From: "MANGUCUP" <[EMAIL PROTECTED]> Mengapa Engkau meninggalkan Aku ?
Suara hingar bingar di sekeliling kita bisa terdengar dengan jelas, bahkan rekan-rekan disekitar kita saling berbual cerita, berjual celoteh yang terkadang membuat kita turut tertawa, walaupun demikian ada hal yang tidak bisa dipungkiri ialah „Rasa Kesepian“ ! Rasa kesepian ini bisa terjadi terhadap siapa saja, mulai dari wong kaya s/d wong miskin, mulai dari raja s/d gembel, karena ini sudah merupakan bagian dari „Heartware“ kita. Bukan hanya komputer saja yang memiliki Hardware & Software, manusia juga diciptakan lengkap dengan Heartware nya. Berbagai rasa yang dimiliki oleh setiap manusia seperti rasa gembira, cinta, puas, senang, lucu ini semuanya merupakan Heartware program pelengkap dari Sang Pencipta. Bagaimana dengan perasaan negatif, seperti benci, sedih, takut, kesepian, dendam maupun sakit batin, apakah ini juga termasuk Heartware dari Sang Pencipta ataukah ini merupakan Virus yang disusupkan oleh si iblis ke dalam Heartware kita ? Ribuan formula sebagai penangkal Virus perasaan negatif ini telah diciptakan oleh berbagai macam agama maupun Kitab Suci di kolong langit ini, tetapi kenyataannya sampai dengan detik ini, belum ada yang berhasil menciptan pergram Anti Virus ini. Misalnya Tuhan Yesus sendiri yang telah diakui oleh umat Kristen sebagai Tuhan yang menjelma menjadi manusia, bahkan dilengkapi dengan berbagai macam program Anti Virus Dosa maupun Fire Wall yang bukan super canggih saja bahkan Super Sakti, tetapi kenyataannya tetap saja bisa kebobolan dimana Ia juga kejangkitan Virus Kesepian ! Apalagi si Ucup yang sudah dari sononya dilahirkan tanpa dilengkapi dengan program Anti Virus, sehingga seringkali dilanda Virus Dosa maupun virus-virus lainnya seperti rasa sedih, kesepian, takut maupun sewot ! Berdasarkan laporan dari Journal of Clinical Nursing, ternyata kebanyakan orang usia paruh baya dengan rata-rata usia 40 tahun adalah adalah kelompok manusia yang paling banyak merasa kesepian. Jawablah dengan jujur: „Apakah anda merasa kesepian ?„ Dalam hal ini anda tidak perlu berkecil hati, sebab hampir setiap orang mulai dari anak kecil sampai dengan orang dewasa pernah merasa kesepian. Kesepian bukan hanya timbul pada saat kita kehilangan orang yang kita kasihi saja. Rasa kesepian itu bisa timbul juga, pada saat kita ditolak oleh orang-orang di sekitar kita; maupun oleh orang-orang yang kita kasihi. Kita pun bisa merasa kesepian; pada saat kita merasa tidak dihargai, misalnya pada saat kita di PHK, diserang, dikritik maupun pada saat dipermalukan. Begitu juga pada saat musibah melanda hidup kita entah karena penyakit, kegagalan dalam usaha, sekolah maupun lain-lainnya lagi. Rasa kesepian yang paling menyakitkan adalah pada saat kita sedang jatuh atau mendapatkan kegagalan dalam kehidupan; kita di tinggal oleh orang-orang disekitar kita, bahkan terkadang bukan hanya oleh rekan-rekan sejawat saja, tetapi juga ditinggal oleh orang yang kita kasihi. Perasaan ini ada jauh lebih menyakitkan daripada rasa kesepiannya itu sendiri, karena bukan hanya rasa kesepian saja, melainkan juga merasa dikecewakan/dihianati. Pernahkah anda merasakan bagaimana rasanya, dimana pada saat anda jaya; anda diakui sebagai abang saya, tetapi pada saat jatuh; ditendang dan dijauhi seperti juga orang yang kejangkitan penyakit Aids. Renungkanlah bagaimana perasaan anda, pada saat dimana anda sukses, banyak sekali sobat yang datang berkunjung ketempat anda, bahkan mereka bersedia mendampingi dan menemani anda siang malam, tetapi kebalikannya begitu anda jatuh atau ada masalah terutama yang berkaitan dengan hukum. Anda akan segera dijauhi oleh mereka. Mereka tidak mau mengakui anda lagi, boro-boro sebagai sobatnya, dengar namanya saja seakan-akan kagak pernah ! Pada saat tersebut saya merasa; bukan saja ditinggal oleh orang-orang yang kita kasihi saja, bahkan saya merasa ditinggal oleh Sang Pencipta ! Sehingga wajarlah kalau saya berteriak dan menjerit untuk