From: "MANGUCUP" <[EMAIL PROTECTED]>

Kenapa disalib bukannya digantung ?

 
Wah ini sih pertanyaan yang kurang ajar ! Masalahnya Mang Ucup itu orangnya
usil; jadi ingin segala tahu, maka dari itu, saya berusaha untuk mencari 
jawaban dari pertanyaan tersebut diatas.

Kenapa Tuhan Yesus harus disalib, bukannya di gantung, di pancung, di bakar 
ataupun di rajam? Tugas dan misi Tuhan Yesus turun dan datang ke dunia ini 
ialah untuk mati menebus dosa umat manusia. Kalau Tuhan di pancung pasti lebih 
dari cukup darah yang akan keluar untuk menebus dosa-dosa kita, jadi tidak 
seharusnya Ia menderita sekian lamanya di atas kayu salib, yang penting kan 
matiNya! Entah itu mati digantung atau dipancung, atau dirajam kan sama saja, 
ataukah mungkin karena orang Kristen membutuhkan tanda salib, kan enggak lucu 
kalau di gereja dipasang tali atau batu sebagai pengganti lambang salib.

Apakah mati dikayu salib juga merupakan satu persyaratan untuk menebus
dosa-dosa kita? Sebab di dalam Alkitab hanya tercantum bahwa upahnya dosa
adalah maut, tetapi tidak mutlak harus disalib! Bahkan tidak ada satu Rasul
Tuhan pun yang mati disalib seperti Tuhan Yesus.

Apakah Anda tahu bahwa bukanlah suatu kebiasaan orang Yahudi untuk menghukum
mati seseorang diatas kayu salib? Menyalibkan penjahat dalam keadaan hidup
tidak terdapat dalam Kitab Perjanjian Lama, hukuman mati biasanya
dilaksanakan dengan lemparan batu (rajam).

Usai penghakiman biasanya korban dibantai dengan cemeti bertali-tali kulit.
Bantaian ini sangat melemahkan dan mempercepat kematiannya. Setelah itu ia
diharuskan memikul sendiri balok salibnya. Di depannya berjalan seorang
penggawal membawa "gelarnya" yakni tuduhan tertulis yang dituduhkan
kepadanya. Penderitaan yang sangat memalukan bagi seorang korban ialah pada
saat ia memikul kayu salib, karena pada saat tersebut ia masih dalam keadaan
sadar. Oleh sebab itulah orang Roma memakainya bukan hanya sebagai alat
penyiksa dan menghukum mati, tapi juga sebagai alat untuk menghukum
seseorang dengan cara yang sangat memalukan. Yesus tekun memikul kayu salib
dengan mengabaikan kehinaan (Ibr 12:2)

Untuk mempercepat kematian, biasanya pematahan kaki dilakukan, seperti yang
terjadi atas kedua penjahat yang disalibkan bersama Yesus, tapi ini tidak
perlu dilakukan kepada Yesus, karena Ia telah mati sebelumnya. Selama kaki
mereka masih utuh mereka bisa menarik nafas secara wajar, tetapi begitu
kakinya patah mereka akan meninggal dunia dalam saat beberapa menit saja.

Yang boleh menjatuhkan hukuman mati pada saat tersebut, hanyalah pejabat
dari kerajaan Romawi. Dan hukuman salib diberikan kepada para pemberontak
kerajaan Romawi, oleh sebab itulah Pilatus bertanya kepada Yesus "Engkau
inikah raja orang Yahudi?"

Tuhan Yesus diadili sebagai pemberontak yang dianggap ingin menjadi raja dari 
orang Yahudi, maka dari itu tidak ada hukuman lain selainnya harus mati dikayu 
salib!

