Pembakaran gedung bakal asrama STT SETIA-Jakarta Timur

From: S. Anakotta [EMAIL PROTECTED]

GEDUNG BAKAL ASRAMA STT SETIA DIBAKAR MASSA FPI
============ ========= ========= ========= =========

Hari Sabtu, 10 Maret 2007 jam 9 pagi telah terjadi pembakaran gedung asrama 
oleh massa Front Pembela Islam (FPI) yang akan dibangun di arela STT SETIA 
(Sekolah Tinggi Theologia Injili Arastamar), Kampung Pulo, Pinangranti, 
Kecamatan Makasar
, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

STT SETIA ini dirintis oleh Pdt. Dr. Matheus Magentang, MTh,berdiri sejak 11 
Mei 1997 (dibangun dari modal 150 ribu rupiah sumbangan dari ibu pensiunan 
Pertamina). STT SETIA ini telah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) no. 
02076/PIM-BT/ T/
2006, dengan visi yaitu : "Menyampaikan Kabar Baik Keselamatankepada masyarakat 
yang tak terjangkau". Jumlah mahasiswa mencapai1.650 orang (90% berasal dari 
daerah pelosok). 

STT SETIA ini bekerja sama dengan sinode Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) 
melalui pekerja pedesaan dan pos perintisan ataupun sekolah.

Karena pertumubuhan/ peningkatan jumlah mahasiswa yang belajar di tempat 
tersebut, maka pihak yayasan berencana untuk mendirikan gedung asrama seluas 
695 meter persegi di RT 08/RW04. Sosialisasi telah dilakukan kepada masyarakat 
sekitar, diantaranya melakukan bakti sosial (membagikan sembako). Bahkan pada 
19 Januari 2007 dilakukan peletakan batu pertama oleh Brigjen Darpito 
Pudyastungkoro
(Kepala Staf Daerah Administrasi Militer, Kodam Jaya).

Namun 3 hari setelah peletakan batu pertama, papan IMB dibakar massa.
Pihak STT SETIA bekerja sama dengan Obor Berkat Indonesia (OBI) dan Kesehatan 
Daerah Administrasi Militer (KESDAM, Kodam Jaya) tetap menyelenggarakan bakti 
sosial bagi 2000 warga sekitar.

Upaya bakti sosial ini ternyata dibalas dengan isu "Pemurtadan" atau 
"Kristenisasi" walaupun telah diadakan pertemuan dengan Walikota, pihak FPI dan 
36 orang perwakilan warga. 

Massa FPI melakukan aksi demo menentang pembangunan asrama tersebut dan tanpa 
ampun langsung mendobrak masuk lingkungan STT SETIA dan merusak dan membakar. 
Mereka memang biasanya langsung membakar tanpa memeriksa apakah ada orang yang 
masih berada di dalam gedung/bangunan yang dirusak/dibakar! .

Walaupun demikian, massa FPI ini ditentang oleh pihak Barisan Ansor Serbaguna 
(Banser) dibawah Nahdatul Ulama (NU) dan Garda Bangsa. Bahkan Kepala Satuan 
Koordinasi Nasional BANSER, Haji Tatang Hidayat menguatkan Pdt. Matheus 
(pimpinan STT SETIA) dengan ucapan "Maju terus membela yang benar!", sedangkan 
Ketua Garda Bangsa, Drs. Eman Hermawan (yang juga wakil sekretaris jenderal 
Partai Kebangkitan Bangsa) berkata, "Maju terus Pak Pendeta, kami berada di 
belakangmu.

Waktu aksi demo dan perusakan terjadi, anggota Garda Bangsa diturunkan untuk 
menjaga di sekitar kampus STT SETIA, bahkan Gus Dur sendiri pun langsung 
memerintahkan pihaknya untuk mem'back-up' STT saat situasi mulai memanas.

Pihak STT SETIA telah melapor ke Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), 
Persekutuan Injili Indonesia (PII), FKII. tapi belum ada tanggapan dari 
pihak-pihak tersebut.

Sebagai sesama umat percaya, mari kita dukung dalam doa dan tenaga dan dana 
bagi STT SETIA ini agar mereka dapat terus melakukan pendidikan bagi 
putra-putri daerah pedesaan untuk membagikan kabar baik Injil Keselamatan Tuhan 
Yesus.

