From: Yogi Triyuniardi
10 ALASAN UNTUK MEMPERCAYAI KEBANGKITAN KRISTUS
1. HUKUMAN MATI DI MUKA UMUM MEMASTIKAN KEMATIAN YESUS
Selama perayaan Paskah Yahudi, Yesus digiring ke ruang pengadilan Romawi oleh
orang banyak yang marah. Ketika Yesus berdiri di hadapan Pilatus, gubernur
Yudea, para pemimpin agama mengajukan tuduhan terhadap-Nya karena Ia mengklaim
diri sebagai Raja orang Yahudi. Kumpulan orang itu menginginkan kematian-Nya.
Yesus dipukul, didera, dan dijatuhi hukuman mati di muka umum. Di suatu bukit
di luar Yerusalem Dia disalibkan di antara 2 penjahat. Teman-teman-Nya yang
patah hati dan
musuh-musuh yang mencemooh-Nya menyaksikan kematian-Nya. Para serdadu Romawi
diutus untuk menuntaskan hukuman itu karena hari Sabat hampir tiba.
Untuk mempercepat kematian, mereka mematahkan kaki kedua penjahat. Tetapi
ketika mereka mendekati Yesus, mereka tidak mematahkan kaki-Nya karena dari
pengalaman mereka tahu bahwa Yesus sudah mati. Tetapi sebagai tindakan
pencegahan akhir, mereka menusukkan tombak ke lambung-Nya. Dengan demikian Ia
tidak akan
menyusahkan mereka lagi.
2. KUBUR YESUS DIJAGA KETAT OLEH PEMERINTAH
Esok harinya, para pemimpin agama menghadap lagi ke Pilatus. Mereka mengatakan
Yesus telah meramalkan bahwa Dia akan bangkit dalam 3 hari. Untuk memastikan
bahwa murid-murid Yesus tidak dapat berkomplot di dalam cerita bohong tentang
Kebangkitan itu, Pilatus memerintahkan agar meterai resmi pemerintah Romawi
dibubuhkan di kuburan untuk memperingatkan para perampok kuburan. Untuk menguat
kan perintah itu, para serdadu berjaga-jaga di sana. Murid-murid yang ingin
mencuri tubuh Yesus akan diketahui mereka, sehingga hal itu tidak mudah
dilakukan. Para penjaga Romawi mempunyai alasan kuat untuk tetap berjaga-jaga,
karena hukuman bagi yang tertidur pada waktu tugas jaga adalah kematian.
3. SEKALIPUN DIJAGA, KUBUR YESUS DITEMUKAN KOSONG
Pada pagi hari sesudah hari Sabat, beberapa pengikut Yesus pergi ke kubur untuk
meminyaki tubuh-Nya. Tetapi ketika mereka tiba, mereka terkejut atas apa yang
mereka temukan. Batu yang sangat besar yang digunakan untuk menutup pintu masuk
kubur telah digulingkan dan tubuh Yesus telah lenyap. Ketika berita itu
tersiar, 2
murid Yesus berlari tergesa-gesa ke pemakaman itu.
Kubur telah kosong kecuali kain kafan Yesus yang terlipat rapi di sana.
Sementara itu, sebagian penjaga telah pergi ke Yerusalem untuk memberitahu para
pejabat Yahudi bahwa mereka telah pingsan di hadapan makhluk adikodrati yang
menggulingkan batu kuburan.
Dan ketika mereka siuman, kubur telah kosong. Para pejabat membayar para
penjaga itu dengan sejumlah besar uang untuk berbohong dan mengatakan bahwa para
murid mencuri tubuh Yesus ketika para serdadu itu tertidur. Mereka meyakinkan
para penjaga itu bahwa jika laporan tentang hilangnya tubuh Yesus itu sampai
kepada gubernur maka mereka akan mengetengahi untuk melindungi para penjaga itu.
4. BANYAK ORANG MENGKLAIM BAHWA MEREKA TELAH MELIHAT
DIA HIDUP
Sekitar tahun 55 Masehi, Rasul Paulus menulis bahwa Kristus yang telah bangkit
dilihat oleh Petrus, keduabelas rasul, lebih dari 500 orang (banyak yang masih
hidup ketika Paulus menulis hal ini), Yakobus, dan dirinya sendiri. (#/TB 1Ko
15:5-8) Dengan membuat pernyataan publik, dia memberi kesempatan kepada para
pengritik untuk menyanggah klaimnya ini. Tambahan pula, Perjanjian Baru memulai
sejarahnya dengan
pengikut Kristus yang mengatakan bahwa Yesus "menunjukkan diri-Nya setelah
penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia
hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan
berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Tuhan." (#/TB Kis 1:3)
5. RASUL-RASUL-NYA BERUBAH SECARA DRAMATIS
Ketika satu dari rasul-rasul terdekat Yesus meninggalkan dan mengkhianati Dia,
para rasul yang lain lari untuk menyelamatkan diri mereka sendiri.
