From: "e-JEMMI" <[EMAIL PROTECTED]>
e-JEMMi - Edisi 10-20#2007 -- Melayani sebagai Dokter
EDITORIAL
Salah sejahtera,
Profesi dokter sangat dipandang tinggi karena pengabdiannya untuk
menolong orang yang menderita sakit. Namun, ada kalanya profesi ini
juga bisa diselewengkan, sehingga mendatangkan malapetaka, misalnya
praktik aborsi ilegal atau malpraktik. Oleh karena itu, ketika
seorang dokter Kristen melayani, ia tidak hanya bertekad untuk
menolong sesama, tetapi juga harus memiliki prinsip iman yang kuat,
sehingga memiliki tanggung jawab moral untuk tidak melanggar kebenaran Tuhan.
Edisi e-JEMMi kali ini akan menolong kita untuk melihat dan mengerti
panggilan pelayanan seorang dokter Kristen. Kiranya melalui sajian
kami ini, para pembaca boleh semakin terbeban untuk berdoa bagi para
dokter Kristen yang saat ini melayani di lapangan. Biarlah mereka
mendapatkan kekuatan melalui doa-doa Anda. Selamat berdoa.
Redaksi e-JEMMi,
Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
RENUNGAN MISI
PELAJARAN DARI RUANG OPERASI
============================
Baca: Wahyu 7:9-17
"Kamu ... menerima pengajaran ... yaitu bahwa kamu, berhubung dengan
kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang
menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu
dibarui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru,
yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan
kekudusan yang sesungguhnya." (Efesus 4:21-24)
Dunia ruang operasi yang misterius sungguh menakutkan bagi
mahasiswa, tapi aturan dasarnya adalah mempertahankan kesterilan.
Saya pernah diizinkan melihat seorang ahli bedah plastik kenamaan
bekerja. Ketika ia menunjukkan lukanya, semua siap untuk pembedahan,
ia melangkah mundur dan menyenggol lengan saya. Saya tidak akan
pernah melupakan pertanyaannya, "Kau menyentuhku?" Saya hanya manggut dan
merasa malu sekali ketika ia berkata kepada perawat, "Saya sudah tidak steril."
Ketika Tuhan Yesus Kristus turun ke bumi, Ia sama sekali tak
bercacat. Ia murni dan steril, sehingga Ia bisa membawa kesembuhan
bagi dunia kita yang sudah tercemar. Saya membayangkan kehadiran-Nya
di sini seperti kebalikan dari situasi di ruang operasi. Apa pun
yang Ia sentuh menjadi bersih. Ketika Ia memilih untuk mati bagi
dosa dunia, Ia mencemarkan diri-Nya sendiri, dan merasakan apa arti
najis untuk pertama kalinya. Penderitaan dan penghinaan yang
dialami-Nya tak terbayangkan. Untuk pertama kalinya, Ia tidak
diperkenankan berdekatan dengan Bapa-Nya, dijauhkan dari semua yang
Ia kasihi, karena Ia telah tercemar oleh dosa kita. Namun, Allah
Bapa mampu, dengan kekuasaan-Nya yang menakjubkan, untuk memulihkan
kesterilan Putra-Nya. Sekarang, melalui Tuhan Yesus, kita bisa
dibalut dengan balutan steril -- pakaian keselamatan (Yesaya 61:10).
Semua ini penting, sebelum kita, dengan yakin, bisa mendekati Allah.
Ketika kita memasuki ruang operasi dalam keadaan sebagaimana adanya,
kita tidak steril dan dilarang masuk, kecuali kita sudah mencuci
diri dengan sempurna dan memakai pakaian khusus. Demikian pula, kita
tidak bisa mendekati Allah dengan mengandalkan kebaikan kita sendiri. Hanya
anugerah-Nya yang bisa membuat kita bersih dan tetap menjaga kebersihan kita.
Sumber diambil dari:
Nama majalah: Sumber Hidup Praktisi Medis, Edisi 22 Januari 2006
Penulis : --
______________________________________________________________________
TOKOH MISI
DOKTER MISIONARIS:
Dr. C. Everett Koop
===================
Setelah bekerja selama tiga puluh tahun sebagai dokter bedah anak
terkemuka, Dr. C. Everett Koop mendekati masa pensiun pada
pertengahan tahun 1970-an ketika beliau memutuskan bahwa perjuangan
melawan aborsi itu sepenting usaha menyelamatkan nyawa di meja
operasi. Koop adalah seorang Kristen taat yang mencurahkan hasratnya
dalam menentang aborsi ke dalam dua buku, lima film pendidikan, dan
tur ceramah ke berbagai kota di negaranya. Gaya argumentasinya
netral: dalam satu bagian film, Koop memandangi lautan boneka
telanjang yang melambangkan janin-janin korban aborsi dan berkata,
"Saya berdiri di Sodom, tempat terjadinya kejahatan dan kematian."
Apa yang sudah dikerjakannya selama ini mendorong Ronald Reagan
untuk mencalonkan Koop sebagai "surgeon general" (kepala jawatan
kesehatan) pada tahun 1981. Selama delapan bulan, pengangkatan Koop
ditunda oleh Kongres karena kubu liberal menentang pandangan Koop,
kefanatikannya, dan keyakinannya akan kesehatan publik. Ketika
akhirnya Koop memenangkan persetujuan Senat, beberapa orang
mengharapkan dia membatasi anjurannya kepada masyarakat umum tentang
peringatan untuk tidak merokok.
Koop yang sekarang berumur tujuh puluh tahun (saat berita ini
ditulis), adalah seorang yang kontroversial, tapi rasa bangga dan
sikap idealisnya yang dulu membuat kaum konservatif mendukungnya,
sekarang membuat marah para aktivis sayap kanan. Hal ini diakibatkan
oleh politik AIDS. Kepala jawatan kesehatan adalah pengacara utama
pemerintah yang memiliki pandangan bahwa pendidikan seks adalah cara
paling efektif untuk membatasi penyebaran AIDS. Dimulai dengan
laporannya kepada presiden pada Oktober lalu, Koop bersikeras
bahwa keterusterangan dan kondom adalah alat kesehatan masyarakat
yang lebih efektif daripada khotbah tentang kesucian. Minggu lalu,
Koop adalah satu-satunya orang pemerintah yang menentang rencana
pengujian penyebaran AIDS. Beliau mengatakan, "Saya kira, tak
seharusnya seseorang dipaksa untuk mengikuti tes AIDS, untuk
mengetahui penyebaran AIDS pada saat ini."
Koop, seorang yang berperawakan tinggi besar (enam kaki dan satu
inci) dengan janggut seperti Kapten Ahad, dan bersuara keras ini,
menyadari bahwa pekerjaan besarnya sebagai tokoh kesehatan nasional
lebih berpengaruh daripada seorang pengkhotbah yang tegas. "Apa pun
yang telah saya lakukan selama lima tahun menjabat sebagai kepala
jawatan kesehatan," katanya, "telah saya lakukan dengan dorongan
moral yang sungguh-sungguh." Perjuangannya mulai dari seruan
"masyarakat bebas rokok di tahun 2000", sampai pembelaan yang gigih
terhadap bayi-bayi cacat. Koop yang bangga mengenakan seragam
kebesaran sebagai kepala jawatan kesehatan dengan kancing berwarna
emas, juga mempunyai maksud yang khusus: beliau mencoba, meski tidak
terlalu sukses, untuk mempertahankan peraturan yang hampir
punah -- peraturan yang mengharuskan semua anggota Layanan Kesehatan
Masyarakat (Public Health Service) untuk memakai seragam militer saat
bertugas.
Perdebatan mengenai AIDS yang dilakukan Koop merupakan usahanya yang
paling hebat. Mantan pengkritik liberal, seperti anggota California
Democratic Congress, Henry Waxman, sekarang berkata bahwa penilaian
awal mereka tentang Koop adalah salah. Namun, mantan sekutu dari
konservatif, seperti Paul Weyrich dan Phyllis Schlafly, menentang
Koop dengan tuduhan bahwa "proposal Koop untuk menghentikan
penyebaran AIDS mencerminkan pandangan para homoseksual, bukan
pandangan gerakan profamily."
Bulan lalu, golongan sayap kanan merusak acara makan malam
penghormatan untuk Koop: sebelas sponsor memboikot makan malam
tersebut, termasuk lawan presidensial Partai Republik, Senator
Robert Dole dan seseorang dari Kongres, Jack Kemp. Malam itu, para
demonstran yang menginginkan Koop dipecat berada di luar gedung
tempat Koop menghadiri acara makan malam. Dengan sedih Koop
menyatakan rasa terima kasihnya kepada mereka yang hadir dan
mengambil risiko terkena imbas kegusaran kelompok sayap kanan.
