From: "Kisah" [EMAIL PROTECTED]
Edisi 23 -- Pergilah!
PENGANTAR
Bila ada orang yang menyuruh Anda pergi untuk melakukan sesuatu yang bisa
membahayakan hidup Anda, apa yang akan Anda lakukan? Akankah Anda pergi? Tentu
saja kita perlu tahu alasannya, bukan? Setelah tahu alasannya, apakah Anda akan
langsung pergi tanpa pertimbangan lain? Ataukah Anda memerlukan waktu untuk
meyakinkan diri Anda dulu?
Bagaimana bila yang menyuruh Anda pergi adalah Yesus? Apa jawaban Anda?
Mari simak kisah berikut dan kiranya kita dapat merefleksi panggilan kita dalam
melayani-Nya.
Pimpinan redaksi e-KISAH,
Pipin Kuntami
______________________________________________________________________
KESAKSIAN
PERGILAH!
=========
Peristiwa ini terjadi 25 tahun yang lalu di salah satu negara Asia.
Saya melihat ke sekeliling gedung olahraga yang panas dan yang
dipadati oleh sekitar 250 mahasiswa Kristen yang cerdas serta
antusias. Jika kami melakukan apa yang hendak saya sampaikan, kami
semua akan segera dijebloskan ke penjara.
Beberapa kipas angin di dinding mengusir udara yang hangat dan
lembab. Saya membuka Alkitab saya di Markus 16:15 dan langsung membahasnya.
"Di negara ini, bersaksi kepada umat beragama lain dianggap
melanggar hukum. Hukumannya adalah lima tahun penjara dan ditambah denda
25.000 dolar Amerika. Tetapi saya percaya, jika Allah memberi tahu kita untuk
pergi ke seluruh dunia dan memberitakan Injil kepada segala makhluk, Dia
benar-benar menginginkan hal itu."
Saya melihat ke arah Darlene, yang duduk di deretan bangku depan. Di
sampingnya duduk sejumlah misionaris asing. Kami baru saja menikah
selama dua bulan. Dalam sedetik saja saya membayangkannya berada di sel
penjara Asia yang kecil. Dapatkah saya melakukannya? Seketika
ruangan yang panas itu hening.
"Jika Anda bersedia pergi siang ini dan bersaksi tentang Yesus
kepada setiap orang yang Anda temui di jalan di kota ini, silakan
berdiri -- bahkan jika hal itu berarti Anda harus masuk penjara!"
Saya melihat wajah-wajah yang tersenyum, sinar kerinduan memancar di
beberapa pasang mata yang hadir. Kemudian setiap orang bangkit
berdiri termasuk para misionaris asing itu! Saya mengingatkan mereka
akan risikonya, tetapi setiap orang pergi ke luar dan mengendarai
bus-bus yang telah diparkir di luar. Kemudian kami pergi berpasang -pasangan
dan menyebar ke seluruh kota sambil membawa Alkitab dan traktat kami.
Saya tidak menganjurkan cara ini di negara yang tertutup, kecuali
Allah memberi tahu Anda untuk melakukannya, tetapi kami pergi ke
setiap orang yang kami temui. Kelihatannya kami bertindak nekad
dengan melakukan apa yang kami rasa Allah katakan kepada kami.
Kelompok-kelompok itu kembali untuk menceritakan apa yang mereka
alami. Kami melihat banyak orang mau mengenal Yesus Kristus secara
pribadi. Hal mengagumkan yang kami temukan adalah bahwa berita yang kami
sampaikan dan penginsyafan Roh Kudus merupakan perlindungan kami sehingga kami
tidak ditangkap. Sepasang anak muda bercerita, tanpa sadar mereka bersaksi
kepada seorang polisi rahasia yang sedang bertugas untuk melaporkan usaha-usaha
penginjilan. Setelah mereka selesai bersaksi, polisi itu mengatakan
identitasnya. Tetapi dia tidak menangkap mereka. Mereka melaporkan, polisi
rahasia itu begitu terkesan dengan berita Injil yang mereka sampaikan.
Peristiwa itu terjadi pada tahun 1963. Sejak saat itu, kami memiliki
ribuan anak muda yang pergi ke negara-negara seperti Uni Soviet,
Mongolia, dan Republik Rakyat Cina. Mereka dengan berani membagikan iman
mereka. Beberapa orang telah ditangkap dan kemudian dibebaskan.
Seorang pemuda Afrika anggota YWAM bernama Salu dipenjara selama delapan
bulan di Mozambique setelah kaum Marxis mengambil alih pada tahun 1975. Dari
penjara Salu memberi tahu kami untuk mengiriminya semua warta berkala dan
permintaan doa kami karena dia menghabiskan waktunya di penjara untuk berdoa
bagi kami semua!
Bahan diambil dan diedit seperlunya dari:
Judul buku: Menang Dengan Cara Allah
Judul asli: Winning God's Way
Penulis : Loren Cunningham & Janice Rogers
Penerbit : Yayasan Andi, Yogyakarta 2000
Halaman : 104 -- 106
______________________________________________________________________
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan
baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus."
(Matius 28:19) < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Matius+28:19 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA
1. Tidak semua orang dapat mendengar panggilan Tuhan dengan baik.
Mohonkan kepada Tuhan untuk memberikan kepekaan kepada kita dalam
mendengar panggilan-Nya.
2. Bagi kita yang terpanggil, berdoalah agar Tuhan juga memberi
kerelaan di dalam hati kita dalam menjawab panggilan Tuhan dengan
memiliki komitmen untuk melayani-Nya.
3. Doakan supaya semangat melayani terus ada di dalam hidup kita
sebagai Amanat Agung yang Tuhan percayakan untuk kita kerjakan
meski tantangan datang menghadang dan menyurutkan langkah kita.
______________________________________________________________________
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) 2007 YLSA
YLSA -- http://www.sabda.org/ylsa/
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati