From: Misi Kasih MEMPERCAYAKAN DIRI ANDA Posted by: Pdt Mexson Million - Sunday, 25 March 2007 08:50:02 PM
Perumpaan dalam Lukas 18:9-14, mengisahkan dua pribadi yang sangat bertolak belakang menurut cara pandang orang Yahudi pada masa itu. Yang pertama, orang Farisi itu berbicara tentang kebenaran hakiki, yang menguraikan dirinya sebagai orang yang memiliki integritas sejati dalam urusan uang, moral, dan seks. Ia sungguh-sungguh mempunyai disiplin pribadi dan memberi persembahan (ay.12."berpuasa dua kali seminggu, memberi sepersepuluh dari semua pendapatannya"). Sedangkan yang kedua, pemungut cukai adalah seorang yang bekerja untuk penjajah Romawi, dicap sebagai orang yang menjual jiwa untuk uang, penghianat, tidak berjiwa nasionalisme, dimata orang Yahudi sangat jahat yang tidak layak menghampiri Tuhan. Keduanya pergi ke Bait Tuhan untuk berdoa dan pemungut cukai itu pulang kerumah sebagai orang yang dibenarkan Tuhan. Mengapa demikian? Apakah Tuhan membenarkan orang yang jahat, tapi menolak orang yang baik ? Kuncinya adalah "mempercayakan diri pada". Orang Farisi itu memang mungkin baik tetapi dalam doanya dia terlalu percaya pada dirinya sendiri. "Aku mengucap syukur karena aku tidak ...aku tidak... aku berpuasa..aku memberi..."(Ay.11). Tapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh sambil berkata "Ya Tuhan kasihanilah aku orang berdosa ini".Dia sadar bahwa dirinya tidak berarti, maka ia menyerahkan diri dan seluruh keyakinannya pada Tuhan. Sikap hidup orang percaya (Pistos yang berarti "Mempercayakan diri pada") seharusnya selalu mempercayakan diri kepada Tuhan dengan tidak menganggap diri lebih unggul atau baik tetapi tetap rendah hati karena semua hanya oleh kasih karunia saja, maka aku ada dan dapat.[WJ250307] "SIKAP HIDUP ORANG PERCAYA SEHARUSNYA SELALU MEMPERCAYAKAN DIRI KEPADA Tuhan DENGAN TIDAK MENGANGGAP DIRI LEBIH UNGGUL ATAU BAIK TETAPI TETAP RENDAH HATI KARENA SEMUA HANYA OLEH KASIH KARUNIA SAJA, MAKA AKU ADA DAN DAPAT" Mat 23:12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. RINGKASAN KHOTBAH "ZAMAN BARU SETELAH NUH" Oleh: Pdt. Mexson Million - Minggu, 18 Maret 2007 Kejadian 11:1-9 Setelah ada benih dosa masuk ke dalam hidup Hawa dan suaminya Adam, dosa tersebut mulai berkuasa atas hidup mereka. Dosa berkembang dan menjalar kepada seluruh keturunan manusia sampai kepada keturunan Nuh sehingga Tuhan sangat murka dan menghukum mereka dengan air bah. Setelah zaman Nuh, manusia kembali berbuat dosa. Tuhan memerintahkan mereka untuk berserak, namun mereka malah mendirikan sebuah menara utnuk kemuliaan mereka sendiri. Mereka mulai menjadi sombong. Segala sesuatu telah berpusat kepada diri mereka sendiri. Mereka ingin mendirikan menara yang puncaknya sampai ke langit. Ciri orang yang membelakangi/menjauh dari Tuhan : 1. Mereka membangun menara Babel (kesombongan diri). 2. Tuhan mengacaukan mereka (Tuhan merendahkan orang yang sombong). Kekristenan bukanlah agama. Agama artinya pencarian, tetapi kekristenan adalah bagaimana kita hidup sama seperti Yesus. 3. Tuhan menghancurkan Babel karena mereka tidak menjadi satu dengan Tuhan. Hidup orang Kristen adalah hidup yang sama dengan Kristus. "KETAKUTAN YANG SEBENARNYA" Oleh: Pdt. Budi Prayitno - Minggu, 11 Maret 2007 Hakim-hakim 6:2 Bangsa Israel adalah bangsa pilihan Tuhan. Akan tetapi keti ka mereka memiliki masalah, mereka justru ketakutan dan mening galkan Tuhan. Padahal mereka sudah pernah mengecap segala mujizat Tuhan ketika di perjalanan dari Mesir menuju Kanaan. Ini adalah gambaran kehidupan orang-orang Kristen saat ini. Midian-midian rohani telah bangkit, tetapi orang percaya malah lari dari Tuhan. Sebenarnya bukan orang Midian yang harus mereka takuti pada saat itu, tetapi semua yang lebih penting dibawah ini : 1. Harusnya Umat Tuhan Takut kalau Hidup Mulai Dipengaruhi Oleh Dunia (ay.10). Seharusnya orang Kristen mempengaruhi bukan dipengaruhi. 