From: Yogi Triyuniardi 

Kursus penginjilan yg alkitabiah (3)

3. Unsur-unsur persiapan Keselamatan

Orang-orang yang Anda temui dapat dimenangkan untuk Yesus.

Silakan baca dalam Alkitab Anda: #1Pe 3:8-22 dan #Dan 12:2-4

Ayat hafalan Anda:
#1Pe 3:15. Bersiaplah selalu untuk menjawab semua pertanyaan kepada setiap 
orang yang minta dijelaskan tentang alasan-alasan pengharapan yang Anda miliki.

Sesudah itu bicarakanlah tentang hal ini:
Pertanyaan-pertanyaan macam apakah yang dapat Anda ajukan kepada seseorang 
sehingga dapat mengarahkan pembicaraan kepada kesaksian Anda.

Hal yang harus dikerjakan sebelum pertemuan mendatang:
Pikirkan tentang bagaimana Tuhan membimbing Anda untuk percaya kepada-Nya dan 
bagaimana Dia telah menolong Anda sewaktu Anda mulai percaya kepada Tuhan.
Tuliskanlah itu semuanya, dan kemudian ambil waktu khusus selama dua menit 
untuk berlatih praktek menceriterakan kesaksian Anda tersebut kepada 
teman-teman Anda sampai Anda benar-benar merasa dapat melakukannya dengan 
santai, bukan dengan cara berkhotbah.

Tugas tertulis:
Tuliskanlah pesan-pesan apa yang terkesan pada diri Anda tentang perumpamaan 
anak yang hilang dikaitkan dengan orang-orang yang tersesat dan betapa besar 
keinginan hati Tuhan untuk memulihkannya kembali, tidak lebih dari dua lembar 
kertas.

Renungkanlah dalam-dalam kata demi kata dari ayat berikut: #2Ti 1:7

Pastikanlah bahwa Anda mengajarkan pelajaran ini kepada orang-orang lain. 
Berdoalah selalu dan persiapkanlah diri Anda sebaik-baik-nya.

Waktu Anda mengajar, tambahkanlah ayat-ayat Alkitab dan ceritera-ceritera yang 
Anda pilih sendiri sebagai ilustrasi supaya proses pengajaran menjadi menarik, 
semarak dan hidup.

Petrus, seorang Rasul yang besar dan Gembala yang dicintai juga melakukan 
pekerjaan Pemberita Injil dari waktu ke waktu. Tetapi dalam #1Pe 3:1-8 dia 
membuka hatinya sebagai seorang Gembala, dan kemudian dalam ayat ke #1Pe 3:13 
dia beralih memberikan dorongan semangat kepada anggota Jemaatnya untuk 
memenangkan jiwa-jiwa untuk Tuhan Yesus. Kita akan mengikuti nasihatnya yang 
baik itu.

1. Kita harus mengatasi rasa takut kita.
Di Spanyol ada satu Gereja yang beranggotakan laki-laki dan perempuan yang 
dulunya terbiasa hidup bergelandangan di-jalan-jalan, tanpa rasa takut merampok 
orang-orang lain, menggunakan narkoba dan memperdagangkan sex. Tuhan Yesus 
telah menyelamatkan ratusan orang-orang semacam itu dengan cara yang sangat 
mengheran kan. Dulu mereka merampok Bank tanpa rasa takut, tetapi sekarang bila 
tiba saatnya mereka berceritera tentang Tuhan Yesus, anehnya mereka tiba-tiba 
merasakan sedikit ketakutan, dan sering mengucapkan kata-kata kurang lebih 
sebagai berikut:

"Orang-orang mungkin akan mentertawakan saya."
"Orang-orang mungkin mengira saya ini gila."
"Seseorang mungkin akan memukul saya."
"Saya tidak senang mempunyai perasaan tertolak."

Alkitab berkata bahwa Tuhan tidak memberikan kita roh takut, tetapi memberikan 
roh keberanian, roh mengasihi dan roh disiplin. #2Ti 1:7.

Dari mana rasa takut itu datang?

