Pembakaran gedung bakal asrama STT SETIA-Jakarta Timur
From: S. Anakotta [EMAIL PROTECTED]
GEDUNG BAKAL ASRAMA STT SETIA DIBAKAR MASSA FPI
============ ========= ========= ========= =========
Hari Sabtu, 10 Maret 2007 jam 9 pagi telah terjadi pembakaran gedung asrama
oleh massa Front Pembela Islam (FPI) yang akan dibangun di arela STT SETIA
(Sekolah Tinggi Theologia Injili Arastamar), Kampung Pulo, Pinangranti,
Kecamatan Makasar
, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.
STT SETIA ini dirintis oleh Pdt. Dr. Matheus Magentang, MTh,berdiri sejak 11
Mei 1997 (dibangun dari modal 150 ribu rupiah sumbangan dari ibu pensiunan
Pertamina). STT SETIA ini telah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) no.
02076/PIM-BT/ T/
2006, dengan visi yaitu : "Menyampaikan Kabar Baik Keselamatankepada masyarakat
yang tak terjangkau". Jumlah mahasiswa mencapai1.650 orang (90% berasal dari
daerah pelosok).
STT SETIA ini bekerja sama dengan sinode Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI)
melalui pekerja pedesaan dan pos perintisan ataupun sekolah.
Karena pertumubuhan/ peningkatan jumlah mahasiswa yang belajar di tempat
tersebut, maka pihak yayasan berencana untuk mendirikan gedung asrama seluas
695 meter persegi di RT 08/RW04. Sosialisasi telah dilakukan kepada masyarakat
sekitar, diantaranya melakukan bakti sosial (membagikan sembako). Bahkan pada
19 Januari 2007 dilakukan peletakan batu pertama oleh Brigjen Darpito
Pudyastungkoro
(Kepala Staf Daerah Administrasi Militer, Kodam Jaya).
Namun 3 hari setelah peletakan batu pertama, papan IMB dibakar massa.
Pihak STT SETIA bekerja sama dengan Obor Berkat Indonesia (OBI) dan Kesehatan
Daerah Administrasi Militer (KESDAM, Kodam Jaya) tetap menyelenggarakan bakti
sosial bagi 2000 warga sekitar.
Upaya bakti sosial ini ternyata dibalas dengan isu "Pemurtadan" atau
"Kristenisasi" walaupun telah diadakan pertemuan dengan Walikota, pihak FPI dan
36 orang perwakilan warga.
Massa FPI melakukan aksi demo menentang pembangunan asrama tersebut dan tanpa
ampun langsung mendobrak masuk lingkungan STT SETIA dan merusak dan membakar.
Mereka memang biasanya langsung membakar tanpa memeriksa apakah ada orang yang
masih berada di dalam gedung/bangunan yang dirusak/dibakar! .
Walaupun demikian, massa FPI ini ditentang oleh pihak Barisan Ansor Serbaguna
(Banser) dibawah Nahdatul Ulama (NU) dan Garda Bangsa. Bahkan Kepala Satuan
Koordinasi Nasional BANSER, Haji Tatang Hidayat menguatkan Pdt. Matheus
(pimpinan STT SETIA) dengan ucapan "Maju terus membela yang benar!", sedangkan
Ketua Garda Bangsa, Drs. Eman Hermawan (yang juga wakil sekretaris jenderal
Partai Kebangkitan Bangsa) berkata, "Maju terus Pak Pendeta, kami berada di
belakangmu.
Waktu aksi demo dan perusakan terjadi, anggota Garda Bangsa diturunkan untuk
menjaga di sekitar kampus STT SETIA, bahkan Gus Dur sendiri pun langsung
memerintahkan pihaknya untuk mem'back-up' STT saat situasi mulai memanas.
Pihak STT SETIA telah melapor ke Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI),
Persekutuan Injili Indonesia (PII), FKII. tapi belum ada tanggapan dari
pihak-pihak tersebut.
Sebagai sesama umat percaya, mari kita dukung dalam doa dan tenaga dan dana
bagi STT SETIA ini agar mereka dapat terus melakukan pendidikan bagi
putra-putri daerah pedesaan untuk membagikan kabar baik Injil Keselamatan Tuhan
Yesus.
