Nabi Isa A.S. di mata Al Quran dan Yesus di mata Al Kitab

From: elterijan <[EMAIL PROTECTED]> :

 Nabi Isa A.S. di mata Al Quran dan Yesus di mata Al Kitab 
Posted by: "[g]okil" [EMAIL PROTECTED]
 alviesyahrin
 
Nabi Isa A.S. di mata Al Quran
 Pernyataan Al Qur'an bahwa Nabi Isa as adalah manusia yang suci, ini 
membuktikan betapa Nabi Muhammad sangat memuliakan Nabi Isa as pada proporsi 
yang wajar sesuai dengan apa yang beliau terima dari Allah.
 
Karena Al Qur'an menyatakan demikian, maka umat Islam meyakini apa adanya 
sesuai dengan apa yang tertulis dalam Kitab Suci, perhatikan terjemahan Al 
Quran dibawah ini,
 
Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan 
diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan 
tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami [901] 
kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.
 Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang 
Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa". 
Ia (Jibril) berkata:
 "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang 
anak laki-laki yang suci". 
Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak 
pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!". 
Jibril berkata: "Demikianlah". 
Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami 
menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal 
itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan".
Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke 
tempat yang jauh. (QS Maryam 16-22)
 "(Jibril) berkata, "Aku hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberikan kepadamu 
seorang anak laki-laki yang suci" (Qs. 19 Maryam 19).
 
Yesus di mata Al Kitab
 Jika Al Qur'an memuliakan Nabi Isa as dengan mengatakan bahwa beliau adalah 
nabi yang suci dan tidak berdosa, adalah sebuah kewajaran karena Islam meyakini 
bahwa para nabi memiliki sifat yang terhindar dari dosa , maka sebaliknya 
dengan Alkitab, kitab suci umat Kristen.
 
Menurut cerita Alkitab, Nabi Isa as as. (Yesus (Isa as)) adalah figur yang 
sangat buruk, tidak suci, pernah berbuat dosa, emosional, ideot, salah meramal, 
dan lain sebagainya.

Perhatikan ayat-ayat berikut:
 
1. Yesus (Isa as) tidak suci, buktinya: 
a. Yesus (Isa as) menolak disebut sebagai orang yang baik 
"Jawab Yesus (Isa as): "Mengapa kamu katakan aku baik? Tak seorang pun yang 
baik selain daripada Allah saja" (Markus 10: 18).
 b. Yesus (Isa as) keturunan pezinah
 
Silsilah Yesus (Isa as) dalam Injil Matius diceritakan bahwa Yesus (Isa as) 
adalah keturunan dari Daud, Yahuda, Tamar, Peres, Salomo dan seterusnya.
 
1 Inilah silsilah Yesus (Isa as) Kristus, anak Daud, anak Abraham. 
2 Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan 
Yehuda dan saudara-saudaranya, 
3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, 
Hezron memperanakkan Ram, 
4 Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason
 memperanakkan Salmon, 
5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed 
memperanakkan Isai, 
6 Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria. 
(Matius 1: 1-6).
 Padahal Daud, Yahuda, Tamar, Peres dan Salomo adalah tokoh bejat moral dalam 
Bibel:
 
Daud Nabi bejat dan jahat dalam Kitab II Samuel 11: 1-27: 
Daud mengintip Batsyeba, isteri orang yang sedang mandi, lalu tertarik dengan 
keelokan rupanya. Kemudian Daud berzinah dengan Batsyeba sampai hamil.
 Karena takut ketahuan suaminya, maka Daud menyusun rekayasa untuk membunuh 
suami Batsyeba. Setelah suaminya meninggal, maka Batsyeba diboyong oleh Daud
 ke istana untuk menjadi permaisurinya. Tindakan Daud dikatakan jahat di 
hadapan Tuhan pada ujung ayat 27: "Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu 
adalah jahat di mata TUHAN".
 Skandal Yehuda dengan menantunya dalam Kitab Kejadian 38: 16-30:
 
Yehuda berselingkuh dengan Tamar, menantunya sampai mengandung dan melahirkan 
Peres. Jadi, Peres adalah anak jadah/anak hasil perzinahan mertua dan menantu.
 Peres inilah yang menurunkan Daud. (Ruth 4: 18-22).
 Dalam Kitab Yesaya 14: 20 disebutkan: "Anak cucu orang yang berbuat jahat 
tidak akan disebut-sebut untuk selama-lamanya".
 
Dengan demikian, maka menurut Bibel Yesus (Isa as) adalah keturunan orang-orang 
bejat dan terlibat skandal mesum yang tidak boleh disebut-sebut namanya.
 
