From: DPK PPDS KOREA Berita penting dari Bapak Theophilus Bela
Dear all, saya baru menerima berita bahwa Gereja Kristen Jawa (GKJ DLANGU) didesa Jetis/Daleman, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jateng besok Minggu tanggal 26 Agustus 2007 akan diserang massa FPI-LUIS (Laskar Umat Islam Surakarta). Gereja tersebut telah berdiri 9 tahun dan khusus melayani orang-orang lansia . Beberapa hari lalu gereja tersebut telah diserang oleh orang-orang tidak bertanggung jawab dan mengakibatkan beberapa orang luka-luka akibat lemparan batu .Saat terjadi serangan warga disekitar gereja ikut membantu melindungi gereja . Besok Minggu massa dalam jumlah besar akan kembali menyerang gereja dan warga disekitar gereja . Aparat pemerintah baik RT, RW, Lurah, Camat dan Kapolres S! ukoharjo dan Kapolda Jawa Tengah telah bersiap-siap mengamankan gereja . Saya sendiri tadi sore telah berbicara dengan salah seorang pimpinan gereja tersebut yaitu Bapak Tri Djoko Yuwono yang dapat dihubungi via HP Flexy : 0271 704 6651 GKJ Dlangu dipimpin Bapak Pdt. Pramadi Cahyono dengan telpon 0272 551 375 Mohon bantuan Anda sekalian untuk mengirim reporter dan kameramen ketempat kejadian untuk meliput kejadian yang memalukan tersebut .Mohon juga untuk menyebarkan berita ini Terima kasih untuk perhatian dan kerja samanya Salam hormat, Theophilus Bela Ketua Umum Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ) Sekjen Indonesian Committee on Religions for Peace (IComRP) HP 0816-180-6644 email : [EMAIL PROTECTED] PS. sebenarnya saya telah coba mengirim berita ini melalui SMS ketempat Anda sekalian tapi gagal karena sinyal terganggu . Maka mohon supaya meneruskan bertia ini kepada kawan-kawan yang lain Terima kasih For of Him and through Him and to Him are all things! , to whom be glory for ever. Amen (Romans 11:36) =========================================== From: DPK PPDS KOREA Awas, Taliban ngamuk Hallo teman teman, Kelompok Taliban ternyata tidak amat sportif, mereka hanya malu karena beraninya menembak Pendeta dan menyandera perempuan perempuan saja, sekarang Taliban ingin menghancurkan Kedutaan Korea di Afganistan, nah inilah Babak baru yang dibuka oleh Taliban, dan hal ini bisa menyulut peperangan besar, untuk itu kita harus benar benar waspada dan membawakan dalam doa dan puasa juga. Walaupun ada berita seperti berikut ini: Presiden Korsel Telepon SBY soal Sandera JAKARTA--MIOL: Presiden Korea Selatan Roh Moo Hyun mengucapkan terimakasih kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan seluruh masyarakat Indonesia atas dukungan terhadap pembebasan warga Korea Selatan yang disandera di Afganistan. Demikian diungkapkan oleh Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal di Jakarta, Sabtu (1/9). Menurut Dino, Presiden SBY menerima telepon dari Presiden Korea Selatan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusumah pukul 15.00 WIB, setiba dari kunjungan kerja di Bali. "Presiden menyatakan sangat gembira dan selamat atas bebasnya sandera dari Korsel itu. Beliau sendiri mengatakan sejak kunjungan ke Korea Selatan baru-baru ini di mana masalah sandera ini sudah mulai menjadi isu, beliau segera memerintahkan agar kedutaan kita di Kabul sebisa mungkin membantu proses perundingan terhadap warga Korsel itu. Beliau sendiri selalu memantau dan memonitor perkembangannya. Dan Beliau gembira akhirnya sandera dapat dibebaskan dengan selamat," kata Dino. Pada kesempatan berkomunikasi melalui telepon itu, Presiden Korsel juga menyatakan kepuasannya atas kunjungan Presiden SBY beberapa waktu lalu. Presiden Korea Selatan menyatakan akan terus berupaya bekerjasama dengan Presiden SBY untuk meningkatkan hubungan strategis kemitraan antara