Tuhan Yesus harus mati sebagai seorang pemberontak ini sudah di nubuatkan
oleh nabi Yesaya Yes 53:12 disamping itu Daud pun di dalam Mazmurnya telah
bernubuat dimana ia menyatakan bahwa "Ia melindungi segala tulangnya, tidak
satupun yang patah" (Mazmur 34:20)

Penulis-penulis sezaman menyimpulkan, bahwa kematian disalib adalah kematian
yang paling menyakitkan dan mengerikan. Namum keempat Injil tidak merinci 
penderitaan ragawi Tuhan Yesus, melainkan dengan sopan berkata "mereka 
menyalibkan-Nya".

Kalau dilihat dari text lagu-lagu di gereja ternyata banyak orang menduga
bahwa Tuhan Yesus itu disalib di atas sebuah BUKIT, tetapi sebenarnya tidak
ada satu ayatpun yang menyatakan bahwa Ia disalib diatas bukit, Lukas
menyatakan bahwa itu adalah "tempat" (Luk 23:33), jadi bukannya bukit
Tengkorak, begitu juga Yoh 19:17 Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar
ke TEMPAT yang bernama TEMPAT Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.

Perkataan bukit pertama kalinya muncul dari tulisan seorang pilgrim dari 
Bordeaux pada tahun 333 M dengan sebutan "Monticulus Golgotha" atau bukit kecil 
Golgota.

Epiphanius (321 - 403 M) menulis bahwa Tuhan Yesus disalib tepat diatas
kuburannya Adam, kepercayaan ini timbul sebab Tuhan Yesus adalah manusia
kedua yang di ciptakan langsung oleh Tuhan, jadi Yesus = Adam kedua. Menurut
pendapatnya ditempat tengkorak (Adam) Golgota itulah Ia disalibkan.

Maranatha
Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.org 
================================================
From: "MANGUCUP" <[EMAIL PROTECTED]>

Penginjil pertama itu Perempuan ! 
Mau atau tidak; kita harus mengakui bahwa setelah Yesus bangkit, pada hari
Minggu itu; Ia menampakkan diri untuk pertama kalinya kepada Maria Magdalena
(Markus 16:9). Yesus telah menyapa dia dengan perintah-Nya yang termasyhur
dalam bahasa Latin “Noli me tangere’ – “Janganlah engkau memegang Aku”,
bahkan Ia juga telah memerintahkan Maria untuk mengabarkan tentang
kebangkitan-Nya atau “kabar baik” ini kepada murid2 lainnya: “pergilah
kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka” (Yoh 20:17).

Jadi tidaklah salah apabila saya menilai bahwa Maria itu sebenarnya adalah
Penginjil pertama tentang kebangkitan-Nya Yesus. Injil dalam bahasa Yunani
euangelion = kabar baik, Yesus memilih dan menugaskan orang pertama didunia
untuk menyebarkan luaskan kabar baik dan “kabar yang sangat penting” (1 Kor
15:4) mengenai kebangkitan-Nya adalah seorang perempuan – Maria Magdalena. 

Menurut pandangan, kebiasaan serta budaya Israel pada saat itu, perempuan
adalah warga negara kelas dua yang kehadirannya sungguh dipandang sebelah
mata dan tiap perkataannya pun harus berulang kali diuji kebenaran, validitas 
serta otoritasnya. Begitu juga ketika Maria Magdalena menceritakan kubur kosong 
dan kebangkitan Tuhan, mereka tidak percaya (Markus 16:11), bukan hanya itu 
saja yang terjadi, sebab kalau kita baca 1 Kor 15:5, bahwa Ia telah menampakkan 
diri kepada Kefas (kenapa tidak ditulis Maria) dan kemudian kepada kedua belas 
murid-Nya. 

Apakah 2000 tahun kemudian, pada jaman abad komputer sekarang ini, keadaan
telah berubah? Tidak! Lihat saja di dalam organisai gereja, kaum perempuan 
tidak pernah mendapatkan posisi untuk memegang pimpinan puncak dan yang boleh 
khotbah di stadion, di TV atau diatas mimbar lebih dari 95% hanya kaum pria 
saja. 

