From: William Buah Pikiran dan Buah Hati Bagaimana membedakan suatu buah pikiran dan buah hati?
Alkitab mencatat begitu besar perbedaan keduanya tersebut. Di dalam kitab Kejadian sampai dengan Ulangan saja, telah ditemukan jumlah kata hati (heart) sebanyak lebih dari 106 kali dibandingkan dengan kata pikiran hanya 12 kali. Hal ini bisa sangat mungkin bahwa Tuhan sangat berkepentingan untuk berperkara dengan manusia melalui pola kerja dari hati. Hal ini bukan berarti Tuhan menggunakan perasaan kepada manusia tetapi justeru hati manusia adalah tempat mulai tumbuhnya sebuah iman yang pasti sulit bisa diterima oleh pikiran kita yang cuma sebesar "bakpau". Apabila Tuhan menggunakan hati didalam menyatakan isi "hati"Nya juga, mengapa justeru manusia tidak belajar meniruNya? bukankah kita sering mendengar bagaimana manusia berbicara mengenai Tuhan dan pengalamannya cenderung dengan mengupayakan menggunakan pikiran/logika? Bentuknya bisa berupa pengajaran, doktrin, bahkan fanatisme yang berlebihan. Kunci masuk untuk semua pengetahuan adalah benar harus melalui pikiran (logika), sehingga kita mengenal hasil yang disebut sebagai buah pikiran. Buah hati sangat biasa dikenal orang sebagai hasil dari kasih sayang sepasang suami isteri dan menghasilkan jiwa baru didalam keluarganya. Akan tetapi harus kita pahami, bahwa melalui hati-lah roh kita bisa mengendalikan tubuh dan pikiran seseorang. Demikianlah juga cara yang paling efisien dan efektif bila berkomunikasi/menyembah kepada Tuhan. Yaitu dengan sepenuh hati kita. Perlu dikembangkan pengertian keduanya dan penggunaanya sesuai dengan proporsinya yang jelas batasannya bukan? Contoh kasus: Mengapa orang marah saling berteriak keras? Mana yang betul: saya berikan hatiku atau saya berikan kasihku? Ekspresi orang marah dan berpikir. Agama sebagai doktrin yang baik? Scientologi mengapa populer? Untuk direnungkan kemungkinan jawabannya: Karena jarak kedua hati orang yang sedang bertengkar menjauh, semakin berteriak, maka semakin jauh hati kedua orang yang marah. Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Matius 19:19 . kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.Jangan pernah memberi hati pada orang siapapun juga kecuali kepada Tuhan, tetapi berikan kasihkepada siapapun juga karena Tuhan. Coba eksperimen kita memikirikan semua yang enak dan membahagiakan serta angkat kepala kita melihat ke atas, masih bisa marah? Perhatikan bagaimana cetakan/doktrin bekerja, seumpama bentuk pasir yang mengikuti cetakan. Tetapi saat cetakan diambil maka pasir akan kembali berantakan. Inilah contoh ekstrim semata2 buah pikiran manusia yang kepingin membaca "hati Bapa di Surga" kepada anakNya. ============================================== From: William Wiguna Bahan Renungan: Marketing or Sales di dalam Gereja Shalom, Artikel menarik, belajar bagaimana supaya kita bukan menjadi Gereja SALES tetapi Gereja MARKETING, Jangan pernah menjual Nama Yesus atau mukjijat2 Nya, karena kebutuhan sudah ada, ladang siap dituai, Ayo siap kita menjadi Penuai2 NYA melalui teladan spt Paulus dan Silas... (Terjemahan bebas: Marketing = membuat orang melihat kebutuhannya dan menemukan jawaban atas kebutuhannya sendiri, Sales = membuat orang merasa dan terpaksa butuh) PERTANYAAN BAGUS Menemukan pertanyaan yang tepat sama pentingnya dengan menemukan jawaban yang tepat," kata Henri Nouwen, seorang penulis buku-buku devosional. Namun, kerap kali begitu mudahnya kita mendahului Roh Allah ketika berbicara mengenai Kristus kepada orang yang belum percaya. Kita sudah memberikan jawaban, padahal kita belum mendengarkan pertanyaan-pertanyaan mereka. Kecenderungan ini diperjelas beberapa tahun silam pada saat seseorang menulis "Kristus adalah jawaban!" dengan tulisan cakar ayam di dinding sebuah bangunan. Seseorang yang sinis lewat dan menambahkan kata-kata: "Apa pertanyaannya?" Paulus dan Silas, yang dijebloskan ke penjara karena Injil, membangkitkan pertanyaan rohani yang mendalam di hati kepala penjara. Pertanyaan itu muncul bukan karena mereka menyampaikan khotbah pada orang itu, melain kan karena mereka menyanyikan pujian bagi Allah. Ketika gempa bumi mengakibatkan pintu-pintu penjara terbuka dan memutuskan rantai-rantai mereka, kepala penjara itu hampir saja bunuh diri. Ia takut dihukum mati jika para tawanan melarikan diri. Namun Paulus dan Silas menghentikan tindakan kepala penjara itu dengan memilih untuk tetap tinggal di penjara demi kepentingan kepala penjara tersebut. Karena itulah, ia berteriak, "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat supaya aku selamat?" Pada hari ini, sama seperti dahulu, Roh Kudus akan menciptakan pertanyaan yang tepat di dalam hati manusia dan membuat mereka siap untuk memberikan jawaban yang tepat, yaitu Yesus Kristus --JEY William Wiguna www.characterplus.ws

