From: <[EMAIL PROTECTED]> "Berdoa bagi orang yang MENGHINA anda"
1 Petrus 3:9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. ------------ Dalam kurun waktu dua minggi ini, hari-hari aku rasakan berat sekali,dadaku sesak! Seperti kehilangan hati nurani, seseorang memanggilku dan kemudian mengelurkan kata-kata yang isinya menghinaku ! Hinaan dan cemo'ohan bukan aku dengar dari orang lain, tapi orang itu langsung mengatakannya padaku dengan tatapan penuh kebencian. Yang membuatku bingung, tak satu katapun keluar kata-kata pembelaan atau perlawanan dari bibirku ! Aku berdoa dialam hati, "Tuhan, aku tidak mau nangis dihadapan orang ini".Sebelum aku pergi meninggalkannya, aku masih bisa tersenyum, seolah-olah tidak ada apa-apa. Mungkin aku kaget dan tidak siap dengan cercaanya, karena itulah aku diam saja, seperti ayam sakit : ( Sejujurnya aku marah ! sebenarnya aku bisa balas dengan kata-kata yang lebih menyakitkan tapi aku ingat nasehat di Amsal 17:14 Memulai pertengkaran adalah seperti membuka jalan air; jadi undurlah sebelum perbantahan mulai.Yang mampu aku lakukan hanya nangis dan berdoa bagi orang itu. Dan beberapa hari yang lalu, juga tanpa expresi seseorang mengatakan hal-hal yang tidak pantas. Untuk case yang satu ini, aku tidak lagi menangis tapi aku hampir terpacing untuk melawan dengan caraku dengan melaporkan ke polisi, dan orang itu bisa dimasukkan ke "rumah kos gratis nginap dan makan" alias penjara. Rasanya sakit sekali, dorongan begitu keras untuk membalas tapi ketika Tuhan ingatkan akan Firman Tuhan,yang mengingatkan bahwa PEMBALASAN bukan menjadi bagianku, dan kalau aku melawan artinya aku melawan Tuhan. Roma 12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Tuhan, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Sahabat, Sepanjang pelayanan Tuhan Yesus di dunia, Tuhan Yesus juga pernah mengalami hal-hal yang melukai hatiNYA, di hina, dicaci maki, diolok-olok, dihujat dan menolak kehadiranNYA, tapi Yesus tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan. Kita bisa baca di ayat-ayat dibawah ini : Markus 6:3 Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Markus 15: 18 Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya: "Salam, hai raja orang Yahudi!" 19 Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya. 20 Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah ungu itu dari pada-Nya dan 29 Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia, dan sambil menggelengkan kepala mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, 30 turunlah dari salib itu dan selamatkan diri-Mu!" 31 Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli Taurat mengolok-olokkan Dia di antara mereka sendiri dan mereka berkata: "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Bukan berarti kita selalu diam saat dihina dan difitnah oleh orang lain, tapi kalau pembelaan itu justru membuat suasana tambah panas dan justru merugikan diri kita sendiri, adalah lebih baik kita mengikuti teladan Kristus. Dengan hati yang hancur saya bawa doa orang yang menghina saya, dan Puji Tuhan dalam waktu tiga hari orang itu tiba-tiba datang dan menangkap tangan saya. Walau dia tidak berbicara satu patah katapun, saya tau dia menyesal dengan perbuatannya.Saya tidak perlu membela diri, karena Tuhanlah yang membela saya. Yang Tuhan tuntut dari kita, sekalipun kita punya kesempatan untuk membalas kejahatan orang lain tapi kita lebih memilih diam. Dari apa yang saya rasakan, sangat sulit untuk diam saat kita dihina dengan seenak perut mereka, padahal kita mampu membalasnya. Tapi untuk apa melawan kalau pada akhirnya tidak menyelesaikan masalah ? untuk apa membela diri, sementara tidak ada yang perlu kita bela ? Seperti Firman Tuhan diatas katakan, berkati mereka yang melukai kamu, karena untuk itulah kita dipanggil. Mungkin saat ini anda dan saya ditertawakan, tapi saya terlalu percaya, bahwa waktuNya Tuhan akan tiba untuk memberikan pembelaan bagi orang yang berharap padaNya, dan waktuNYA tidak akan pernah terlambat. ========================================= From: <[EMAIL PROTECTED]> "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", Markus 15:34 Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: " Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Tuhanku, Tuhanku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Hari ini genap delapan tahun usia pernikahan Gita dan Gani, jauh direlung hati Gita ada rasa bersalah kepada suaminya. Dia merasa belum mampu menjadi istri yang baik bagi pasangannya, karena hingga kini dia belum memberikan buah hasil cinta mereka kepada suami yang dia kasihi. Gita sangat bersyukur mempunyai suami seperti Gani, dan yakin kalau memang Ganilah suami yang telah disiapkan