Indonesia dan Korsel. "Satu poin yang beliau (Presiden Korea Selatan) tambahkan, walaupun agenda persahabatan antara Indonesia dan Korea Selatan cukup ekstensif, namun apa yang terjadi baru-baru ini mencerminkan bahwa kedua negara juga bersahabat bukan saja di masa senang, tetapi juga di masa susah. Beliau senang sekali bahwa Indonesia dapat membantu di masa-masa krisis yang sulit," papar Dino. Dia melanjutkan, Presiden SBY sangat gembira bisa membantu Korsel karena penyanderaan adalah masalah kemanusiaan. Indonesia dapat menggunakan aset diplomatik di lapangan untuk dapat membantu pembebasan sandera di Afghanistan. "Indonesia memprioritaskan bahwa sandera itu harus keluar dengan selamat. Sehingga apapun hasil dari perundingan itu itu adalah hasil yang telah disetujui oleh pemerintah Korea Selatan. Dan Indonesia merasa gembira atas keluarnya sandera dengan selamat sekaligus merasakan kegembiraan pemerintah dan rakyat Korea Selatan," ungkap Dino. (Uud/Far/OL-03) ------------------------------------------------------------------------------------------------- Diberitakan oleh PDS KOREA For of Him and through Him and to Him are all things, to whom be glory for ever. Amen (Romans 11:36) ============================================== From: Albert August Dewantoro FILIPINA: SEORANG GADIS MUDA "Gaunku," gadis muda itu berkata dengan perlahan, kata-katanya meluncur lewat bibir yang bengkak. "Tolong berikan gaunku kepadaku. Aku mau memegangnya." Umat Kristen yang mengelilingi tempat tidur gadis itu, sedih. Karena luka-luka dalam hebat yang dideritanya, para dokter tidak dapat melakukan apa pun baginya. Beberapa minggu yang lalu, umat percaya telah membelikannya sebuah gaun putih untuk merayakan hidup barunya dan hati yang murni dalam Yesus Kristus. Ayahnya tidak suka dengan keputusan anak perempuannya untuk mengikuti Kristus. Suatu malam, dengan mabuk dan marah, ia menyerang anaknya, memukulinya dan menendanginya. Ia meninggalkannya tergeletak sekarat di jalanan berlumpur. Ketika ia tidak muncul di gereja, teman-teman Kristennya menjenguknya. Mereka mendapati gadis itu tidak sadar, terbaring di tumpukan lumpur, gaunnya yang dulunya putih seperti salju sekarang penuh lumpur dan darah. Ia dibawa ke dokter, namun luka-lukanya terlalu parah. Sekarang ia meminta gaunnya. "Gaunnya rusak," teman-temannya memberitahu. Mereka mencoba mengalihkan perhatian dengan bicara hal yang lain karena berpikir bahwa gaun yang rusak itu hanya akan menjatuhkan semangat gadis itu jika ia melihatnya. Dengan iman sederhana dari seorang anak berumur sepuluh tahun, ia berbisik, "Tolong, aku mau menunjukkannya kepada Yesus. Ia rela berdarah bagiku. Aku hanya ingin Yesus tahu bahwa aku rela berdarah bagi-Nya." Tak lama sesudah itu, gadis muda itu meninggal. ***** Tuhan tidak tertarik dengan kemampuan kita. Kita mungkin punya talenta, berkemampuan, kaya, profesional, populer, dan orang yang tepat. Namun, menawarkan berbagai kemampuan kita dalam pelayanan kepada Tuhan tidaklah berarti apa-apa dibanding dengan mempersembahkan kesediaan kita. Kemampuan kita adalah tentang diri kita sendiri -- kita melihat diri kita sendiri melakukan ini dan itu bagi Tuhan. Sebaliknya, kesediaan kita adalah tentang Tuhan sendiri -- kita hanya bisa membayangkan bagaimana Tuhan menggunakan kita dalam pelayanan-Nya. Sedia bagi Tuhan berarti rela untuk taat berapa pun harganya. Tuhan mau kerelaan kita untuk melayani-Nya, apa pun kemampuan-kemampuan khusus kita. Bagaimana kita menjadi begitu rela? Itu juga merupakan karunia Tuhan. Ia memberi kita "mau" -- kerelaan atau kerinduan untuk bersedia bagi-Nya. "Karena Tuhanlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. " (Filipi 2:13) GBU