Bahkan Petrus, yang sebelumnya telah bersikeras bahwa dia siap mati bagi
gurunya, menjadi takut dan menyangkal bahwa ia pernah mengenal Yesus. Tetapi
para rasul itu mengalami perubahan yang dramatis. Hanya dalam beberapa minggu
kemudian mereka berdiri berhadapan muka dengan orang-orang yang telah
menyalibkan pemimpin mereka. Semangat mereka seperti besi. Mereka tidak dapat
dihentikan dalam ketetapan hati mereka untuk mengorbankan segalanya bagi Dia
yang mereka sebut Juruselamat dan Tuhan. Bahkan setelah dipenjara, diancam, dan
dilarang bicara dalam nama Yesus, para rasul berkata kepada para pemimpin
Yahudi,
"Kita harus lebih taat kepada Tuhan daripada kepada manusia." (#/TB Kis 5:29)
Setelah mereka dianiaya karena tidak menaati perintah dewan Yahudi, para rasul
yang dulunya pengecut itu "setiap hari... memberitakan Injil tentang Yesus yang
adalah Mesias." (#/TB Kis 5:42)
6. PARA SAKSI BERSEDIA MATI UNTUK KEYAKINAN MEREKA
Sejarah dipenuhi oleh para martir. Laki-laki dan perempuan yang tak terhitung
jumlahnya telah mati demi keyakinan-keyakinan mereka. Oleh karena itu, memang
bukan hal penting bila dikatakan bahwa para murid Yesus yang pertama bersedia
menderita dan mati bagi iman mereka. Namun tetaplah penting bahwa sementara
banyak orang bersedia mati untuk apa yang mereka yakini sebagai kebenaran,
hanya ada sedikit orang-seandainya ada-yang bersedia mati untuk apa yang mereka
tahu sebagai suatu kebohongan. Fakta psikologis ini penting karena murid-murid
Kristus tidak mati untuk keyakinan yang mereka pegang kuat yang mungkin saja
bisa salah. Mereka mati karena klaim mereka bahwa mereka telah melihat Yesus
hidup dan dalam keadaan baik setelah kebangkitan-Nya. Mereka mati demi klaim
mereka bahwa Yesus Kristus tidak hanya mati bagi dosa mereka, tetapi bahwa Dia
telah bangkit secara fisik
dari kematian untuk memperlihatkan bahwa Dia tidak seperti pemimpin agama lain
yang pernah hidup.
7. ORANG YAHUDI YANG KRISTEN MENGUBAH HARI IBADAHNYA
Hari Sabat yang adalah untuk beristirahat dan beribadah merupakan prinsip hidup
orang Yahudi yang mendasar. Orang Yahudi yang tidak menghormati hari Sabat
bersalah karena melanggar hukum Musa. Namun orang Yahudi yang menjadi pengikut
Kristus mulai beribadah bersama orang percaya dari bangsa-bangsa lain pada hari
yang baru. Hari pertama dari minggu, yaitu hari di mana mereka percaya Kristus
telah bangkit dari kematian, menggantikan hari Sabat. Bagi seorang Yahudi hal
ini mencerminkan perubahan hidup yang besar. Hari yang baru itu, beserta dengan
upacara baptisan Yahudi yang diubah menjadi upacara masuk ke agama Kristen,
menegaskan bahwa mereka yang percaya pada kebangkitan Kristus telah siap untuk
lebih dari sekadar memperbarui agama Yahudi. Mereka percaya bahwa kematian dan
kebangkitan Kristus telah membuka jalan bagi suatu hubungan yang baru dengan
Tuhan. Jalan yang baru ini tidak didasarkan pada hukum Taurat, tetapi pada
Juruselamat yang menanggung dosa manusia dan memberikan kehidupan kepada mereka.
