From: Dewi Kriswanti 

LEPAS DARI KETAKUTAN 1
Bacaan : Mazmur 23: 1 - 6

Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Maz. 23: 1)

Semua orang pasti menginginkan hidup bahagia, tenang dan jauh dari perasaan 
takut. Untuk mencapai kebahagian, ketenangan dan kedamaian itu, banyak orang 
melakukannya dengan berbagai cara. Ada yang melakukan tes kesehatan secara 
rutin, untuk mendeteksi sedini mungkin penyakit apa yang mungkin dideritanya. 
Ada juga yang melengkapi rumahnya dengan berbagai alat deteksi keamanan, atau 
menggunakan petugas keamanan untuk menjamin ketenangan dan kedamaiannya.
Pada kenyataannya, semua itu sia-sia belaka. Sebab, berbagai hal yang 
ditakutkan, justru terjadi dalam kehidupannya. Seperti yang dikatakan dalam 
Alkitab; "Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, 
itulah yang mendatangi aku. (Ayub 3: 25)." Ini membuktikan bahwa pelbagai hal 
yang menakutkan, atau hal-hal yang selalu ingin kita hindari dengan penuh 
kecemasan, justru itu pula yang menimpa dalam kehidupan ini.
Artinya sangat sederhana, bahwa apapun yang kita lakukan untuk mencegah 
terjadinya sesuatu yang kita takutkan, justru itu pula yang terjadi. Kita takut 
akan suatu penyakit, justru penyakit itu yang datang menyerang. Begitu pula 
ketika kita takut melewati hidup ini dengan kecemasan, maka hanya kesia-siaan 
belaka yang ada dalam kehidupan ini.
Lalu, bagaimana kita bisa lepas dari perasaan takut dan cemas? Bagaimana kita 
bisa mengatakan bahwa hidup kita tidak dilingkupi oleh perasaan takut tersebut. 
Pada dasarnya, pemahaman ketakutan dalam diri manusia adalah tindakan 
pendakwaan yang dilakukan iblis dalam kehidupan ini. Dengan demikian, kita 
menjadi ragu melangkah, serta menghukum diri kita sendiri dalam posisi yang 
terpojok.
Dalam Mazmur bacaan kita ini sebenarnya mengungkapkan betapa Tuhan itu kasih, 
dan selalu mengasihi kita. Dia menggembalakan hidup kita, menuju ketenangan dan 
kesukaan. Jadi, kenapa kita harus hidup dalam ketakutan lagi? (tlt)

Doa: Mampukan kami Bapa untuk tetap berjalan dalam terang kasihMu. Amin!
KETAKUTAN HANYA AKAN MENDATANGKAN BENCANA HATI YANG GEMBIRA MEBANGUN SEMANGAT 
YANG KUAT
=========================================
From: Dewi Kriswanti 

LEPAS DARI KETAKUTAN 2
Bacaan : Mazmur 23: 1 - 6

Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Maz. 23: 1)

