From: "MANGUCUP" <[EMAIL PROTECTED]> Tombak pembunuh Tuhan ?
Para jago silat zaman dahulu saling memperebutkan “Golok Pembunuh Naga’ - To Liong To, karena dengan memiliki pedang tersebut mereka bakal bisa menjadi jagoan yang tak terkalahkan, begitu juga dengan raja-raja jaman dahulu di Eropa, dimana mereka juga memperebutkan “Tombak Pembunuh Tuhan”, sebab bagi mereka yang memiliki tombak ini ia tidak akan bisa dikalahkan lagi, maklum tombak tersebut bukan hanya sekedar tombak biasa saja, melainkan tombak yang telah digunakan untuk membunuh Tuhan atau Tuhan Yesus pada saat Ia disalib, kalau Tuhan yang menjelma menjadi manusia saja bisa dikalahkan dan mati dibunuh oleh tombak ini apalagi kalau hanya sekedar manusia biasa. Yang dimaksud dengan tombak disini sebenarnya hanya ujung tombaknya saja yang berukuran 50,7 cm. Tombak tersebut pernah patah menjadi dua, tetapi akhirnya digabung lagi menjadi satu dengan dipasangnya paku ditengah tombak tersebut. Dan paku yang dipasang disitu pun bukannya sekedar sembarang paku biasa saja melainkan paku yang digunakan untuk menyalib Tuhan Yesus. Oleh sebab itulah raja Karl IV telah membungkus tombak tersebut dengan emas dan dicantumkan tulisan “LANCEA ET CLAVUS DOMINI” – “Tombak dan paku Tuhan”. Karena ini adalah ujung tombak yang digunakan oleh serdadu Rumawi yang bernama Longinus untuk menusuk lambung-Nya Tuhan Yesus ketika Ia berada di kayu salib. Kesaktian azimat ujung tombak ini, bagi pemiliknya telah terbuktikan, sehingga "tombak suci" ini sejak ribuan tahun telah menjadi rebutan dari para penguasa dunia. Mulai dari kaiser Rumawi Konstantin, Alexander Agung, Napoleon, Hitler s/d General Patton dari USA. Bahkan raja Heinrich I di th 921 telah bersedia menukar sebagian besar dari tanah kerajaannya hanya untuk mendapatkan ujung tombak suci ini. Menurut tradisi Jerman, Charlemagne telah bisa memenangkan peperangan sampai 47 kali karena ia memegang tombak suci tersebut pada saat ia berperang, walaupun demikian ia mati dibunuh, karena ia telah meletakan tombak suci tersebut walaupun itu hanya untuk beberapa menit saja. Hal yang serupa terjadi dengan kaiser Fridrich Barbarosa. Hitler merampok tombak suci dari Hapsburg dan ia menyimpannya di dalam gereja St Catarina, tetapi pada tgl 30. April 1945 jam 14.10 ujung tombak suci tersebut diambil oleh Lt. Walter William Horn (Ser. No. 01326328) dari tentara AS, dan aneh tapi nyata tepatnya 80 menit kemudian setelah tombak suci itu diambil alih, pada hari yang sama di Berlin jam 15.30 Hitler bunuh diri di tempat persembunyiannya. Apakah ini ada kaitannya dengan tombak suci tersebut yang sudah tidak dimiliknya lagi? General George S. Patton dari AS gusar sekali ketika ia mengetahui, bahwa General Eisenhower ingin mengembalikan tombak suci tersebut kepada pemiliknya di Wiena. Oleh sebab itulah banyak orang menduga ia membuat duplikat dari tombak suci tersebut, sedangkan originalnya disimpan oleh dia pribadi. Hal inilah yang menyebabkan General Patton menjadi seorang jenderal yang terhebat di dunia, sehingga di th 1970 perusahaan film Twentieth Century Fox's telah membuat film khusus mengenai dia yang telah menghasilkan delapan hadiah Oscar. Entah aslinya entah duplikatnya dari tombak suci itu sekarang berada di museum di Austria Foto dari tombak suci ini bisa dilihat di http://www.khm.at/static/page477.html Tulang memuat kekuatan, sedangkan mematahkan atau meremukan tulang bagi orang Yahudi berarti mengalahkan sama sekali. Tuhan Yesus telah wafat sebelum tulang-Nya dipatahkan, maka dari itu untuk membuktikan bahwa Ia telah benar-benar wafat, lambungNya ditusuk oleh tombak. Dari sinilah mulai timbul kepercayaan bahwa orang yang memiliki