"Belum pernah dalam seumur hidup saya," katanya, "menginginkan atau
menghargai pertunjukan persahabatan seperti ini." Kepada mantan
sekutunya, Koop mengeluhkan, "Mereka tidak mendengar apa yang sudah
saya katakan, tapi mereka mengkritik tentang apa yang orang katakan
mengenai apa yang saya katakan. Hal itu sangat tidak membesarkan hati."
Sebagai kepala dokter bedah di Children's Hospital of Philadelphia,
Koop menjadi terkenal atas keberhasilannya memperbaiki cacat lahir,
termasuk memisahkan bayi kembar siam. Sejak saat itu, pada tahun
1940-an, beliau dan istrinya, Elizabeth, terjun dalam dunia
penginjilan kekristenan. Koop sudah melihat jelas kaitan antara
obat-obatan dan moralitas. Itu adalah visi yang menjiwai tugasnya
sebagai kepala jawatan kesehatan. "Saya rasa Anda tidak akan bisa
memisahkan agama Anda, etika, atau nilai-nilai moral dari cara Anda
melakukan pekerjaan Anda," kata Koop. "Ada kesempatan-kesempatan dan
kewajiban-kewajiban sosial yang melibatkan agama seseorang, seperti
dengan penuh belas kasih merawat orang sakit."
Dalam minggu-minggu berikutnya, Koop mungkin harus mempertimbangkan
kata-kata etisnya sendiri dalam menentang permintaan politik dari
kebijakan pemerintah mengenai AIDS. Koop tidak berjanji untuk diam,
tapi diharapkan beliau akan tunduk kepada kehendak presiden: "Saya
adalah seorang pegawai pemerintah dalam bidang kesehatan, dan saya
harus mendukung hukum yang ada di negara saya. Itulah tugas saya."
Ini adalah sebuah pekerjaan yang akan menjadi semakin berat sembari
Amerika berjuang untuk menahan penyebaran AIDS. (t/Dian)
Bahan diterjemahkan dari sumber:
Situs : Majalah Time, Edisi Senin, 8 Juli 1987
Judul asli: The Missionary Doctor
Penulis : tidak dicantumkan
Alamat URL: http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,964617,00.html
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
MISSION FINDER: MEDICAL MISSIONS DIRECTORY
==> Sumber Misi: http://www.missionfinder.org/medical.htm#Opportunities
Mission Finder merupakan sebuah situs yang menyediakan informasi
lengkap (jenis pelayanan, akomodasi, tempat di mana pelayanan akan
dilakukan, durasi pelayanan, dan sebagainya) mengenai berbagai
organisasi yang menyediakan kesempatan bagi para ahli medis (dokter,
dokter gigi, perawat, paramedis, dan sebagainya) dan mereka yang
bukan ahli medis (administrator, teknisi, penerjemah, sopir, dan
sebagainya) yang rindu menggunakan jasanya untuk melayani. Melalui
fasilitas "Search" yang tersedia dalam situs ini, Anda bisa mencari
organisasi yang tepat bagi Anda untuk berbagian di dalamnya. Anda
juga bisa menggunakan fasilitas "Ask Us" untuk membantu mencari
jenis pelayanan yang tepat. Oleh karena itu, bagi Anda yang rindu
untuk melayani, tetapi bingung hendak melayani di mana dan dalam
bidang apa, kunjungi saja situs ini. Selamat melayani!
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
B U R U N D I
Festival rohani selama lima hari yang diadakan di negara Burundi,
Afrika Timur, yang dilayani oleh penginjil dan Eternity Minded
Ministries (EMM), dipadati oleh lebih dari 75.000 orang. Lebih dari
lima ribu jiwa berdoa untuk menerima Kristus. "Ada yang mengatakan
bahwa Gitega adalah kota yang dingin, tidak mau menerima Injil dan
kami hanya akan membuang-buang waktu saja di sana," ujar Carl, ketua
pelayanan EMM. Akan tetapi, malam pertama ternyata dibanjiri oleh
15.000 orang, dan orang-orang itu sampai berkerumun di bawah pohon.
Hal ini mengejutkan para pendeta lokal. Para pendoa syafaat merasa
cemas dan mereka berdoa agar Tuhan tidak menurunkan hujan. Meski
hujan lebat sering turun selama festival, namun cuaca selalu cerah
pada saat pemberitaan Injil. Selama hari itu, para anggota pelayanan
juga mengunjungi banyak sekolah, penjara, rumah sakit, panti asuhan,
dan barak militer untuk melakukan pelayanan.