Ketakutan yang ada dalam diri manusia pada dasarnya adalah hal yang normal dan 
manusiawi.Sebab, dalam pertimbangan manusiawi ada banyak hal menunjukkan 
keterbatasan kita, sehingga memungkinkan munculnya rasa takut tersebut.Namun, 
bukan pula berarti kita harus larut dalam ketakutan tersebut. Lalu kita 
melangkah dalam ketidakmenentuan arah yang hendak dituju. Itu salah besar.
Sebagai orang percaya yang telah dimerdekakan oleh Kristus (1Kor 6: 20), tidak 
seharusnya kita terbelenggu terus dalam ketakutan dan pendakwaan iblis. 
Seharusnya kita mulai dengan kegembiraan dan kesukaan yang ceria, karena Tuhan 
adalah sumber kekuaatan dan kesukacitaan kita.
Nats bacaan kita dari hari kemarin sampai hari ini berfokus pada peran Tuhan 
dalam kehidupan kita. Pada dasarnya terlihat bahwa :
1. Tuhan sangat mengasihi kita. Dia memberkati kehidupan kita dari sejak lahir 
sampai saat ini. Kita tidak bisa berhitung berapa banyak yang telah Tuhan 
berikan kepada kita sepanjang kehidupan ini. Pendidikan, kesehatan, rezeki, dan 
masih sangat banyak berkat yang tak ternilai.
2. Tuhan tak pernah meninggalkan orang percaya. Meski kita di tengah masalah, 
iman kita harus tetap teguh. Masuk ke lembah kelam,bukan berarti segala 
kehidupan kita menjadi kelam pula. Tetapi, kita tetap mampu berjalan tegak dan 
berani, sebab Tuhan pasti menyertai langkah kita. Bukankah lgada dan tongkatnya 
menghibur kita. Itu bukti, bahwa Dia tak pernah meninggalkan kita sendiri, di 
tengah masalah yang sangat berat sekalipun. 3. Tuhan ingin kita hidup dalam 
limpahan berkat. Beban berat karena persoalan hidup bukan menjadi alasan dan 
hambatan bagi Tuhan untuk memberkati hidup kita. Jika kita tetap kuat dan 
bertahan dan kesetiaan padaNya, maka curahan berkat itu pasti mengucur 
sepanjang hidup ini. Kebajikan dan kemuruhan belaka yang meliputi hidup ini.
Jadi, sebenarnya tak ada alasan kita untuk hidup dalam ketakutan. Bapa yang 
baik, merupakan jaminan bagi kehidupan kita. Dia pasti memberikan yang terbaik 
dalam kehidupan ini. Haleluya! Amin! (TLT)

Doa: Ketakutan memang kerap menghinggapi hidup ini. Namun, kami percaya Bapa, 
tanganMu yang penuh kasih pasti selalu menopang hidup ini. Amin!
JANGAN PERNAH HIDUP DALAM KETAKUTAN BERPEGANGLAH SELALU PADA TANGANNYA YANG KUAT
============================================
From: Dewi Kriswanti 

LEPAS DARI KETAKUTAN 3
Bacaan : Mazmur 23: 1 - 6

Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Maz. 23: 1)

Hidup ini indah. Ungkapan ini kerap kita dengar dari banyak orang. 
Tapi,bagaimana kita dapat menyatakannya secara nyata, bahwa hidup ini memang 
indah? Apalagi pelbagai persoalan sepertinya tak pernah lekang dalam kehidupan 
ini. Belum selesai satu hal, persoalan lainnya seperti sudah menunggu. Rasanya 
hidup ini seperti hanya untuk menghadapi masalah semata. Lalu, apakah ungkapan 
bahwa hidup ini indah itu benar? Bukan sebaliknya, hidup ini penuh persoalan.
Kalau kita melihat dalam konteks yang sempit, dan bertumpu pada keinginan diri 
kita, maka hidup ini akan terlihat sangat rumit. Persoalan hidup sepertinya tak 
pernah berhenti mendera. Apalagi tekanandari dalam diri sebagai bentuk 
aktualisasi pun kian gencar. Tetapi, sebagai orang percaya, apakah 
persoalan-persoalan tersebut harus menghentikan langkah kita untuk berjalan 
beriringan dengan Yesus.
Alkitab berkata, bahwa keindahan itu akan tercipta pada waktunya (Pkh. 3 : 
1-11). Artinya, bahwa tiap perjalanan yang harus kita lalui dalam hidup ini 
pasti indah. Keindahan itu bukan sekedar merasa sukacita, senang, atau hal-hal 
lain yang membuat hati kita gembira. Keindahan itu juga bisa muncul, ketika 
kita menyadari bahwa Tuhan tak pernah meninggalkan kita, sekalipun tengah 
berjalan di lembah kekelaman. Dia tetap menjadi penolong dan penopang yang 
setia.
Seperti orang yang berada di puncak gunung, ketika melihat kembali perjuangan 
yang dilalui untuk melalui tebing curam, hal itu akan terasa sangat indah. 
Begitu pula saat seseorang selesai melakukan sebuah pekerjaan, ketika ia 
mengenang kembali apa yang telah dilalui, maka terlihat betapa Tuhan tak 
meninggalkannya sedetikpun, meski tengah dililit persoalan yang sangat berat 
dan menekan.
Jadi, suatu kesadaran yang perlu kita bangun adalah, bahwa hidup ini memang 
indah, jika kita tetap berada di jalurnya. Tuhan adalah sumber kekuatan kita, 
Yesus adalah Juru Selamat yang hidup, dan Roh Kudus adalah penghibur yang 
setia. BersamaNya kita pasti sanggup menanggung segala perkara, dan melihat 
keindahan yang kekal. Amin! (tlt)

