From: "MANGUCUP" <[EMAIL PROTECTED]> Ceng Beng - Besuk orang mati ! Moso sih orang mati bisa dibesukin? Bisa dan ini dilakukan terutama pada hari Ceng Beng tgl 5. April – hari raya mengunjungi kuburan. Tradisi besuk orang mati ini bukan hanya berlaku bagi orang Tiong Hoa saja, tetapi saudara kita juga melakukan hal yang sama setidaknya pada hari-hari menjelang bulan Ramadan, tradisi "resik-resik kubur" (bersih-bersih makam) atau nyadran dengan diikuti laku "nyekar" (tabur bunga) atau ziarah kubur, masih menjadi bagian tradisi spiritual. Tgl 5 April di Taiwan sendiri merupakan hari libur nasional untuk memperingati hari wafatnya mantan presiden Chiang Kai-shek.
Di Eropa juga mereka melakukan hal yang sama sebagai contoh di Jerman hari Ceng Beng mereka itu disebut Totensonntag (Minggu orang mati), karena selalu dirayakan pada hari Minggu terakhir sebelum Minggu Advent pertama (26. Nov. 2006). Mereka melakukan ini bukannya merupakan tradisi Kristen, melainkan berdasarkan amanat dari Raja Friedrich Wilhelm III di th 1816. Ceng Beng itu adalah ungkapan dalam dialek Hokkian sedangkan dalam bahasa resminya disebut hari raya Qing Ming Jie (bersih - terang) jadi Ceng Beng itu mengandung makna Bersih dan Terang. Maklum suasana di kuburan itu pada umumnya angker menyeramkan, sepi dan suram bahkan terkesan menakutkan, tetapi dihari raya Ceng Beng mereka merubah menjadi bersih dan terang. Sebab di hari-hari tsb mereka melakukan pembersihan dan perbaikan di makam sanak keluarga mereka. Maka dari itulah juga hari Ceng Beng ini dalam bahasa Inggris resminya diterjemahkan menjadi ”Tomb Sweeping Day”. Setelah bersih diatas makam batu Bongpai (nisan) mereka meletakan lembaran kertas perak yang lazim disebut Gin Chua dan kertas2 kecil lainnya yang berwarna putih dan kuning, upacara ini disebut Tek Chua atau peletakan kertas, setelah itu dilanjutkan dengan upacara sembahyang sederhana untuk menghormati, mengenang sanak keluarga mereka yang telah wafat sebelumnya. Tradisi Ceng Beng ini timbul atas perintah dari kaiser Chu Goan Chiang, masalahnya ortu dari kaiser tsb sebenarnya adalah petani miskin. Karena kemiskinannya sehingga mereka terpaksa harus memberikan anaknya ke sebuah vihara (kelenteng) sehingga akibatnya sang Kaiser tidak tahu lagi dimana letak kuburan maupun asal usul dari orang tuanya. Untuk memudahkan mencari makam ortu nya maka sang kaiser memerintahkan seluruh rakyatnya untuk membersihkan kuburan sanak keluarganya. Apabila makam tsb telah dibersihkan, maka mereka diwajibkan memberi tanda diatas bongpainya (batu nisan) dengan meletakan lembaran kertas kecil yang warna-warni. Jadi sebenarnya menyebarkan kertas warna-warni itu bukannya demi kebaikan sang arwah ataupun berdasarkan kepercayaan tertentu, melainkan berdasarkan perintah dari sang Kaiser. Setelah perintah membersihkan makam tsb selesai dilaksanakan, Kaisar Chu tinggal melihat dan mencari makam mana yang belum dibersihkan dan belum diberi tanda dengan lembaran kertas warna-warni. Akhirnya ditemukanlah dua buah makam yang saling berdekatan dan belum dibersihkan, dan Kaisar Chu Goan Chiang yakin bahwa itulah makam dari kedua orangtuanya. Dari situlah mulainya tradisi ceng-beng itu turun menurun s/d saat ini. Apalagi ini sesuai dengan ajaran Sang Buddha Gotama yang mewajibkan setiap anak untuk selalu memperingati dan mengadakan upacara bagi leluhur untuk menghormati mereka yang telah meninggal. Selainnya pada hari Ceng Beng orang Tionghoa juga pergi nyekar pada hari Chung Yeung atau Hari Raya Double Nine, karena ini dirayakan pada tgl sembilan bulan sembilan penanggalan Tionghoa