Tuhan Yesus memberkati anda.
(diambil dari majalah "Reformata" edisi 56, 1-15 April 2007).
Untuk kalangan sendiri.
==========================================
From: [EMAIL PROTECTED]
 
 Ada beberapa kejanggalan pada ajaran Kristen, yaitu:
 1. MENYEMBAH MANUSIA YESUS SEBAGAI TUHAN DI ANTARA 3 OKNUM TUHAN MEREKA 
(TRINITAS)
 Yesus bukanlah Tuhan dengan bukti sebagai berikut:

 Yesus Dilahirkan Maryam
 Jika Nabi Adam dan Hawa yang manusia saja tidak perlu dilahirkan dari wanita, 
lha kok Yesus yang dianggap sebagai Tuhan oleh orang Kristen lahir dari wanita?
 "Tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud" (Roma 
1:3)
 "Yakub memperanakan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut 
Kristus" (Matius 1:16)
 "Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin" (Lukas 2:6)
 Kasihan sekali nenek moyang Yesus, yaitu Nabi Daud, karena "Tuhan" Yesus lahir 
belakangan, Daud tak bisa menyembah Yesus. Benar2 tidak masuk di akal.
 Menurut konsep yang benar, Tuhan itu adalah pencipta segalanya, bagaimana 
Yesus menciptakan Daud, Maryam, dll, jika Yesus sendiri adalah keturunan dari 
orang2 tsb?
 Islam mengajarkan Tuhan itu tidak beranak dan diperanakan:
 "Dia tidak beranak dan tidak diperanakan" (Al Ikhlas 112:3)

 Yesus Menyusu Susu Ibunya
 "Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang 
banyak dan berkata kepada-Nya: "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau 
dan SUSU yang telah MENYUSUI Engkau" (Lukas 11:27)
 Sesungguhnya Allah telah memberikan mukjizat pada beberapa Nabi, seperti 
Ibrahim yang tak mempan dibakar, Musa yang bisa membelah lautan Merah, demikian 
pula Yesus yang bisa berbicara ketika lahir atas izin Allah.
 Tapi mereka semua adalah manusia biasa. Masak Tuhan menyusu air susu ibu, yang 
bener saja! Nabi Adam dan Hawa yang manusia saja tidak menyusu.

 "Tuhan Yesus Disunat (Pria)"
 "Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, 
yaitu nama yang disebut oleh Malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya" (Lukas 2:21)
 Bayangkan, masak Tuhan seperti manusia! Disunat dan dikandung ibu-Nya.

 Tuhan apa itu?
 "Tuhan" Yesus Ditampar dan Diludahi Manusia
 "Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia.
 Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas 
kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu, dan sambil maju ke depan mereka 
berkata: "Salam, hai raja orang Yahudi!" Lalu mereka menampar muka-Nya" 
(Yohanes 19: 1-3)
 "Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut
 menyembahNya. Sesudah mengolok-olokan Dia mereka menanggalkan jubah ungu itu 
dari pada-Nya dan mengenakan pakaian-Nya kepada-Nya" (Markus 15: 19-20a)
 Coba renungkanlah, adakah Tuhan selemah itu. Bisa dihina, ditampar, dan 
diludahi oleh manusia? Jika Yesus itu adalah Tuhan dan dia selemah itu, niscaya 
milyaran manusia bisa mengeroyok Yesus jika dia berani memasukkan mereka ke 
neraka. Tidak benar.

 Bukan cuma Yesus yang digambarkan lemah, tapi juga Allah:
 "Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki BERGULAT dengan dia 
SAMPAI FAJAR MENYINGSING. KETIKA ORANG ITU MELIHAT, BAHWA IA TIDAK DAPAT 
MENGALAHKANNYA, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga
 sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
 Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." 
Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak 
memberkati aku." 
Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" 
Sahutnya: "Yakub." 
Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, 
sebab ENGKAU TELAH BERGUMUL MELAWAN ALLAH DAN MANUSIA, DAN ENGKAU MENANG." 
(Kejadian (Pergumulan Yakub dengan Allah 32:24-30))

 Hal ini berbeda dengan Islam yang mengakui kekuasaan Tuhan:
 "...Jika Tuhan menghendaki, Dia bisa memusnahkan kamu semua dan menggantimu 
dengan makhluk yang baru. Demikian itu tidak sukar bagi Allah." (Ibrahim:19-20)
 "...Allah Maha Kuasa di atas segalanya" (Al Baqarah 106).

