From: Jacqueline SOUISA 

Tebarkan jalamu!
Lukas 5:1-11

"Simon menjawab:"....., tetapi karena Engkau yang menyuruhnya, aku akan
menebarkan jala juga." (Lukas 5:5)

Tiga belas tahun yang lalu ketika saya masih melayani di daerah terpencil, di 
pegunungan Jayawijaya, Papua, saya mengunjungi sebuah kampung yang bila 
ditempuh dengan berjalan kaki memerlukan waktu 2 hari dari tempat pelayanan 
saya. Perjalanan hanya bisa ditempuh melalui jalan setapak diantara rumput liar 
dan semak belukar. Ada
kalanya memasuki hutan yang lebat, gelap, dan matahari tidak terlihat, walaupun 
waktu masih menunjukkan pukul satu siang.

Sewaktu berjalan menelusuri jalan setapak, tiba-tiba jalan tersebut tidak 
terlihat, hilang karena ditumbuhi rumput liar dan semak belukar. Di sana sini 
berdiri pohon-pohon besar berusia ratusan tahun. Saya kehilangan jalan. 
Sementara saya tidak tahu kemana saya akan melangkah, tiba-tiba salah satu dari 
beberapa orang teman penduduk setempat yang masih memakai koteka yang menjadi 
pemandu jalan saya, berteriak: "Bapak, jalan ke sini!"

Walaupun saya tidak melihat adanya jalan setapak, saya memutuskan untuk 
mengikuti orang tersebut karena dia lebih menguasai daerah tersebut dari pada 
saya. Kira-kira satu jam kemudian saya sudah melihat lagi adanya jalan setapak.

Pengalaman yang saya ceritakan di atas tidak jauh berbeda dengan apa yang 
dialami oleh Simon Petrus. Sebagai seorang nelayan professional, ia sudah tidak 
tahu lagi apa yang akan diperbuatnya. Dalam keadaan putus asa, pada saat itulah 
Yesus memerintahkannya untuk menebarkan jalanya. Ia menurut saja tanpa protes. 
Akhirnya, ia mendapat ikan dalam jumlah yang sangat banyak.

Apakah saat ini kita sedang mengalami kesulitan, beban berat, awan gelap, dan 
tidak mengetahui ke mana arah hidup kita? Mari kita lakukan saja apa yang 
menjadi perintah Tuhan, dan kita akan melihat dengan jelas pimpinan Tuhan dalam 
hidup kita.

DOA: Tuhan, tolonglah kami untuk taat, walaupun mungkin kami tidak tahu untuk 
apa harus melakukannya. Amin. 
=============================================
From: Jacqueline SOUISA 

20 Detik Terpenting di dalam Hidup Anda 

Kita mungkin setuju bahwa memiliki asuransi kesehatan adalah keputusan yang 
bijak, berarti kita membuat perencanaan finansial untuk mengantisipasi 
kemungkinan menderita sakit. Namun jauh lebih bijak bila kita mempersiapkan 
diri untuk suatu kejadian yang akan kita alami kelak, yang berdampak pada 
kekekalan yakni keberangkatan kita dari bumi.

Ibrani 9:27 tertulis, "manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan 
sesudah itu dihakimi." Itu artinya, setelah kita mati, kita tetap akan berada 
dalam keadaan sadar untuk menjalani kekekalan, entah di dalam hadirat Tuhan 
yang penuh berkat, atau terpisah dari-Nya di tempat penghukuman abadi (Matius 
25:46). Tidak ada satu ayat pun di Alkitab yang menyebutkan adanya kesempatan 
kedua sesudah mati. Hanya
selama hidup di bumi saja, kita masing-masing menentukan nasib kelak.
Hanya ada satu jalan untuk dapat menikmati kekekalan di surga, yaitu percaya 
kepada Yesus sebagai Juru selamat.

Bayangkanlah bila tiba-tiba kita sampai kepada akhir hidup tanpa ada kesempatan 
mengambil keputusan untuk percaya Yesus. Bayangkanlah bila menghadapi kekekalan 
tanpa Tuhan, yaitu di tempat penyiksaan, dimana setiap hari terasa jauh lebih 
menyakit kan dibanding hari yang terburuk sekalipun yang pernah dialami di 
bumi. Kita tentu akan bersedia melakukan apa saja asalkan bisa mengubah keadaan 
yang buruk itu.

Ada Kabar Baik! Kita dapat membuat keputusan itu sekarang juga.
Menikmati kekekalan bersama Tuhan, dimana kita akan mengalami "sukacita 
berlimpah-limpah dan nikmat senantiasa" (Mazmur 16:11). Hanya satu syaratnya: 
Akuilah di hadapan Tuhan bahwa Anda orang berdosa, dan bahwa Anda menyesal atas 
segala kesalahan yang pernah Anda lakukan. Katakanlah kepada Yesus: Aku tahu 
bahwa Engkau telah mati di kayu salib untuk membayar lunas utang dosaku, dan 
Engkau telah dikuburkan, namun bangkit kembali. Lalu mintalah Tuhan mengampuni 
segala dosa, dan dengan iman menerimaNya sebagai Juru selamat pribadi.