yang tahun ini tepatnya jatuh pada tgl 31 Oktober. Konon ketika jaman Disnati Han; Woon King mendapatkan nasehat dari seorang pinter agar ia beserta keluarganya naik ke atas puncak gunung, dan ketika ia balik kembali ke desanya ternyata seluruh isi penduduk desa tsb telah meninggal dunia, jadi hanya dia dan keluarganya saja yang selamat. Oleh sebab itulah juga pada hari raya Chung Yeung tsb juga banyak orang yang pergi jalan-jalan hiking naik gunung. Berziarah ke kuburan bukan hanya dilakukan oleh umat agama tertentu saja, hampir semua agama menghalalkan berziarah ke kuburan. Umat Kristen juga banyak yang berziarah ke kuburan orang2 Kudus. Salah satu kuburan beken tempat berziarah yang telah ditentukan oleh para uskup ialah Santiago Compostella (Makam Santo Yakobus). Dan berapa banyak sudah umat Katolik yang pergi berziarah kemakamnya rasul Petrus di Vatikan, perlu diketahui meskipun Rasul Petrus meninggal di Roma, tetapi tidak diketahui dimana tepatnya letak makamnya. Pada tahun 315, kaisar Romawi, Konstantinus, membangun gereja yang altarnya “konon” tepat berada di atas makam Santo Petrus yang akhirnya menjadi Basilika Santo Petrus, seperti yang kita kenal sekarang ini. Pada awalnya mereka tidak yakin 100% apakah benar disini letak makamnya dari rasul Petrus, tetapi sekitar 1500 tahun kemudian, dengan diawali oleh sebuah peristiwa kecelakaan seorang pekerja di th 1939 mereka mulai mencari dan menggalinya kembali, dan baru pada tahun 1958 makam Rasul Petrus akhirnya ditemukan di salah satu katakombe dan letaknya persis di bawah altar yang terletak di bawah kubah Santo Petrus, Vatikan. Salah satu tulisan yang diukirkan disana berbunyi: "Petrus berbaring di dalam sini". Tidak bisa tidak, kita pasti akan teringat akan kata-kata Yesus pada Matius 16:18: ”Dan Akupun berkata kepadamu: "Engkau adalah Petrus (bhs Aramis = Kefas), dan diatas batu karang (bhs Aramis = Kefas) ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku (=Gereja, Ecclesia).” Disamping itu berapa puluh juta sudah umat Kristen yang khusus pergi berziarah kemakam-Nya Tuhan Yesus di Yerusalem Yang menjadi pertanyaan apakah haram kalau kita besuk orang mati ke kuburan di hari Ceng Beng? Apakah haram kalau kita berdoa mohon berkat dihadapan kuburan? Apakah kalau kita berdoa di tempat ziarah akan lebih di dengar oleh Sang Pencipta daripada kalau kita berdoa dirumah pribadi ? Maranatha Mang Ucup By Race I am Chinese and By Grace I am Christian Email: [EMAIL PROTECTED] Homepage: www.mangucup.org =================================================== From: MANGUCUP Serba-serbi Paskah Hewan paskah yang paling populer adalah kelinci, adanya simbol kelinci ini pertama kalinya ditulis oleh George Franck van Frankenau seorang profesor dalam bidang medis di Jerman pada tahun 1682 dalam bukunya „De ovis paschalibus – von Oster-Eyern“ tetang tradisi penduduk Elsass pada saat mereka merayakan paskah. Tetapi mengapa kelinci ? Kelinci menyimbolkan lambang kesuburan dan kehidupan baru. Kelinci dikenal sebagai binatang yang cepat sekali berkembang biaknya. Oleh karena sifatnya yang demikian, maka kelinci kemudian dijadikan lambang kehidupan yang berlimpah di dalam Kristus. Dan juga sebagai lambang kehidupan baru. Disamping itu Kelinci yang imut dipercayai sebagai lambang Kristus yang bangkit. Kelinci kadang terlihat, kemudian lari, kemudian terlihat lagi di tempat lain. Sama seperti pada saat penampakan Yesus setelah kebangkitan-Nya. Konon kelinci paskah ini sebenarnya ciptaannya dari orang Kristen Protestan yang tidak mau memiliki lambang yang sama seperti umat Katolik. Lambang