From: <[EMAIL PROTECTED]>

"Tangan kiri banyak setannya ! 


2 Petrus 1:16  Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol 
manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, 
Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.

 1 Timotius 4:7  Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah 
dirimu beribadah.

Saya sempat tersedak saat mendengar teguran seseorang, kepada  teman yang
duduk didepan saya, "jangan minum atau makan kue pakai tangan kiri"

"Tangan kiri banyak setannya ! jadi jangan pernah minum atau makan dengan 
tangan kiri", jelas orang itu kepada teman saya dan dia juga memandang saya 
karena waktu dia menegur  teman saya bersamaan saya sedang mengangkat gelas, 
dan menggunakan tangan kiri !

Kalau orang yang menegur ngak pernah duduk di bangku sekolahan, orang 
pedalaman, aku ngak akan sampai melotot tapi teman saya ini berpendidikan, 
punya posisi yang bagus dikerjaanya.

Larangan diatas, rasanya sama saja dengan larangan dibawah ini :

* jangan duduk berlama-lama kalau sudah sore atau dibawah pohon durian, entar 
kesambar Jin, apalagi kalau sedang banyak angin. [belum di sambar sama Jin, 
orang yang nongkrong apalagi pacaran dibawah pohon durian, sudah pingsan duluan 
deh, ditindis sama buah durian . .h ih ih. i]

* jangan makan didepan pintu rumah, entar telat dapat jodoh [rasanya aku ngak 
pernah makan didepan pintu rumah deh : ), alasan ini pada ngak masuk akal deh, 
padahal larangan ini karena emang ngak enak dipandang kalau makan dipintu depan 
rumah, selain menghalangi orang jalan, banyak debu lagi .. .]

* Jangan potong kuku malam-malam, pamali ! ! !
[kalau sempatnya  potong kuku hanya malam hari  gimana ? wah bisa-bisa gondrong 
donk kukunya .h ih .ihi ,  padahal larangan itu supaya kuku kita ngak terkena 
potong, apalagi kalau matanya sudah sedikit rabun]
====================================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>

Tuhan ambil duriku .. . 


2 Korintus 12:7
   Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar 
biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan 
Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.

Pagi yang cerah, Nova mengajak anjing kecilnya lari pagi ke taman yang tidak 
jauh dari komplex rumahnya. Anak  anjing itu  berlari kesana-kemari, 
menggongong kesana kemari dengan gembiranya, berlari kerumput-rumput dan semak 
duri yang ada di sekitar taman itu. Berkali-kali  Nova memanggilnya untuk 
kembali ke rumah tapi anjing kecil ini begitu gembiranya, Nova takut anjingnya 
terluka, karena di pojok taman banyak semak duri yang bisa melukai anjingnya.

Anjing kecil baru mengerti bahwa tuannya marah, saat nova mengancungkan kayu 
kecil  padanya, dengan berat hati si anjing itu meninggalkan semak-semak duri 
yang dianggapnya menjadi tempat bermain yang mengasyikkan.

Sore harinya, si anjing kecil terlihat diam dan menangis-nangis kecil [pernah 
dengar anak anjing nangis kan ? kalau belum silahkan lihat keanjing tetanggga : 
) ]. Melihat prilaku anjingnya tidak seperti biasanya, Nova mulai khawatir 
kalau-kalau anjingnya sakit, dan benar saja setelah di periksa ternyata ada 
satu buah duri besar menancap tepat di kaki si anak anjing.

Pikir Nova, "pastilah  duri ini asalnya dari taman bermain, sangkin asyiknya 
bermain  si anjing kecil tidak menyadari ada sebuah duri yang tertancap 
dikakinya, dan rasa sakit terasa justru setelah dia tidak lagi bermain di 
taman". Begitu Nova ingin mencabutnya, sianak anjing justru memberontak dan 
bergerak-gerak dengan kuatnya, itu karena pada saat hendak dicabut timbul rasa 
sakit yang luar biasa. Nova tidak mau kalah, dia tetap
berusaha menenangkan anjing kecilnya dan dengan kasih nova berusaha melepasan 
duri itu.

Sobat,
Jangan  pernah marah atau kecewa ketika Tuhan ijinkan sebuah DURI dalam hidup 
mu dan saya ! dan jangan pernah berusaha untuk mengeluarkan duri itu dengan 
kekuatan-mu sendiri, tapi minta Yesus sendiri yang mengeluarkannya dari dalam 
hidup kita.

Kita sudah menangis, sudah putus asa dan ngambek padahal baru satu duri yang 
menancap didaging kita, Yesus sudah menanggung banyak duri akibat dosa kita  
Matius 27:29  Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas 
kepala-Nya. [duri = kesesakah, siksaan, pergumulan]

Si anjing kecil berusaha untuk mencabut sendiri duri yang tertancap dikakinya. 
Kitapun sering berprilaku seperti sianjing kecil, berusaha untuk keluar dari 
pergumulan yang ada, berusaha untuk menyelesaikan kesesakan yang menimpa kita, 
tapi tidak berhasil. Sampai akhirnya Yesus datang menawarkan kasih-Nya.

Pada saat duri dicabut dari kehidupan kita, pastilah ada rasa sakit, tapi 
setelah itu ada kelegaan yang membuat kita mampu untuk berjalan lebih mantap ke 
depan.