Siapa yang tidak menginginkan kita berceritera tentang Tuhan Yesus? Setan! Jika 
kita tunduk kepada Tuhan dan melawan iblis, maka iblis akan lari dari kita. 
#Jas 4:7.

2. Marilah kita luruskan sikap hati kita.
Sebab dalam hati kita, kita harus menegakkan Kristus, sebagai Tuhan. 
Memposisikan diri di bawah ketuhanan Kristus berarti melayani kepentingan Tuhan 
dan melakukan apa saja yang diperintahkan-Nya adalah satu hal yang sangat 
penting bagi kita. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan kepentingan Tuhan Yesus 
Kristus?

1. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. #Luk 
19:10.
2. Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan 
kabar baik kepada orang-orang miskin; #Luk 4:18.
3. Bukankah dia meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun 
dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? #Luk 15:4.

Orang-orang yang tersesat dan kebingungan karena terlantar adalah penting bagi 
Tuhan Yesus. #Mat 9:36-38.

Memang benar kalau dikatakan bahwa jiwa manusia dapat juga diselamatkan di 
tempat tidur di mana dia terbaring sakit sebelum menemui ajalnya. Tetapi 
bukankah masih terlebih baik jika kehidupan dan jiwa dapat diselamatkan ketika 
seorang muda mengikut Kristus? Siapa yang dapat mengatakan berapa banyak orang, 
dalam masa hidupnya, yang mungkin dapat dibimbingnya ke pada Kristsus?

3. Petrus mengatakan selalu!
Kita harus selalu siap untuk berceritera tentang Yesus pada setiap waktu, siang 
ataupun malam. Anda boleh merasa yakin bahwa kadang-kadang Tuhan mengizinkan 
dan mengkondisikan kita untuk menghadapi berbagai hal yang kurang mengenakkan 
kedagingan kita supaya kita memperoleh kesempatan untuk mengetahui dan menguji
sendiri kesungguhan hati kita.

Di India ada satu kelompok orang-orang Kristen yang benar-benar kecapaian 
sesudah bekerja seharian penuh dalam udara yang panas dan berdebu. Mereka 
duduk-duduk
di sebuah warung makan untuk makan. Tiba-tiba seorang pelayan warung 
berkebangsaan Hindu serta-merta merebahkan dirinya di bawah kaki mereka sambil
mengatakan bahwa dia tahu siapa mereka itu dan minta agar seseorang dari antara 
mereka mau membimbing dan mendoakan dia untuk menerima Kristus dalam hidupnya.
Suatu permintaan yang diajukan pada waktu yang tidak mengenakkan kedagingan 
mereka yang sedang kepanasan, kecapaian dan kelaparan; tetapi menurut Anda apa 
yang mereka lakukan? Selalu siap!

4. Apakah Anda siap?
Petrus berkata bahwa kita harus siap sebelum pergi ke medan pertempuran sebab 
kalau tidak maka kita akan menghadapi resiko dikalahkan oleh musuh. Dalam 
hal-hal
apa sajakah kita harus bersiap diri? Sebagai contoh, bersiaplah dalam hal:

Secara roh, terhisap dalam suatu doa.

Secara Alkitabiah, yakin benar akan kerinduan hati Tuhan Bapa, Tuhan Putera dan 
Roh Kudus.
Secara emosional, kita akan mendengarkan beberapa ceritera-ceritera yang amat 
menyedihkan tetapi kita harus senantiasa siap menjadi pendengar yang baik,
tidak merasa shock atau terpukul secara emosional namun dapat meneteskan 
air-mata.

Secara intelek, kita harus selalu siap sebab ada banyak cara dan jalan untuk 
memenangkan berbagai macam orang. Tahukah kita apa cara-cara dan jalan-jalan 
itu?

Secara praktis, selalu siap untuk pergi pelayanan berdua-dua disertai dengan 
perencanaan yang teliti dan tindak-lanjut yang teratur rapi, sambil menjaga 
penampilan diri yang baik.