2. Menurut Bibel, Yesus (Isa as) berdosa karena berlaku tidak sopan kepada 
ibunya: "Ketika Yesus (Isa as) masih berbicara dengan orang banyak itu, ibunya 
dan saudara-saudaranya berdiri di luar dan berusaha menemui dia. Maka seorang 
berkata kepadanya:
 "Lihatlah, ibumu dan saudara-saudaramu ada di luar dan berusaha menemui 
engkau". Tetapi jawab Yesus (Isa as) kepada orang yang menyampaikan berita itu 
kepadanya: "Siapa ibuku? Dan siapa saudara-saudaraku?" 
Lalu katanya, sambil menunjuk ke arah murid-muridnya:
 
"Ini ibuku dan saudara-saudaraku! Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapaku 
di sorga, dialah saudaraku laki-laki, dialah saudaraku perempuan, dialah ibuku" 
(Matius 12: 46-50).

 3. Menurut Bibel, Yesus (Isa as) disentuh, dicobai dan dibuat mainan oleh 
setan: 
"Maka Yesus (Isa as) dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Dan 
setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah 
Yesus (Isa as). Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepadanya: "Jika 
engkau Anak Allah,
 perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti".
 Tetapi Yesus (Isa as) menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti 
saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah".
 Kemudian Iblis membawa Yesus (Isa as) ke Kota Suci dan menempatkan Dia di 
bubungan Bait Allah, lalu berkata kepadanya: "Jika engkau Anak Allah, 
jatuhkanlah dirimu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai engkau Ia akan 
memerintahkan 
malaikat-malaikatnya dan mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya 
kakimu jangan terantuk kepada batu". 
Yesus (Isa as) berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai 
Tuhan, Allahmu!" 
Dan Iblis membawanya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan 
kepada-nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya." (Matius 4: 1-8, 
bandingkan: Markus 1: 13; Lukas 4: 1-13).
 Perhatikan ayat tersebut! Diceritakan bagaimana Yesus (Isa as) itu dibawa 
pergi oleh iblis. Ini membuktikan bahwa Yesus (Isa as) bukan hanya disentuh, 
tapi malah dibawa pergi oleh setan atau iblis. Bukankah ini keterlaluan? 
Bukankah ini termasuk pelecehan terhadap kesucian beliau?
 Bukankah ini merendahkan utusan Tuhan yang suci, yang tak mungkin diperlakukan 
seperti itu, bukan?
 
4. Menurut Bibel, ramalan Yesus (Isa as) meleset: 
Yesus (Isa as) berkata di sebuah bukit bahwa dia dan kerajaan sorga akan datang 
sebelum orang yang hadir di situ selesai mengunjungi kota Israel. Ternyata 
ramalan ini meleset. Sebab sampai saat ini sudah banyak orang yang selesai 
mengunjungi kota-kota Israel, tapi Yesus (Isa as) belum datang juga."Apabila 
mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena 
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota 
Israel, Anak Manusia sudah datang" (Matius 10: 23; bdk: Matius 16: 28 & Lukas 
9: 27).

 5. Menurut Bibel, Yesus (Isa as) ideot dan emosional: 
12 Keesokan harinya sesudah Yesus (Isa as) dan kedua belas muridnya 
meninggalkan Betania, Yesus (Isa as) merasa lapar. 
13 Dan dari jauh ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk 
melihat kalau-kalau ia mendapat apa-apa pada pohon itu.
 Tetapi waktu ia tiba di situ, ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, 
sebab memang bukan musim buah ara.
14 Maka katanya kepada pohon itu:
 "Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-muridnya pun
 mendengarnya. 
20 Pagi-pagi ketika Yesus (Isa as) dan murid-muridnya lewat, mereka melihat 
pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. 
21 Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada 
Yesus (Isa as): "Rabi, lihatlah, pohon ara yang kau kutuk itu sudah kering" 
(Markus 11: 12-14, 20-21).
 Dari ayat Bibel tersebut, dapatlah dipahami bahwa Yesus (Isa as) adalah orang 
yang ideot dan tidak tahu musim. Sebab mencari buah ara ketika bukan musim 
---------------------------------------------------------------------------------------------------
From: Yogi Triyuniardi 

Shalom,
Assalamualaikum,

Pak Elterijan yang saya kasihi dalam Tuhan Yesus,

Tanggapan saya:

1. Jadi, menurut umat muslim, Isa AlMasih adalah manusia suci dan tanpa dosa. 
dan menurut Alquran pula, muhamad berdosa, masih butuh pengampunan, dan seorang
yang berdosa TIDAK dapat menanggung dosa orang lain.

Kesimpulannya: Hanya Isa AlMasih seorang diri yang mampu menganggung dosa anda 
dan saya. Percayalah kepadaNya.

2. Menurut Alkitab, Yesus adalah Firman Allah dan bagian dari Allah sendiri. 
Allah menjelma menjadi manusia, bernama: Yesus anak Maria. 