 Pengakuan Yesus bahwa Dia Bukan Tuhan
 "Yesus mendekati mereka dan berkata, "KepadaKu telah Diberikan segala kuasa di 
sorga dan di bumi" (Matius 28:18)
 Jika Yesus cuma diberikan kuasa, tentulah ada yang lebih Maha Kuasa yang 
MEMBERIKAN KUASA tsb kepada Yesus. Dan itu tidak lain Allah SWT.
 "Aku TIDAK DAPAT BERBUAT APA2 dari diriKu sendiri; Aku menghakimi sesuai 
dengan apa yang Aku dengar..." (Yohannes 5:30)
 "... Aku mengusir setan dengan kuasa Allah..." (Lukas 11:20)
 "... Lalu Yesus menengadah ke atas (ke arah sorga) dan berkata, "Bapa, Aku 
mengucapkan syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.
 Aku tahu bahwa Engkau selalu MENDENGARKAN AKU, tetapi oleh orang banyak
 yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya (dengan keras), 
supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus  Aku..." (Yohannes 
11:41-43)

 Yesus itu menurut Islam adalah manusia yang diutus Allah sebagai Nabi seperti 
Nabi Muhammad, inilah penjelasan Al Qur'an yang mengkoreksi penyimpangan yang 
ada di Alkitab:
 "Ingatlah ketika Allah berfirman: Ya Isa anak Maryam, adakah engkau katakan 
kepada manusia: Ambillah aku dan ibuku menjadi Tuhan, selain daripada Allah?
 Isa menjawab, "Maha Suci Engkau ya Allah. Tak pantas bagiku mengatakan sesuatu 
yang bukan hakku. Jika kukatakan demikian, tentu Engkau mengetahuinya. Engkau 
mengetahui apa2 yang dalam diriku dan aku tiada mengetahui apa yang ada pada 
diri (zat) Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala yang ghaib. 
Tiadalah kukatakan kepada mereka, melainkan apa2 yang telah Engkau perintahkan 
kepadaku, yaitu: Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, dan aku menjadi saksi 
atas mereka, selama aku hidup bersama mereka Tatkala engkau mewafatkanku. 
Engkaulah pengawas mereka.
 Engkau menjadi saksi atas tiap-tiap sesuatu." (Al Maidah:116-117)

 Alkitab sebenarnya dan Al Qur'an menyatakan Tuhan itu satu:
 "Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa TUHANLAH ALLAH, TIDAK
 ADA yang lain KECUALI DIA" (Ulangan 4:35)
 "Katakanlah: Tuhan itu satu!" (Al Ikhlas 112:1)

 Yesus Tidak Tahu Tentang Hari Kemudian
 "Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, 
malaikat-malaikat di sorga tidak, dan ANAKPUN TIDAK, hanya Bapa saja"  (Markus 
13:32)

 Tuhan Tidak Mengenal Musim Buah
 "Dan dari jauh ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk 
melihat kalau-kalau ia mendapat apa-apa dari pohon itu. Tetapi waktu ia tiba di 
situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab MEMANG BUKAN MUSIM 
BUAH ARA" (Markus 11:13)

 Jadi jika Tuhan menurut pandangan Islam itu Maha Tahu, bahkan tak ada sehelai 
daunpun yang gugur tanpa Dia mengetahuinya, maka Alkitab menceritakan bagaimana 
"Tuhan" Yesus tidak tahu kalau saat itu bukan musim buah Ara. Padahal jangankan 
Tuhan, manusia seperti Petanipun tahu kalau sedang tidak musim buah Ara, maka 
tidak akan didapati buahnya. Tapi sayangnya "Tuhan" Yesus yang seharusnya Maha 
Tahu, TIDAK MENGETAHUI hal ini, dan terus berjalan mendekati pohon Ara tsb.
 Dari ayat di atas jelas Yesus bukan Tuhan, karena dia tidak Maha Mengetahui. 
Tuhan di dalam Islam adalah Maha Kuasa dan Maha Mengetahui. 
 Coba lihat bagaimana Al Qur'an menggambarkan kebesaran Tuhan. Sesungguhnya
 mustahil jika Tuhan itu ilmunya kalah daripada para petani yang tidak lebih 
dari makhluk ciptaannya:
 "... Yang mengetahui segala yang tersembunyi dan yang nyata, dan Dia Maha 
Bijaksana lagi Maha Mengetahui." (6 Al An'aam:73)
 "Di sisi Allah segala anak kunci yang ghaib. Tiadalah yang mengetahuinya, 
kecuali Dia sendiri. Dia mengetahui apa2 yang ada di daratan dan di lautan. 
Tiadalah gugur sehelai daun pun, melainkan Dia mengetahuinya.
 Dan tiada sebuah biji dalam gelap gulita perut bumi dan tiada pula benda yang 
basah dan yang kering, melainkan semuanya itu dalam Kitab yang terang." (Al 
An'aam 6:59).
 
 Anak Allah Selain Yesus:
 "anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah" (Lukas 3:38)
 Melkisedek tidak berbapa beribu, dan sama dgn Yesus (Ibrani 7:3)
 Baca juga Kejadian 6:2-4, Mazmur 2:7, Roma 8:14. Pada Injil Yohannes 5:19-47 
(Kesaksian Yesus Tentang diri-Nya) dan juga Ibrani, begitu banyak pertentangan 
tentang konsep Trinitas ini.

 2. PENEBUSAN DOSA MANUSIA DENGAN PENYALIBAN YESUS
 Dalam ajaran Kristen yang diajarkan oleh Paulus, seluruh manusia berdosa 
karena nenek moyang mereka, Adam dan Hawa, memakan buah terlarang.
 Hal ini bukan saja bertentangan dengan Al Qur'an, tapi juga bertentangan 
dengan ajaran Alkitab itu sendiri:
 "Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut 
menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan 
anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang 
fasik akan tertanggung atasnya" (Yehezkiel 18:20)

 Hal ini dibenarkan oleh Al Qur'an:
 "Orang yang berdosa, tiada memikul dosa orang lain. Dan tiadalah untuk 
manusia, melainkan apa-apa yang dia usahakan" (An Najm 53:38-39)
 Jadi tak mungkin Tuhan bersikap tidak adil, misalnya si Fulan membunuh 
seseorang, kemudian anak serta cucunya dan seluruh keturunannya yang belum 
lahir ketika pembunuhan terjadi ikut mewarisi dosanya, dan harus ikut dibunuh.
 Jadi konsep bahwa Yesus turun ke dunia untuk menebus dosa seluruh manusia 
hanya karena nenek moyang mereka, Adam dan Hawa, makan buah terlarang itu jelas 
bertentangan dengan akal dan nilai2 keadilan. Lagi pula haruskah dosa warisan 
tsb ditebus dengan dosa yang lebih besar, yaitu menyalib Yesus? Kemudian jika 
Penyaliban itu dianggap keharusan untuk menebus dosa manusia, kenapa Yudas 
Iskariot di Alkitab (Markus 14:10;Matius 26:14;Lukas 22:3) disebut sebagai 
pengkhianat? Bukankah dia telah membantu terjadinya penyaliban tsb?

 Jika Yesus memang bersedia disalib, kenapa dia menyebut Yudas pengkhianat, dan 
kenapa dia memanggil-manggil Tuhan:
 "Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama 
sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" 
(Markus 15:34).
 Lagipula jika jiwa Yesus itu benar2 Tuhan, tentulah jiwanya sanggup menahan 
itu. Bukankah banyak orang2 seperti suku Indian yang dapat menahan siksa dan 
diam saja ketika disiksa?
 Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengampun, dia mengampuni hambanya yang
 bertobat:
 "Kemudian Adam memperoleh beberapa kalimat dari Tuhannya (ia minta ampun), 
lalu Allah menerima taubatnya, sesungguhnya Dia Penerima taubat lagi 
Penyayang." (Al Baqarah 2:37)
 "Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan 
berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia 
pasti hidup, ia tidak akan mati" (Yehezkiel 18:21)

 3. PERTENTANGAN AYAT ALKITAB (Tanda Pemalsuan)
 Pada 2 Samuel 24:13 disebut 7 tahun kelaparan, sementara di 1 Tawarikh 
21:11-12 cuma 3 tahun.
    So Gad came to David, and said unto him, Thus saith the LORD, Choose thee 
Either three years' famine; or three months to be destroyed before thy foes, 
while that  the sword of thine enemies overtaketh thee; or else three Days the 
sword of the LORD, even the pestilence, in the land, and the angel of the LORD 
destroying throughout all the coasts of Israel. Now therefore advise thyself 
what word I shall bring again to him
 that sent me. (2 Chronicles 21:11-12)
     So Gad came to David, and told him, and said unto him, Shall seven years 
of famine come unto thee in thy land? or wilt thou flee three months before 
thine enemies, while they pursue thee? or that there be three days' pestilence 
in thy land? now advise, and see what answer I shall return to him that sent 
me. (2 Samuel 24:13)

