Bacaan: Lukas 23:50-56a

Terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali. Itu adalah ungkapan yang 
sering kita dengar.

Yusuf adalah seorang murid Yesus yang sembunyi-sembunyi (Yohanes 19:38) berasal 
dari Arimatea, sebuah kota kecil Yahudi di daerah perbukitan Efraim, sekitar 20 
mil arah barat laut dari Yerusalem.
Lukas menggambarkannya sebagai orang kaya yang juga baik lagi benar dan tidak 
setuju dengan keputusan Majelis Besar yang merupakan sutradara di balik drama 
penyaliban Yesus.
Namun Yusuf tidak berani bertindak untuk menyatakan imannya didepan orang 
banyak.

Tapi sekarang Yesus sudah mati, dan teriakan kematianNya mengubahkan iman 
kepala pasukan dan orang banyak yang menyaksikan proses penyaliban itu. 
Termasuk juga Yusuf.

Yusuf juga hadir disana, ia melihat guruNya disiksa, dicemooh, dihina lalu 
disalibkan hingga darah tercurah keluar. Yusuf melihat itu semua, namun ia 
hanya berani diam. Tidak berani berkata-kata. Tidak berani membela Yesus secara 
terang-terangan. Tidak berani ikut mati bagi Yesus.

Kenapa demikian?

Karena sekali lagi..., Yusuf adalah hanyalah murid diam-diam. Seorang baik lagi 
benar yang tidak berani menyatakan imannya didepan orang banyak.

Saya takut sekali melihat hal ini.

Tetapi setelah proses penyaliban Yesus dan teriakan kematiannya yang 
mengubahkan itu, Yusuf mulai berani.

Yusuf bertekad untuk meresikokan dirinya. 
Yah..., belum terlambat! Masih ada yang bisa saya lakukan yang terakhir bagi 
Yesus, begitu pikirnya.

Yusuf memberanikan diri menghadap Pilatus untuk mengubur Yesus. Ini adalah 
keberanian yang luar biasa. Kemudian mengapani-Nya dengan kain lenan mahal yang 
merupakan pakaian keharusan bagi para imam (Keluaran 28:39). Terakhir, Yusuf 
juga memberikan kuburan miliknya yang belum dipakai untuk Yesus. Yusuf ingin 
memberikan yang terbaik untuk yang terakhir kalinya bagi Yesus.

Belum terlambat..., belum terlambat..., belum terlambat. Masih ada kesempatan 
untuk menyatakan cinta saya sebagai seorang murid kepada Yesus, begitu pikir 
Yusuf.

Saya sedih dan takut merenung perikop ini.

Saya melihat jelas sekali, saya adalah Yusuf. Terlalu takut untuk bersaksi. 
Telalu takut untuk menyatakan cinta saya kepada Tuhan Yesus dihadapan orang 
banyak. 

Tuhan Yesus, setelah proses kematianMu, jadikan saya seperti Yusuf. Belum 
terlambat untuk besaksi dan berbuat bagi Engkau.
Pakailah hambaMu ini seturut kehendakMu dan kuatkan hambaMu ini dalam setiap 
tugas panggilanMu, Amen.



Sumber:

http://thermanto.blogspot.com/





-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

If you have any comment or suggestion about this mailing list, 
to : [EMAIL PROTECTED]

Bagi Saudara yang berdomisili di Amerika, saudara dapat bergabung
dengan mailing list Keluarga Kristen USA (KK-USA) dengan mengirimkan
email kosong ke [EMAIL PROTECTED] dan ikuti instruksi 
yang ada.
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke