From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>
Edisi 20 -- Dipukuli Sampai Mati
PENGANTAR
Penderitaan merupakan suatu hal yang begitu akrab bagi kehidupan
setiap orang Kristen, khususnya dalam kehidupan jemaat mula-mula.
Tak jarang penderitaan yang mereka alami membawa mereka kepada
kematian. Meski demikian, kematian mereka bukanlah kematian yang
sia-sia karena ternyata kematian tersebut membawa dampak bagi
perkembangan kekristenan. Simak kisah yang menggetarkan hati berikut ini.
Pimred KISAH,
Pipin Kuntami
______________________________________________________________________
KESAKSIAN
DIPUKULI SAMPAI MATI
====================
Di penjara Gherla, seorang Kristen bernama Grecu dipukuli sampai
mati. Prosesnya berlangsung berminggu-minggu lamanya, mereka
melakukannya secara perlahan-lahan. Ia pernah dipukuli telapak
kakinya dengan pentungan karet lalu ditinggalkan. Beberapa menit
kemudian ia dipukuli lagi, lalu setelah beberapa menit kembali
dipukuli. Alat vitalnya dipukuli. Lalu dokter menyuntiknya. Ia
sembuh dan diberi makanan yang sangat baik untuk memulihkan
tenaganya, lalu dipukuli lagi hingga akhirnya ia mati akibat
pemukulan yang dilakukan berulang-ulang dan perlahan itu.
Salah seorang yang memimpin penyiksaan itu adalah seorang anggota
Komite Sentral Partai Komunis, bernama Reck.
Saat pemukulan berlangsung, Reck mengatakan kepada Grecu sesuatu
yang sering diucapkan komunis terhadap umat Kristen, "Tahukah
kalian, akulah Tuhan. Aku berkuasa atas hidup dan matimu. Ia yang
berada di surga tidak dapat menentukan hidupmu. Semuanya tergantung
kepadaku. Bila aku mau, kamu hidup. Jika aku mau, engkau akan
dibunuh. Akulah Tuhan!" Demikian ia mengejek umat Kristen.
Dalam keadaan gawat, Saudara Grecu memberikan suatu jawaban yang
menarik kepada Reck.
Ia berkata, "Anda tidak menyadari bahwa ucapan Anda itu maknanya
dalam sekali. Setiap ulat sebenarnya adalah kupu-kupu, jika ia
berkembang dengan benar. Anda sebenarnya tidak diciptakan untuk
menjadi penyiksa, seseorang yang membunuh. Anda telah diciptakan
untuk menjadi seseorang yang menyerupai Tuhan, dengan kehidupan
Allah dalam hati Anda. Banyak orang yang menjadi penganiaya dan
pembunuh seperti Anda, menyadari -- seperti Rasul Paulus -- bahwa
sangat memalukan bagi seseorang untuk melakukan kekejaman karena
mereka dapat melakukan hal-hal yang jauh lebih baik. Dengan
demikian, mereka ikut ambil bagian dalam sifat Tuhan. Yesus berkata
pada orang Yahudi di zaman-Nya, 'Kalian adalah anak-anak Allah.'
Percayalah kepadaku, Tuan Reck. Panggilan Tuan yang sejati adalah untuk
menjadi serupa dengan Tuhan -- untuk memiliki karakter Allah, bukan penyiksa."
Saat itu, Reck tak ambil peduli pada perkataan korbannya, seperti
Saulus dari Tarsus yang tak peduli akan kesaksian Stefanus yang
indah, yang dibunuh saat kehadirannya. Namun, kata-kata itu bekerja
dalam hatinya. Kelak, Reck menyadari bahwa memang itulah
panggilannya yang sebenarnya.
Bahan diambil dan diedit seperlunya dari:
Judul buku : Berkorban demi Kristus
Judul asli artikel: Kami Membuat Suatu Kesepakatan
Penulis : Richard Wurmbrand
Penerbit : Yayasan Kasih Dalam Perbuatan, Surabaya 2000
Halaman : 44 -- 45
______________________________________________________________________
"Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat
dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita." (Roma
8:18)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=roma+8:18 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA
1. Ada banyak orang percaya di negara-negara komunis yang menghadapi
ancaman siksaan bahkan kematian. Marilah berdoa bagi mereka agar
iman percaya mereka tidak goyah, melainkan semakin setia.
2. Doakan juga agar setiap kesaksian hidup yang ditunjukkan
anak-anak-Nya, melalui perkataan maupun perbuatannya, Injil Yesus
Kristus dapat diberitakan. Berdoalah agar tiap kesaksian itu
dapat menggugah hati setiap orang yang masih menolak Kristus.
3. Berdoalah juga bagi setiap orang yang sampai saat ini masih
menyiksa orang-orang percaya, baik secara langsung maupun melalui
institusi-institusi pemerintahan. Mari memohon kepada Tuhan agar
Ia mengubah hati orang-orang yang membenci kekristenan tersebut.
______________________________________________________________________
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) 2007 YLSA
YLSA -- http://www.sabda.org/ylsa/
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Pimpinan Redaksi: Pipin Kuntami
Staf Redaksi : Puji, Raka, Yulia
Kontak : < staf-kisah(at)sabda.org >
Berlangganan : < subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Berhenti : < unsubcribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Arsip Kisah : http://www.sabda.org/publikasi/Kisah/
Situs KEKAL : http://kekal.sabda.org/