Doa: Dalam beban masalah dan tekanan yang begitu berat mendera, kemi percaya ya 
Bapa,Engkau pasti memampukan kami untuk dapat melalui. Haleluya! Amin!
PUJILAH TUHAN KEKAL SELAMANYA KARENA KASIH SETIANYA YANG TAK TERHINGGA
==========================================
From: Dewi Kriswanti 

MENGENAL DIRI SENDIRI
Bacaan: Matius 7:1-5

"Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam 
matamu tidak engkau ketahui?" (Matius 7:3)

Tak ada manusia yang sempurna. Namun, ironisnya manusia suka melihat kesalahan 
orang lain, sebaliknya tidak memperhatikan kekurangan diri sendiri. Hari ini 
kita belajar untuk lebih dulu melakukan introspeksi diri. Jangan kita hanya 
suka mengoreksi pribadi orang, sementara kebobrokan kita ditutupi sedemikian 
rupa.
Bagaimana kita mengoreksi diri? Cara yang jitu adalah seperti apa yang sudah 
tertulis pada judul di atas, yakni "Mengenal diri sendiri." Kenalilah diri 
sendiri, apakah kita termasuk golongan orang yang sempurna, pintar, baik, 
jujur, setiakawan, dan lain-lain. Untuk lebih mendapat gambaran yang jelas 
tentang diri kita, maka ada baiknya kalau kita membuat suatu 
pertanyaan-pertanyaan istimewa, yang ditujukan khusus untuk diri sendiri. 
Kelompok pertanyaan yang positif adalah: Apakah saya mudah berterima kasih? 
Apakah saya jujur? Apakah saya suka menolong orang lain? Apakah saya menjadi 
penyalur berkat Tuhan kepada orang lain? dan lain-lain. Kelompok pertanyaan 
yang negatif adalah: Apakah saya mudah tersinggung? Apakah saya lekas marah? 
Apakah saya kikir? Apakah saya suka mendiskreditkan orang lain? Apakah saya 
melarang istri dan anak saya untuk maju di dalam Tuhan?, dan lain-lain.
Jawablah seluruh pertanyaan tersebut dengan jujur dan apa adanya. Kita pasti 
dapat melihat dengan jelas akan keadaan diri kita yang senantiasa dihiasi oleh 
kelemahan dan kekurangan. Setiap manusia di dunia ini tidak ada seorangpun yang 
sempurna. Keadaan manusia yang serba terbatas, penuh dosa dan jauh dari 
sempurna itulah yang mendorong Yesus datang ke dalam dunia ini untuk 
menyempurnakan manusia.
Selama manusia mau menyambut, merespon dan memandang hanya kepada Yesus, maka 
kehidupannya tahap demi tahap akan diperbaharui dan disempurnakan. Janganlah 
kita suka memandang, mencari-cari kesalahan orang lain, tetapi bangunlah kasih 
yang tulus untuk saling memaafkan satu dengan lainnya. Niscaya hidup kita pun 
akan disempurnakan oleh Tuhan Yesus Kristus. Haleluya! (HJ)

Doa: Bapa sorgawi, sungguh kami bersyukur atas keberadaan kami selama ini. 
Semua itu ada berkat kasih dan anugerahMu. Ajar kami untuk terus melakukan yang 
terbaik demi kemuliaan namaMu. Amin!
KESEMPURNAAN HIDUP TIDAK DIPANDANG SECARA KASAT MATA NAMUN DIRASAKAN DALAM 
KEHIDUPAN INI

Kirim email ke