Dalam markus 10:18, Yesus tidak menyatakan bahwa Dia tidak baik, melainkan 
memberi pernyataan bahwa hanya Allah saja yang baik. Siapakah Allah? Yesus 
adalah
Allah.

Silsilah Yesus terdapat pezinah? itu tidak mengubah apa2. Kalau kita benar2 
sadar, sebenarnya setiap manusia pernah jatuh ke dalam dosa. muhamad pun 
berdosa. tak ada manusia yang kebal terhadap dosa, kecuali Allah sendiri, Yesus 
Kristus.

Tuhan Yesus memberkati.
==========================================
Islam : Bukan Agama penyembah berhala yang maha esa!

From: Yogi Triyuniardi 

Shalom,
Assalamualaikum,

Sdr sdri yang saya kasihi dalam Tuhan Yesus,

Terimakasih atas pemberitahuannya, saya memang telah pernah berdiskusi dengan 
pak armansyah, dan terakhir dia belum membalas email saya. mungkin ada baiknya
saya terbitkan juga dialog kita yang lalu, mengingat bahwa hanya beliau saja 
yang mempubikasikan isi dialog kita di dalam milis. 

Saya menghargai bagi orang yang mau berdialog secara pribadi, dan takkan saya 
masukkan ke dalam milis manapun. namun mengingat sdr armansyah telah lebih
dahulu menyebarkannya, saya beranggapan bahwa isi dialog tidak lagi bersifat 
rahasia.

Tuhan Yesus memberkati.
-----------------------------------------------------------------------------------------------
--- jdp <[EMAIL PROTECTED] wrote: 
 
 ----- Original Message -----
 From: Armansyah
 To: jdp ; Ustadz_ARMAN
 Cc: [EMAIL PROTECTED] ;
 [EMAIL PROTECTED]
 Sent: Wednesday, July 12, 2006 8:29 AM
 Subject: Islam : Bukan Agama penyembah berhala yang maha esa! 
 
 Assalamu'alaykum Wr. Wb.,
 
 Posting saya kali ini merupakan jawaban dari posting yang dikirim oleh Sahabat 
kita, JDP melalui japri kesaya dan setelah meminta persetujuan yang 
bersangkutan melalui SMS, maka saya forward jawaban ini melalui milis_iqra dan 
myquran untuk menjadi
 pembelajaran kita semua.
 
 Sebelumya saya ingin mengatakan bahwa Sdr. Yogi Triyuniardi ( yaitu pengirim 
aslinya ) pernah terlibat diskusi lintas agama dengan saya beberapa bulan yang 
lalu dan sempat saya forwardkan juga beberapa dialog kami melalui milis
 [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
 serta [EMAIL PROTECTED] Dengan demikian, apa yang disampaikan oleh Sdr. Yogi 
Triyuniardi dalam tulisannya kali ini bukan menjadi barang baru untuk saya. 

 Demikian sebagai pengantar ...
 
 
 ----- Original Message -----
 From: "jdp" <[EMAIL PROTECTED]
 To: "Ustadz_ARMAN" <[EMAIL PROTECTED]
 Sent: Friday, July 07, 2006 12:52 PM
 Subject: Islam : Agama penyembah berhala yang maha esa! 
 
  ----- Original Message -----
  From: "Yogi Triyuniardi" <[EMAIL PROTECTED]
  To: "Milis Batu Hidup"
 <[EMAIL PROTECTED]; "Milis Christian answer" ...dst
 
 ---- yang lain saya potong --
 
  Sent: Friday, July 07, 2006 12:29 PM
  Subject: [debat_ islam-kristen] Islam : Agama penyembah berhala yang maha esa!
 
  Assalamualaikum wr.wb. (Kiranya damai sejahtera Allah menyertaimu), 
 
  Sebelum Islam Lahir, apakah yang menjadi agama bangsa Arab?
  Bangsa Arab menyembah 360 buah berhala di Ka'bah (Idol Polytheysm = Penyembah 
banyak allah berhala)
 
  Simaklah Hadits Shahih Bukhari no : 1187 berikut ini:
  "Dari Abdullah bin Mas'ud r.a. katanya : Nabi SAW memasuki kota Mekkah, 
sedang diwaktu itu dikeliling Ka'bah terdapat tiga ratus enam puluh berhala."
 
  "Yang mereka sembah selain dari Allah tidak lain hanyalah berhala-berhala 
perempuan seperti Laata, Manaata dan Uzzaa dan tiadalah yang mereka sembah 
kecuali setan yang durhaka". (Surat 4 An Nissaa ayat 117)
 
  Lalu apa yang muhamad saw ajarkan?
  Muhamad mengajarkan untuk menyembah hanya satu allah, yaitu allah swt.
 