menanyakan keberadaannya Sang Pencipta: „Where are You God, when I’m lonely ???? Wah ini menandakan bahwa imannya mang Ucup itu lemah dan lebih lembek daripada oncom, sebab orang yang kuat imannya tidak akan pernah menanyakan keberadaannya Sang Pencipta ! Dengan pertanyaan itu saja sebenarnya sudah bisa disamakan sepergi juga menghujat Tuhan !!! Mang Ucup akui, bahwa besarnya iman saya tidak ada satu promilenya dari besarnya biji sawi, bahkan dengan mikroskop saja tidak kelihatan. Kesalahannya mang Ucup sebenarnya hanya satu saja, dimana saya mengajukan pertanyaan itu dalam bahasa Londo, coba saya mengajukan pertanyaan tersebut dalam bahasa Aram „Eloi, Eloi Lama Sabakhtani“ = Tuhan-KU, Tuhan-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku ? – (Matius 27:46) tentu tidak akan yang berani menilai saya bahwa saya menghujat Tuhan, sebab kalimat itulah yang diucapan oleh Tuhan Yesus pada saat Ia disalib ! Pertanyaan apakah dengan ucapan Tuhan Yesus tersebut menandakan bahwa Iman-Nya Yesus itu juga rapuh seperti tahu ???? Mohon pencerahannya ! Maranatha Mang Ucup – The Drunken Priest Email: [EMAIL PROTECTED] Homepage: www.mangurup.org ======================================================== From: Dewi Kriswanti KASIH AGAPE Bacaan: 1Korintus 13:3-13 “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.” (1Kor. 13:4) Kasih Tuhan ialah kasih “Agape,” yakni kasih yang tidak menuntut, dan tidak mementingkan diri sendiri. Itulah kasih yang sejati dan murni, dan yang merupakan kasih yang sesungguhnya. Sayang banyak orang Kristen yang enggan hidup dalam suasana yang dilingkupi dengan kasih Tuhan tersebut. kebanyakan orang lebih mengumbar kasih eros. Kasih eros ini dangkal tingkatannya dan sifatnya egoistis, ia selalu menuntut kepuasan diri. Kehidupan keluarga yang hanya dilandasi oleh kasih eros saja akan sangat rapuh landasannya. Ia akan gampang goyah ketika “badai” melanda. Kehidupan keluarga tanpa kasih Kristus (agape) pasti akan mengalami banyak persoalan. Oleh sebab itu firman Tuhan mengingatkan bahwa yang terpenting dari semua hal yang kita lakukan adalah kasih kita. Jika kita memiliki kasih yang sejati, hidup kita tentu akan membawa yang positif. Banyak pertikaian, pertengkaran, perselisihan dan berbagai hal negatif dapat dicegah kalau dalam diri kita tersimpan kasih yang sejati itu. Kasih agape selalu memberi tempat bagi kata maaf dan ampun, ia cenderung untuk menguntungkan orang lain. Kalau setiap kita memiliki kasih yang demikian, maka akan banyak hal positif yang dapat kita lakukan. Nah, sekarang tinggal berpulang kepada kita masing-masing, sudahkah kita memiliki semua itu? kalau belum tentu saat ini adalah hari yang terbaik di mana kita membuka hati kita agar Tuhan berkenan mencurahkan rahmatNya sehingga kita dipenuhi dengan nuansa kasih surgawi itu! Sehingga di manapun kita berada orang kan dapat melihat terang Illahi, orang akan merasakan damai sorgawi, sukacita, ketentraman, dan persahabatan, karena jauh di lubuk hati kita kasih Tuhan bermukim di sana. Dengan demikian kita dapat meneruskan pancaran kasih Illahi itu kapanpun dan di manapun kita berada. Semoga Tuhan selalu menyertai hidup dan perjuangan kita. (hz/l) Doa: Tuhan Yesus berilah kami hati yang lembut, sehingga hati kami turut merasakan penderitaan dan kesusahan sesama kami. Amin! TANPA KASIH YANG TULUS DAN MURNI HIDUP INI AKAN KEHILANGAN MAKNANYA YANG SEJATI =============================================== From: Dewi Kriswanti JADILAH BIJAKSANA Bacaan : Matius 25 : 1-13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” (Mat. 25: 13) Menjadi orang bijaksana itu memang bukan sesuatu yang mudah. Sebab, banyak aspek yang sangat mempengaruhi tindakan seseorang, sehingga tampak bijaksana, atau sebaliknya. Seperti perumpamaan yang diberikan Yesus tentang sepuluh wanita yang tengah menanti mempelai pria. Lima perempuan bodoh tidak mempersiapkan minyak sebagai cadangan, sedangkan yang bijaksana telah mempersiapkan sebelumnya. Sewaktu mempelai pria datang, maka