From: Dewi Kriswanti WARISAN YANG KEKAL Bacaan: I Raja-raja 2:1-12
"Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Tuhanmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuanNya." (I Raja-raja 2:3) Warisan sesuatu yang ditinggalkan kepada keturunan, sewaktu manusia meninggal dunia. Bisa ada warisan itu, bisa pula tak ada sama sekali. Bahkan tak jarang pula justru ketika seseorang meninggal dunia, ada banyak masalah yang diwariskannya. Jadi, ketika mendapat warisan jangan girang dulu. Dalam konteks renungan ini, kita dapat belajar dari perbuatan Raja Daud, saat mewariskan kepada anaknya. Daud sebelum meninggal, dia memberikan warisan yang sangat berharga sekali dalam hidupnya dan anaknya. Daud memberikan yang terbaik dengan memberikan nasihat-nasihat yang begitu berharga bagi putranya. Kita melihat hasil dari nasihat itu adalah Salomo, menjadi seorang yang berhasil baik dalam kehidupannya dan kepemimpinannya. Warisan terpenting yang diberikan Raja Daud bukanlah harta kekayaan yang dia miliki atau kedudukannya. Dia menasihati anaknya untuk selalu melakukan kewajibannya dengan setia terhadap Tuhan,dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya. Dengan demikian akan Tuhan menepati janji yang diucapkanNya, yaitu: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup dihadapanKu dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel." (I Raja 2:3-4). Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus hendaknya kita telah mempersiapkan warisan yang sangat berharga kepada anak-anak, saudara-saudara, teman-teman kita yaitu "Firman Tuhan" karena itulah yang akan menyelamatkan anak cucu kita untuk hidup berkemenangan dalam Tuhan. "Segala tulisan yang diilhamkan Tuhan memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran" (2 Timotius 3:16). Apakah kita sudah memberikan warisan yang berharga kepada anak-anak kita? Marilah kita meneladani Raja Daud yang memberikan warisan yang terbaik bagi anaknya. Artinya, ia melihat bahwa warisan harta dunia bisa habis dalam sekejap, tetapi kasih dan firman Tuhan adalah kekal dan abadi dalam kehidupan ini. (SKD) Doa: Ajarlah kami Tuhan untuk dapat memberikan yang terbaik dan yang berharga bagi anak-anak kami. Amin! WARISAN YANG BERHARGA ADALAH KESELAMATAN DALAM KRISTUS ================================================== From: "maria nima" <[EMAIL PROTECTED]> Tuhan suka padamu... Kalau Dia punya dompet, pasti fotomu disimpan didalam-nya, Kalau Dia punya kulkas, fotomu pasti disimpan di pintunya, Dia mengirim bunga untukmu setiap musim semi dan matahari terbit setiap pagi, Kalau kamu ingin bicara, Dia pasti mau mendengarkan. Sebenarnya Dia bisa tinggal dimana saja di alam semesta ini, dan Dia memilih hatimu. Terima saja sobat, Dia tergila-gila padamu! Kayak nya mungkin kamu susah sekali percaya bahwa Tuhan mengenal namamu. Dia benar benar mengenal namamu (Yes45:3-4) . Tertulis ditelapak tangan-Nya,diucapkan dengan mulut-Nya, Dibisikkan dengan bibir-Nya, Namamu. Hati kita tidak cukup besar untuk memuat semua berkat yang ingin Tuhan berikan. Jadi, coba ini : Kalau matahari terbit membuatmu begitu takjub sampai menahan nafas, atau bunga bunga dipadang membuatmu begitu terpesona, sampai tidak bisa berkata kata tetaplah seperti itu. Tidak perlu mengatakan apa-apa dan dengarkan sorga berbisik, "Kau suka itu? Aku melakukannya hanya untukmu" Kalau kita saja suka memberi hadiah hadiah untuk menunjukkan kasih sayang kita,apalagi Dia? Bisa saja Dia