From: Yogi Triyuniardi 

10 ALASAN UNTUK MEMPERCAYAI KRISTUS LEBIH DARI PADA AGAMA

1. KRISTUS ADALAH SESEORANG UNTUK DIKENAL DAN DIPERCAYAI

Kristus lebih dari sekedar suatu sistem, tradisi, atau kepercayaan. Dia adalah 
satu Pribadi yang mengetahui kebutuhan-kebutuhan kita, merasakan penderitaan 
kita, dan bersimpati dengan kelemahan kita. Bila kita percaya kepadaNya, Dia 
mengampuni dosa kita, menjadi perantara bagi kita, dan membawa kita kepada 
BapaNya.
Dia menangis untuk kita, mati untuk kita, dan bangkit dari kematian untuk 
membuktikan bahwa Dia adalah sesuai dengan apa yang Dia klaim tentang DiriNya.
Dengan menaklukkan kematian, Dia menunjukkan bahwa Ia mampu menyelamatkan kita 
dari dosa-dosa, hidup melalui diri kita dalam dunia ini, dan kemudian dengan 
aman
membawa kita ke surga. Ia memberi diriNya sebagai suatu anugerah bagi siapa 
saja yang mau percaya kepadaNya. (#/TB Yoh 20:24-31)

2. AGAMA ADALAH SESUATU UNTUK DIPERCAYAI DAN DILAKUKAN

Agama adalah mempercayai Tuhan, menghadiri kebaktian-kebaktian, mengikuti 
katekisasi, dibaptis, dan menerima Perjamuan Kudus. Agama adalah tradisi, 
ritual, upacara, dan mempelajari perbedaan antara benar dan salah. Agama adalah 
membaca dan menghafal Kitab Suci, memanjatkan doa-doa, memberi kepada orang 
miskin, dan merayakan hari-hari besar agamawi. Agama adalah menyanyi dalam 
paduan suara, menolong orang miskin, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan masa 
lalu. Agama adalah sesuatu yang dipraktekkan oleh orang-orang Farisi, para 
pemimpin rohani yang cinta Kitab Suci, konservatif, separatis, dan yang cukup 
membenci Kristus sehingga mereka menuntut kematianNya.
Mereka membenci-Nya bukan hanya karena Ia melanggar tradisi mereka demi 
menolong orang banyak, (#/TB Mat 15:1-9) tetapi karena melalui agama mereka Ia 
melihat ke dalam hati mereka.

3. AGAMA TIDAK MENGUBAH HATI

Yesus mengibaratkan orang-orang Farisi yang religius seperti sekelompok pencuci 
piring yang membersihkan bagian luar sebuah cawan namun membiarkan bagian dalam
tetap kotor. Ia berkata, "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian 
luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.
Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang 
menjadikan bagian dalam?". 
(#/TB Luk 11:39-40) Yesus tahu bahwa seseorang dapat mengubah penampilannya 
tanpa mengubah tingkah lakunya.
(#/TB Mat 23:1-3) Ia tahu bahwa prestasi dan upacara religius tidak dapat 
mengubah hati. Ia memberi tahu salah seorang yang paling religius pada 
zaman-Nya bahwa kecuali seseorang dilahirkan kembali oleh Roh Kudus, ia tidak 
dapat melihat kerajaan Tuhan.
(#/TB Yoh 3:3) Namun sampai saat ini, banyak orang yang paling religius pun 
terus melupakan bahwa agama memang dapat merapikan penampilan luar, tetapi hanya
Kristus yang dapat mengubah hati.

4. AGAMA MERUMITKAN YANG SEDERHANA

Yesus berbicara kepada ahli-ahli agama yang sangat mengutamakan hal-hal sepele, 
"Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar 
persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu 
mengabaikan keadilan dan kasih Tuhan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain 
jangan diabaikan." (#/TB Luk 11:42) Yesus melihat kecenderungan kita untuk 
membuat aturan-aturan dan berfokus pada tingkah laku yang "benar secara moral," 
tetapi tidak memperhatikan hal yang lebih besar tentang mengapa kita berusaha 
menjadi benar. Sementara orang-orang Farisi memiliki banyak pengetahuan berikut 
kesimpulan-kesimpulan logisnya, mereka lupa bahwa Tuhan tidak peduli seberapa 
banyak yang kita ketahui sampai Ia tahu seberapa banyak hati kita peduli orang 
lain. Pertanyaan "mengapa" yang lebih penting inilah yang dipikirkan rasul 
Paulus ketika ia menulis, "Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa 
manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama 
dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing... dan sekalipun aku 
membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku 
untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada 
faedahnya bagiku,". (#/TB 1Ko 13:1, 3)

5. AGAMA LEBIH MEMENTINGKAN PERSETUJUAN MANUSIA DARI PADA PERKENANAN Tuhan

Yesus menyimpan kritik-Nya yang paling tajam bagi orang-orang religius yang 
menggunakan reputasi rohani mereka untuk mendapatkan perhatian dan kehormatan.
Terhadap mereka ini Yesus berkata, "Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, 
sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima 
penghormatan di pasar,".
 (#/TB Luk 11:43) Kemudian, kepada murid-murid-Nya, Ia berbicara tentang 
orang-orang Farisi, "Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya 
dilihat orang,". (#/TB Mat 23:5) Yesus melihat dengan jelas ke dalam praktek 
agama yang menganggap pendapat dan perhatian dari manusia lebih penting dan 
lebih disukai dari pada perkenanan Tuhan.