 Pada versi Inggris, King James Version of the Bible dari www.bible.com, 
pertentangan ini masih ada, tapi pada Alkitab terbitan Lembaga Alkitab 
Indonesia, tahun 1999, ternyata pertentangan ini "dikoreksi" sehingga masa 
kelaparan jadi 3 tahun saja. Benar2 aneh? Setelah ribuan tahun salah, di 
Indonesia kesalahan itu akhirnya "direvisi." Jangan2 yang benar malah 7 tahun, 
he he he...:)
 Cerdik juga ahli Alkitab Indonesia ini dalam merubah2 ayat Alkitab mereka, 
sehingga "terlihat" benar!
    "Kemudian datanglah Gad kepada Daud, lalu berkatalah ia kepadanya:   
 "Beginilah firman TUHAN: Haruslah engkau memilih: TIGA TAHUN  kelaparan atau 
tiga bulan lamanya melarikan diri dari hadapan lawanmu,    sedang pedang 
musuhmu menyusul engkau, atau  tiga hari pedang TUHAN,    yakni penyakit 
sampar, ada di negeri ini dan malaikat TUHAN mendatangkan kemusnahan di Seluruh 
daerah orang Israel. Maka sekarang, timbanglah jawab apa yang harus kusampaikan 
kepada Yang mengutus aku" (1 Tawarikh 21:11-12)

    "Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan 
 berkata kepadanya: "Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di 
negerimu? Atau maukah engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari hadapan 
lawanmu, pedang mereka itu mengejar engkau? Atau, akan adakah 3 hari penyakit 
sampar di negerimu? Maka sekarang, pikirkanlah dan timbanglah, jawab apa yang 
harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku"  (2 Samuel 24:13)

 Pada 2 Tawarikh 36:9, Yoyakhin jadi raja pada umur 8 tahun, sementara pada 2 
Raja-raja 24:8 berumur 18 tahun.
    Jehoiachin was EIGHTEEN years old when he began to reign, and he reigned    
in Jerusalem   three months. And his mother's name was Nehushta, the    
daughter of Elnathan of  Jerusalem.  (2 Kings 24:8)

    Jehoiachin was EIGHT years old when he began to reign, and he reigned    
three months and ten days in Jerusalem: and he did that which was evil in the 
sight of the LORD.  (2  Chronicles 36:9)

 Pada versi Inggris, King James Version of the Bible dari www.bible.com, 
pertentangan ini masih ada, tapi pada Alkitab terbitan Lembaga Alkitab 
Indonesia, tahun 1999, ternyata pertentangan ini "dikoreksi" sehingga umur 
Yoyakhin jadi 18 tahun. Benar2 aneh? Setelah ribuan tahun salah, di Indonesia 
kesalahan itu akhirnya "direvisi." Jangan2 yang benar malah umur 8 tahun!

 Pada 2 Samuel 24:1 TUHAN yang menghasut Daud, tapi pada 1 Tawarikh 21:1
 IBLIS yang menghasut Daud.
    "Bangkitlah pula murka TUHAN terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud 
melawan  mereka, firman-Nya: "Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang 
Yehuda" (2 Samuel 24:1)
    "IBLIS bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung 
orang Israel" (1 Tawarikh 21:9)
 Perbedaan Iblis dengan Tuhan itu tentu jauh jauh sekali! Bagaimana kita tahu 
kalau sebenarnya orang Kristen sekarang ini tidak menyembah Iblis, kalau 
Alkitabnya mengandung kesalahan separah itu? Jangan2 sebenarnya Yesus itu sama 
sekali bukan Tuhan karena memang Alkitab mengandung kesalahan yang fatal.
 Oleh karena itulah Al Qur'an menyebut orang2 Kristen adalah orang2 yang sesat, 
karena meski Alkitab mereka jelas2 salah, tapi mereka tetap mengikuti jalan 
yang salah.
 Pada 2 Samuel 10:18 Daud membunuh 700 ekor kuda dan 40.000 orang pasukan 
berkuda, sementara pada 1 Tawarikh justru 7000 ekor kuda dan 40.000 orang 
pasukan berjalan kaki.
 "Tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari 
orang Aram itu TUJUH RATUS ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang pasukan 
berkuda. Sobakh, panglima tentara mereka, dilukainya sedemikian, hingga ia mati 
di sana" (2 Samuel 10:18)
 "tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari 
orang Aram itu TUJUH RIBU ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang pasukan 
BERJALAN KAKI; juga Sofakh, panglima tentara itu dibunuhnya" (1 Tawarikh 19:18)

