidak pernah lalai untuk tiap orang 
percaya yang mengasihiNya. Dia akan membalas tiap perbuatan dengan berlipatkali 
ganda. Berbeda dengan dunia ini. Tiap orang bisa berubah bahkan berlaku kejam, 
meski sebelumnya tampak sangat mengasihi. (TLT)

Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami hidup dan bertindak dalam kasih. Amin
MENGASIHI TUHAN DAN SESAMA MANUSIA ADALAH LANDASAN UNTUK HIDUP DAN BERTINDAK

Kirim email ke