From: Dewi Kriswanti MUJIZAT TETAP BERLANGSUNG Bacaan: Matius 14:13-14
" ... maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit." (Matius 14:14b) Peristiwa ini terjadi tanggal 19 September 1995 sepulang dari Singapura ketika ia buang air besar di toilet, ternyata hanya darah yang keluar dan ini terjadi beberapa kali. Akhirnya ia memutuskan untuk memeriksa ke laboratorium. Sepulang dari laboratorium dalam perjalanan ke kantor ia pingsan dan dibawa ke rumah sakit dan ditangani oleh tim dokter ahli dan ternyata ia menderita penyakit amuba (virus yang merusak usus). Bahkan dalam usus besar sudah terserang kanker ganas. Setelah diperiksa dengan endoscopy, maka diketahui dalam usus besar terdapat kanker. Bagaikan disambar petir di siang hari bolong, kenyataan yang dialami orang tersebut ini sungguh menakutkan dan membuatnya cemas. Tim dokter menyarankan segera dioperasi. Tanggal 9 Oktober 1985 operasi dilakukan, dengan memotong usus besar sepanjang 8 cm. Bagian usus besar lainnya yang tidak dipotong diperiksa juga untuk memastikan ada atau tidaknya sel-sel kanker. Tiga hari kemudian ia menderita demam, karena ada infeksi waktu operasi. Tim dokter membiarkan luka bekas operasi tersebut terbuka, karena kuatir terjadi infeksi lagi. Luka operasi yang terbuka, rasanya sakit sekali. Beberapa hari kemudian terdengar suara-suara aneh dalam perutnya, klimaksnya ia mengalami kram perut. Ia selalu menyebut darah Yesus, dan suara-suara tersebut berkurang. Rupanya tanggal 20 Januari 1996 diketahui bahwa operasinya gagal. Perutnya membengkak dan membesar, bahkan ada benjolan di dalam perut sebesar buah apel. Kemudian ia dibawa ke rumah sakit Singapura untuk diperiksa dan dirontgen. Oleh dokter ahli ia sudah divonis, "He is not lucky" (ia tidak beruntung). Vonis sudah dijatuhkan oleh seorang ahli, ia mengalami sial tetapi vonis itu yang mengatakan manusia. Ia percaya bahwa Tuhan bisa mengubah, ia beruntung karena memiliki Yesus. Setelah itu ia dipindahkan ke rumah sakit lain untuk diperiksa. Dokter ahli mengatakan kalau menunggu terlalu lama untuk dioperasi, perut ini akan meledak. Menurut hasil rontgen, perutnya sudah kacau. Operasi ini diperkirakan memakan waktu 3-4 jam ternyata hanya 1,5 jam saja. Ia mengungkapkan, "Saya merasakan tangan Tuhan ikut mengoperasi perut saya. Saya mengalami mujizat, karena begitu cepatnya operasi berlangsung!" Tim dokter yang menangani operasi tersebut sangat terce ngang. Ini semua karena tangan Tuhan yang ikut campur". (HJ) Doa: Ya Tuhan, kami percaya kuasamu sama dari dulu hingga sekarang. Amin! KETAATAN DAN PENYERAHAN TOTAL AKAN MENGGERAKAN HATI TUHAN MELAKUKAN MUJIZAT ============================================ From: Dewi Kriswanti KESETIAAN SULIT DITEMUKAN Bacaan: Amsal 20:16 "Ambillah pakaian orang yang menanggung orang lain, dan tahanlah dia sebagai sandera ganti orang asing." Zaman sekarang ini ada sebagian orang Kristen belum menyadari kekristenannya, tetapi hal ini dapat terjadi pada saat Tuhan mencoba menguji kita. Ujian itu datang bukan pada saat kita susah, menderita, teraniaya, berbeban berat, atau dalam masa pergumulan berat yang meliputi seluruh keberadaan hidup manusia. Dalam keadaan mapan, tenang, damai, sejahtera dan serba berkecukupan justru ujian itu datang. Dari sinilah justru akan kelihatan kekristenan kita. Sebab tidak sedikit orang yang berkata, "Aku percaya kepada Tuhan, aku mengasihi Tuhan." Orang percaya belum tentu mengasihi Tuhan, tetapi orang yang mengasihi Tuhan sudah tentu orang percaya. Dan orang yang mengasihi Tuhan belum tentu ia setia, tetapi orang yang setia sudah tentu mengasihi Tuhan. Kesetiaan memerlukan harga, yaitu pengorbanan dan pengorbanan itu dilandasi kasih. Kebaikan tidak cukup membawa kita kepada Tuhan sebab Tuhan tidak memerlukan kebaikan kita, hanya satu yang Tuhan perlukan yaitu supaya