tombak suci tidak akan bisa terkalahkan, karena ujung tombak tersebut telah disucikan oleh darah-Nya Yesus. Gaius Cassius Longinus adalah tentara Rumawi yang barusan saja mengawali tugasnya sebagai bintara Rumawi, pada saat ia ditugaskan untuk menjaga Tuhan Yesus dibukit Golgatha, maka dari itu ia belum pernah menggunakan senjatanya untuk perang maupun membunuh. Pertama kali ia menusuk manusia, ialah menusuk lambungNya Tuhan Yesus dikayu salib. Setelah Yusuf dari Arimathea membawa jenazahNya Tuhan Yesus untuk di makamkan, Pilatus memerintahkan Longinus untuk menjaga kuburanNya juga. Tetapi pada hari ketiga setelah Tuhan Yesus bangkit, Longinus segera pergi ke kota untuk menyebar luaskan berita, tentang kebangkitan dari Tuhan Yesus, hal ini tentu saja ditentang oleh orang-orang Farisi yang tidak menginginkan terbuktinya bahwa Tuhan Yesus itu benar-benar Mesias atau Putera Tuhan. Maka dari itu Longinus segera ditangkap dan dibunuh dengan dipancung kepalanya oleh rekan-rekannya sendiri atas perintah dari orang Farisi. Longinus, walaupun ia telah menusuk lambungNya Tuhan Yesus dengan tombak, tetapi akhirnya ia percaya bahwa Tuan Yesus telah benar-benar bangkit dari kematian, maka dari itu ia adalah martier pertama dari para pengikut Kristus. Oleh sebab itulah Bernini telah membuat patung dari Longinus di St Peter - Vatikan, ini bisa dilihat di http://www.phibetamoulton.com/htm/albums/europe/081.htm Yusuf dari Arimathea berangkat ke England dengan membawa antara lain kain kafan bekas membungkus jenazah dari Tuhan Yesus (kain kafan dari Turin), cawan suci (The Holy Grail) dan tombak suci Longinus. Kain kafan maupun tombak Longinus semuanya sudah diketemukan, yang masih belum diketemukan kembali s/d saat ini hanya cawan suci (The Holy Grail). Mengingat kedua benda lainnya diketemukannya juga di Perancis maka mereka yakin bahwa cawan suci tersebut juga masih berada di Perancis. Ujung tombak tersebut sebenarnya bukan untuk membunuh Yesus, sebab pada saat ujung tombak ditusukan ke lambung-Nya Tuhan Yesus telah wafat, melainkan hanya untuk membuktikan bahwa Tuhan itu telah benar-benar wafat. Yohanes 19:33-34 Ketika mereka sampai kepada Yesus, mereka melihat Ia sudah meninggal. Jadi mereka tidak mematahkan kaki-Nya. Tetapi lambung Yesus ditusuk dengan tombak oleh seorang dari prajurit-prajurit itu; dan segera keluarlah darah dan air. Hanya sayangnya sampai detik ini tidak bisa dipastikan apakah ujung tombak yang berada di Wina itu adalah ujung tombak yang asli ataukah yang palsu, sebab di Polandia juga ada ujung tombak yang dinyatakan sebagai tombak dari Longinus? Mang Ucup Email: [EMAIL PROTECTED] Homepage: www.mangucup.net =================================================== From: "MANGUCUP" <[EMAIL PROTECTED]> Azimat Anti Koit ! Peting dibaca bagi mereka yang ingin bisa hidup kekal seperti Highlander. Perlu diketahui bahwa para Kaiser Cina mulai dari Shi Huang Ti (259-209 SM) s/d Kaiser Chia Ching dari Dinasti Ming yang didirikan pada tahun 1368 Masehi telah memboroskan anggaran negara dalam jumlah besar sekali; khusus untuk mencari obat Anti Kojor dalam bahasa Londonya disebut immortality/ deathless. Kekekalan hidup tidak hanya merupakan idaman bagi umat manusia saja. Dikisahkan dalam mitologi Hindu bahwa para dewa berperang mati-matian dgn para iblis hanya untuk memperebutkan belanga yang berisi air kekekalan (am ta, elixir). Tidak bisa dipungkiri sudah merupakan cita-cita dari kebanyakan orang untuk bisa hidup sehat, awet muda terus menerus dan bisa mencapai umur panjang seperti Adam 1.000 tahun. Kenyataannya ini hanya merupakan impian, walaupun Anda orang paling kaya di dunia maupun orang paling berkuasa sejagat