8. MESKI TIDAK DIHARAPKAN NAMUN TELAH DIRAMALKAN
Para murid sangat terkejut. Mereka mengharapkan Mesias mereka memulihkan
kerajaan Israel. Pikiran mereka terlalu tertuju pada kedatangan kerajaan
mesianik yang
politis sehingga mereka tidak mengantisipasi peristiwa-peristiwa yang perlu
bagi keselamatan jiwa mereka. Mereka pasti berpikir bahwa Kristus berbicara
dalam bahasa simbolik ketika Dia terus menerus mengatakan bahwa Dia harus pergi
ke Yerusalem untuk mati dan dibangkitkan kembali dari kematian. Ucapan itu
memang berasal dari Dia yang sering berbicara dalam bahasa perumpamaan,
akibatnya mereka tidak
memahami hal yang sudah jelas sampai semuanya sudah terjadi. Dalam proses ini,
mereka juga mengabaikan ramalan nabi Yesaya tentang Hamba yang Menderita yang
akan menanggung dosa Israel, seperti domba dituntun ke pembantaian, sebelum
Tuhan memperpanjang umur-Nya. (#/TB Yes 53:10)
9. ITULAH KLIMAKS YANG TEPAT UNTUK KEHIDUPAN YANG MENAKJUBKAN
Saat Yesus tergantung di kayu salib Romawi, orang banyak mencemooh Dia. Dia
menolong orang lain, tetapi dapatkah Dia menolong diri-Nya sendiri? Apakah
keajaiban tiba-tiba berakhir? Tampaknya ini merupakan suatu akhir yang tidak
diharapkan bagi orang yang memulai kehidupan publik-Nya dengan mengubah air
menjadi anggur. Selama 3 tahun pelayanan-Nya, Dia berjalan di atas air,
menyembuhkan orang sakit,
mencelikkan orang buta, membuat orang tuli mendengar, orang bisu berbicara,
orang timpang berjalan, mengusir roh-roh jahat, meredakan badai dahsyat, dan
membangkit kan orang mati. Dia mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tidak
dapat dijawab orang yang bijaksana. Dia mengajarkan kebenaran-kebenaran yang
dalam dengan penjelasan yang paling sederhana.
Dan Dia menghadapi orang-orang munafik dengan kata-kata yang menelanjangi
topeng mereka. Jika semua ini benar, apakah kita akan terkejut bahwa
musuh-musuh-Nya tidak dapat berkata-kata lagi?
10. ITU COCOK DENGAN PENGALAMAN MEREKA YANG PERCAYA KEPADA-NYA
Rasul Paulus menulis, "Jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara
orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus
dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh
Roh-Nya, yang diam di dalam kamu" (#/TB Rom 8:11). Ini adalah pengalaman Paulus
yang hatinya secara dramatis diubah oleh Kristus yang telah bangkit. Ini juga
pengalaman banyak orang di seluruh dunia yang telah "mati" terhadap cara hidup
mereka yang lama sehingga Kristus dapat hidup melalui mereka. Kuasa rohani ini
tidak tampak pada diri orang yang mencoba untuk menambahkan kepercayaan kepada
Kristus ke dalam kehidupan lama mereka. Kuasa ini hanya terlihat pada orang
yang bersedia untuk "mati" terhadap kehidupan lama mereka untuk membuat ruang
bagi pimpinan Kristus. Kuasa ini hanya terlihat pada orang yang menanggapi
bukti-bukti kebangkitan Kristus yang begitu banyak dengan mengakui
kekuasaan-Nya di dalam hati mereka.
ANDA TIDAK SENDIRIAN jika Anda secara jujur tidak yakin bahwa Kristus bangkit
dari kematian. Tetapi ingatlah bahwa Yesus menjanjikan pertolongan Tuhan kepada
mereka yang ingin berdamai dengan-Nya. Dia berkata, "Barangsiapa mau melakukan
kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Tuhan, entah Aku
berkata-kata dari diri-Ku sendiri." (#/TB Yoh 7:17)
Jika Anda sungguh-sungguh melihat bahwa Kebangkitan Kristus masuk akal,
ingatlah selalu apa yang dikatakan Alkitab bahwa Kristus telah mati untuk
membayar harga
dari dosa-dosa kita, dan orang yang percaya dalam hatinya bahwa Tuhan telah
membangkitkan Kristus dari kematian akan diselamatkan (#/TB Rom 10:9-10).
Keselamatan yang ditawarkan Kristus bukanlah upah atas usaha kita, melainkan
hadiah bagi semua orang yang terbukti menaruh kepercayaan mereka di dalam Dia.