biarkan bumi ini datar dan berwarna abu-abu, tapi Dia tidak begitu. Dipercikan-Nya warna jingga pada matahari terbit, Dan diberi-Nya warna biru pada langit. Dan kalau kamu suka melihat sekawanan angsa yang sedang berkumpul, kamu juga pasti bisa melihatNya. Apa Dia harus menjadikan bulu ekor musang empuk dan lembutnya? Apa Dia harus membuat burung- burung berkicau? Dan lucunya ayam berjalan tergopoh gopoh. Atau dasyatnya gelegar guntur ? Mengapa Dia memberi aroma bagi bunga? Mengapa Dia memberi rasa pada makanan? Mungkinkah itu semua karena Dia suka sekali melihat raut wajahmu? Jadi berjanjilah, kamu tidak akan lupa, bahwa kamu bukan suatu kebetulan atau kejadian.. kamu adalah karunia bagi dunia. Karya seni sorgawi, tanda tangan Tuhan. (Engkau menenunku didalam kandungan ibuku, Mazmur 139:13) kamu ditenun/rajutNya, Kamu bukan produksi massal, kamu bukan hasil buatan mesin. Kamu dirancang secara khusus, diberi karunia khusus,dan ditempatkan didunia ini dengan penuh kasih.. oleh sang Pencipta Agung. MenurutNya kamu adalah hal terindah yang melesat turun dari puncak dalam sekejap. Menolehlah kepinggir jalan, lihat, Tuhan sedang bersorak sorak memberimu dukungan dalam lomba lari. Coba lihat ke depan ke garis akhir, lihat Tuhan sedang bertepuk tangan memuji langkahmu. Tuhan ada bagimu Kalau Tuhan punya kalender,pasti tanggal ulang tahunmu sudah di lingkari. Kalau Dia menyetir mobil, pasti namamu sudah tertulis di bemperNya, Kalau ada pohon di sorga, pasti Dia sudah mengukir namamu dibatangnya. Mungkin kamu tidak mau menggangu Tuhan dengan lukamu. Tetapi "Dia yang memelihara kamu" ( 1 Petrus 5:7 ) Dia menunggumu, untuk memelukmu. dalam keberhasilan dan kegagalanmu. Bapa Sorgawi sangat menyayangimu dan hanya ingin memberikan kasih-Nya kepadamu. Tanpa dibatasi oleh waktu, Tuhan melihat kita semua. Gelandangan & anak terlantar, semuanya. Dia melihat kita sebelum kita dilahirkan. Dan Dia suka dengan semua yang dilihatNya. Dengan luapan emosi, penuh kebanggaan,sang Pencipta bintang itu menoleh ke arah kita, satu persatu dan mengatakan "Engkau anakKu, Aku sangat mengasihimu" Aku tahu, suatu hari nanti, engkau akan berpaling dariKu dan menjauh. Tetapi Aku ingin engkau tahu,Aku telah menyediakan jalan pulang bagimu. Kamu telah memikat hati Tuhan. Dia tidak sanggup hidup tanpamu. Impian Tuhan, membawamu dengan denganNya. Dan jalan menuju salib, memberitahu kita, sejauh apa jalan yang Tuhan tempuh untuk memanggil kita kembali kepadaNya. "Apa yang bisa membuatKu berhenti mengasihimu?"tanya Tuhan. "Ingin tahu berapa lama kasihKu akan bertahan? Lihat saja, Aku bicara dalam bahasamu,tidur diduniamu, dan merasakan sakitmu. temukan jawabannya diatas kayu salib itu,di atas bukit berbatu itu. Itulah bukti besarnya kasihKu kepadamu" Masih banyak yang Tuhan lakukan selain mengampuni kesalahan kita, Dia menghapusnya!kita hanya harus membawa kesalahan kita kepadaNya. Kamu bisa bicara dengan Tuhan karena Tuhan pasti mendengarkan. Biar saja air mata menetes dipipimu Ia akan menyekanya. Dia telah mengutus malaikat malaikat Nya untuk menjagaimu(Maz.91:11), Roh KudusNya untuk tinggal didalammu. Gereja Nya untuk mendukung mu dan pedangNya untuk mempimpin mu. Sebesar kerinduan mu untuk bertemu dengannya, lebih besar lagi kerinduanNya untuk bertemu denganmu. Kalau kamu menyetuh hati Tuhan, pakai lah nama sebutan yang paling Ia sukai panggil dia "Bapa" Menurut Tuhan, kamu indah! (by Max Lucado) karena sungguh Tuhan mengasihimu...