Hanya perlu 20 detik untuk mengucapkan kata-kata di atas. Bila setuju dengan 
pesan singkat ini, dan percaya kepada Yesus sebagai Juru selamat, maka dalam 
sekejap Anda telah mengubah akhir dari keberadaan di dalam kekekalan. Begitu 
banyak orang mengabaikan keputusan yang teramat penting ini. Mereka berpikir 
dapat membuat keputusan itu di lain hari, padahal tidak ada jaminan sama 
sekali. Keputusan yang paling berharga bila kita menerima "asuransi jiwa kekal" 
yang ditawarkan Tuhan. Inilah
hadiah Paskah terindah.
===================================
From: Andre Widodo 

Tuhan "I AM WHO I AM"

Shalom,

Musa dalam Mazmur 90:12 menuliskan suatu ayat yang sangat dalam maknanya.

Mazmur 90:12
"Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati 
yang bijaksana."

Tuhan kita adalah Tuhan yang peduli kepada kita setiap hari. Dalam Mazmur 90:12 
Musa memohon kepada Tuhan agar Ia mengajar kita menghitung hari-hari kita agar 
kita beroleh hati yang bijaksana. Menghitung hari disini bukan berarti 
menghitung hari seperti hari Senin, sesudah Senin kemudian Selasa dan 
seterusnya. Bukan! Bukan itu yang dimaksud. Menghitung hari yang dimaksud dalam 
Mazmur 90:12 adalah menganalisa hari-hari kita. Bagaimana kita mengetahui 
kualitas kehidupan kita setiap hari. Sebab keberhasilan hidup dalam sehari akan 
menentukan kehidupan dalam seminggu, dan keberhasilan hidup dalam seminggu akan 
menentukan keberhasilan hidup dalam sebulan, keberhasilan hidup dalam sebulan 
akan menentukan keberhasilan hidup dalam setahun dan seterusnya.

Ketika Musa mendapat tugas dari Tuhan untuk memimpin bangsa Israel keluar dari 
kekuasaan Firaun, Musa menanyakan NamaNya sehingga dapat Musa sampaikan kepada 
bangsa Israel ( Keluaran 3:14 ). Dan Tuhan menjawab Musa : " ehyeh-asher-ehyeh"

Frase ''ehyeh-asher-ehyeh'' dalam King James Version ditulis ''I AM WHO I AM" 
atau "AKU ADALAH AKU". Nama "YHVH" adalah bentuk yang tidak dapat diucapkan 
dari "AKU ADALAH AKU". 

Exodus 3:14 NASB
"God said to Moses, "I AM WHO I AM"; and He said, "Thus you shall say to the 
sons of Israel, 'I AM has sent me to you."

Keluaran 3:14
"Firman Tuhan kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah 
kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."

Jika Nama-Nya adalah "I AM WHO I AM", hal ini menjelaskan kepada kita bahwa 
Tuhan adalah hadir saat ini. Ia ada sekarang ini. Ia bukan Tuhan masa lalu, dan 
Ia bukan Tuhan yang akan ada di masa depan, tetapi Ia hadir saat ini. Kata ini 
adalah bentuk present tense.

Kadang dalam hidup ini kita sering menemukan orang-orang yang masih hidup dalam 
masa lalu. Secara jasmani tubuhnya hidup di saat ini tetapi hati pikiran dan 
jiwanya ada di masa lampau. Seseorang yang memiliki kepahitan hidup atau dendam 
atau pengalaman pahit di masa lalu adalah orang-orang yang masih hidup dalam 
masa lalu. Orang-orang yang bertipe demikian tidak akan menemukan hadirat Tuhan 
dalam hidupnya, karena Ia adalah "I AM WHO I AM". Ia adalah Tuhan yang ada 
dalam hidup kita sekarang ini.

Sebaliknya sering juga kita menemukan orang-orang yang futuristik atau 
orang-orang yang sangat takut akan masa depan. Orang-orang seperti ini biasanya 
mempunyai suatu ciri khas, yaitu selalu diliputi oleh rasa kuatir, ketakutan 
dan ketidakpastian. Orang-orang seperti ini juga tidak akan menemukan hadirat 
Tuhan dalam hidupnya, karena Ia adalah "I AM WHO I AM". Ia adalah Tuhan yang 
ada dalam hidup kita sekarang ini, ya hari ini!

Dalam Doa Bapa Kami, Tuhan Yesus juga menjelaskan kepada kita bahwa Ia adalah 
Tuhan yang ada hari ini.