gereja Katolik adalah ayam jago (jantan), sebagai tanda saat Petrus menyangkal Tuhan Yesus (Lukas 22:61). Tuhan Yesus sendiri pernah memperumpamakan diri-Nya seperti induk ayam (Matius 23:37; Lukas 13:34). Mengingat ayam bisa bertelor sedangkan kelinci tidak, maka untuk menyesuaikan dengan tradisi ayam tsb, kelinci diberi tugas untuk menyembunyikan telor-telor paskah. Telur merupakan simbol dari perayaan Paskah di berbagai gereja, karena berdasarkan pepatah bangsa Romawi yang menyatakan bahwa “Semua kehidupan berasal dari telur." Dalam sebagian besar kebudayaan dan masyarakat, telur merupakan perlambang kelahiran dan kebangkitan. Itulah sebabnya ketika gereja mulai merayakan kebangkitan Yesus pada abad kedua, telur menjadi simbol yang populer. Pada masa itu, orang-orang kaya menghias telur dengan daun dari emas, sementara orang yang kurang mampu merebus telur dengan bunga atau daun tertentu sehingga kulit telurnya menjadi berwarna. Ada juga yang menafsirkan bahwa telur itu mendapatkan makna religius, karena dianggap sebagai simbol makam batu darimana Kristus keluar menyongsong hidup baru melalui Kebangkitan-Nya. Seperti juga anak ayam yang baru keluar menetas dari telor. Kebiasaan ini juga berasal dari orang Mesir dan Persia kuno yang memiliki tradisi pada saat dimulainya musim semi mereka menghias telur yang kemudian menukarkan dengan temannya. Tradisi ini kemudian diikuti oleh orang Kristen di Mesopotamia (daerah Irak-Iran sekarang), yaitu dengan menghadiahkan telur-telur kepada handai taulannya pada perayaan Paska untuk mengingatkan kebangkitan Yesus. Orang Mesir kuno percaya apabila mereka menaruh telur dimakam mereka, maka pada suatu saat mereka akan bisa bangkit kembali, kebiasaan yang sama dilakukan juga oleh orang Yunani. Telur juga merepresentasikan sebagai makam-Nya Yesus oleh sebab itulah telor tersebut sering diberi warna merah sebagai lambang darah Yesus atau warna-warni seperti warna pelangi. Konon ada yang menyatakan, bahwa tradisi telor paskah ini timbul berdasarkan idenya dari seorang pengusahawaan Yahudi yang cerdik. Sebelum perayaan paskah umat Kristen di haruskan puasa antara lain tidak boleh makan daging selama 40 hari. Telor dinilai sama seperti juga daging dalam bentuk cair. Oleh sebab itulah selama masa puasa tersebut para petani tidak bisa menjual telornya, tetapi dengan adanya tradisi ini semua persediaan telor bisa terjual habis dalam waktu yang singkat. Telur paskah yang termahal di dunia adalah hasil kreasi dari seorang seniman asal Perancis Peter Carl Fabergé (1846 - 1920) harga per telurnya tidak ada yang dibawah sepuluh juta AS$. Alkisah pada perayaan Paskah 1884, Faberge membuatkan telur hias dari emas dengan dibubuhi intan dan berlian untuk Tsar Alexander III. Telur hias itu dibuat sebagai hadiah bagi permaisuri Tsar. Faberge membuat telur hias kurang lebih sebanyak 54 butir. Sekarang, delapan butir di antaranya raib. Sisanya dikoleksi oleh orang-orang terkaya di dunia, termasuk Ratu Inggris dan anggota Kerajaan Monako. Mo lihat : www.faberge-exhibition.com/g6_2.html Di antara simbol-simbol Paskah yang populer, anak domba adalah yang paling penting dalam perayaan agung ini. Hari Paskah dikenal juga sebagai kematian Anak Domba Tuhan. Paulus melambangkan Yesus sebagai anak domba Paskah (1Kor 5:7) dan Yesus sendiri melambangkan tubuh-Nya sebagai persembahan anak domba Markus 4:22-24. Oleh sebab itulah juga banyak lukisan yang melambangkan Anak Domba Paskah dengan bendera kemenangan. Lambang Anak Domba sebenarnya sudah ada sebelumnya Yesus dilahirkan ialah pada jamannya Musa, dimana darah anak