Tuhan Yesus memberkati anda.
(diambil dari majalah "Reformata" edisi 56, 1-15 April 2007).
Untuk kalangan sendiri.
==========================================
From: [EMAIL PROTECTED]
Ada beberapa kejanggalan pada ajaran Kristen, yaitu:
1. MENYEMBAH MANUSIA YESUS SEBAGAI TUHAN DI ANTARA 3 OKNUM TUHAN MEREKA
(TRINITAS)
Yesus bukanlah Tuhan dengan bukti sebagai berikut:
Yesus Dilahirkan Maryam
Jika Nabi Adam dan Hawa yang manusia saja tidak perlu dilahirkan dari wanita,
lha kok Yesus yang dianggap sebagai Tuhan oleh orang Kristen lahir dari wanita?
"Tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud" (Roma
1:3)
"Yakub memperanakan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut
Kristus" (Matius 1:16)
"Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin" (Lukas 2:6)
Kasihan sekali nenek moyang Yesus, yaitu Nabi Daud, karena "Tuhan" Yesus lahir
belakangan, Daud tak bisa menyembah Yesus. Benar2 tidak masuk di akal.
Menurut konsep yang benar, Tuhan itu adalah pencipta segalanya, bagaimana
Yesus menciptakan Daud, Maryam, dll, jika Yesus sendiri adalah keturunan dari
orang2 tsb?
Islam mengajarkan Tuhan itu tidak beranak dan diperanakan:
"Dia tidak beranak dan tidak diperanakan" (Al Ikhlas 112:3)
Yesus Menyusu Susu Ibunya
"Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang
banyak dan berkata kepada-Nya: "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau
dan SUSU yang telah MENYUSUI Engkau" (Lukas 11:27)
Sesungguhnya Allah telah memberikan mukjizat pada beberapa Nabi, seperti
Ibrahim yang tak mempan dibakar, Musa yang bisa membelah lautan Merah, demikian
pula Yesus yang bisa berbicara ketika lahir atas izin Allah.
Tapi mereka semua adalah manusia biasa. Masak Tuhan menyusu air susu ibu, yang
bener saja! Nabi Adam dan Hawa yang manusia saja tidak menyusu.
"Tuhan Yesus Disunat (Pria)"
"Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus,
yaitu nama yang disebut oleh Malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya" (Lukas 2:21)
Bayangkan, masak Tuhan seperti manusia! Disunat dan dikandung ibu-Nya.
Tuhan apa itu?
"Tuhan" Yesus Ditampar dan Diludahi Manusia
"Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia.
Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas
kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu, dan sambil maju ke depan mereka
berkata: "Salam, hai raja orang Yahudi!" Lalu mereka menampar muka-Nya"
(Yohanes 19: 1-3)
"Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut
menyembahNya. Sesudah mengolok-olokan Dia mereka menanggalkan jubah ungu itu
dari pada-Nya dan mengenakan pakaian-Nya kepada-Nya" (Markus 15: 19-20a)
Coba renungkanlah, adakah Tuhan selemah itu. Bisa dihina, ditampar, dan
diludahi oleh manusia? Jika Yesus itu adalah Tuhan dan dia selemah itu, niscaya
milyaran manusia bisa mengeroyok Yesus jika dia berani memasukkan mereka ke
neraka. Tidak benar.
Bukan cuma Yesus yang digambarkan lemah, tapi juga Allah:
"Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki BERGULAT dengan dia
SAMPAI FAJAR MENYINGSING. KETIKA ORANG ITU MELIHAT, BAHWA IA TIDAK DAPAT
MENGALAHKANNYA, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga
sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing."
Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak
memberkati aku."
Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?"
Sahutnya: "Yakub."
Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel,
sebab ENGKAU TELAH BERGUMUL MELAWAN ALLAH DAN MANUSIA, DAN ENGKAU MENANG."
(Kejadian (Pergumulan Yakub dengan Allah 32:24-30))
Hal ini berbeda dengan Islam yang mengakui kekuasaan Tuhan:
"...Jika Tuhan menghendaki, Dia bisa memusnahkan kamu semua dan menggantimu
dengan makhluk yang baru. Demikian itu tidak sukar bagi Allah." (Ibrahim:19-20)
"...Allah Maha Kuasa di atas segalanya" (Al Baqarah 106).