Silakan menghubungi kami melalui e-mail ke [EMAIL PROTECTED] untuk memperoleh
informasi lebih lanjut mengenai bahan ini.
© 2000-2004 RBC Ministries Asia, Ltd.
========================================
From: Yogi Triyuniardi
10 ALASAN UNTUK PERCAYA ALKITAB
1. KEJUJURANNYA
Alkitab sungguh jujur. Alkitab memperlihatkan Yakub, bapak dari "bangsa
pilihan," sebagai seorang penipu. Alkitab juga menggambarkan Musa, sang pemberi
Hukum
Taurat, sebagai seorang pemimpin yang merasa tidak aman dan keras kepala, yang
dalam usaha pertamanya untuk menolong bangsanya sendiri, membunuh seorang
laki-laki dan kemudian lari menyelamatkan diri ke padang gurun. Alkitab
menggambar kan Daud bukan hanya sebagai raja yang paling dikasihi, panglima
perang, dan pemimpin rohani, tetapi juga sebagai orang yang mengambil isteri
orang lain dan kemudian, untuk menutupi dosanya, bersekongkol untuk membunuh
sang suami. Pada satu sisi, Kitab Suci pernah menilai bahwa umat Tuhan, bangsa
Israel, begitu buruk sehingga Sodom dan Gomora tampak baik bila dibandingkan
dengan mereka. {#/TB Yeh 16:46-52} Alkitab memperlihatkan bahwa sifat alamiah
manusia memusuhi Tuhan. Alkitab
memprediksikan masa depan yang penuh dengan masalah.
Alkitab mengajarkan bahwa jalan ke Surga sempit dan jalan ke Neraka lebar.
Jelaslah, Kitab Suci ini tidak ditulis untuk mereka yang hanya menginginkan
jawaban sederhana atau pandangan terhadap agama dan manusia yang ringan dan
serba optimis.
2. KETAHANANNYA
Ketika negara Israel yang modern muncul kembali setelah ribuan tahun orang
Israel tercerai-berai, seorang gembala Beduin menemukan satu dari harta karun
arkeologis yang paling penting di zaman ini. Dalam sebuah gua di tepi Barat
Daya Laut Mati, di dalam sebuah buli-buli yang pecah ditemukan dokumen-dokumen
yang telah disembunyikan selama dua ribu tahun.
Temuan-temuan tambahan menghasilkan salinan-salinan naskah yang umurnya seribu
tahun lebih tua dari salinan-salinan tertua yang diketemukan sebelumnya.
Satu dari yang paling penting adalah salinan kitab Yesaya. Isinya ternyata sama
dengan kitab Yesaya yang ada di Alkitab kita. Gulungan-gulungan naskah Laut
Mati itu muncul dari debu bagaikan jabatan tangan yang bersifat simbolik untuk
mengucapkan selamat datang kepada bangsa Israel yang baru kembali ke tanah
airnya. Gulungan-gulungan itu menyingkirkan pendapat dari sebagian orang yang
mengatakan bahwa Alkitab yang asli sudah hilang ditelan waktu dan sudah rusak.
3. PERNYATAANNYA MENGENAI DIRINYA SENDIRI
Apa yang dikatakan Alkitab tentang dirinya sendiri adalah hal yang penting
untuk diketahui. Jika para penulis Kitab Suci sendiri tidak pernah mengklaim
bahwa mereka berbicara bagi Tuhan, tentunya kita berbuat lancang jika kita
membuat klaim itu bagi
mereka. Mungkin kita juga akan menghadapi persoalan lain. Kita mungkin akan
menghadapi sejumlah misteri yang tidak terpecahkan, yang terkandung di dalam
tulisan yang bersifat historis dan etis. Dan kita tidak akan mempunyai sebuah
buku yang telah mengilhami munculnya sinagoga dan gereja yang tidak terhitung
jumlahnya di seluruh dunia. Suatu Alkitab yang tidak mengklaim bahwa ia
berbicara atas nama Tuhan tentunya tidak akan menjadi fondasi bagi iman ratusan
juta orang Yahudi dan Kristen (#/TB 2Pe 1:16-21). Namun, dengan didukung oleh
bukti dan argumentasi yang cukup, para penulis Alkitab telah mengklaim bahwa
mereka diilhami oleh Tuhan. Berhubung jutaan orang telah mempertaruhkan
kehidupan mereka saat ini dan saat
kekekalan pada klaim-klaim itu, Alkitab bukanlah buku yang baik jika para
penulisnya berbohong secara konsisten tentang sumber informasi mereka.