Katakan . . .
Bapaku,
aku hanya mau Engkau yang mengambil duri dari dalam hidupku ku tak mampu 
melepaskannya . . . dan tak akan pernah mampu !
Setiap kali aku mencoba mengambilnya, duri itu menjadi patah atau bahkan 
semakin dalam masuk kedalam tubuhku.

Bapaku,
aku hanya menanggung satu duri, dan Engkau menanggung banyak duri
dikarenakan dosa-dosaku
Amin. . .
===========================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>

Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu,


2 Korintus 12:9
   Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru 
dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku 
bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Nana mulai bosan menjalani hidup ! sepertinya hanya ada satu jalan
yang timbul dibenaknya, untuk keluar dari kesesakan ini, yaitu  BUNUH DIRI !!

Tanpa mengenal waktu dan tempat, entah itu pagi, siang atau malam !
pertengkaran antara ayah dan ibunya yang selalu dia lihat. Sepertinya orang 
tuanya tidak pernah bosan untuksaling menyakiti, masing-masing tidak mau kalah.

Dan akhir-akhir ini ayah mulai ringan tangan, dan ibu pun tidak mau kalah, 
justru  ikut  membalas pukulan ayah dengan melempar benda-benda yang ada 
dirumah.

Nana mulai tak berdaya !  Nana mulai kehilangan pegangan ! kemewahan yang
orang tuanya berikan tak mampu mengobati luka hatinya.

Nana mulai Frustasi !, saat melihat Roni, adik satu-satunya terikat dengan 
'narkoba'   dan  mulai sering tidak pulang kerumah, mencari diluar sana kasih 
sayang yang telah  hilang dikeluarga mereka.

Nana goyah ! Nana terkulai ! ketika dia melihat sendiri, kekasih yang selama 
ini menjadi temannya berbagi SELINGKUH.

Kesesakan, kelemahan yang Nana rasakan membuat dia lupa pada satu pribadi
yang  begitu mengasihiNya. Selama ini Nana aktip di setiap kegiatan gereja, 
tapi  tekanan-tekanan yang dia alami membuatnya tak mampu lagi merasakan bahwa 
Kasih Karunia dari Tuhan besar baginya.

Tak seorangpun mampu menghalangi keputusan Nana, dengan hati yang hancur
dia meneguk pil penenang. Nana membantu Tuhan untuk mengakhiri hidupnya.
Nana meninggal karena Over Dosis obat penenang
-------
Sobat,
Yesus katakan,"Cukuplah kasih Karunia-Ku bagimu", ini bukan sekedar janji Romeo 
 kepada Juliet, ketika Allah berjanji,maka dia pasti akan menepati janjiNya.

Kemarin malam, saya  dijemput teman saya untuk pergi bersama-sama pergi Ibadah, 
dalam perjalanan menuju ibadah FA [Family  Altar], saya melihat banyak motor, 
bus, truck yang lewat disamping kendaraan kami, saya sedikit ciut juga, karena 
teman saya ini, walau wanita tapi seperti pembalap : )

Roh Kudus ingatin saya,"Sari, kebayang ngak kalau kendaraan itu menabrak kamu 
dan mengakibatkan kamu cacat seumur hidup, dan kamu tidak lagi leluasa pergi 
kesana-kemari sesuka hatimu". Teguran singkat ini membuat saya terdiam, selama 
ini saya  terlalu sering kehilangan suka cita, hanya gara-gara satu masalah, 
dan MELUPAKAN  "kasih karunia lainnya". Terlahir dengan sempurna, merupakan  
anugerah yang tak terhingga, saya bisa jalan kesana-kemari dengan bebas, saya 
dipilih dan dikasih 
kesempatan untuk menyampaikan kabar baik kepada orang banyak, dan ternyata saya 
masih merasa KURANG ! dan  terlalu bodoh hanya karena satu "kerikil" saya 
lupakan berkat-berkat yang lainnya.

Kegelisahan, ketakutan dan kekuatiran membuat kita merasa dunia kita menjadi 
sempit, kita kehilangan kekuatan, kita kehilangan pegangan.

Mari kita pandang orang-orang disekitar  kita, orang buta; lumpuh; kelaparan;  
kehilangan pekerjaan.  .  .  . tapi Tuhan tetap jaga meraka, semiskin-miskinnya 
orang  tidak pernah sampai menu makan malamnya "sepiring BATU"  kan ? [paling 
puasa.. he.h.eh.eh]

Nana berpikir, bahwa kematian adalah solusi yang paling baik untuk keluar dari 
masalah didalam keluarganya.
Kematian Nana, bukan akhir dari kemelut  di dalam keluarga mereka,  justru 
dibalik kematian Nana ada kejadian lain yang terjadi dan hal itu jauh lebih 
tragis ! KEMATIAN NANA SIA-SIA.
   adiknya meninggal karena over dosis, stress karena kakaknya meninggal
   dengan cara seperti itu, stress melihat kondisi keluarga mereka
   ayah dan ibunya bercerai, saling menyalahkan sebagai penyebab kematian 
putrinya
   kekasihnya yang selingkuh, akhirnya menikah dan bukan dengan
   selingkuhannya  tapi dengan 3 wanita setelah itu

Kematian Nana sia-sia, padahal kasih Yesus lebih dari cukup baginya, bahkan 
Yesus sudah mati baginya.

Gbu,
SariHati   Indah  Tarigan
Ph : +62 - 549 - 21152   Ext. :  158

Kirim email ke