5. Petrus mengucapkan perkataan-Setiap orang!
Kita semua kadang-kadang atau bahkan mungkin sering menganggap bahwa bergaul 
dengan satu kelompok orang tertentu dirasakan lebih mudah dibandingkan dengan
kelompok orang-orang lain; tetapi bila tiba saatnya untuk memenangkan jiwa-jiwa 
kita harus mematikan setiap prasangka dan sikap pilih-kasih kita sebab bagi 
Tuhan Yesus setiap jiwa itu berharga. Apakah mereka itu dari golongan kelas 
atas, atau kelas pekerja atau kelas paling bawah dalam lapisan masyarakat; 
semuanya sama-sama dikasihi oleh Tuhan.

6. Berikan kesempatan kepada mereka untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan!
Dapatkah Anda memulai suatu percakapan dengan seseorang yang secara bertahap 
dapat membimbing lawan bicara Anda itu untuk bertanya, seperti misalnya 
menanyakan apa yang Anda kerjakan sehari-harinya atau kemana Anda pergi tiap 
akhir minggu?
Pertanyaan-pertanyaan semacam itu membukakan suatu peluang yang bagus bagi Anda 
untuk menyampaikan beberapa kata tentang iman Anda dan mungkin juga tentang 
Gereja Anda. Idenya adalah menjadi penjala manusia. Kalau kita menangkap ikan 
maka kita akan menggunakan umpan yang dikaitkan pada alat pancing.
Ya, coba-coba saja Anda perhatikan dan cermati dengan sungguh-sungguh siapa 
yang dapat Anda tangkap untuk Tuhan dengan kesabaran, keteguhan hati dan 
kejelian
mata melihat peluang-peluang yang diberikan oleh Tuhan.

Datangnya kesempatan itu bisa tanpa diharapkan sebelumnya.

Seorang gembala bepergian dengan kereta api dan kebetulan ada seorang anak 
perempuan yang duduk tidak jauh dari dia sedang terkena gangguan penyakit asma.
Orang-orang yang ada di sekitarnya memalingkan pandangannya ke arah lain tetapi 
gembala tadi justru datang menghampiri anak perempuan itu untuk menenangkannya 
dari gangguan penyakitnya itu. Gembala itu mengatakan bahwa dia mengetahui apa 
yang dirasakan oleh anak perempuan itu sebab dia sendiri pernah menderita sakit 
asma. Kemudian gembala itu kembali ke tempat duduknya. Setelah tenang anak 
perempuan itu bertanya kepada gembala itu mengapa dia sekarang tidak menderita 
sakit asma lagi. Dalam waktu kurang lebih dua menit saja gembala itu sudah 
memperoleh kesempatan yang terbuka lebar untuk menceriterakan tentang imannya 
kepada Tuhan yang juga menyembuhkan orang dari segala macam penyakit. Anak 
perempuan itu berjanji untuk mengunjungi gembala itu.

7. Dapatkah Anda menjelaskan tentang pengharapan yang Anda miliki?
Ketika Anda bercakap-cakap dengan seseorang di jalan dan lambat-laun percakapan 
Anda berdua berangsur-angsur bergeser mengarah kepada hal-hal tentang 
kepercayaan kepada Tuhan. Di sini mungkin Anda punya waktu tidak lebih dari dua 
menit untuk
memperoleh kesempatan menceriterakan apa yang Tuhan Yesus telah kerjakan untuk 
Anda. Dapatkah Anda melakukan itu? Silakan mencobanya dengan teman-teman
Anda, masing-masing bergantian mengambil giliran bercakap-cakap dan lainnya 
bertugas mengawasi waktu jangan melewati dua menit.

8. Perhatikan sikap Anda.
Sikap dan senyuman kita dapat berbicara lebih keras daripada kata-kata kita. 
Petrus mengatakan bahwa kita harus berkata-kata dengan sopan santun dan hormat,
yang merupakan sikap yang jarang kita temui dalam dunia yang serba sibuk ini.

