From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>
Edisi 30 -- Billy Bertobat
PENGANTAR
Dalam hidup, kita pasti memiliki cita-cita. Sejak kanak-kanak pemikiran kita
sudah dibentuk untuk memilikinya sebagai suatu tujuan hidup yang harus dicapai
dengan segala usaha yang dilakukan, sampai akhirnya kita mendapatkannya. Kita
juga diberi kebebasan untuk menjadi apa saja yang kita mau. Tapi satu hal yang
perlu diingat,
apakah yang kita cita-citakan juga merupakan kehendak Tuhan? Kisah pertobatan
berikut ini kiranya mengetuk hati kita untuk mengetahui kehendak Tuhan di dalam
hidup kita.
Pimpinan redaksi KISAH,
Pipin Kuntami
______________________________________________________________________
KESAKSIAN
BILLY BERTOBAT
==============
Para gadis mengelu-elukan bintang bola basket dan baseball muda itu
di SMA Sharon, dekat Charlotte, negara bagian North Carolina. Pemuda
itu berharap bahwa suatu hari nanti ia dapat menjadi seorang pemain
baseball utama di klub baseball besar. Jika tidak demikian, ia
berpikir untuk menjadi seorang petani seperti ayahnya.
Billy berusia tujuh belas tahun pada saat Mordecai Ham, seorang
petinju bayaran yang telah menjadi penginjil, datang ke kota
Charlotte. Mordecai Ham adalah seorang penginjil yang berapi-api dan
suka menunjuk orang-orang yang berdosa secara langsung.
Pemimpin-pemimpin gereja di kota Charlotte menganggap Mordecai Ham
sebagai pengganggu. Mereka menolak permintaan izinnya untuk
membangun sebuah tenda. Namun, dengan pertolongan orang-orang awam,
bekas petinju itu memasang tenda tepat di luar batas kota.
Ia sudah mengadakan kebangunan rohani selama beberapa minggu ketika
Billy -- seorang pemuda tinggi ramping, berambut ikal dan
pirang -- datang. Setiap Minggu, Billy pergi ke gereja dengan orang
tuanya yang saleh. Ia tidak merokok maupun minum minuman keras.
Namun demikian, ada hal-hal lain yang harus dilakukannya dan
walaupun ayahnya seorang pendukung kuat Mordecai Ham, Billy tidak
berusaha untuk menghadiri kebangunan rohani itu sebelumnya.
Pengunjung kebangunan rohani itu cukup banyak bagi kota
Charlotte -- lima ribu orang. Orang-orang berkata bahwa hal itu
merupakan hal terbesar yang pernah dialami oleh penduduk negara
bagian Carolina. Billy dan temannya di SMA berjalan melewati jalan
kecil di antara deretan bangku dan duduk di bangku yang keras.
Khotbah yang disampaikan pengkhotbah berbadan besar itu sangat tidak
berkesan bagi Billy sampai pengkhotbah itu mengacungkan jari
menunjuk ke arah Billy dan berteriak, "Kamu berdosa!"
Billy -- yang selalu siap menangkap bola -- tidak siap untuk main
tangkap-tangkapan dengan pengkhotbah itu. Ia menundukkan kepalanya
yang berambut pirang dan bersembunyi di belakang topi seorang wanita di
depannya.
Dua malam kemudian Billy datang lagi dan membawa seorang teman,
namanya Albert McMakin. Selama beberapa malam selanjutnya, kedua
orang itu hadir bersama-sama. Penginjil yang berapi-api itu terus
meyakinkan Billy bahwa ia harus memilih: surga atau neraka.
Pada suatu malam, Billy membawa seorang teman lain, namanya Grady
Wilson. "Mari kita duduk di bagian paduan suara," usul Billy
walaupun ia tahu ia tidak dapat menyanyi. Maka kedua orang itu duduk
di belakang mimbar (tempat paduan suara), selamat dari pandangan
pengkhotbah yang suka memukul mimbar itu.
Mordecai Ham tidak menunjukkan jarinya kepada Billy malam itu, namun
demikian Billy mendapat pukulan dari khotbahnya, pada saat
pengkhotbah itu berkata, "Malam ini ada orang yang sangat berdosa di sini."
"Ia mengatakan tentang saya," pikir Billy, "seseorang pasti telah
memberitahu dia bahwa saya ada di sini."
Pengkhotbah itu mengakhiri khotbahnya dan memberi undangan bagi
orang-orang yang mau bertobat. Billy menahan napasnya pada saat
paduan suara itu mulai menyanyi. Setelah menyanyi sebentar, ia tidak
dapat bertahan lagi. "Ayo, Grady," ia berkata kepada temannya.
Kedua orang itu turun dari paduan suara dan berdiri di depan.
Mengingat saat ketika ia membuat keputusan, Billy berkata, "Hal itu
seperti tinggal di luar pada hari gelap dan sinar matahari menembus
melalui lapisan awan. Segalanya tampak berbeda. Untuk pertama
kalinya saya merasakan sukacita dilahirkan kembali."
Sejak malam yang penuh kenangan pada tahun 1936 itu, Billy Graham
terus berkhotbah kepada lebih banyak orang daripada almarhum Pendeta
Mordecai Ham, orang yang telah membimbingnya kepada Kristus.
Sebenarnya ia telah berkhotbah kepada lebih banyak orang secara
langsung daripada pengkhotbah-pengkhotbah lainnya dalam sejarah --
lebih dari dua puluh juta orang. Namun demikian, yang lebih penting lagi, ia
telah
meyakinkan puluhan ribu orang untuk bertobat dan berlutut kepada Kristus.
Diambil dan diedit seperlunya dari:
Nama situs : Pemuda Kristen
Judul asli artikel: Billy Bertobat - Billy Graham
Penulis : James C. Hefley
URL :
http://www.pemudakristen.com/artikel/hidup_karena_berpaling.php
Catatan: artikel di atas dapat ditemukan dalam versi tercetak pada
buku "Bagaimana Tokoh-Tokoh Kristen Bertemu dengan Kristus" karya
James C. Hefley, terbitan Yayasan Kalam Hidup.
______________________________________________________________________
"Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir,
yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani,
supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, ..."
(1Petrus 2:2)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=1Petrus+2:2 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA
1. Tidak ada satu manusia pun di bumi ini yang tidak berdosa,
kecuali manusia Yesus. Oleh karena itu, mari kita berdoa memohon
pengampunan dari Tuhan atas segala dosa dan kesalahan kita.
Berdoalah juga agar kita dimampukan untuk melihat kehendak-Nya atas diri
kita.
2. Doakan berbagai penyelenggaraan kebaktian kebangunan rohani
di mana pun di seluruh dunia supaya melalui hal ini orang-orang
dapat mendengar berita sukacita, yaitu keselamatan dari Tuhan Yesus
Kristus.
3. Bagi mereka yang datang di acara kebaktian kebangunan rohani ini,
mari kita dukung di dalam doa supaya melalui acara tersebut hati
mereka terketuk dan terbuka untuk menerima keselamatan. Doakan
pula agar selain memberi diri bertobat, Tuhan juga membangkitkan
anak-anak-Nya untuk melayani Dia sebagai penginjil.