6. AGAMA MENJADIKAN KITA ORANG-ORANG MUNAFIK

Yesus berkata, "Celakalah kamu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi! Sebab 
kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di 
atasnya, tidak mengetahuinya." 
(#/TB Luk 11:44) Apakah yang kelihatan lebih baik dari pada berpakaian rapi, 
menghadiri kebaktian-kebaktian, dan melakukan hal-hal yang menandakan bahwa 
kita adalah orang-orang yang saleh dan takut akan Tuhan? Tetapi berapa banyak 
ahli agama, pendeta, dan penganut agama yang setia yang sedikit pun tidak 
menunjukkan penghormatan dan dorongan untuk istri-istri mereka, perhatian bagi 
anak-anak mereka, dan kasih kepada orang-orang yang berbeda kepercayaan? Yesus 
mengetahui apa yang seringkali kita lupakan: Apa yang kelihatan baik mungkin 
memiliki akar yang jahat.

7. AGAMA MENJADIKAN HIDUP LEBIH SULIT LAGI

Karena tidak dapat mengubah hati, agama berusaha mengontrol orang dengan 
hukum-hukum dan tuntutan-tuntutan yang bahkan tidak dijalankan oleh para ahli 
agama yang menafsirkan dan menjabarkan aturan-aturan tersebut. Dengan 
memikirkan "faktor
beban" inilah, Yesus berkata, "Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab 
kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri 
tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun,". 
(#/TB Luk 11:46) Agama sangat baik di dalam menjabarkan standar-standar tingkah 
laku dan hubungan-hubungan yang benar, tetapi sangat tidak berdaya dalam 
memberikan pertolongan yang dibutuhkan dan penuh belas-kasihan bagi mereka yang 
menyadari bahwa mereka belum hidup sesuai dengan tuntutan-tuntutan tersebut.

8. AGAMA MENJADIKAN KITA MUDAH MENIPU DIRI KITA SENDIRI

Secara bergurau sering dikatakan, "Saya mencintai umat manusia. Orang-oranglah 
yang membuat saya tidak tahan." Orang-orang Farisi bertindak berdasarkan 
pemikiran yang serupa, tetapi hal itu sungguh tidak lucu. Menurut Yesus, 
orang-orang Farisi menyombongkan diri mereka di dalam menghormati dan membangun 
monumen-monumen para nabi. Ironisnya, ketika mereka bertemu dengan seorang nabi 
yang sesungguhnya, mereka justru mau membunuhnya. Barclay mengatakan, 
"Satu-satunya nabi yang mereka kagumi adalah nabi yang sudah mati; ketika 
mereka bertemu seorang nabi yang hidup, mereka berusaha membunuh-Nya. Mereka 
menghormati para nabi yang sudah mati dengan membangun kuburan dan monumen, 
tetapi mereka menghina yang masih hidup dengan penganiayaan dan kematian." 
Inilah yang dimaksud Yesus dalam #/TB Luk 11:47-51 dan #/TB Mat 23:29-32. 
Orang-orang Farisi telah menipu diri mereka sendiri. Mereka tidak menganggap 
diri mereka sebagai pembunuh para nabi. Ahli-ahli agama tidak melihat diri 
mereka sebagai orang yang menolak Tuhan.

9. AGAMA MENYEMBUNYIKAN KUNCI PENGETAHUAN

Salah satu bahaya terbesar dari agama adalah menjadikan kita berbahaya bukan 
hanya bagi diri kita sendiri melainkan juga bagi orang lain. Kepada para ahli 
Alkitab yang sangat religius pada zaman-Nya Yesus berkata, "Celakalah kamu, hai 
ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri 
tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu 
halang-halangi,".
 (#/TB Luk 11:52) Ahli-ahli agama mengambil "kunci pengetahuan" dengan
mengalihkan perhatian orang dari Firman Tuhan dan dari ketulusan hati dengan 
tambahan tradisi-tradisi dan tuntutan-tuntutan yang sepele tetapi yang dianut 
secara fanatik. Bukannya memimpin orang kepada Tuhan, mereka malah mengubah 
fokus umatnya kepada diri mereka dan aturan-aturan mereka sendiri. Ahli-ahli 
agama
demikian adalah orang-orang yang yakin bahwa kepercayaan dan karya agama mereka 
dapat menggantikan apa yang sesungguhnya hanya dapat dilakukan oleh Kristus.