domba dioleskan oleh orang Yahudi di pintu rumah mereka untuk membantu malaikat Tuhan membedakan antara rumah orang Yahudi dan rumahnya orang Mesir. Malaikat maut tersebut sedang diutus untuk membunuh semua anak sulung orang Mesir yang telah memperbudak bangsa Yahudi. Sejak saat itu, untuk memperingati keluarnya bangsa Yahudi dari Mesir, domba dipakai sebagai simbol hewan yang dikorbankan. Di abad-abad yang silam, dianggap merupakan suatu tanda keberuntungan jika orang menjumpai anak domba, teristimewa pada masa Paskah. Dan juga merupakan takhayul populer dimana ada yang menyatakan bahwa iblis, yang dapat mengambil wujud segala macam binatang, tetapi tidak pernah diperkenankan untuk menampakkan dirinya dalam wujud anak domba karena simbol religiusnya dari Yesus. Kupu-kupu juga dipercaya menjadi analogi Kristus yang bangkit setelah turun ke tempat penantian. Ulat menjijikkan yang masuk kepompong selama beberapa waktu dapat berubah menjadi kupu-kupu yang indah. Seperti halnya Yesus seorang manusia yang wafat dan setelah 3 hari dalam kubur bangkit dan dipermuliakan. Maranatha Mang Ucup Email: [EMAIL PROTECTED] Homepage: www.mangucup.org ==================================================== From: Dewi Kriswanti BUKAN ROH KETAKUTAN Bacaan : 2 Timotius 1 : 1-7 “Sebab Tuhan memberikan kepada kita bukan roh ketakutan melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban “ (2 Tim 1 : 7) Anda percaya atau tidak, biasanya seorang diktator, mempunyai kebiasaan aneh, atau lebih tepat bila disebut dengan fobia . Untuk alasan keamanan ia mempunyai beberapa tempat tidur, dan setiap malam ia memilih tempat tidur itu secara acak supaya tidak ada orang yang dapat menduga di mana ia berada. Ketakutan dapat melanda siapa saja. Tetapi apapun alasannya, ketakutan itu bukanlah berasal dari Tuhan. Sebab, ketakutan merupakan alat bagi iblis untuk melawan orang-orang percaya. Dan banyak orang Kristen yang dibelenggu dengan kuat oleh ketakutan ini sehingga mereka tidak bisa hidup bebas di dalam Kristus. Ketakutan itu roh. Jadi Anda tidak bisa melawannya dengan berbagai terapi. Anda harus mengatasinya dengan Roh kudus. Hanya kekuatan Tuhan saja yang dapat membebaskan Anda dari ketakutan. Tetapi, kekuatan itu tak akan berarti apapun bila kita sendiri tak mau menggunakannya. Tuhan menyediakan sarananya, dan kita sendiri yang harus menggunakannya, karena untuk meraih janji keselamatan yang dari Tuhan, haruslah kita kerjakan sendiri, Saya tahu bahwa perubahan global yang terjadi di dunia ini meningkatkan ketakutan. Jumlah orang yang mengalami gangguan jiwa semakin meningkat. Saya tertarik dengan suevei yang pernah diadakan oleh kelompok Youth. Menurut survei tersebut, anak-anak di sekolah dasar , mengatakan ketakutan yang paling besar adalah : 1. Berada di tempat/ruang yang gelap 2. Binatang buas 3. Tempat yang tinggi 4. Orang asing/tak dikenal 5. Suara keras. Tetapi kini yang mereka takutkan adalah 1. Kematian 2. Perceraian 3. Perang nuklir 4. Kanker 5. Polusi 6. Menjadi korban kejahatan. Marilah kita belajar untuk hidup dalam iman dan percaya. Jika ada ketakutan, atasilah dengan kekuatan Tuhan. Berdoalah dengan sungguh-sungguh supaya Tuhan melepaskan ketakutan tersebut. Orang yang percaya kepada Tuhan akan terhindar dari ketakutan . Mzm 91 berbicara tentang janji Tuhan kepada mereka yang berlindung kepadaNya. Janji ini bukan angan-angan belaka. Ini pasti digenapi kepada mereka yang sungguh-sungguh berlindung kepadaNya. Doa: Terima Yesus atas segala kasih dan karuniaMu bagi kami. Amin! SEMUA KETAKUTAN TIDAK ADA YANG DIBENARKAN KECUALI TAKUT AKAN TUHAN.

