From: Royanto Bonsajang 

 Ayahku.......................... / Song Phil Collins " Do You Remember "


      Selasa 29 May 2007 pukul 21.06 WIB...........saat yang tidak akan pernah 
saya lupakan dalam hidup saya, dimana orang yang saya kasihi menghembuskan 
nafas terakhirnya di depan Mata saya Dan orang-orang yang Ia kasihi.
      Setelah +/- 6 bulan berjuang melawan sakit yang Ia derita, akhirnya 
Pap..........begitu yang biasa saya sapa.....kembali ke pangkuan Bapa di Surga 
dalam usianya yg ke 87 thn.

      Miris rasanya hati ini......karena ini adalah kali kedua saya harus 
kehilangan sosok atau figur seorang Ayah, setelah Ayah kandung saya sendiri 
sudah berpulang 25 tahun yang lalu.

      1994, 13 tahun lalu saat saya mengucapkan janji pernikahan..........saat 
itulah saya kembali mendapatkan sosok Ayah yang sempat hilang dalam hidup saya. 

      Papa......sosok yang sederhana, beriman, jujur, rendah hati, banyak orang 
segan padanya, tapi itu tidak membuatnya lupa diri Dan menjadi sombong.

      Papa yang tidak pernah setengah setengah dalam memberikan pertolongan. Ia 
mengajarkan pada kami bahwa tidak perlu menjadi kaya untuk bisa menolong orang 
lain.

      Papa yang menjadikan mazmur 23 sebagai ayat kesayangannya "Tuhan adalah 
Gembalaku"

      Papa yang mempunyai pergaulan yang sangat luas.

      Papa yang 'smiling face'

      Papa yang mudah melupakan Dan me-maafkan

      Papa, teman ngobrol yang asyik......diusianya yang ke 87, Papa masih bisa 
berkomunikasi 2 arah dengan baik...... Dikarenakan hobby membacanya.....Pap 
mengetahui hampir semua hal; politik, business, ekonomi,ke-rohani-an, 
organisasi, dll

      Papa yang selalu Ada Dan menyiapkan telinga, hati Dan 
pikirannya......disaat kami membutuhkan.

      Saat ini, kala tangan saya menari diatas keyboard, Mata saya basah oleh 
airmata yang mengalir. Meskipun saya sering meng-ingatkan pada diri saya 
sendiri bahwa saat ini Papa sudah bahagia karena Papa tak lagi harus bergelut 
dengan rutinitas yang menyakitkan "Hemodialisa" yang harus dilakoninya 2 kali 
dalam seminggu, Papa tidak lagi harus di lilit oleh berbagai selang infus, 
oksigen, dopamin, albumin Dan sonde [tempat untuk memasukkan makanan Dan obat] 
yang menggantung di hidungnya...... Sungguh sebuah pemandangan yang menyesakkan 
dada setiap orang yang melihatnya.

      Suamiku memanggilnya Papa........ke-dua putriku memanggilnya Ompung 
Doli......teman-temannya memanggil Pak Don Nasution

      Selamat jalan Papa......

      Hidup adalah sebuah Anugerah

      Kematian adalah keberuntungan

      "Aku adalah kehidupan Dan kebangkitan. Barang siapa yang percaya akan 
Aku, engkau akan tetap hidup walau engkau sudah mati. Dan engkau akan beroleh 
hidup yang selama lamanya".

      "Sebuah expresi kesedihan Dan kehilangan dari sebuah kematian"

      Julie Bertha.
     
     


 

Attachment: PH8508~12.MID
Description: audio/mid

Kirim email ke