2. Harusnya Umat Tuhan Takut kalau Tidak Memiliki Hubungan Intim Dengan Tuhan (ay.5). Seandainya bangsa Israel memili ki hubungan intim dengan Tuhan, mereka tidak akan takut karena mereka tahu ada Tuhan yang dekat dengan mereka. 3. Harusnya Umat Tuhan Takut kalau Pikiran Dipenuhi Pikiran Negatif (ay.13). 4. Harusnya Umat Tuhan Takut kalau Tidak Mengandalkan Kekuatan Tuhan (ay.14). Kalau ke-4 hal ini yang ditakuti bangsa Israel pada waktu itu, ti- dak akan terjadi masalah karena Tuhan PASTI menolong mereka. "HIDUP TIDAK TERKONTAMINASI OLEH DOSA" Oleh: Pdt. Mexson Million - Minggu, 04 Maret 2007 Kejadian 6:1-9 Dari perikop ini, ada dua hal penting yang perlu kita pelajari: 1. Dunia beserta segala isinya itu cantik, bagus, indah dan memikat hati. Semua yang dunia tawarkan enak-enak (secara daging). Dan semuanya itu membuat manusia terpisah dan jauh dari Tuhan. 2. Tetapi di tengah dunia yang jahat pada zaman itu, masih ada orang yang tetap hidup suci, hidup takut akan Tuhan. Namanya Nuh. Rahasia tetap hidup suci/ tidak terkontaminasi di tengah-tengah dunia yang jahat dan bobrok ini : 1. 2 Korintus 6:16-18, Memisahkan diri dari dosa. Dosa ada dimana-mana, dosa harus dilawan dengan cara menjauhkan diri kita. Jangan bergaul dengan mereka. Katakan tidak kepa da dosa. Kudus artinya dipisahkan dari hal-hal yang najis. 2. Galatia 6:4-6, Mengawasi diri sendiri. Kita harus berkuasa untuk mengatur diri kita sendiri. Jangan ikut-ikutan terhadap orang yang berbuat dosa. Tanamkan hal-hal yang baik di hati. 3. Ibrani 11:7, 26, Berpegang pada janji Tuhan. Hidup di dalam iman. Tuhan berjanji akan memberkati apabila kita setia. Dengan memegang janji itu, kita akan tetap setia dan tidak berbuat dosa. Hiduplah jadi orang yang membuat Tuhan tersenyum.Saya bisa, saudara bisa, kita semua bisa. "DOA YABES" Oleh: Pdt.E.P. Gunawan S.Th - Minggu, 25 Februari 2007 1 Tawarikh 4:9-10 Mengapa doa tidak dikabulkan? 1. Karena Tidak Berdoa. Doa adalah nafas kehidupan kerohanian orang Kristen. Orang Kristen tidak boleh malas berdoa. Tuhan Yesus sendiri berdoa kepada Bapa-Nya di Surga. 2. Karena Salah Berdoa. Kita sering berdoa dengan memaksa Tuhan, dan doa itu juga didasari oleh nafsu kita. Doa bukanlah paksaan tetapi suatu pengakuan, pengakuan akan kelemahan-kelemahan kita serta pengkauan terhadap kedaulatan Tuhan. 3. Kebimbangan (Yakobus 1:6-8). Yabes berdoa. Doanya pendek, singkat, tapi dijawab oleh Tuhan. Mengapa? Rahasianya (Rahasia Doa Yabes) : 1. Doa Yabes sesuai dengan janji Tuhan. Tuhan berjanji akan memberkati. Itu yang didoakan Yabes, dan Tuhan menjawab doanya. 2. Doa yang Tuhan kehendaki. Maksudnya adalah doa yang didasari oleh kebutuhan kita, bukan keinginan. 3. Doa yang berangkat dari pergumulan. Contoh : Yakub bergumul semalaman (Kej 32:22-32) Yakub adalah orang yang biasa hidup dalam kesengsaraan, tetapi Yabes berdoa. Dan doa Yabes dijawab oleh Tuhan. Mazmur 73:24 Tuhan mengangkat kita ke dalam kemuliaan. "KASIH MULA-MULA" Oleh: Herijanto Sabeni - Minggu, 18 Februari 2007. Wahyu 2:1-5 Jemaat Efesus adalah jemaat yang terkenal, karena memang kota Efesus juga adalah kota yang cukup besar. Jemaat Efesus adalah jemaat yang giat, tekun, berani dan gencar menentang kejahatan, menghadapi rasul-rasul palsu, sabar menderita, dan tidak mengenal lelah. Akan tetapi, Tuhan masih mencela mereka. "Namun demikian Aku mencela engkau (jemaat Efesus), karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula." (Why 2:4). Kasih yang semula menurut terjemahan aslinya adalah "Kasih yang terbaik". Contoh di dalam Alkitab, yaitu tentang sikap Maria dan Marta (Lukas 10:38-42). Marta terlalu sibuk dengan pelayanan, tetapi Maria telah melakukan yang terbaik yaitu membangun hubungan /persekutuan dengan Tuhan. Jadi yang dimaksud dengan kasih yang terbaik : 1. Memiliki hubungan yang intim dengan Bapa Tuhan ingin keseimbangan antara melayani dan bersekutu. 