4. MUKJIZATNYA
Peristiwa keluarnya Israel dari Mesir memberikan dasar historis untuk
mempercayai bahwa Tuhan telah menyatakan Diri-Nya sendiri kepada Israel.
Seandainya Laut Merah tidak terbelah sebagaimana yang diceritakan Musa,
Perjanjian Lama kehilangan otoritasnya untuk berbicara atas nama Tuhan.
Demikian pula Perjanjian Baru juga bergantung pada mukjizat. Seandainya Yesus
secara badani tidak bangkit dari kematian, Rasul Paulus mengatakan bahwa iman
Kristen didirikan di atas kebohongan. (#/TB 1Ko 15:14-17) Untuk memperlihatkan
kredibilitasnya, Perjanjian Baru menyebut kan saksi-saksinya, dan ini
dilakukannya di dalam kerangka-waktu yang memungkinkan klaim-klaim itu diuji
kebenarannya. (#/TB 1Ko 15:1-8) Banyak dari para saksi itu akhirnya mati
sebagai martir, bukan untuk membela keyakinan moral atau rohani yang abstrak
tetapi untuk klaim mereka bahwa Yesus telah bangkit dari kematian. Memang mati
sebagai martir bukan hal aneh, namun tetaplah penting untuk menyadari apa yang
menyebabkan mereka rela kehilangan nyawanya. Banyak orang rela mati untuk
sesuatu yang mereka percaya sebagai kebenaran. Dan tidak ada yang rela mati
untuk sesuatu yang mereka tahu sebagai kebohongan.
5. KESATUANNYA
Empat puluh pengarang yang berbeda menulis 66 kitab dalam Alkitab selama lebih
dari 1.600 tahun. Empat ratus tahun yang hening memisahkan 39 kitab Perjanjian
Lama dari 27 kitab Perjanjian Baru. Namun demikian, dari Kejadian sampai Wahyu,
semua kitab menceritakan satu cerita yang utuh. Bersama-sama mereka memberikan
jawaban yang konsisten terhadap pertanyaan-pertanyaan terpenting yang dapat
kita tanyakan: Mengapa kita di sini? Bagaimana kita dapat mengatasi rasa takut?
Bagaimana kita dapat berhasil? Bagaimana kita bisa bangkit dari keadaan kita
yang buruk dan tetap berpengharapan? Bagaimana kita dapat berdamai dengan
Pencipta kita? Jawaban-jawaban Alkitab yang konsisten terhadap
pertanyaan-pertanyaan ini memper lihatkan bahwa Kitab Suci bukanlah banyak buku
melainkan satu buku.
6. KEAKURATANNYA DARI SEGI SEJARAH DAN GEOGRAFI
Selama berabad-abad banyak orang meragukan keakuratan Alkitab dari segi sejarah
dan geografi. Namun para arkeolog modern berulang-ulang telah menggali dan
menemukan bukti mengenai orang-orang, tempat-tempat, dan kebudayaan-kebudayaan
yang digambarkan dalam Kitab Suci. Dari waktu ke waktu, deskripsi dalam Alkitab
telah dibuktikan sebagai catatan yang lebih dapat diandalkan daripada spekulasi
para ahli. Turis masa kini yang mengunjungi musium dan tempat-tempat yang
dilukiskan di Alkitab mau tak mau sangat terkesan dengan latarbelakang
geografis dan historis dari teks Alkitab yang ternyata riil.
7. REKOMENDASI DARI KRISTUS
Banyak orang telah mengatakan hal yang baik mengenai Alkitab, tetapi tidak ada
yang memberi rekomendasi sekuat yang diberikan Yesus dari Nazaret. Ia
merekomendasikan Alkitab bukan hanya dengan ucapan-Nya tetapi juga dengan
kehidupan-Nya. Pada saat-saat pencobaan-Nya, pengajaran di hadapan orang
banyak, dan penderitaan-Nya, Yesus dengan jelas memperlihatkan bahwa Ia
mempercayai Kitab Suci Perjanjian Lama lebih dari sekadar tradisi nasional.