Pengakuan Yesus bahwa Dia Bukan Tuhan
"Yesus mendekati mereka dan berkata, "KepadaKu telah Diberikan segala kuasa di
sorga dan di bumi" (Matius 28:18)
Jika Yesus cuma diberikan kuasa, tentulah ada yang lebih Maha Kuasa yang
MEMBERIKAN KUASA tsb kepada Yesus. Dan itu tidak lain Allah SWT.
"Aku TIDAK DAPAT BERBUAT APA2 dari diriKu sendiri; Aku menghakimi sesuai
dengan apa yang Aku dengar..." (Yohannes 5:30)
"... Aku mengusir setan dengan kuasa Allah..." (Lukas 11:20)
"... Lalu Yesus menengadah ke atas (ke arah sorga) dan berkata, "Bapa, Aku
mengucapkan syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.
Aku tahu bahwa Engkau selalu MENDENGARKAN AKU, tetapi oleh orang banyak
yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya (dengan keras),
supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku..." (Yohannes
11:41-43)
Yesus itu menurut Islam adalah manusia yang diutus Allah sebagai Nabi seperti
Nabi Muhammad, inilah penjelasan Al Qur'an yang mengkoreksi penyimpangan yang
ada di Alkitab:
"Ingatlah ketika Allah berfirman: Ya Isa anak Maryam, adakah engkau katakan
kepada manusia: Ambillah aku dan ibuku menjadi Tuhan, selain daripada Allah?
Isa menjawab, "Maha Suci Engkau ya Allah. Tak pantas bagiku mengatakan sesuatu
yang bukan hakku. Jika kukatakan demikian, tentu Engkau mengetahuinya. Engkau
mengetahui apa2 yang dalam diriku dan aku tiada mengetahui apa yang ada pada
diri (zat) Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala yang ghaib.
Tiadalah kukatakan kepada mereka, melainkan apa2 yang telah Engkau perintahkan
kepadaku, yaitu: Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, dan aku menjadi saksi
atas mereka, selama aku hidup bersama mereka Tatkala engkau mewafatkanku.
Engkaulah pengawas mereka.
Engkau menjadi saksi atas tiap-tiap sesuatu." (Al Maidah:116-117)
Alkitab sebenarnya dan Al Qur'an menyatakan Tuhan itu satu:
"Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa TUHANLAH ALLAH, TIDAK
ADA yang lain KECUALI DIA" (Ulangan 4:35)
"Katakanlah: Tuhan itu satu!" (Al Ikhlas 112:1)
Yesus Tidak Tahu Tentang Hari Kemudian
"Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu,
malaikat-malaikat di sorga tidak, dan ANAKPUN TIDAK, hanya Bapa saja" (Markus
13:32)
Tuhan Tidak Mengenal Musim Buah
"Dan dari jauh ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk
melihat kalau-kalau ia mendapat apa-apa dari pohon itu. Tetapi waktu ia tiba di
situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab MEMANG BUKAN MUSIM
BUAH ARA" (Markus 11:13)
Jadi jika Tuhan menurut pandangan Islam itu Maha Tahu, bahkan tak ada sehelai
daunpun yang gugur tanpa Dia mengetahuinya, maka Alkitab menceritakan bagaimana
"Tuhan" Yesus tidak tahu kalau saat itu bukan musim buah Ara. Padahal jangankan
Tuhan, manusia seperti Petanipun tahu kalau sedang tidak musim buah Ara, maka
tidak akan didapati buahnya. Tapi sayangnya "Tuhan" Yesus yang seharusnya Maha
Tahu, TIDAK MENGETAHUI hal ini, dan terus berjalan mendekati pohon Ara tsb.
Dari ayat di atas jelas Yesus bukan Tuhan, karena dia tidak Maha Mengetahui.
Tuhan di dalam Islam adalah Maha Kuasa dan Maha Mengetahui.
Coba lihat bagaimana Al Qur'an menggambarkan kebesaran Tuhan. Sesungguhnya
mustahil jika Tuhan itu ilmunya kalah daripada para petani yang tidak lebih
dari makhluk ciptaannya:
"... Yang mengetahui segala yang tersembunyi dan yang nyata, dan Dia Maha
Bijaksana lagi Maha Mengetahui." (6 Al An'aam:73)
"Di sisi Allah segala anak kunci yang ghaib. Tiadalah yang mengetahuinya,
kecuali Dia sendiri. Dia mengetahui apa2 yang ada di daratan dan di lautan.