2. Kis 2:46, Sehati / memiliki hubungan yang baik dengan sesama. Tuhan tidak punya tempat untuk meletakkan kepalanya karena gereja belum bersatu. Akibatnya kemuliaan Tuhan belum dicurahkan. Demikian pula di gereja "Misi Kasih" 3. Kol 3:23 Melayani seperti untuk Tuhan, bukan untuk manusia, bukan untuk dilihat dan dipuji manusia "G e r e j a I m p i a n T u h a n" Oleh: Pdt.Ir.Untung Sitorus MCM - Minggu, 11 Februari 2007. Mazmur 133:1-3 Tuhan juga memiliki impian. Impian-Nya adalah Gereja Yang Bersatu. Sampai saat ini, inilah pekerjaan Yesus yang belum rampung dan masih dikerjakan, bersyafaat supaya gereja (tubuh Kristus) bersatu (Yoh 17:21). Apabila gereja bersatu, maka gereja akan berkuasa, punya otoritas dan menjadi kepala atas segala sesuatu (Ef 1:22-23). Di perjelas dalam Kej 1:27-28. Tuhan tidak mempercayakan pemuli han bangsa ini ke dalam tangan politikus-politikus, orang-orang pintar, dan ahli lainnya, tetapi Alkitab berkata kepada Gereja-Nya. Berkuasa artinya, segala sesuatu dipulih kan melalui gereja. Tetapi nyatanya, akhir-akhir ini gereja hanya bisa bersem bunyi dan "mengintip" dari kejauhan. Gereja tampak begitu lemah. Mengapa? Rahasianya : 1. Ay.1-2, Urapan (kuasa dan otoritas Tuhan) akan Tuhan alirkan melalui kepala. Inilah masalah gereja, gereja belum menjadi tempat bagi kepala (Mat 8:20). Karena Gereja belum unity, belum ada kuasa dan otoritas itu. 2. Ay.3, Dua gunung terkenal di Israel bernama Gn.Hermon (lebih tinggi) dan Gn.Sion (lebih rendah). Gn.Sion menjadi sa ngat subur karena segala sesuatu mengalir dari Gn.Hermon ini. Hermon adalah gembaran Tuhan, dan Sion gambaran ge reja. Apabila ada harmonisasi antara Tuhan dan gereja, maka sepanjang tahun gereja tidak akan pernah kekeringan. Sumber: http://www.misikasih.com ====================================== From: Dewi Kriswanti MENGAPA HARUS KUATIR? Bacaan: Filipi 4:6 "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Tuhan dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." Di akhir zaman ini, keadaan yang sangat tidak pasti, krisis multidimensi. Semua ini membuat manusia gelisah takut dan kuatir akan hidupnya. Seharusnya kita tidak terjebak dalam ketakutan yang membayangi, sebab Alkitab dengan tegas mengatakan (Mat. 6:25) : "Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu itu lebih penting dari pada pakaian?" Firman Tuhan ini menggambarkan betapa Tuhan sangat mengasih tiap orang yang setia berjalan mengiringi Yesus. Kita tidak perlu kuatir, apabila kita membiarkan Tuhan memerintah dalam kehidupan kita. Percayalah, Dia tidak pernah meninggalkan orang yang berharap padaNya, serta dengan tulus berserah. Untuk itu, kita dapat melakukan tindakan mengatasi kekuatiran: 1. Berdoa. Perbaharuilah selalu iman dan kepercayaan kita kepada Kristus, serta kesetiaan mengiringiNya, melalui pelbagai pelayanan pekerjaan Tuhan. Jadi, milikilah waktu berdoa, lakukanlah dengan sungguh-sungguh. Mohonkan pula kekuatan daripada Tuhan, sehingga kita bisa melakukan segala perkara, serta meraih kemenangan yang besar. 2. Menjaga hati yang damai dan sejahtera. Tuhan akan mengawal hati dan pikiran kita, ketika kita percayakan segala sesuatunya ke dalam tanganNya. Untuk itu, jagalah selalu kedamaian dan kesejahteraan dalam setiap perbuatan kita kepada orang lain. 3. Mengandalkan kekuatan dan hikmat dari Tuhan. Jangan pernah mengandalkan kekuatan diri sendiri, apalagi mempercayakan sepenuhnya dengan mengandalkan logika semata. Kita memerlukan hikmat Tuhan, sehingga mampu mengatasi segala masalah yang dihadapi (Roma 8:28). Oleh sebab itu, kasihilah Tuhan, carilah Kerajaan Tuhan dan kebenaranNya, maka semua akan ditambahkan kepadamu. Semua orang pasti mempunyai kebutuhan jasmani dan rohani, bahkan tak sedikit yang menghadapi persoalan pelik. Tetapi, semua itu jangan menjadi alasan bagi untuk takut atau kuatir. Maju terus dalam Tuhan. Haleluya. (tlt) Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk selalu siap mengatasi dan mengalahkan kekuatiran. Amin ! KEKUATIRAN MENUNJUKKAN BAHWA KITA KURANG BERGANTUNG KEPADA TUHAN.