9. Akhirnya, bersiap-siaplah untuk menderita, masuk Salib dan Sengsara Kristus.
Jika itu kehendak Tuhan, maka Petrus berkata, bersiaplah untuk menderita karena 
perbuatan baik dan benar secara Alkitabiah. Beberapa orang tidak mau 
mendengarkan Anda. Janganlah khawatir karena mereka akan mentertawakan atau 
menghina Anda. Semua yang Anda alami itu untuk Tuhan Yesus yang telah mati di 
kayu salib menebus dosa manusia, orang benar sudah dikorbankan untuk yang tidak 
benar, demi tujuan untuk membawa kita semua kepada Tuhan.
==============================================
Kursus penginjilan yg alkitabiah (4)

4. Gaya hidup Penginjil

Apa yang membuat orang mendengar?

Dalam Alkitab Anda bacalah: Markus pasal #Mar 1

Ayat hafalan Anda:
#Mar 1:15. Yesus berkata, "Waktunya telah genap; Kerajaan Tuhan sudah dekat. 
Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" #Mar 1:15.

Diskusikan hal ini:
Saling membahas pertanyaan-pertanyaan di akhir pelajaran ini.

Sesuatu yang harus dikerjakan sebelum pertemuan yang akan datang:
Sudah tiba saatnya sekarang bagi kita untuk melakukan apa yang Tuhan Yesus 
lakukan dulu dan pergilah ke desa-desa yang belum pernah Anda datangi, dan
berkhotbahlah memberitakan Injil di sana. Sesudah berdoa, pergilah berdua-dua 
bersama-sama sebagai satu Team Pelayanan.

Tugas tertulis:
Selidikilah ke-empat Kitab Injil dan juga #Heb 5:7 kemudian buatlah tulisan 
pada satu lembar kertas dengan judul "Kehidupan doa Tuhan Yesus."

Renungkanlah kata demi kata dari ayat-ayat ini: #Heb 2:3,4.

Pastikanlah bahwa Anda mengajarkan pelajaran ini kepada orang-orang lain. 
Berdoalah selalu dan persiapkanlah diri Anda sebaik-baik-nya.

Waktu Anda mengajar, tambahkanlah ayat-ayat Alkitab dan ceritera-ceritera yang 
Anda pilih sendiri sebagai ilustrasi supaya proses pengajaran menjadi menarik, 
semarak dan hidup.

#Mar 1:45 berkata bahwa orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru. 
Mereka tidak datang ke gereja, tidak ke tempat pelatihan, tidak ke kelompok 
misi atau tidak juga ke pekerjaan sosial. Mereka datang kepada Yesus. Jika kita 
dapat mengungkapkan mengapa mereka datang, dan kita melakukan hal-hal yang
sama seperti apa yang Yesus lakukan waktu itu, maka pada zaman sekarang inipun 
orang-orang masih tetap akan berdatangan kepada Yesus dari segala penjuru.

1. Yesus menyambut Roh Kudus.
Yesus mendengarkan Roh Kudus, #Mar 1:9-12, mentaaati-Nya dan memberikan kendali 
kehidupan-Nya kepada Roh Kudus, pergi dan melakukan apa saja yang Roh Kudus 
tunjukkan.

Mengapa hal ini jadi begitu penting?

Yesus adalah Tuhan, tetapi ketika Dia dilahirkan, Dia sengaja meninggalkan 
semua kuasa dan otoritas ke-Tuhanan-Nya. #Php 2:6,7. Dia memilih untuk datang 
sebagai seorang anak bayi yang terbuka, tidak sebagai seorang komandan tentara, 
pengusaha yang kaya atau penguasa politik. Yesus datang sebagai seorang manusia 
yang lemah dan terbatas, tetapi seorang manusia yang diurapi dan diberi kuasa 
oleh Roh Kudus, sebagaimana kita sesungguhnya juga sekarang dapat melakukannya 
karena pengurapan dan kuasa dari Roh Kudus yang sama dan seyogyanya demikianlah 
juga yang harus kita  lakukan sama seperti Yesus. #Luk 4:18.