Tiadalah gugur sehelai daun pun, melainkan Dia mengetahuinya.
Dan tiada sebuah biji dalam gelap gulita perut bumi dan tiada pula benda yang
basah dan yang kering, melainkan semuanya itu dalam Kitab yang terang." (Al
An'aam 6:59).
Anak Allah Selain Yesus:
"anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah" (Lukas 3:38)
Melkisedek tidak berbapa beribu, dan sama dgn Yesus (Ibrani 7:3)
Baca juga Kejadian 6:2-4, Mazmur 2:7, Roma 8:14. Pada Injil Yohannes 5:19-47
(Kesaksian Yesus Tentang diri-Nya) dan juga Ibrani, begitu banyak pertentangan
tentang konsep Trinitas ini.
2. PENEBUSAN DOSA MANUSIA DENGAN PENYALIBAN YESUS
Dalam ajaran Kristen yang diajarkan oleh Paulus, seluruh manusia berdosa
karena nenek moyang mereka, Adam dan Hawa, memakan buah terlarang.
Hal ini bukan saja bertentangan dengan Al Qur'an, tapi juga bertentangan
dengan ajaran Alkitab itu sendiri:
"Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut
menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan
anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang
fasik akan tertanggung atasnya" (Yehezkiel 18:20)
Hal ini dibenarkan oleh Al Qur'an:
"Orang yang berdosa, tiada memikul dosa orang lain. Dan tiadalah untuk
manusia, melainkan apa-apa yang dia usahakan" (An Najm 53:38-39)
Jadi tak mungkin Tuhan bersikap tidak adil, misalnya si Fulan membunuh
seseorang, kemudian anak serta cucunya dan seluruh keturunannya yang belum
lahir ketika pembunuhan terjadi ikut mewarisi dosanya, dan harus ikut dibunuh.
Jadi konsep bahwa Yesus turun ke dunia untuk menebus dosa seluruh manusia
hanya karena nenek moyang mereka, Adam dan Hawa, makan buah terlarang itu jelas
bertentangan dengan akal dan nilai2 keadilan. Lagi pula haruskah dosa warisan
tsb ditebus dengan dosa yang lebih besar, yaitu menyalib Yesus? Kemudian jika
Penyaliban itu dianggap keharusan untuk menebus dosa manusia, kenapa Yudas
Iskariot di Alkitab (Markus 14:10;Matius 26:14;Lukas 22:3) disebut sebagai
pengkhianat? Bukankah dia telah membantu terjadinya penyaliban tsb?
Jika Yesus memang bersedia disalib, kenapa dia menyebut Yudas pengkhianat, dan
kenapa dia memanggil-manggil Tuhan:
"Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama
sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"
(Markus 15:34).
Lagipula jika jiwa Yesus itu benar2 Tuhan, tentulah jiwanya sanggup menahan
itu. Bukankah banyak orang2 seperti suku Indian yang dapat menahan siksa dan
diam saja ketika disiksa?
Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengampun, dia mengampuni hambanya yang
bertobat:
"Kemudian Adam memperoleh beberapa kalimat dari Tuhannya (ia minta ampun),
lalu Allah menerima taubatnya, sesungguhnya Dia Penerima taubat lagi
Penyayang." (Al Baqarah 2:37)
"Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan
berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia
pasti hidup, ia tidak akan mati" (Yehezkiel 18:21)
3. PERTENTANGAN AYAT ALKITAB (Tanda Pemalsuan)
Pada 2 Samuel 24:13 disebut 7 tahun kelaparan, sementara di 1 Tawarikh
21:11-12 cuma 3 tahun.
