From: Dewi Kriswanti PASKAH YANG INDAH 1 Bacaan: Markus 16 : 6 - 7
"tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. (Markus 16:6) Peristiwa Paskah merupakan bagian yang sangat penting dalam konteks pertumbuhan iman kita. Sebab, peristiwa yang sangat spektakuler tersebut, menyatakan dengan tegas tentang keberadaan Yesus Kristus sebagai Tuhan. Kebangkitannya pada hari yang ketiga membuktikan bahwa Dialah satu-satunya Tuhan yang berkuasa atas segalanya. Siapakah diantara manusia yang dapat mengalahkan maut? Adakah tokoh di dunia ini yang mampu bangkit dari kematian. Jawaban pasti adalah tidak ada! Hanya Yesus Kristus yang mampu melakukan semua itu. Dia turun ke dalam kerajaan maut, lalu menglahkannya, sehingga pada hari yang ketiga Dia bangkit dari maut. Apa yang dapat kita rasakan dari peristiwa sekitar 2000 tahun lalu itu? Adakah seseuatu yang menguatkan kita dengan mengerti dan memahami peristiwa di hari Paskah tersebut? Sebagai orang percaya dan mengimani bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, kita pun patut bersukacita. KebangkitanNya mengalahkan kematian merupakan bukti konkrit yang tak perlu diragukan lagi. Selain itu, kita sebagai orang percaya pun patut bersukacita karena keselamatan yang merupakan janji dari Tuhan Yesus adalah sesuatu yang nyata pula. Asalkan kita mau berjalan dan bertindak dalam koridor yang telah difirmankan, pastilah kita akan meraih janji Tuhan tersebut. Jadi, kita tak boleh lagi takut atau ragu-ragu. Kuatkan hati dan iman, percalah selalu, serta setialah dalam kasih dan firman Tuhan, pastilah segala sesuatunya akan dikaruniakanNya kepada kita. Keselamatan yang dijanjikanNya adalah yang terutama. Iman kita harus fokus terhadap hal itu, sehingga dalam bertindak pun kita harus menghindari hal-hal yang tidak berkenan bagi Dia. Majulah terus dalam Tuhan, dan jadikan Paskah di tahun ini menjadi tonggak pertobatan, yang akan berdampak besar dalam kehidupan saudara. Paskah adalah sebuah peristiwa yang dahsyat, namun penuh keindahan. Sebab, didalamnya Tuhan sendiri yang sedang berkarya. Dia melakukan sesuatu yang sangat berarti bagi kita, yakni keselamatan bagi tiap orang yang setia dan berkenan. Haleluya! (tlt) Doa: Ya Tuhan, Bapa yang baik, terima kasih atas segala kasih karunia yang telah Kau limpahkan bagi kami semua dalam kehidupan ini. Amin! RAIHLAH JANJI KESELAMATAN KEKAL YANG TELAH DISEDIAKAN YESUS BAGI TIAP ORANG PERCAYA ==================================================== From: "MANGUCUP" <[EMAIL PROTECTED]> Apakah Yesus itu manusia ataukah Tuhan ? Berdasarkan tulisan saya yang terakhir ini banyak yang menilai, bahwa saya telah menyesatkan dan menggembos iman sesama umat. Hanya perlu anda ketahui bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya pernah timbul juga pada diri saya sendiri; dimana saya sendiri berusaha untuk mencari jawabannya. Perlu anda ketahui bahwa dari awal mula Tuhan Bapa mengasihi Putera-Nya, bahkan Ia sendiri bersabda: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Matius 3:17). Jadi dalam hal ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Tuhan Yesus adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Komplit dengan segala perasaan yang dapat dirasakan oleh setiap manusia di kolong langit ini, seperti perasaan sedih, takut, marah, sakit maupun kecewa. Ini bisa dibuktikan pada saat penderitaan-Nya dikayu salib. Ia menderita sakit, berdarah, luka, bahkan sampai mati sebagai manusia. Kalau Ia manusia bagaimana mungkin Ia adalah Tuhan ?! Saya mencoba mencari persamaan seperti juga mobil angkot, walaupun diberi mesin pesawat terbang Jumbo 747 sekalipun, ia tetap saja angkot, sehingga tidak mungkin bisa terbang, wong namanya juga body mobil bukannya pesawat. Di dalam pengertian saya sebagai wong goblok bin dungu, Tuhan Yesus itu adalah manusia tetapi Roh-Nya adalah Tuhan, oleh sebab itulah Ia harus menerima nasib dan kenyataan seperti layaknya manusia-manusia lainnya. Body Nya adalah body manusia. Dimana Ia juga harus merasakan nyerinya penderitaan seperti yang dirasakan oleh setiap manusia di dunia ini. Tuhan Yesus mengemban tugas untuk menebus baca mengambil alih seluruh dosa umat manusia. Hukuman dari dosa adalah maut, oleh sebab itulah juga; Ia harus mati dikayu salib. Ia mati sebagai penanggung dosa umat manusia, hal inilah yang menyebabkan pada saat Ia berada di kayu salib, Tuhan Bapa perpaling muka dari Dia, sebab Tuhan itu kudus adanya. Mang Ucup termasuk anak bandel, sehingga