Sumber: Christian Newswire, Maret 2007
Pokok Doa:
----------
* Doakan negara Burundi yang membutuhkan kebangunan rohani. Kiranya,
festival rohani ini mendorong orang-orang yang telah menerima
Injil untuk menjadi terang bagi orang-orang di sekeliling mereka.
* Doakan pelaksanaan tindak lanjut acara ini, khususnya
gereja-gereja yang akan menampung mereka, supaya dilakukan
pembinaan yang terarah dan tepat untuk menolong mereka bisa terus bertumbuh.
G L O B A L
Lima belas organisasi yang melayani gereja-gereja teraniaya,
mengadakan pertemuan di Amsterdam, Belanda pada bulan Maret lalu,
dan membentuk suatu jaringan yang diberi nama Religius Liberty
Partnership. Tujuannya adalah mengoordinasi upaya-upaya untuk
meningkatkan kepedulian terhadap kebutuhan gereja-gereja teraniaya
dan pelayanan organisasi, serta berdoa bersama. Anggotanya meliputi
Open Doors, Voice of the Martyrs, Christian Solidarity
International, Christian Solidarity Worldwide, World Evangelical
Alliance, dan sekitar sepuluh lembaga serupa lainnya. "Ini merupakan
peristiwa bersejarah, karena untuk pertama kalinya, kesepuluh
organisasi ini berkumpul bersama dan bergandengan tangan," kata
Johan dari World Evangelical Alliance. "Pemenang yang sesungguhnya
adalah saudara-saudara kita yang menderita. Perkembangan ini juga
memberikan sinyal positif kepada gereja dunia mengenai semangat
persatuan yang ada dalam pertemuan di Amsterdam itu," tambahnya.
Sumber: Assist News Service, Maret 2007
Pokok Doa:
----------
* Mari mendukung pengoordinasian semua lembaga Kristen yang terbeban
untuk melayani gereja-gereja teraniaya dalam doa. Berdoalah agar
pertemuan di Amsterdam tersebut mengefektifkan pelayanan mereka.
* Doakan juga agar gereja-gereja sedunia memiliki semangat yang sama
untuk menolong gereja-gereja teraniaya. Biarlah semangat ini juga bisa
ditularkan kepada seluruh jemaat, sehingga jemaat pun bisa berbagian di
dalamnya.
E T I O P I A
International Christian Concern (ICC), sebuah lembaga hak asasi
manusia yang berpusat di Wahington DC, baru saja mendapat kabar
bahwa seorang penginjil berkebangsaan Etiopia, bernama Tedase,
dipukuli sampai mati oleh kaum ekstremis pada hari Senin, 26 Maret,
saat Tedase dan dua wanita muda menjalankan tugas penginjilan ke
jalan-jalan di Jimma, Etiopia. Ini merupakan kejadian kedua dalam
enam bulan, dimana orang-orang Kristen yang tinggal di Etiopia
bagian Tenggara diserang dan dibunuh oleh golongan ekstremis.
Senin siang lalu, Tedase dan dua rekan wanitanya sedang menjalankan
penginjilan di Jalan Merkato yang terletak di Jimma, Etiopia bagian
Selatan, di mana tempat ibadah Wahabbi berada. Ketika mereka
melewati tempat ibadah tersebut, segerombolan ektremis keluar dari
tempat ibadah dan mulai mengejar untuk menghadang mereka. Kedua
rekan wanita Tedase berhasil melarikan diri dari kepungan tersebut,
namun Tedase tetap dikejar. Kaum ektremis itu berhasil menyusul
Tedase, menariknya masuk ke dalam sebuah rumah ibadah, dan
memukulinya dengan beringas sampai ia mati. Sumber-sumber dari Jimma
melaporkan bahwa Tedase dipukuli dengan kekuatan yang sudah
diperhitungkan untuk membunuhnya. Ini bukanlah kecelakaan atau kasus
keberingasan massa yang lepas kendali. Mayatnya kemudian dibawa ke
rumah sakit untuk diotopsi dan ia dikuburkan pada hari Selasa, 27 Maret.