  "Dan Dialah Allah (Yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia 
mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui 
(pula) apa yang kamu usahakan." (Q.S. Al-An'aam, 6:3)
 
 Alhamdulillah, pengetahuan Sdr. Yogi dari hari kehari semakin meningkat 
mengenai ajaran Islam, khususnya tentang konsep Monotheismenya. 
 
  Siapakah itu allah swt?
  Allah swt disebut sebagai zat yang maha tinggi (sebuah benda). 
 
 Nah sampai disini, saya sedikit melihat keanehan paradigma berfikir dari Sdr 
Yogi yang menjadikan kata ZAT seolah sebagai perisai dan menjustifikasi bahwa 
Allah didalam Islam adalah benda.
 
 Sebab kalau kita jujur melihat bagaimana kitab Perjanjian Baru sendiri 
mengenalkan Allah kepada manusia, disana kita bisa menjumpai beberapa 
perwujudan Tuhan secara nyata, sebut saja Tuhan disebutkan berwujud semacam 
burung merpati (lihat dalam kasus pembabtisan Yesus disungai Yordan oleh 
Yohanes) atau juga perwujudan Yesus sendiri yang notabene adalah benda atau 
makhluk yang dianggap sebagai perwujudan phisik dari Tuhan.
 
 "Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit 
terbuka dan ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun di atasnya.
 Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan:
 "Inilah anak-Ku yang Kukasihi, kepadanya-lah Aku berkenan." (Matius 3: 16-17)
 
 Silahkan anda pelajari ayatnya dimana pada saat yang bersamaan Tuhan 
ditampilkan dalam 3 sosok sekaligus yang harus terpisah, Dimana disana ada 
Tuhan Bapa,
 ada Tuhan anak dan ada Tuhan Roh dengan perwujudan seperti burung merpati 
dalam satu waktu sekaligus, tidakkah ini satu keterpisahan wujud Tuhan yang 
masing-masingnya telah terikat dengan ruang dan waktunya ?
 
 Dengan demikian, Perjanjian Baru pun menyatakan bahwa Allah setidaknya pernah 
memasuki suatu benda untuk dijadikannya suatu media dimana DIA menitipkan 
diri-Nya untuk dilihat ?.
 
 Bukankah konsekwensi logisnya manusia akan mengenalinya sebagai " Benda " ?
 atau ketika berhubungan dengan DIA seakan berhubungan dengan benda?
 
 Katakanlah kata ZAT bukan kata yang tepat untuk menjelaskan kehaqiqian Allah, 
lalu dengan kata apa lagi? Saya yakin kata ZAT dalam freme pembicaraan kita 
bukanlah kata zat yang dapat dibagi menjadi zat cair, padat dan gas.
 
 Rasanya kita bisa sepakat bahwa kata apapun yang kita pakai dalam membicarakan 
Allah itu semata sebagai pengganti kata DIA ( yaitu kata ganti yang tentu saja 
memang ada kata yang digantikannya )
 
 Allah tidak terikat dalam rentangan ruang dan waktu, Dia bersama anda kapanpun 
anda membutuhkan-Nya, tidak perduli apakah anda mempercayainya atau tidak, 
tidak juga perduli bagaimana cara anda mengkonsepkan diri-Nya, semua itu karena 
Allah itu penuh Kasih dan Maha dekat dengan para hamba-Nya.
 
 "Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu mengenai Aku, ucapkanlah bahwa 
Aku ini dekat.Aku mendengarkan permohonan orang yang memohon apabila ia 
bersungguh-sungguh." (Qs. al-Baqarah 2:186)
 
 "Dan sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dan mengetahui apa yang 
dibisikkan oleh hatinya, karena Kami lebih dekat kepadanya daripada urat 
lehernya
 sendiri." (Qs. Qaf 50:16)
 
 Itulah gambaran Allah dalam Islam yang begitu indah, bahwa Kiblat hanyalah 
sebuah symbol dari unsur persatuan dan kesatuan yang harus ada dalam diri 
setiap manusia, setiap diri maupun setiap bangsa.
 
 Allah ada dalam hati saya, dalam hati anda dan dalam hati semua orang, Allah 
bukan sesuatu hal yang tidak terjangkau, kekuasaan maupun kebijaksanaan-Nya luas
 dan meliputi semua makhluk-Nya tanpa harus Dia kehilangan salah satu jati 
diri-Nya selaku sang Pencipta, itulah Tauhid.
 
 Jadi konsep Tauhid yang ada didalam Islam sangatlah jelas dan tidak kabur 
sebagaimana Tauhid-tauhid agama berhala lainnya (seperti Trinitas, Trimurti 
dsb). 
 
  Menurut surat 1 Al Faatihah ayat 1 dalam foot notenya  kitab Al Quran 
terjemahan Indonesia terbitan PT Sari
  Agung berbunyi demikian :
 
=== message truncated ===

Kirim email ke