2. Yesus mengatasi cobaan iblis.
Di padang gurun, menurut Injil #Mar 1:13; Mat 4:1-11, Yesus merasa lemah dan 
lapar ketika iblis mencobai-Nya untuk menyalah-gunakan kuasa-Nya dengan 
mengubah batu-batu menjadi roti. Kemudian setan mencobai Dia agar Dia mengelak 
dari sengsara salib dan setan juga mencobai Yesus untuk menaikkan diri-Nya 
sendiri akan tetapi pada setiap kesempatan bujukan setan itu Yesus mengatakan 
"Tidak" dan Dia memilih untuk tetap setia kepada Tuhan dan Rencana-Nya. 
Akhirnya setan dikalahkan dan pergi.

3. Yesus menomor-satukan Berkhotbah dalam Agenda Kerja-Nya.
1. Dia mengatakan bahwa khotbah-Nya adalah suatu berita Kabar Baik.
2. Dia mengatakan bahwa Kerajaan Tuhan sudah dekat.
3. Dia mengatakan bahwa waktu-Nya telah tiba.
4. Dia memerintahkan orang-orang untuk bertobat dan percaya. #Mar 1:14.

Seringkali kita memberi kesaksian tentang Yesus secara diam-diam dan manis 
dalam kehidupan kita, tetapi sebenarnya orang-orang itu harus diberikan 
tantangan untuk membuat keputusan dalam hidupnya, untuk berbalik dari jalan 
hidupnya yang sesat dan berdosa kepada Tuhan dan percaya, atau kalau tidak, 
maka mungkin yang dapat terjadi malahan sebaliknya yaitu, tidak percaya.
Janganlah ada orang yang mengatakan bahwa khotbah itu tidak populer. Miguel 
Diez mempunyai 3.000 orang pendengar di udara terbuka di Ecuador, di Pensacola, 
Gereja Florida telah melihat 100.000 petobat baru dalam waktu dua tahun, dan 
Carlos Anacondia di Argentina telah melihat 8.000.000 keputusan dibuat untuk 
mengikut Kristus melalui khotbah penginjilannya.

4. Yesus mengetahui waktu Tuhan.
Yesus bekerja sampai Ia berusia tigapuluh tahun tetapi waktu raja Herod 
memenjarakan Yohanes Pembaptis, maka kejadian itulah yang memicu Yesus. Dari 
kejadian itu maka Yesus tahu bahwa waktu-Nya telah tiba. Kita diberi-tahu untuk 
senantiasa berjaga-jaga, supaya kita dapat mengetahui bilamana Yesus hadir di 
depan pintu kita. Jika kita dengan mata yang sebelah memperhatikan Firman 
Nubuatan Tuhan, di Gereja dan Israel, sedang mata yang sebelah lagi kita 
pergunakan untuk memantau peristiwa-peristiwa dunia, maka kita akan mengerti 
mengenai masa dan waktu Tuhan (kronos dan kairos).
#Mar 13:28-36; Mat 16:1-3.

1. Nuh paham akan waktu Tuhan dan membangun bahtera.
2. Musa memahami waktu Tuhan dan membimbing umat Tuhan kepada kebebasan.
3. Daniel memahami waktu Tuhan dan berdoa untuk mengakhiri masa pembuangan umat 
Tuhan.
4. Tuhan memegang waktu-Nya dan mengutus Yesus.
5. Yesus memahami waktu Tuhan dan berkhotbah memberitakan Injil Kerajaan Tuhan.

5. Yesus memanggil orang-orang lain untuk membantu.
Dia tidak melakukan semuanya oleh-Nya sendiri, #Mar 1:16-20. Orang-orang yang 
mendengar panggilan Kristus, mentaati-Nya tanpa menunda-nunda lagi, meninggalkan
semua yang sedang dikerjakan dan mengikut Yesus, untuk memperluas kesaksian dan 
berbagi dalam menanggung beban pekerjaan.

1. Pertama-tama hanya ada Yesus.
2. Kemudian, Yesus ditambah dengan 12 orang murid.
3. Lalu berikutnya, yang 12 ditambah dengan 3.000 petobat baru.
4. Berikutnya yang 3.000 orang menjadi 5.000 orang Yahudi.
5. Berikutnya lagi orang-orang dari negara-negara lain bergabung dalam gerakan 
ini.
6. Dan kemudian dilanjutkan dengan tersebarnya Injil
ke Afrika dan Asia dan demikian seterusnya.