So Gad came to David, and said unto him, Thus saith the LORD, Choose thee
Either three years' famine; or three months to be destroyed before thy foes,
while that the sword of thine enemies overtaketh thee; or else three Days the
sword of the LORD, even the pestilence, in the land, and the angel of the LORD
destroying throughout all the coasts of Israel. Now therefore advise thyself
what word I shall bring again to him
that sent me. (2 Chronicles 21:11-12)
So Gad came to David, and told him, and said unto him, Shall seven years
of famine come unto thee in thy land? or wilt thou flee three months before
thine enemies, while they pursue thee? or that there be three days' pestilence
in thy land? now advise, and see what answer I shall return to him that sent
me. (2 Samuel 24:13)
Pada versi Inggris, King James Version of the Bible dari www.bible.com,
pertentangan ini masih ada, tapi pada Alkitab terbitan Lembaga Alkitab
Indonesia, tahun 1999, ternyata pertentangan ini "dikoreksi" sehingga masa
kelaparan jadi 3 tahun saja. Benar2 aneh? Setelah ribuan tahun salah, di
Indonesia kesalahan itu akhirnya "direvisi." Jangan2 yang benar malah 7 tahun,
he he he...:)
Cerdik juga ahli Alkitab Indonesia ini dalam merubah2 ayat Alkitab mereka,
sehingga "terlihat" benar!
"Kemudian datanglah Gad kepada Daud, lalu berkatalah ia kepadanya:
"Beginilah firman TUHAN: Haruslah engkau memilih: TIGA TAHUN kelaparan atau
tiga bulan lamanya melarikan diri dari hadapan lawanmu, sedang pedang
musuhmu menyusul engkau, atau tiga hari pedang TUHAN, yakni penyakit
sampar, ada di negeri ini dan malaikat TUHAN mendatangkan kemusnahan di Seluruh
daerah orang Israel. Maka sekarang, timbanglah jawab apa yang harus kusampaikan
kepada Yang mengutus aku" (1 Tawarikh 21:11-12)
"Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan
berkata kepadanya: "Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di
negerimu? Atau maukah engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari hadapan
lawanmu, pedang mereka itu mengejar engkau? Atau, akan adakah 3 hari penyakit
sampar di negerimu? Maka sekarang, pikirkanlah dan timbanglah, jawab apa yang
harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku" (2 Samuel 24:13)
Pada 2 Tawarikh 36:9, Yoyakhin jadi raja pada umur 8 tahun, sementara pada 2
Raja-raja 24:8 berumur 18 tahun.
Jehoiachin was EIGHTEEN years old when he began to reign, and he reigned
in Jerusalem three months. And his mother's name was Nehushta, the
daughter of Elnathan of Jerusalem. (2 Kings 24:8)
Jehoiachin was EIGHT years old when he began to reign, and he reigned
three months and ten days in Jerusalem: and he did that which was evil in the
sight of the LORD. (2 Chronicles 36:9)
Pada versi Inggris, King James Version of the Bible dari www.bible.com,
pertentangan ini masih ada, tapi pada Alkitab terbitan Lembaga Alkitab
Indonesia, tahun 1999, ternyata pertentangan ini "dikoreksi" sehingga umur
Yoyakhin jadi 18 tahun. Benar2 aneh? Setelah ribuan tahun salah, di Indonesia
kesalahan itu akhirnya "direvisi." Jangan2 yang benar malah umur 8 tahun!
Pada 2 Samuel 24:1 TUHAN yang menghasut Daud, tapi pada 1 Tawarikh 21:1
IBLIS yang menghasut Daud.
"Bangkitlah pula murka TUHAN terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud
melawan mereka, firman-Nya: "Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang
Yehuda" (2 Samuel 24:1)
"IBLIS bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung
orang Israel" (1 Tawarikh 21:9)
Perbedaan Iblis dengan Tuhan itu tentu jauh jauh sekali! Bagaimana kita tahu
kalau sebenarnya orang Kristen sekarang ini tidak menyembah Iblis, kalau
Alkitabnya mengandung kesalahan separah itu? Jangan2 sebenarnya Yesus itu sama
sekali bukan Tuhan karena memang Alkitab mengandung kesalahan yang fatal.
Oleh karena itulah Al Qur'an menyebut orang2 Kristen adalah orang2 yang sesat,
karena meski Alkitab mereka jelas2 salah, tapi mereka tetap mengikuti jalan
yang salah.
Pada 2 Samuel 10:18 Daud membunuh 700 ekor kuda dan 40.000 orang pasukan
berkuda, sementara pada 1 Tawarikh justru 7000 ekor kuda dan 40.000 orang
pasukan berjalan kaki.
"Tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari
orang Aram itu TUJUH RATUS ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang pasukan
berkuda. Sobakh, panglima tentara mereka, dilukainya sedemikian, hingga ia mati
di sana" (2 Samuel 10:18)
"tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari
orang Aram itu TUJUH RIBU ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang pasukan
BERJALAN KAKI; juga Sofakh, panglima tentara itu dibunuhnya" (1 Tawarikh 19:18)
Lihat perbedaan di atas, ada orang Kristen yang berargumen bahwa jika si A
melihat pertemuan kemudian pulang ketika jumlah peserta ada 700, sementara si B
baru pulang setelah jumlah peserta ada 7000, maka jika si A menulis 700 dan si
B 7000, maka tidak ada pertentangan. Dua2nya benar.
Tapi hal di atas menunjukkan bahwa Alkitab itu bukan firman Tuhan yang dicatat
oleh manusia. Tapi sekedar catatan sejarah menurut pemikiran manusia. Bedanya
Alkitab dgn buku sejarah pada umumnya adalah, Alkitab mengandung banyak
kesalahan yang tidak konsisten, sedang buku sejarah tidak.
Pada 2 Tawarikh 9:25, Sulaiman punya 4.000 kandang, sementara pada 1 Raja-raja
4:26 ada 40.000.
"Salomo mempunyai juga EMPAT RIBU kandang untuk kuda-kudanya dan
kereta-keretanya dan dua belas ribu orang berkuda, yang ditempatkan dalam
kota-kota kereta dan dekat raja di Yerusalem" (2 Tawarikh 9:25)
"Lagipula Salomo mempunyai kuda EMPAT PULUH RIBU kandang untuk
kereta-keretanya dan dua belas ribu orang berkuda" (1 Raja-Raja 4:26)
Betapa menyedihkannya perbedaan dan kalimat di atas.
Jika Alkitab benar2 diturunkan Allah, tentu tidak ada pertentangan. Ini bukti
adanya kesalahan manusia, karena budaya menulis belum ada ketika itu (alat
tulis berupa batu), cuma mulut ke mulut, dan tak ada yang mampu menghafal
Alkitab sebagaimana Al Qur'an.
Yang parah lagi adalah, bagaimana Lembaga Alkitab Indonesia berusaha menutupi
pertentangan2 Ayat Alkitab tsb dengan melakukan penipuan, yaitu merubah2 ayat
yang katanya merupakan ayat suci.
Jelas hal di atas menunjukkan adanya campur-tangan manusia dari dulu hingga
sekarang. Dulu dari benar dirubah jadi salah. Sekarang mereka berusaha menutupi
pertentangan ayat dgn "mengkoreksinya."
Secara ilmiah, etiskah hal tsb? Apa yang menjamin bahwa pilihan LAI itulah
yang tepat, misalnya dgn memilih 3 tahun, dan bukan 7 tahun kelaparan?
Kemudian bagaimana dgn perbedaan antara Tuhan dan Iblis pada beberapa ayat?
Jelas Alkitab yang banyak pertentangan dan dirubah2 oleh manusia itu sudah
tidak suci lagi, sedangkan Al Qur'an sudah dijamin keasliannya oleh Allah,
karena dari dulu hingga sekarang, selalu ada hafidz (orang yang hafal Al
Qur'an) sehingga jika ada perubahan satu katapun, mereka akan segera
mengkoreksinya.
Untuk masuk Al Azhar, anda harus hafal Al Qur'an, sementara untuk bisa lulus
PTIQ (Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur'an) di Jakarta anda juga harus hafal Al
Qur'an, belum lagi di seantero dunia. Lewat merekalah keaslian Al Qur'an akan
terus terjaga.
-Forum Kebenaran Sejati
Mohon tulisan ini disampaikan kepada keluarga dan teman dekat anda.
Sampaikanlah walau 1 ayat!
Referensi: Al Qur'an; Alkitab (Lembaga Alkitab Indonesia, 1999)
Untuk Pertentangan ayat Alkitab, baca King James Version of Bible di
www.bible.com, karena di Alkitab edisi 1999, pertentangan itu dihilangkan