Tuhan padanya. Sepanjang pernikahan mereka tak pernah sekalipun Gani melukai hatinya, dan tak pernah terdengar sungut-sungut dari mulut suaminya, kenapa sampai saat ini Tuhan belum juga mempercayakan mereka memiliki anak, apalagi sampai mempersalahkan Gita. Justru Gita yang sering mengeluh karena kesepian, dan rindu mendengar canda tawa seorang anak kecil, rindu dipanggil mama !Bahkan disaat emosi, Gita memojokkan suaminya kalau Ganilah penyebab mereka belum mempunyai keturunan hingga pernikahan mereka memasuki tahun kedelapan. Gita merasa ditinggal oleh Tuhan. Gita yang sudah mulai melayani Tuhan sejak masih remaja,merasa diperlakukan tidak adil oleh Tuhan ! Sempat terbersit dalam benak Gita untuk berhenti dari Ladangnya Tuhan, tapi suaminya mengingatkan dengan Kasih, bahwa Kasih Tuhan lebih dari apapun dalam hidup mereka. Gani sangat yakin, ada rencana indah yang Tuhan siapkah bagi keluarga mereka,hanya sejauh mana kesabaran mereka menanti dalam pengharapan. Pada saat ulang tahun pertama pernikahannya, Gita dengan tetesan air mata dipipinya, dia berdoa,"aku rindu punya anak Tuhan ?". Kemudian di tahun kedua, Gita berdoa,"kapan Tuhan, aku punya anak", disusul tahun ketiga, keempat, kelima, keenam, dan ditahun ketujuh Gita pun mulai berteriak pada Tuhan, "Bapa, Engkau dimana ? kenapa Engkau tak menjawab doa-doaku?". Puji Tuhan, Gita mempunyai suami yang takut akan Tuhan, walau Gita tau pasti suaminya pun telah menangis bertahun-tahun dihadapan Tuhan. Dan di ulang tahun pernikahan yang kedepanan ini, dia sangat dikuatkan saat mendengar doa suaminya tadi pagi, : "Bapa, kami angkat tangan padaMu, tanda berserah. Jadilah kehendakMu, bukan kehendak kami yang jadi, sebab apapun yang Engkau ijinkan dalam hidup kami, BAIK ADANYA. Amin". Sahabat, Tuhan Yesus pun pernah merasa ditinggal oleh BapaNya.Yesus berseru dengan suara nyaring, "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Tuhanku, Tuhanku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?. Apapun yang terjadi dalam hidup kita, jika itu seturut dengan rencana Tuhan, semua pasti mendatangkan kebaikan adanya. Sahabat, Tuhan tidak pernah berdusta, waktunya Tuhan tidak sama dengan 'alarm' yang telah kita tentukan, tapi mari kita bangun iman kita, bahwa Tuhan tidak pernah berdusta dengan janji-janjiNya. Kata Yesus : Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." [Matius 28:20b] Lukas 21: - - 18 Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. 19 Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu." =========================================== From: <[EMAIL PROTECTED]> RH. 13 June 2007 Teman, hari Sabtu lalu, seorang teman menelphone saya, katanya," apakah kamu mau membeli tape ku ? Aku ngak ada uang lagi untuk beli beras untuk anak-anak". Saudaraku, Aku tak mampu menahan air mataku ! ! begitu sedihnya aku sampai terduduk dilantai ^_^.Sering kali kita merasa pergumulan kitalah yang paling berat, dan melupakan kalau diluar sana ada seseorang yang masalahnya jauh lebih berat dari yang kita miliki. Suami dari si Ibu ini di PHK karena pengurangan karyawan secara besar-besaran, sekitar Nopember tahun lalu, apalagi saat itu si ibu ini mengandung anak ke tiga. Uang pesangon yang didapat sebesar 11.000.000 dihemat-hemat dan dalam waktu 5 bulan uang itu sudah habis ; untuk bayar biaya persalinan, uang kotrakan rumah, bayar uang sekolah, dan biaya selama suaminya cari-cari pekerjaan. Anak-anak hanya makan tahu tempe setiap hari, dan si bayi hanya dikasi pisang dan ASI. [kebayangkan gimana kondisi ASI, jika ibu tidak mengkonsumsi makanan bergizi] ............................................................... Sahabat, Mari kita belajar untuk tidak hanya fokus pada diri sendiri, belajar untuk tidak egois dan menutup mata dengan apa yangorang lain alami. Karena justru dari orang-orang disekitar kitalah kita akan mengerti kehendak Tuhan dalam hidup kita. Coba kita renungkan mungkin waktu kita lebih banyak terbuang untuk meratapi dan menggerutru menggerutu karena apa yang kita hadapi tidak seindah apa yang kita mimpikan dna kita buta kalau diluar sana masih banyak yang jauh lebih menderita dibanding kita. Kita masih bisa makan bakso bola tenis kapan kita mau, masih bisa makan di rumah makan sea food kapan kita pengen . . .dan hanya gara-gara masalah kecil kita langsung meng claim kalau kita orang yang paling menderita. matius 25: - - - 35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; 36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. 37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? 38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? 39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Gbu, SariHati Indah Tarigan Ph : +62 - 549 - 21152 Ext. : 158