Begitu juga sebagian besar para panatua gereja terdiri dari kaum pria, 
sedangkan pekerjaan-pekerjaan yang mboten-mboten atau pekerjaan PRT, seperti 
mengunjungi orang sakit atau mengunjungi jemaat lansia atau mengurus sekolah 
minggu, pokoknya semua pekerjaan yang tidak menyenangkan diserahkan kepada kaum 
perempuan. Sukar bagi gereja pada saat sekarang ini untuk bisa berjalan tanpa 
bantuannya dari kaum perempuan, hanya sayangnya peran perempuan di gereja 
sampai sekarang ini hanya sebagai pelengkap penderita saja.

Ratusan tahun sudah kaum perempuan direndahkan dan ditindas oleh segala
macam kebohongan dengan menggunakan bermacam-macam dalih dan ayat dari
Alkitab, hanya sayangnya kaum perempuannya sendiri tidak pernah sadar akan
hal ini, bahkan merasakan sudah memang dari sononya harus begitu.

Patut diacungi jempol, bahwa tidak ada satupun dari kaum perempuan yang
mengeluh atau berani buka mulut apalagi berontak ! Mereka melayani dengan
penuh ketekunan dan tanggung jawab. Lihat saja para biarawati, apakah para
mereka boleh khotbah, mereka hanya boleh menjadi perawat dirumah sakit, jadi
guru atau mengurus kebun dan gereja that’s all men!

Begitu ada kaum perempuan yang coba berani ngomong lagsung dibungkem dengan
ayat sumpel penutup mulut dari Rasul Paulus; 1Tomtius 2:11-12 Seharusnyalah
perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh. Aku tidak
mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah
laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.

Kebanyakan dari kaum perempuan itu adalah kaum awam, ya wis manut bae,
karena kita percaya bahwa ayat-ayat dalam Alkitab itu adalah Firman Tuhan
jadi tidak boleh didiskusikan apalagi di debat, bisa-bisa masuk Neraka lho!

Yesus telah menetapkan seorang perempuan sebagai saksi injil pertama, bahkan
telah menugaskan-Nya untuk pergi dan memberitakan injil ini kepada seluruh
pengikut-Nya, jadi bukannya disuru bungkem! Dimana pada saat tsb,
Rasul-rasul pria lainnya sedang bersembunyi, karena ketakutan.

Sebelumnya pun telah ada perempuan yang bersaksi dan berbicara untuk Dia
sehingga banyak orang menjadi percaya kepada-Nya, ialah perempuan Samaria di
sumur, sehingga Yohanes 4:39 banyak orang Samaria dari kota itu telah
menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu

Paulus sendiri memuji Lois dan Eunike karena telah mengajarkan Kitab Suci
kepada Timotius (2 Timotius 1 :5)

Nah kalau Yesus sendiri telah memberikan contoh dan bukti nyata, bahwa
perempuan itu boleh berbicara dan boleh mengabarkan Injil, kenapa pada saat
sekarang ini masih tetap saja begitu banyak orang menentangnya, apakah
mereka itu merasa lebih tinggi dan lebih hebat dari Yesus ???

Hai kaum perempuan bangkitlah, loncatlah dan berteriaklah, agar hidup ini
bisa menjadi lebih hidup !

Maranatha
Mang Ucup – The Drunken Priest
Email : [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.org 

==============================================
From: MANGUCUP 

Sebaiknya dikubur ataukah dikremasi ?

Mengingat mang Ucup pada saat ini sudah berada di terminal untuk berangkat
dengan kloter yang berikutnya pulang kampuang ke alam baka, jadi tidak ada
salahnya mulai dari sekarang merenungkan: Äpakah setelah saya meninggal
sebaiknya dikubur ataukah dibakar ?"