mereka yang siaplah yang boleh masuk. Sebenarnya perumpamaan ini secara gamblang menjelaskan agar tiap orang menggunakan akal dan pikirannya dengan baik. Mintakan hikmat Tuhan, sehingga mengerti apa yang yang tengah dihadapi. Jangan pasif dalam bersikap dan beriman kepada Tuhan. Sebab itu, bangunlah komunikasi yang aktif, sehingga kita mengerti dan memahami tentang pelbagai hal yang ada dalamkehidupan kita. Kebodohan yang ditunjukkan kelima gadis tersebut disebabkan beberapa hal, seperti : 1. Ketidakmengertian tentang kasih dan karunia Tuhan. Hal ini disebabkan kurangnya informasi dan penjelasan yang lengkap tentang firman Tuhan. 2. Sikap masa bodoh. Ketidakpedulian akan firman Tuhan, dan tidak adanya motivasi untuk lebih dalam memahami. 3. Tidak belajar dari keadaan. Kita seharusnya tanggap dan belajar dari keadaan yang kita hadapi. Segala sesuatunya harus kita pahami dengan menggunakan hikmat Tuhan, sehingga kita mampu mengantisipasi pelbagai hal sedini mungkin. Tindakan-tindakan yang bijaksana menunjukkan orang tersebut mengerti betul apa yang tengah dihadapinya. Tidak bodoh dan ceroboh dalam bertindak. Segala sesuatunya dipikirkan dahulu, direncanakan dengan baik, serta diterapkan sesuai dengan hal-hal yang diperlukan. Artinya, jadilah orang bijaksana dengan memperhatikan pelbagai hal yang mungkin akan menjadi faktor yang mempengaruhi. (tlt) Doa: Berikan kami Bapa hati dan pikiran yang bijaksana, sehingga segala sesuatu dalam tindakan kami tetap terfokus hanya untuk kemuliaanMu. Amin! ORANG BODOH BERJALAN MENUJU KEHANCURAN ORANG BIJAKSANA BERJALAN MERAIH KEMENANGAN ======================================== From: Dewi Kriswanti KASIH SAYANG Bacaan :Matius 22 : 34 - 40 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Tuhanmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. (Mat. 22 : 37) Dunia hari ini sedang merayakan hari kasih sayang (valentine day), yakni sebuah peringatan tentang arti pentingnya kasih sayang. Ungkapan kasih sayang tersebut dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang mengirimkan karangan bunga, memberikan kado atau makanan istimewa, bahkan ada juga yang melakukan pesta. Sepertinya hari ini orang berubah penuh kasih, terutama kalangan anak muda, yang ingin mengungkapkan perasaan sayangnya kepada seseorang. Namun, hal mendasar dari kasih sayang tersebut belum tersentuh. Sebab, kasih yang diungkapkan bersifat temporal, momen tertentu saja. Bahkan kasih yang diungkapkan sangat terbatas dan tidak universal. Berbeda dengan kasih yang diungkap dan dinyatakanTuhan bagimanusia. Begitu besar kasih Bapa kepada dunia ini, dan Dia rela memberikan anakNya yang tunggal, yakni Yesus Kristus. Dan kita bisa melihat bagaimana Yesus mengajarkan arti kasih yang sebenarnya. Dia memberi tahu bahwa lebih baik memberi daripada menerima, memberikan pipi kiri ketika pipi kanan ditampar, atau mengampuni orang yang bersalah pada diri kita. Masih banyak lagi pelajaran tentang kasih yang dilakukan dan diajarkan Yesus kepada manusia. Semua itu sungguh dalam makna yang terkandung didalamnya. Ketika banyak orang saat ini merayakan hari kasih sayang, bukanlah sebuah tindakan yang salah,asalkan tetap berada dalam koridor firman Tuhan. Namun, yang perlu disadari adalah,bahwa ungkapan kasih sayang bukanlah tergantung tanggal tertentu. Kita wajib menyatakan kasih kita kepada tiap orang, tanpa melihat latar belakang apapun, dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Marilah kita belajar untuk dapat menunjukkan perasaan kasih kita dengan tulus. Sebab, kasih yang diajarkan Tuhan, adalah kasih yang tanpa pamrih. Kita mengasihi orang lain bukan karena motivasi tertentu, tapi karena Tuhan telah lebih dulu mengasihi hidup kita. Jadi, terapkanlah kasih yang sesungguhnya, seperti yang diajarkanNya. Haleluya. (tlt) Doa: Ajar kami Bapa untuk dapat mengerti, memahami dan menerapkan kasih yang Kau ajarkan melalui firmanMu. Amin! KASIH KRISTUS JAUH LEBIH DALAM DARI LAUTAN LEBIH INDAH DARI APAPUN DI DUNIA INI