10. AGAMA MENYESATKAN PARA PENGIKUTNYA

Dalam #/TB Mat 23:15 Yesus berkata, "Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan 
orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan 
dan
menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu 
dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih 
jahat
daripada kamu sendiri." Orang-orang yang bertobat kepada suatu agama berada 
dalam bahaya ganda. Mereka memiliki antusiasme ganda untuk menjalani cara hidup 
mereka yang baru, dan dengan semangat besar mereka secara membabi buta membela 
guru-guru mereka yang juga buta. Mereka mempercayakan diri kepada orang-orang 
yang telah mengganti kehidupan, pengampunan, dan hubungan dengan Juruselamat 
yang tak terbatas, dengan suatu sistim aturan dan tradisi. Dalam arti tertentu, 
agama itu penting, (#/TB Yak 1:26-27) yaitu jika ia mengarahkan kita kepada 
Kristus yang mati bagi dosa-dosa kita dan yang sekarang memberi diri-Nya untuk 
hidup melalui mereka yang percaya kepada-Nya. (#/TB Gal 2:20; Tit 3:5)

ANDA TIDAK SENDIRIAN Bila Anda belum meyakini Kristus sebagaimana Dia 
menyatakan diriNya. Namun ingatlah bahwa Ia menjanjikan pertolongan Tuhan bagi 
mereka yang bertanya dengan tulus. Ia berkata, "Barangsiapa mau melakukan 
kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Tuhan, entah Aku
berkata-kata dari diriKu sendiri,".
 (#/TB Yoh 7:17) Di sini Yesus mengingatkan bahwa kita melihat banyak hal bukan 
hanya sesuai dengan apa adanya mereka, tetapi sesuai dengan subyektifitas kita.

Jika Anda memang menyadari perlunya beriman kepada Kristus, ingatlah bahwa 
Alkitab berkata kepada keluarga Tuhan, "Sebab karena kasih karunia kamu 
diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Tuhan, itu 
bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada orang yang memegahkan diri,". (#/TB Efe 
2:8, 9) Keselamatan yang ditawarkan Kristus bukanlah upah untuk usaha religius 
kita, tetapi suatu anugerah
bagi mereka yang percaya kepada-Nya.

Silakan menghubungi kami melalui e-mail ke [EMAIL PROTECTED] untuk memperoleh 
informasi lebih lanjut mengenai bahan ini.

© 2000-2004 RBC Ministries Asia, Ltd.
==========================================
From: Yogi Triyuniardi 

Yesus Kristus adalah Tuhan.

Kata siapa ?

Kata Tuhan sendiri:
"... dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" - yang berarti: Tuhan menyertai 
kita. (Mat 1:23b / Yes 7:14)

Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, 
kepadaNyalah Aku berkenan." (Mat 3:17)

Kata Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Tuhan yang hidup!" (Mat 16:16b)

Kata Markus, penulis Injil: Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak 
Tuhan. (Mrk 1:1)

Kata Iblis: "Jika Engkau Anak Tuhan,...." (Mat 4:3,6)

Kata roh jahat: "Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Tuhan." (Mrk 1:24b)

"Engkaulah Anak Tuhan." (Mrk 3:11b)

"Apa urusanMu dengan aku, hai Yesus, Anak Tuhan Yang Mahatinggi?" (Mrk 5:7)

Kata ahli Taurat: "Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Tuhan 
sendiri?" (Mrk 2:7b)

Kata Yesus sendiri: "Dan barang siapa menyambut Aku, bukan Aku yang 
disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku" (Mrk 9:37b)

"Barang siapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang 
mengutus Dia." (Yoh 5:23b)

"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada 
Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yoh 14:6)

Kata kepala pasukan ketika Ia disalib: "Sungguh, orang ini adalah Anak Tuhan!" 
(Mrk 15:39b)

Kata malaikat Gabriel: ",ia (Yohanes pembabtis) akan membuat banyak orang 
Israel berbalik kepada Tuhan, Tuhan mereka, dan ia akan berjalan mandahului 
Tuhan (Yesus)..." (Luk 1:16-17a)

"Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Tuhan Yang Mahatinggi" (Luk 1:13)

kata malaikat Tuhan: "Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, 
Tuhan, di kota Daud." (Luk 2:11)

Kata Yohanes: "Firman (Yesus) itu adalah Tuhan" (Yoh 1:1)

Sebenarnya masih banyak lagi ayat yang menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan, 
jika kita rajin membaca alkitab, terutama jika kita memilih untuk percaya 
kepadaNya dan Roh Tuhan sudah tinggal didalam diri kita. Tetapi jika seseorang 
tidak percaya atau bahkan dengan tegas menolak Yesus, alkitab mengatakan bahwa 
ia telah dibawah hukuman (Yoh 3:18). Saya tidak menakut-nakuti siapapun, karena 
ini adalah firman
Tuhan, dan suka atau tidak suka tetap akan terjadi.
Oleh karena itu, bagi yang belum percaya, buruan deh, putuskan, sebelum waktumu 
habis!

Tuhan Yesus memberkati. 

Kirim email ke