kita percaya. Tatkala kita percaya, maka buah keselamatan Tuhan diberikan kepada kita. Itulah hakekat dan prinsip iman. Kepercayaan itu harus bertumbuh menjadi dewasa dan kedewasaan itulah yang membawa pengenalan yang sempurna akan Tuhan. Kedewasaan rohani di dalam Tuhan yang harus kita miliki. Jika orang sudah dewasa rohani maka ia tidak akan bersungut-sungut dengan apa yang ia alami dalam hidup ini. Begitu pula kalau orang setia pada firman dan jalan Tuhan dia akan berbuat kebaikan, dan kebaikan akan dipandang sebagai kewajiban dan keharusan orang percaya. Orang fasik, orang yang tak mengenal Tuhan saja tahu berbuat baik apalagi orang yang percaya kepada Tuhan yang memperoleh keselamatan. Oleh karena itu, setialah dalam perkara-perkara kecil, dan saudara akan dipercayakan pada perkara-perkara besar. Kesetiaan seseorang menunjukkan tanggung jawab dan integritas seseorang. Tanggung jawab sekecil apapun yang dipercayakan saudara kerjakanlah dengan setia. Terutama setialah mengiring Tuhan . JA Doa: Ajar selalu Tuhan untuk menyadari kebaikan dan kesetiaanMu sehingga kami sadar dan mampu berbuat baik dan setia. Amin! KESETIAAN ARTINYA SELALU MENJAGA DIRI DAN MENJALANKAN PERINTAH FIRMAN TUHAN ============================================ From: Dewi Kriswanti PERGUMULAN DAN IMAN Bacaan : Yunus 2:1-9 "Dalam kesusahan aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku Dari tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku" (Yuns 2:2) Cerita ini tentang nabi Yunus, di mana ia mengalami suatu kesusahan yang besar, ketika ia diperintah oleh Tuhan untuk memberitakan pertobatan kepada penduduk Niniwe. Perintah itu membuat ia berniat untuk lari dari hadapan Tuhan. Ketika dalam perjalanan dengan kapal menuju Tarsis untuk menjauh dari Tuhan, kapal tersebut diterpa oleh gelombang besar sehingga membuat kapal tersebut hampir tenggelam (1:3-7). Sebagai seorang yang dekat dengan Tuhan, Yunus mengetahui bahwa badai itu terjadi oleh karena ia melarikan diri dari Tuhan (1:8-10). Ia tahu bahwa tindakannya salah di hadapan Tuhan dan ia bersedia menerima akibat dari perbuatannya (1:11-17). Dalam kesusahan yang besar itu, ia menyadari bahwa hidupnya berada di tangan Tuhan (2:1-7). Penderitaan dan kesusahan batin manusia terkadang membentuk suatu pertanyaan yang mendasar dan mendalam mengenai keberadaan Tuhan. Banyak orang berusaha untuk menemukan bukti-bukti keberadaan Tuhan melalui rasio atau akal manusia, tetapi semuanya itu tidak cukup membuktikan keberadaanNya. Tuhan tidak hanya dapat "diketahui" melalui akal, tetapi Ia juga harus "dikenal" secara nyata dalam batin kita. Tuhan sendiri dapat kita kenal melalui peristiwa bencana alam yang terjadi di berbagai tempat, yang mendatangkan luka batin yang mendalam bagi setiap orang, khususnya korban bencana. Dalam kesusahan batin yang besar itu, sebagian orang mungkin bertanya "Mengapa harus saya, Tuhan? Mengapa harus anak, istri saya, Tuhan? Tetapi bagi orang percaya dapat berkata "Ini semua bukan kesalahan Tuhan? Peristiwa ini mungkin akibat kesalahan manusia sendiri? Dengan adanya pergumulan batin kita dapat mengetahui bahwa Tuhan ada. Dengan adanya pergumulan batin, berarti kita sedang bergelut dengan keyakinan, dan keyakinan yang mengarah kepada kedaulatan Tuhan, itulah iman. Hari ini kita belajar dari Yunus, yang melalui pergumulan imannya ia menemukan cinta kasih Tuhan. Melalui iman, Tuhan telah memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat mengakui kesalahan-kesalahan kita dan berbalik kepadaNya (I Yoh 1:9). Mari, pakailah kesempatan itu untuk lebih dekat kepada Tuhan. Ketahuilah bahwa Tuhan mengasihi setiap orang yang mengasihiNya. Tuhan memberkati! (DK) Doa: Berikanlah aku iman yang teguh untuk menghadapi pergumulanku, Amin !" TUHAN PASTI MENOPANG DAN MENOLONG TIAP ORANG YANG PERCAYA DAN BERPENGHARAPAN