raya sekalipun juga, Anda tidak akan bisa mewujudkan keinginan tersebut diatas, terkecuali Anda memiliki cawan azimat! Apabila Anda minum dari cawan azimat ini, Anda akan bisa segera sembuh dari penyakit apapun juga, disamping itu apabila Anda tiap hari minum dari cawan tersebut, maka Anda akan bisa tetap awet muda, bahkan malaikat maut sekalipun tidak akan bisa menjamah Anda, sama seperti kalau Anda memiliki ilmu Jatiraga atau Madani Kaweruh. Apakah mungkin ada cawan azimat seperti itu? ADA! Dan ini bukannya sekedar dongeng melainkan fakta, bahwa cawan azimat itu terenyata benar-benar ada, bahkan tercantum di dalam Alkitab! Cawan tersebut adalah cawan yang digunakan oleh Tuhan Yesus untuk minum dalam perjamuan malam terakhir. Cawan ini adalah cawan bekas bibir dari Tuhan Yesus. Bahkan cawan ini telah digunakan untuk menampung tetesan-Nya darah Tuhan ketika Tuhan Yesus disalib. Cawan azimat tersebut lebih lazim disebut sebagai "The holy grail" dan sampai saat sekarang ini masih benar-benar ada. Pertama kali kita mengetahui tentang keberadaan dari cawan tersebut secara tertulis ialah pada tahun 1180 di Perancis dengan judul Conte del Graal ('Story of the Grail') atau Perceval. Disamping itu ada dua buku lainnya dari Wolfran von Eschenbach dengan judul Parzifal yang ditulis pada abad ke 13 dan dari Sir Thomas Malory dengan judul "Le Morte D'Arthur" yang ditulis pada abad ke 15. Bahkan Hitler sendiripun pernah tergiur dan memerintahkan untuk memburu cawan azimat in. Kisah ini bukan hanya sekedar khayalan film dari Indianer Jones, tetapi benar2 berdasarkan fakta sejarah. Hitler telah memerintahkan kepada seorang perwira SS yang bernama Otto Rahn untuk mencari cawan azimat ini di Perancis Selatan di Rennes le Chateau, karena berdasarkarn penelitian para ahli arkheolog cawan azimat tersebut memang berada disana. Tetapi akhirnya Mr. Rahn sadar bahwa Hitler itu jahat, maka dari itu ia tidak mau mengungkapkan tempat keberadaannya dari cawan tersebut, akibatnya ia dibunuh oleh pimpinannya sendiri Heinrich Himmler. Bagaimana cawan azimat (the holy grail) itu bisa sampai berada di Perancis? Yang menjaga dan membawa keluar cawan azimat dari Israel ke Eropa adalah Yusuf dari Arimathea atau adik kandung-Nya dari Tuhan Yesus. Tuhan Yesus mempunyai empat orang adik, Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? (Mark 6:3). Yoses adalah terjemahan dari nama Iesoph dalam bahasa Latin atau Yoseph dalam bahasa Ibrani. Atau Yusuf dalam bahasa Indonesia. Yusuf dari Arimathea itu sebenarnya adalah adik kandung tertua dari Tuhan Yesus, oleh sebab itu ia mendapatkan ijin dari Pilatus untuk mengurus pemakaman-Nya Tuhan Yesus. Mengingat ayah-Nya Tuhan Yesus, Yusuf telah wafat beberapa tahun sebelumnya, maka berdasarkan tradisi dan kebiasaan orang Yahudi yang mendapatkan kewajiban untuk mengurus jenazah Tuhan Yesus adalah adik tertua-Nya, dalam hal ini ialah Yusuf dari Arimathea. Berdasarkan Alkitab hanya ada dua pengikut pria Tuhan Yesus yang hadir pada saat Tuhan Yesus disalib ialah Yusuf dari Armathea dan Nikodemus. Ketika seorang prajurit menikam lambung-Nya Yesus dengan tombak, segera mengalir keluar darah dan air. (Yoh 19:34) Darah dan air tersebut ditampung oleh Yusuf dari Arimathea di dalam cawan yang digunakan dalam perjamuan malam sebelumnya. Bisa dilihat gambarnya di http://www.gralswissen.de/lo_sp_4ev/lo_sp_4ev.htm Oleh sebab itulah cawan tersebut telah menjadi satu cawan yang kudus (the holy grail) dan memiliki kesaktian-kesaktian, sesuai dengan janji-Nya Yoh 6:54 Barangsiapa yang minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal Untuk menyelamatkan antara lain cawan kudus ini, Yusuf dari Arimathea berlayar