seringkali digebukin oleh Abah Awat (ayah), tetapi hukuman itu tidak begitu menyakitkan seperti kalau di cuekin atau diacuhkan beberapa hari lamanya oleh Abah. Hal ini jauh lebih menyakitkan daripada digaplok ! Saya tahu ayah saya tidak pernah akan meninggalkan saya, walaupun demikian sering timbul dipikiran saya: "Kenapa Abah meninggalkan saya ?". Pertanyaan ini timbul, karena merasa sedih dijauhi oleh ayah. Mungkin hal yang serupa dirasakan oleh Tuhan Yesus pada saat Ia berada di kayu salib. Memang Tuhan Yesus itu adalah Tuhan Putera merupakan sebagian dari Trinitas, tetapi pada saat Ia hidup sebagai manusia, tubuh-Nya adalah manusia. Hal ini bisa dibuktikan dimana Ia butuh waktu untuk berdoa terhadap Tuhan Bapa. Bahkan pada saat Ia berdoa; Ia bersabda: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.(Yohanes 11-43) jadi wajarlah apabila pada saat Ia disalib Ia juga mengucapkan: ""Eloi, Eloi Lama Sabakhtani" Mudah-mudahan melalui tulisan ini saya dapat merevisi tulisan saya yang sebelumnya. Maranatha Mang Ucup - The Drunken Priest Email: [EMAIL PROTECTED] Homepage: www.mangucup.org ============================================== From: "MANGUCUP" <[EMAIL PROTECTED]> Eloi, Eloi Lama Sabakhtani "Eloi, Eloi Lama Sabakhtani" = Tuhan-KU, Tuhan-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku ? Ucapan ini adalah ucapan yang diucapkan oleh Tuhan Yesus dari kayu salib. Kalimat ini ada di Mrk 15:34 dan juga Mat 27:46 bedanya di Mat 27:46, bukan diucapkan Eloi melainkan Eli, sehingga mudah disalah artikan sebagai nama dari Nabi Elia. Banyak pakar menafsirkan bahwa ucapan di Matius ini adalah yang asilnya. Yesus memakai bahasa Aram dalam bentuk yang ada dalam Targum. Ucapan ini sebenarnya merupakan kutipan dari Mzm 22:2 yang ditulis oleh Daud. Mazmur ini juga lazim disebut sebagai "Mazmur Salib" karena disitu ditulis secara rinci penderitaan Tuhan Yesus di kayu salib. Hal tersebut diatas adalah ilmu pengetahuan yang dijejalkan kepada para mahasiswa Theologi, tetapi bagi orang awam seperti mang Ucup, kalimat ini sebenarnya membuat mang Ucup jadi binun tulen ! Pertama kenapa iman Tuhan Yesus bisa goyah menjadi lembek, sehingga mengajukan pertanyaan seperti tersebut diatas ? Bukankah kita sendiri diajarkan agar selalu meng-Amin-kan dan mensyukuri apa saja yang terjadi didalam kehidupan kita . Baca tuh doa Bapa kami, "jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di sorga". Kalau Bapa berkehendak meninggalkan kita kapanpun dan dimana pun juga; itu adalah hak-Nya jadi tidak perlu dipertanyakan lagi ! Boro-boro Tuhan; mang Ucup saja kalho mo minggat dari sang istri kapapun boleh dan bisa, karena itu adalah hak pilih saya. Tidak bisa dipungkiri pula bahwa Tuhan Yesus dilahirkan di dunia ini, karena mengemban tugas yang diberikan oleh Tuhan Bapa, ialah menebus dosa umat manusia, bahkan Tuhan Yesus sendiri pernah menanyakannya "Benar nih tugas Aku ?" (Mat 26:42). Memang itulah tugas yang diberikan oleh Alah Bapa kepada Yesus dan ternyata Ia telah menjalankannya dengan baik sampai dengan titik darah yang terakhir! Jadi seharusnya Tuhan Bapa, merasa bahagia dan bangga mempunyai seorang Putera yang tidak pernah meragukan tugas yang diberikan kepada Putera. Yesus telah menyelesaikannya dengan tuntas dan baik ! Hanya sayangnya bukan pujian yang Yesus dapatkan dari Bapa, bahkan dijauhi dan ditinggal secara begitu saja ! Aneh kan ? Pada saat Yesus disalib Ia dihianati dan ditinggal oleh murid-murid-Nya, seharusnya seorang Bapa tidak meninggalkan puteranya pada saat Putera dalam keadaan sengsara, apalagi Ia disalib juga, karena keinginan dari Bapa sendiri ! Itu adalah pikirannya mang Ucup lho ! Tuhan Yesus adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia, jadi sebenarnya bukan saja harus tahu melainkan juga Maha Tahu alias Al-Aleem atau dalam bahasa Londonya lebih dikenal dengan sebutan "Omniscient", jadi seharusnya Ia tahu Tuhan Bapa tidak mungkin akan meninggalkan Dia ! Jadi pertanyaan ini seharusnya tidak perlu diucapkan, karena Ia sudah tahu jawabannya. Dan yang lebih membingungkan lagi, karena saya percaya bahwa Yesus itu adalah Tuhan dan merupakan kesatuan Trinitas, kenapa Yesus masih mempertanyakan "Mengapa Engkau menginggalkan Aku ?" karena Sang Aku sudah ada di dalam diri-Nya sendiri ! Mohon pencerahan dan koreksinya, apabila jalan pemikiran saya ini salah dan sesat ! Maranatha Mang Ucup - The Drunken Priest Email: [EMAIL PROTECTED] Homepage: www.mangucup.org