(#/TB Mat 4:1-11; 5:17-19) Yesus percaya bahwa Alkitab adalah buku tentang
Diri-Nya sendiri. Kepada orang-orang senegeri-Nya Ia berkata, "Kamu menyelidiki
Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup yang
kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,
namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu." (#/TB Yoh
5:39-40)
8. KEAKURATAN RAMALANNYA
Dari zaman Musa, Alkitab telah meramalkan peristiwa-peristiwa yang tak seorang
pun ingin mempercayainya. Sebelum Israel masuk ke Tanah Perjanjian, Musa
meramalkan bahwa Israel akan tidak setia, bahwa Israel akan kehilangan tanah
yang Tuhan berikan kepadanya, dan bahwa Israel akan tercerai-berai ke seluruh
dunia, dikumpulkan kembali, dan kemudian dibangun kembali (#/TB Ula 28-31).
Pusat dari ramalan Perjanjian Lama adalah janji tentang Mesias yang akan
menyelamatkan umat Tuhan dari
dosa-dosa mereka dan pada akhirnya membawa penghakiman dan kedamaian bagi
seluruh dunia.
9. KEBERLANGSUNGANNYA
Kitab-kitab Musa ditulis 500 tahun sebelum kitab-kitab Hindu yang paling awal.
Musa menulis kitab Kejadian 2.000 tahun sebelum Muhammad menulis Quran. Selama
masa yang panjang itu, tak ada buku yang dikasihi atau dibenci seperti Alkitab.
Tak ada buku yang secara konsisten telah dibeli, dipelajari, dan dikutip
seperti Alkitab. Sementara jutaan judul-judul lain muncul dan tenggelam,
Alkitab tetap merupakan buku
yang menjadi ukuran bagi buku-buku lain. Sekalipun sering diabaikan oleh orang
yang merasa tak nyaman dengan ajaran-ajarannya, Alkitab tetap merupakan buku
utama dari peradaban Barat.
10. KUASANYA UNTUK MENGUBAH HIDUP MANUSIA
Orang yang tidak percaya sering menunjuk kepada mereka yang mengatakan bahwa
mereka percaya Alkitab tetapi hidupnya tidak berubah. Tetapi sejarah juga
ditandai
oleh mereka yang kehidupannya menjadi lebih baik oleh karena buku ini. Sepuluh
Perintah Tuhan telah menjadi sumber pengarahan moral bagi banyak orang yang tak
terhitung jumlahnya. Mazmur-mazmur Daud telah memberikan kekuatan pada waktu
kesulitan dan kehilangan. Khotbah Yesus di Bukit telah menjadi obat bagi jutaan
orang untuk mengatasi kesombongan dan sikap legalisme. Uraian Paulus mengenai
Kasih di #/TB 1Ko 13 telah banyak melunakkan hati yang sedang marah.
Perubahan hidup dari orang-orang seperti Rasul Paulus, Agustinus, Martin
Luther, John Newton, Leo Tolstoy, dan C.S. Lewis menunjukkan perubahan yang
dapat dilakukan Alkitab. Bahkan satu bangsa atau suku seperti Celtic di
Irlandia, Viking yang liar di Norwegia, atau Indian Auka di Equador telah
diubah oleh Firman Tuhan dan kehidupan serta karya Yesus Kristus yang tak
terbandingkan.
ANDA TIDAK SENDIRIAN jika Anda masih meragukan Alkitab. Alkitab, sama seperti
dunia di sekitar kita, memang mengandung unsur-unsur misteri. Namun demikian,
jika Alkitab benar-benar seperti yang dikatakannya, Anda tidak perlu
memilah-milah sendiri bukti-bukti yang ada. Yesus justru menjanjikan
pertolongan ilahi bagi mereka yang ingin mengenal kebenaran tentang diri-Nya
dan ajaran-Nya. Sebagai tokoh utama dari Perjanjian Baru, Yesus berkata,
"Barangsiapa mau melakukan kehendak Tuhan, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini
berasal dari Tuhan, entah aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri." (#/TB Yoh
7:17)
Satu kunci penting untuk mengerti Alkitab adalah bahwa Alkitab tidak pernah
bermaksud untuk menarik kita kepada dirinya sendiri. Setiap prinsip di dalam
Alkitab memperlihatkan kebutuhan kita akan pengampunan yang disediakan Kristus
bagi kita. Alkitab memperlihatkan mengapa kita perlu membiarkan Roh Kudus hidup
melalui kita. Untuk hubungan yang seperti inilah Alkitab diberikan kepada kita.
Silakan menghubungi kami melalui e-mail ke [EMAIL PROTECTED] untuk memperoleh
informasi lebih lanjut mengenai bahan ini.
© 2000-2004 RBC Ministries Asia, Ltd.