6. Yesus memperlihatkan Kuasa Tuhan.
Yesus mengusir roh jahat. #Mar 1:25.
Yesus menyembuhkan demam malaria. #Mar 1:31. 
Yesus menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan 
mengusir banyak setan; #Mar 1:33-39.  
Yesus mentahirkan orang yang kena penyakit kusta. #Mar 1:42.

Setiap kali Yesus memperlihatkan Kuasa Tuhan yang pada hakekatnya adalah Kasih 
dan Belas-kasihan Tuhan dalam Lawatan-Nya maka berita itu tersebar luas 
kemana-mana. #Mar 1:28,45, sedemikian jauh dan luas wilayah tersebarnya berita 
itu sehingga seluruh penduduk kota mendatangi-Nya. #Mar 1:33,37

7. Yesus komitmen untuk selalu berdoa.
Yesus hanya mengerjakan apa yang Dia lihat Bapa-Nya mengerjakan, #Yoh 5:19 dan 
untuk dapat melakukan itu Dia selalu menyisihkan waktu secukupnya untuk
mendengarkan Bapa-Nya. Kadang-kadang pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, 
atau larut malam, sendirian saja di tempat tersendiri atau bersama di tempat 
umum.
Setelah itu, Ia tahu apa yang harus dilakukan-Nya. #Mar 1:35.

8. Yesus juga komitmen pada orang-orang.
Dia mempunyai kesempatan untuk tinggal di satu tempat dan menjadi terkenal di 
tempat itu tetapi Yesus selalu memilih untuk meneruskan perjalanan-Nya ke 
desa-desa
di sekeliling tempat itu, untuk berkhotbah memberitakan Injil di sana juga. 
#Mar 1:37-39. Yesus mengasihi orang-orang, baik orang-orang yang paling sukar 
untuk dikasihi seperti orang yang dirasuk oleh roh jahat dan wanita yang sakit 
dan juga yang berpenyakit kusta. Bagi Yesus hal-hal itu adalah masalah 
komitmen-Nya untuk mencapai lebih banyak orang dengan Kasih Tuhan. Akibatnya 
adalah orang-orang datang kepada-Nya dari segala penjuru, dan akan selalu 
bertambah banyak yang berdatangan mencari Yesus hingga sekarang dan waktu yang 
akan datang.

Yesus adalah orang yang melayani dalam kuasa Roh Kudus. Yesus berkata bahwa 
barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak saja mereka akan dapat melakukan
perkara-perkara yang sama seperti yang waktu itu dilakukan-Nya tetapi bahkan 
mereka akan dapat melakukan perkara-perkara yang jauh lebih besar oleh karena 
kuasa dari Roh Kudus yang sama yang diutus Yesus kepada kita, sebagai Penolong 
dan Penghibur.

9. Beberapa pertanyaan untuk dipertimbangkan:
1. Apa rencana Anda untuk menjangkau orang-orang?
2. Apakah komitmen Anda untuk berdoa?
3. Apakah Anda mempergunakan Karunia-karunia Roh?
4. Apakah Anda berkata "ya" kepada panggilan Tuhan?
5. Dapatkah Anda melihat bahwa waktu Tuhan itu adalah sekarang?
6. Apakah berkhotbah itu merupakan suatu prioritas bagi Anda?
7. Apakah Anda mengatasi cobaan setan setiap hari dengan doa, Firman Tuhan dan 
dengan membuat keputusan-keputusan yang kudus?
8. Apakah Anda sudah menerima Roh Kudus ketika untuk pertama kalinya Anda 
menjadi percaya kepada Kristus dan apakah Anda masih dipenuhi oleh Roh Kudus 
setiap hari sekarang ini?

© Dr Les Norman-School of Christian Leadership, England Anda diizin meng-copy 
untuk keperluan studi, bukan untuk diperjualbelikan atau untuk tujuan komersiil.
Anda menerimanya secara gratis, karena itu berikan juga secara gratis.

Kirim email ke