From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>

Edisi 19 -- Tuhan Celikkan Mataku

PENGANTAR

   Adalah sukacita yang besar ketika kita dapat membawa orang lain
   kepada Kristus. Apalagi ketika ia kemudian menerima Yesus sebagai
   Tuhan dan Juru Selamat hidupnya. Sukacita tersebut mungkin sama
   seperti ketika Tuhan melayakkan kita yang berdosa ini menjadi
   anak-Nya melalui pengorbanan Kristus di kayu salib. Berikut salah
   satu kisah tentang perbuatan ajaib yang Tuhan kerjakan. Kiranya
   dapat lebih menguatkan iman percaya kita. Selamat menyimak.

   Pimred KISAH,
   Pipin Kuntami
______________________________________________________________________
KESAKSIAN

                         TUHAN CELIKKAN MATAKU
                         =====================
   Jeewa membagikan kisah pengalamannya pada suatu pertemuan di
   Rajasthan tempat mereka tinggal. "Dulu, saya penganut X dan terbiasa
   untuk memuja dewa dan dewi, sedangkan suami saya melakukan praktik
   perdukunan. Suatu hari saya sakit demam selama beberapa hari.
   Setelah sembuh saya kehilangan penglihatan saya dan menjadi buta
   total. Suami saya melakukan segala kemampuannya sebagai dukun,
   tetapi saya tidak sembuh. Lalu saya dibawa kepada beberapa dukun
   lain yang dianggap lebih mampu dan bahkan ke beberapa dokter
   spesialis mata, tetapi mereka tetap tidak mampu menyembuhkan
   penglihatan saya. Saya mempersembahkan banyak sajian untuk dewa dan
   dewi yang menjadi kepercayaan kami sekeluarga, juga melakukan berbagai 
upacara 
   ritual, dan menjanjikan banyak hal bila saya diberikan kesembuhan."

   Tujuh tahun berlalu, Jeewa mengalami penderitaan sampai suatu hari
   seorang misionaris dari Every Home for Christ, Brother Shanti,
   datang ke desanya dan bercerita tentang kabar keselamatan. Dia juga
   menceritakan bagaimana Yesus Kristus membuat orang lumpuh dapat
   berjalan, mencelikkan mata orang buta, serta menyembuhkan orang bisu
   dan tuli. Brother Santi menceritakan kasih Tuhan yang tertulis dalam Alkitab.

   Akhirnya, Jeewa menerima Injil itu dan bertobat serta berjanji tidak
   lagi menyembah patung dewa-dewi. Jeewa berjanji menjadi pengikut Kristus 
yang 
   setia dan mulai ikut dalam persekutuan sekelompok orang yang percaya akan 
Kristus 
   dan memuji serta menyembah melalui ibadah setiap hari Minggu.

   Jeewa berkata, "Suami saya menjadi terganggu dengan kepercayaan saya
   yang baru dan meminta saya untuk tidak menyembah Allah orang
   Kristen. Tetapi saya terus mencoba meyakinkan dia agar bersedia
   meninggalkan praktik perdukunannya. Hal ini memerlukan waktu selama
   dua puluh hari sampai akhirnya suami saya mau menerima Yesus dan
   mulai menghadiri ibadah pada hari Minggu. Meskipun mata saya tidak
   menjadi sembuh, saya memiliki kedamaian dalam hati saya, yang juga
   dialami oleh suami saya. Namun pada hari ke-30, sesudah persekutuan,
   Brother Santi dan kami berdoa, tiba-tiba saya merasakan satu
   sentuhan di kedua mata saya dan saya pun dapat melihat. Saya
   berteriak kegirangan! Semua orang takut mendengar teriakan saya,
   mereka berpikir bahwa ada roh jahat yang telah menyerang saya.
   Tetapi ketika saya mengatakan pada mereka mengenai pulihnya
   penglihatan mata saya, setiap orang mulai memuji Allah! Sekarang,
   saya sehat dan seluruh keluarga saya telah menerima Yesus Kristus."

   Para pekerja dari Every Home for Christ (EHC) di India telah
   membagikan lebih dari 473 juta buklet Injil dari rumah ke rumah.
   Hasilnya, mereka mendapatkan 7,3 juta respons dan terbentuknya
   22.522 persekutuan desa, yang disebut dengan kelompok Kristus.

   Sumber: Fax of the Apostles, April 2001

   Kesaksian di atas pernah dimuat pula dalam:
   Publikasi: e-JEMMi edisi No. 39 Vol. 4/2001
   Alamat   : http://www.sabda.org/publikasi/misi/2001/39/
______________________________________________________________________

       "Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita
          segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh
       oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita
                 oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib."   (2Petrus 1:3)
                < http://sabdaweb.sabda.org/?p=2Pe+1:3 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA

   1. Mari kita berdoa untuk jiwa-jiwa terhilang, yang masih menyembah
      dewa-dewi yang mereka anggap sebagai tuhan. Berdoalah supaya
      Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk mendengar Berita
      Keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus.

   2. Doakan orang-orang yang dipakai untuk mengabarkan berita
      keselamatan, supaya Tuhan mempersiapkan mereka, baik tubuh, jiwa
      dan pikiran mereka sehingga di mana pun dan apa pun yang terjadi,
      mereka dapat bertahan untuk mengabarkannya sampai ke ujung bumi
      sekalipun.

   3. Bersyukurlah atas kasih karunia yang Tuhan berikan sehingga
      banyak hati yang terketuk untuk berubah dari kepercayaan yang
      sebelumnya dan percaya kepada Tuhan Yesus.

   4. Sungguh ajaib perbuatan Tuhan bagi mereka yang percaya pada-Nya,
      karena itu muliakan dan tinggikanlah Dia di setiap napas yang
      kita hembuskan di dalam hidup kita.
______________________________________________________________________

        Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
              Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                        Copyright(c) 2007 YLSA
                 YLSA -- http://www.sabda.org/ylsa/
                       http://katalog.sabda.org/
                     Rekening: BCA Pasar Legi Solo
                  No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________

Pimpinan redaksi: Pipin Kuntami
Staf redaksi    : Puji, Raka, Yulia
Kontak          : < staf-kisah(at)sabda.org >
Berlangganan    : < subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Berhenti        : < unsubcribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Arsip Kisah     : http://www.sabda.org/publikasi/Kisah/
Situs KEKAL     : http://kekal.sabda.org/

Kirim email ke