Matius 6:11 "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya."

Mengapa Tuhan mengajarkan hanya "pada hari ini"? Mengapa tidak dikatakan "pada 
minggu ini"? Atau "pada bulan ini"? Atau dalam zaman yang serba praktis saat 
ini, mengapa kita tidak diajar untuk mengatakan "Berikanlah kami pada abad ini 
makanan kami yang secukupnya"? Mengapa?

Sebenarnya hal ini menunjukkan karakter Tuhan kita. Dalam Doa Bapa Kami, Tuhan 
menunjukkan karakterNya. Ia adalah "I AM WHO I AM". Ia adalah Tuhan yang ada 
saat ini. Jadi melalui Doa Bapa Kami Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita agar 
senantiasa bergantung kepadaNya setiap hari. Dari hari ke hari harapan kita 
hanya ada padaNya.

Itu sebabnya Tuhan Yesus mengatakan dalam Matius 6:34.

Matius 6:34
"Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai 
kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Jadi sebenarnya sebagai anak-anak Tuhan, kita adalah manusia yang paling 
berbahagia. Mengapa? Karena Firman Tuhan sudah mengatakan bahwa selama-lamanya 
kesusahan dalam kehidupan ke-Kristen-an kita, maksimal adalah untuk sehari. 
Untuk hari besok, lain lagi dengan hari sekarang, dan kita percaya bahwa Tuhan 
kita adalah beserta kita. Haleluya!

Apakah yang dimaksud dengan sehari dalam Alkitab? Jika kita ingin mengetahui 
makna satu hari dalam Alkitab maka kita harus merubah pola pikir kita dahulu. 
Sekarang kita hidup berdasarkan Gregorian kalendar, dimana hari dimulai pada 
tengah malam pukul 00.00 sampai berakhir pada pukul 23.59. Tetapi jika kita 
menyelidiki apa kata Alkitab maka kita akan mengetahui bahwa makna sehari dalam 
Firman Tuhan adalah bukan demikian.

Mari kita lihat bersama.

Kejadian 1:5 "Dan Elohim menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah 
petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama."

Kejadian 1:13 "Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga."

Sejak hari penciptaan Tuhan sudah menetapkan bahwa hari dimulai sejak petang, 
atau dimulai sejak matahari terbenam sampai kepada matahari terbenam kembali. 
Itulah definisi satu hari dalam Firman Tuhan. Dan bangsa Israel sampai saat ini 
masih tetap mempraktekkan hal ini.

Sering anak-anak Tuhan tidak menyadari bahwa kita memulai hari tanpa persiapan. 
Kadang setelah matahari terbenam kita lebih senang menikmati acara televisi dan 
beristirahat setelah siang hari bekerja. Padahal untuk memulai hari dengan 
berkemenangan bersama Tuhan, hal ini dimulai pada awal hari. Dan berdasarkan 
Firman Tuhan, awal hari adalah bukan pukul 00.00 tetapi awal hari adalah sejak 
matahari terbenam. 

Mazmur 127:2
"Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan 
roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang 
dicintai-Nya pada waktu tidur."

Justru Tuhan mulai memberkati kita pada awal hari, yaitu pada saat matahari 
terbenam. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan di Mazmur 127:2 di atas. Lalu, 
bagaimana dengan mereka yang tidak memulai hari dengan Firman Tuhan tetapi 
beristirahat dan bersantai? Tentu saja mereka lain dengan orang-orang yang 
telah mempersiapkan diri mereka menghadapi hari baru dalam Tuhan. Mereka yang 
mempersiapkan diri menghadapi hari yang baru sejak matahari terbenam adalah 
mereka yang akan menghadapi kemenangan dalam kehidupannya esok pagi dan 
seterusnya sampai matahari terbenam.

Paulus pun menegaskan kita tentang pentingnya mempersiapkan diri menghadapi 
hari yang baru. Mari kita baca di bawah ini.

Efesus 4:26
"Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari 
terbenam, sebelum padam amarahmu".

Jika kita marah, jangan sampai kita berbuat dosa dan padamkanlah amarahmu 
sebelum matahari terbenam, karena setelah matahari terbenam adalah awal 
dimulainya hari baru, sehingga kita dapat hidup berkemenangan dalam hari yang 
baru bersama Tuhan kita Yesus Kristus. Ingat!...Ia adalah Tuhan yang ada saat 
ini! Sekarang ini! Ia adalah "I AM WHO I AM". Jadi persiapkanlah diri kita 
sebelum matahari terbenam dengan hidup di dalam Firman Tuhan, maka hidup kita 
akan berkemenangan setiap hari.

Terpujilah Tuhan kita Yesus Kristus. Haleluya!

Shalom
Andre

Kirim email ke