keluar dari Palestina menuju England. Mengenai perjalanan Yusuf ke England tercantum di kitab Evangelium Nicodemi dan Vindicta Salvatoris yang ditulis pada abad ke empat. Kedua Kitab tersebut terdapat di perpustakaan Vatikan. Disamping itu Robert de Boron seorang penulis Perancis pada abad ke 12 menulis tentang perjalanan dan kehidupan dari Yusuf Arimanthea di England - dalam bukunya "Joseph d'Arimathie". Yusuf Arimathea membangun gereja pertama di pulau Avalon, hal ini diberitakan oleh St Agustine kepada paus Gregory Agung di tahun 597. Bahkan berdasarkan tulisan dari seorang biarawan Inggris yang bernama Gildas, ketika King Arthur luka parah akibat perang di Camlan, ia dibawa ke pulau Avalon dan berhasil disembuhkan disana dengan menggunakan batuan dari cawan azimat (the holy grail). Berdasarkan catatan sejarah akhirnya cawan suci ini pada tahun 1398 jatuh ditangan Prince Hendrik Sinclair. Perlu diketahui bahwa keluarga Sinclair tinggal di Roslin (Roslyn) di Scotland. Perkataan Roslin artinya secara literat adalah "Darah Kristus". Sedangkan nama Sinclair berasal dari perkataan Perancis St Clair yang berarti "Terang Kudus". Joh 8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." Maranatha Mang Ucup Email: [EMAIL PROTECTED] Homepage: www.mangucup.org ==================================================== From: Dewi Kriswanti TUHAN SUMBER SEGALA OTORITAS Bacaan: Titus 3 : 1 “Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik…. (Titus 3 : 1 )”. Keadaan orang percaya yang hidup pada jamannya Titus kebanyakan menganggap dirinya tidak perlu lagi menghormati dan tunduk kepada pemerintah yang sah. Mereka beranggapan hanya Tuhan saja yang dihormati meskipun mereka sendiri tidak sepenuhnya hidup menurut firman Tuhan. Pandangan ini salah besar. Tidak heran bila rasul Paulus menulis kepada Titus mengingatkan mereka tunduk kepada otoritas . Kita sebagai orang percaya harus belajar menghormati otoritas di atas kita, bila kita ingin hidup dalam perlindungan senantiasa. Sebab otoritas itu berasal dari Tuhan sendiri dan kemudian Tuhan mendelegasikan otoritas itu sesuai dengan maksudNya. Ada tiga kelompok atau golongan yang menerima otoritas dari Tuhan yaitu: Pertama adalah pemerintah. Pemerintah atau penguasa suatu wilayah bangsa atau negara adalah pemegang otoritas sah dari Tuhan. Tugas semua orang termasuk kita sebagai orang percaya juga harus menghormati dan taat pada otoritas tersebut sebagai sesuatu dari Tuhan. Bila kita menghormati, maka kita akan mendapat perlindungan tetapi bila kita membangkang dengan cara melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum yang ada maka kita akan menerima ganjarannya yaitu hukuman. Sebab itu kita harus taat. Kedua adalah Gereja. Mereka adalah para pemimpin rohani kita dan kita harus hormat dan taat pada otoritas tersebut . Bila kita memberontak pada otoritas di gereja maka kita akan mudah terjebak pada penyesatan dan membuka pintu bagi iblis untuk memecah belah serta menghancurkan pelayanan kita. Ketiga adalah Keluarga. Dalam keluarga, suami atau ayah kitalah yang menjadi pemegang otoritas tertinggi, setelah Yesus tentunya. Oleh sebab itu Tuhan mengatakan dalam Efesus 6 : 1-2 . Taatilah otoritas tersebut. Tidak ada ceritanya anak yang membangkang dan memberontak kepada orang tua, hidupnya akan baik-baik. Mengapa ? sebab hal itu melanggar firman Tuhan dan siapa saja yang melanggar firman Tuhan akan menanggung akibatnya. Otoritas merupakan salah satu sistem dalam gereja Tuhan, jadi taatilah otoritas itu supaya hidup Anda berbahagia. (RB-e) Doa: Ya Tuhan, ke dalam tanganMu kami berserah sepenuhnya. Amin! KITA BERKEWAJIBAN MENGHORMATI OTORITAS YANG BERASAL DARI TUHAN