(Yes43:4) nima saragih proklamasi 27 [EMAIL PROTECTED] 'selalu ingin tahu" ================================================== From: goenawan BURUNG2 TUA YG BERHARGA Walaupun sebenarnya memalukan tetapi cerita di bawah ini adalah benar. Kiranya Anda akan diberkati seperti saya ketika membaca cerita ini. Berapa banyak orang akan menghapus tanpa membacanya karena judul cerita ini. Adalah seorang bernama George Thomas, seorang pendeta di sebuah kota kecil di New England. Pada suatu hari Minggu Paskah, dia datang ke gereja dengan membawa sebuah sangkar burung yang tua, penyok dan berkarat. Banyak alis mata yang dinaikkan, dan seperti menanggapi hal itu, pendeta Thomas mulai berbicara. Kemarin sementara saya berjalan saya melihat seorang anak laki2 berjalan dari arah berlawanan sambil mengayun-ayunkan sangkar ini, di dalamnya ada tiga burung kecil yang menggigil kedinginan dan ketakutan. Saya menghentikan anak itu dan bertanya,"Apa yang kau punyai, nak?" "Hanya beberapa burung tua," jawabnya. "Apa yang akan kau lakukan dgn mereka?" saya bertanya. "Membawanya pulang dan mempermainkannya, Akan akan menggodanya dan mencabuti bulunya supaya mereka saling berkelahi. Saya akan sangat senang," "Tetapi lama-lama engkau akan bosan dengan burung2 itu, lalu apa yang engkau akan perbuat?" "Oh, saya punya beberapa kucing," kata anak itu. "Mereka suka burung. Saya akan memberikan burung2 ini kepada mereka." Pendeta itu diam sejenak. "Berapa engkau mau jual burung2 itu, nak?" "Anda tidak akan mau burung2 ini, tuan. Mereka hanya burung2 tua biasa. Mereka tidak dapat menyanyi dan juga tidak indah!" "Berapa?" pendeta itu bertanya lagi. Anak itu mulai menyangka pendeta itu mungkin gila dan mengatakan. "$ 10(Sembilan puluh ribu)?" Pendeta itu merogoh sakunya dan mengeluarkan uang sepuluh dollar. Ia menaruhnya di tangan anak itu. Seperti kilat anak itu menghilang. Dengan hati-hati pendeta itu menjinjing sangkar itu ke ujung sebuah gang di mana terdapat pohon dan lapangan berumput; membuka pintu sangkarnya dan perlahan-lahan menepuk sangkar itu untuk mengeluarkan burung2 itudan melepaskan mereka. Nah, itulah penjelasan adanya sangkar burung di atas mimbar, kemudian pendeta itu menceritakan cerita ini: Pada suatu hari Tuhan Yesus berbicara dengan Setan. Si setan baru keluar dari taman Firdaus dan dengan sombong membanggakan diri. "Benar, Tuan. Saya baru menangkap dunia penuh dengan manusia disitu. Aku membuat perangkap dengan umpan yang tidak dapat mereka tampik. Saya mendapatkan mereka semua! "Apa yang akan kau lakukan dengan mereka?" tanya Yesus. Setan menjawab: "Oh, aku akan bersenang-senang! Aku akan mengajar mereka bagaimana menikah dan menceraikan satu sama lain, bagaimana membenci dan menekan serta memanfaatkan satu sama lain, bagaimana merokok, mabuk dan mengumpat. Aku akan mengajar mereka menciptakan senjata dan bom dan membunuh satu sama lain. Aku akan sangat menikmatinya!" "Dan apa yang kau perbuat setelah engkau bosan?" Yesus bertanya lagi. "Oh, aku akan membunuh mereka," jawabnya dengan sombong. "Berapa engkau mau menjual mereka?" Yesus bertanya "Hah? Anda tidak akan mau. Mereka ini tidak berguna. Mereka hanya akan meludahi Anda, mengumpat dan membunuh Anda. Anda tidak akan mau orang2 itu!" "Berapa?" tanya Dia lagi. Setan memandang Yesus dan mengejek, "Semua darah-Mu, air mata dan hidup-Mu." Yesus berkata, "JADI!" kemudian Dia membayar harganya. Pendeta itu mengangkat sangkar tadi dan meninggalkan mimbar.

