From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>

Edisi 24 -- Selamat dari Kematian

PENGANTAR

   Bagaimanakah Anda akan meninggal kelak? Apakah karena sakit? Ataukah
   kecelakaan? Atau malah ketika sedang tidur? Meski cukup konyol,
   pertanyaan-pertanyaan seperti ini mungkin pernah terlintas di benak
   Anda. Padahal bagaimana kita meninggal kelak bukanlah hal yang
   penting bila dibandingkan dengan bagaimana kita hidup selama masih
   di dunia ini. Satu kesaksian tentang seorang anak Tuhan yang hampir
   saja meninggal, yang diberi pertolongan dalam nama Kristus Yesus
   akan kita simak pada edisi kali ini.

   Pimpinan redaksi KISAH,
   Pipin Kuntami
______________________________________________________________________
KESAKSIAN

                         SELAMAT DARI KEMATIAN
                         =====================

   Saya adalah pemuda yang diberkati oleh Tuhan, tapi saya tidak pernah
   bersyukur dan tidak mau mengenal Dia dengan lebih dalam lagi. Tahun
   1993 saya sudah berkeluarga dan mempunyai seorang putra, sementara
   istri saya sedang hamil anak kedua. Selain bekerja saya punya usaha
   angkot. Dan seperti biasa juga setiap malam pukul 20.00 saya harus
   ke daerah Depok (waktu itu kandang kendaraan saya di sana sedangkan
   saya tinggal di Jakarta) dan pulang dari Depok paling cepat pukul 23.00.

   Pada suatu hari, dengan mengendarai Suzuki Carry 1000, dalam
   perjalanan pulang dari Depok ke Jakarta saya melewati daerah arteri
   TB Simatupang (waktu itu tol TB Simatupang masih dalam pembangunan).
   Setelah tikungan Tanjung Barat saya belok ke kiri dengan memacu
   kecepatan 100 km (seperti yang sempat saya lihat di spedometer
   mobil), tiba-tiba sekitar 300 m di depan saya terlihat sebuah gardu
   dari belko yang sedang mengerjakan jalan tol (kebetulan jalan tol
   yang dikerjakan di bawah). Dalam hitungan detik saya berpikir jika
   seandainya pengereman sudah tidak mungkin dilakukan pasti kepala
   mobil akan beradu akibatnya saya akan mati. Lalu saya berpikir untuk
   menarik rem tangan saja supaya mobil berbalik dan kepalanya
   menghadap belakang dengan resiko mobil akan terbalik.

   Saya lakukan apa yang ada dalam pikiran saya dan benar, mobil
   terbalik. Pada saat terbalik kepala saya terbentur ke sana-sini.
   Saya berteriak menyebutkan nama anak saya ditambah embel-embel,
   "Papa mati, Sayang!" dan saya pasrah pada apa yang akan saya alami.
   Tiba-tiba saya ingat nama Yesus dan saya berteriak
   sekencang-kencangnya, "YESUS, tolong saya!"

   Sungguh luar biasa pertolongan Yesus! Saya tidak tahu bagaimana
   kejadian yang pasti, tapi pada saat tersadar saya bengong melihat
   diri saya tertidur di atas kaca depan Suzuki Carry 1000. Mobil itu
   sudah tanpa kaca. Dengan perasaan masih tidak percaya dan masih
   menahan rasa sakit, saya mengucap syukur saat itu juga. Setelah
   beberapa lama, datanglah pertolongan yang membantu saya. Mereka yang
   menolong saya tidak percaya bahwa saya adalah si pengemudi mobil itu
   karena mereka melihat kondisi mobil tersebut sudah sangat parah.

   Sungguh ajaib kuasa Tuhan Yesus yang selalu menolong anak-anak-Nya
   yang membutuhkan pertolongan dengan secepatnya. Dalam kejadian itu
   saya benar-benar diberkati Tuhan karena saya tidak mengalami cedera
   apa pun dan Tuhan masih memberi saya kesempatan untuk dapat terus
   berkumpul dengan keluarga hingga saat ini.

   Kiriman dari: < edu_tobing(at)xxxx >
______________________________________________________________________

     "Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan;
                   TUHAN itu pengasih dan penyayang."
                            (Mazmur 111:4)
             < http://sabdaweb.sabda.org/?p=mazmur+111:4 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA

   1. Setiap hari penyertaan dan perlindungan Tuhan selalu kita rasakan
      di mana pun kita berada. Oleh karena itu, mari bersyukur atas
      perlindungan yang Tuhan anugerahkan bagi setiap anak-anak-Nya.

   2. Jangan melupakan Tuhan dalam setiap perencanaan yang kita buat
      termasuk dalam segala rencana perjalanan kita. Mintalah kepada
      Tuhan agar senantiasa memelihara, melindungi, dan menuntun kita
      dalam setiap perjalanan yang kita tempuh.

   3. Marilah memercayakan kehidupan kita sepenuhnya hanya kepada Dia
      sang empunya hidup sehingga kita bisa selalu siap kapan pun Ia memanggil 
kita. 

Kirim email ke