 Lihat perbedaan di atas, ada orang Kristen yang berargumen bahwa jika si A 
melihat pertemuan kemudian pulang ketika jumlah peserta ada 700, sementara si B 
baru pulang setelah jumlah peserta ada 7000, maka jika si A menulis 700 dan si 
B 7000, maka tidak ada pertentangan. Dua2nya benar.
 Tapi hal di atas menunjukkan bahwa Alkitab itu bukan firman Tuhan yang dicatat 
oleh manusia. Tapi sekedar catatan sejarah menurut pemikiran manusia. Bedanya 
Alkitab dgn buku sejarah pada umumnya adalah, Alkitab mengandung banyak 
kesalahan yang tidak konsisten, sedang buku sejarah tidak.
 Pada 2 Tawarikh 9:25, Sulaiman punya 4.000 kandang, sementara pada 1 Raja-raja 
4:26 ada 40.000.
 "Salomo mempunyai juga EMPAT RIBU kandang untuk kuda-kudanya dan 
kereta-keretanya dan dua belas ribu orang berkuda, yang ditempatkan dalam 
kota-kota kereta dan dekat raja di Yerusalem" (2 Tawarikh 9:25)
 "Lagipula Salomo mempunyai kuda EMPAT PULUH RIBU  kandang untuk 
kereta-keretanya dan dua belas ribu orang berkuda" (1 Raja-Raja 4:26)
 Betapa menyedihkannya perbedaan dan kalimat di atas.
 Jika Alkitab benar2 diturunkan Allah, tentu tidak ada pertentangan. Ini bukti 
adanya kesalahan manusia, karena budaya menulis belum ada ketika itu (alat 
tulis berupa batu), cuma mulut ke mulut, dan tak ada yang mampu menghafal 
Alkitab sebagaimana Al Qur'an.
 Yang parah lagi adalah, bagaimana Lembaga Alkitab Indonesia berusaha menutupi 
pertentangan2 Ayat Alkitab tsb dengan melakukan penipuan, yaitu merubah2 ayat 
yang katanya merupakan ayat suci.
 Jelas hal di atas menunjukkan adanya campur-tangan manusia dari dulu hingga 
sekarang. Dulu dari benar dirubah jadi salah. Sekarang mereka berusaha menutupi 
pertentangan ayat dgn "mengkoreksinya."
 Secara ilmiah, etiskah hal tsb? Apa yang menjamin bahwa pilihan LAI itulah 
yang tepat, misalnya dgn memilih 3 tahun, dan bukan 7 tahun kelaparan?
 Kemudian bagaimana dgn perbedaan antara Tuhan dan Iblis pada beberapa ayat?
 Jelas Alkitab yang banyak pertentangan dan dirubah2 oleh manusia itu sudah 
tidak suci lagi, sedangkan Al Qur'an sudah dijamin keasliannya oleh Allah, 
karena dari dulu hingga sekarang, selalu ada hafidz (orang yang hafal Al 
Qur'an) sehingga jika ada perubahan satu katapun, mereka akan segera 
mengkoreksinya.
 Untuk masuk Al Azhar, anda harus hafal Al Qur'an, sementara untuk bisa lulus 
PTIQ (Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur'an) di Jakarta anda juga harus hafal Al 
Qur'an, belum lagi di seantero dunia. Lewat merekalah keaslian Al Qur'an akan 
terus terjaga.
 
 -Forum Kebenaran Sejati
 Mohon tulisan ini disampaikan kepada keluarga dan teman dekat anda.
 Sampaikanlah walau 1 ayat!
 Referensi: Al Qur'an; Alkitab (Lembaga Alkitab Indonesia, 1999)
 Untuk Pertentangan ayat Alkitab, baca King James Version of Bible di 
www.bible.com, karena di Alkitab edisi 1999, pertentangan itu dihilangkan

Kirim email ke