Itu kan bukan urusannya Mang Ucup lagi wong udah koit ! Benar tetapi
bagaimana kalau setelah dibakar saya masuk Neraka, masalahnya berdasarkan
penilaian beberapa umat Kristen, para penduduk di Singapore bakal masuk
neraka semuanya! Kenapa? karena disana semua orang yang meninggal wajib
dikremasi, jadi tidak ada pilihan lainnya, dan mereka menilai bahwa di
kremasi itu haram, bahkan dosa!

Bedanya kremasi dan kubur apa? Yang satu jadi “Abu” yang lain jadi “Debu”! 
Dalam bahasa Ibrani abu dan debu itu sejajar disebut efer atau afar = debu 
(avaq).

Apakah mang Ucup, tidak tahu, bahwa abu itu digunakan sebagai arti kiasan
untuk sesuatu yang tidak berharga (Yes 44:20) maupun kesengsaraan (Mzm
103:9) dan perasaan malu ( 2 Sam 13:19), benar sekali, namun perlu diketahui
juga, bahwa debu juga nilainya tidak lebih daripada abu!

Debu juga melambangkan kemiskinan/hina (1 Sam 2:8), rendahnya kedudukan
manusia ditekankan dengan peringatan bahwa dia berasal dari debu (Kej 2:7),
bahkan debu itu adalah makanan ular (Kej 3:14), dan peringatan akan hukuman
disampaikan dengan mengebaskan debu dari kaki (Mat 10:14-15; Kis 13:51).

Tetapi mang bukankah tercantum dalam Alkitab dari debu kembali menjadi debu
jadi bukannya jadi abu begitu (Kej 3:19), kalho begitu berarti nilainya debu
lebih tinggi dari abu dong! Siapa bilang lihatlah perkataan dari Abraham sendiri

Abraham sendiri menyatakan bahwa dirinya itu adalah DEBU dan ABU!
Kejadian 18:27 Abraham menyahut: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri
berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu. 

Tetapi kalau kita baca dalam Alkitab, Tuhan berfirman agar para perempuan
sundal itu dibakar! (Imamat 20:24 & Imamat 21:9), benar dibakar seperti babi
guling, tetapi mereka dibakar dalam keadaan masih hidup jadi beda dengan
kremasi dimana yang dibakar adalah mayat!

Dalam seluruh Alkitab tidak ada mayat yang dikremasi terkecuali mayat Saul
dan anak-anaknya (1 Sam 31:12), mungkin ini mereka lakukan ini, karena mayatnya 
Saul sudah bau dan sudah dihancurkan sedemikian rupa oleh orang2 Filistin.

Berdasarkan budaya Yahudi di dalam Alkitab, tidak ada seorangpun yang di
kremasi, jadi seharusnya umat Kristen sekarang juga tidak boleh dikremasi,
bahkan Tuhan Yesus sendiri tidak di kremasi!

Emangnya kalho jadi Kristen kita harus mengambil alih budaya orang Yahudi,
bahkan banyak orang Kristen kebelinger yang berusaha untuk mengingkari
budaya leluhurnya sendiri, kalho mo jadi orang Yahudi tulen dan mengambil
alih budayanya janganlah setengah2, copy lah seutuhnya. 

Antara lain, orang Yahudi apabila mereka mati, mereka tidak pernah pakai peti 
jenazah (Luk 7:12,14) dan dibukurnya bukannya dibawah tanah melainkan di dalam 
gua atau lubang dalam karang Sara (Kej 23:19), Abraham (Kej 25:9) dan banyak 
lagi peraturan2 lainnya, bahkan Tuhan Yesus sendiri tidak dikubur dibawah tanah.

Mang kenapa Tuhan Yesus tidak di kremasi azah, agar kita juga bisa mengikuti
jejak-Nya? Kalau Tuhan Yesus di kremasi, bagaimana Ia mau bangkit lagi, wong
tubuh-Nya udah jadi abu!

Jadi satu nonsen besar dan bodor tulen apabila ada orang yang menyatakan
bahwa orang Kristen TIDAK boleh di kremasi!!!!

Maranatha
Mang Ucup – The Drunken Priest
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.org

Kirim email ke