Sebuah sumber juga mengungkapkan bahwa orang-orang Kristen di Jimma
mengadakan sebuah kampanye penginjilan, dan berita penjangkauan itu
menyebar di antara penduduk Jimma, tak terkecuali golongan ekstremis
yang tinggal di daerah tersebut. Orang-orang yang tergabung dalam
sekte Wahabbi sengaja memukuli Tedase sampai mati, dengan maksud
sebagai pesan untuk orang-orang Kristen bahwa mereka siap
memberantas penginjilan.
Para pemimpin gereja injili takut jika polisi tidak mengindahkan
kematian Tedase ini, peristiwa ini akan menjadi lampu hijau bagi
golongan-golongan ekstremis di daerah tersebut untuk menyerang
orang-orang Kristen di lingkungan mereka tanpa mau mempertanggungjawabkannya.
Sumber: International Christian Concern, Maret 2007
Pokok Doa:
----------
* Doakan kaum ektremis agama lain yang tidak menghendaki adanya
penginjilan di kota Jimma. Biarlah Tuhan melembutkan hati mereka,
sehingga mereka bertobat dari tindakan yang dilakukan di luar iman itu.
* Bagi orang-orang Kristen Jimma yang saat ini sering dilanda
ketakutan, kiranya Tuhan memberikan kekuatan, sehingga mereka
tidak undur dari iman mereka. Berdoa supaya kasih Tuhan terus
nyata di tengah-tengah keadaan yang sulit ini.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
BERDOA BAGI PARA DOKTER KRISTEN
================================
Zaman semakin maju, ilmu pengetahuan semakin meningkat pesat.
Kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang baik dan memadai
semakin menjadi tuntutan tersendiri. Kredibilitas seorang dokter
semakin dipertaruhkan dalam kinerja pelayanannya bagi masyarakat
banyak. Mari kita berdoa bagi dokter-dokter Kristen di Indonesia,
agar mereka tetap bersemangat di dalam Tuhan sebagai rekan sekerja
Allah dalam misi penyelamatan-Nya bagi manusia.
1. Mengucap syukur atas panggilan yang telah diberikan Tuhan kepada
para dokter Kristen. Kiranya, mereka dapat mengabdikan diri
sepenuhnya bagi masyarakat luas, sehingga kemuliaan dan kasih
Tuhan terpancar melalui mereka.
2. Doakan pelayanan para dokter Kristen baik yang di kota maupun
daerah pedalaman. Kiranya, Tuhan selalu memberikan perlindungan
kepada mereka. Kiranya, tangan-tangan hangat mereka akan menolong
banyak orang yang sakit di mana pun mereka berada.
3. Doakan supaya Tuhan juga selalu memberkati keluarga para dokter
Kristen, sehingga mereka mempunyai hati yang mau memahami tugas
dan panggilannya untuk melayani banyak jiwa bagi Kristus.
4. Berikan dukungan dalam doa, bagi dokter-dokter Kristen dalam
menyaksikan kabar keselamatan kepada jiwa-jiwa yang belum
mengenal Yesus, sang Juru Selamat sejati. Biarlah tidak hanya
jasmani pasien saja yang diperhatikan, tapi juga kerohaniannya.
5. Doakan juga agar Tuhan terus membuka kesempatan dan memberikan
keberanian kepada para dokter Kristen untuk bisa menyaksikan
kuasa Tuhan, Tabib dari segala tabib. Berdoalah agar bukan
kesombongan pribadi yang bertahta atas mereka.
6. Mintakan kepada Tuhan agar para dokter Kristen ini selalu
terdorong untuk terus mempelajari pengetahuan terbaru dalam bidangnya,
sehingga mampu meningkatkan pelayanan bagi masyarakat, supaya semakin baik.
______________________________________________________________________
STOP PRESS!
PERMOHONAN MAAF
===============
Pelanggan e-JEMMi yang terkasih, kami mohon maaf untuk keterlambatan
pendistribusian edisi kali ini. Sejumlah kesibukan belakangan ini
turut memengaruhi keterlambatan ini. Selain itu, kami juga mohon
maaf karena pada edisi terdahulu, ada bagian yang tidak kami
bersihkan di bagian Sumber Misi. Kami akan berjuang untuk
memperbaiki kinerja kami dalam edisi-edisi mendatang. Terima kasih
untuk pengertian para pelanggan sekalian. Tuhan memberkati.
Penyunting,
Raka Sukma Kurnia
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________
Pimpinan Redaksi: Yulia Oeniyati
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2007 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi: < staf-misi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan : < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi : http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA : http://www.sabda.org/ylsa/
Situs SABDA Katalog : http://katalog.sabda.org/