From: <[EMAIL PROTECTED]>

Bolehkah MENIPU untuk mendapatkan apa yang kita inginkan ?

 
1 Korintus 3:18  Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri.

Jam 22:55 wita, saya menerima sms yang isinya membuat dahi saya berkerut-kerut 
:). Dalam sms itu orang bertanya, "boleh ngak MENIPU untuk mendapatkan hal yang 
kita inginkan ? Bagaimana dengan Yakub, bukankah dia juga menipu dan kita ini  
keturunannya ?".

Sering kali kita melakukan pembenaran dalam hidup ini, dengan cara memperhalus 
maknanya, menipu demi kebaikan, menipu kecil-kecilan, dan menipu untuk 
mendapatkan hal yang kita inginkan. Dan yang lebih gawat lagi, kita mencoba 
mencocok-cocokkan dengan apa yang ada di Alkitab.

DOSA  2 ons  atau   2   tons, hanya dibedakan oleh satu huruf saja, "huruf T", 
dan dimata Tuhan, tidak ada istilah dosa kecil atau dosa besar,  yang namanya 
DOSA, yap . .tetap dosa.

Satu kali kita menipu, sudah pasti akan ada tipuan kedua, ketiga dan keempat, 
seperti suatu lingkaran  dan lingkaran itu akan terputus jika kita mempunyai 
keberanian untuk bersikap jujur dan mengakui kalau kita sudah menipu selama 
ini.  Dan lagi pula, yang namanya menipu, apapun alasannya  pasti ada pihak 
yang  dirugikan !

Kalau kita membuat pertanyaan  ke 100 orang,"Bagaimana perasaan anda saat
menipu orang lain"?
Saya jamin  persentase jawabannya adalah :
 90 % Tidak sejahtera / merasa bersalah
 8 % tergantung tujuan / visi dan misi  kita menipu dan siapa yang kita tipu
 2 % Sejahtera saja, kalau yang ditipu juga penipu :)


Saat  Yakub menipu  ayahnya Ishak, agar mendapatkan doa berkat dari ayahnya
yang seharusnya diberikan kepada Kakaknya Esau, ada rasa KETAKUAN dan TIDAK
SEJAHTERA ! sehingga akhirnya Yakub melarikan diri dari rumah bapanya.
Kalau kita baca di Kejadian 33:1-18, kita bisa lihat bahwa ada lagi 
tipuan-tiupan kecil  yang Yakub lakukan untuk kakaknya Esau.

Saat anda dan saya, diperhadapkan untuk membuat keputusan dan ada pergolakan 
antara hati nurani dan pikiran artinya : ada  ke tidak jujuran dan Pembenaran 
didalamnya.

Sahabat,
Saat anda dan saya tidak jujur "menipu", ada  pribadi yang paling tersiksa
! yaitu diri anda sendiri

Kejadian 27:36  Kata Esau: "Bukankah tepat namanya Yakub, karena ia telah
dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang
dirampasnya pula berkat yang untukku." Lalu katanya: "Apakah bapa tidak
mempunyai berkat lain bagiku?"

Kejadian 29:25  Tetapi pada waktu pagi tampaklah bahwa itu Lea! Lalu
   berkatalah Yakub kepada Laban: "Apakah yang kauperbuat terhadap aku ini?
   Bukankah untuk mendapat Rahel aku bekerja padamu? Mengapa engkau menipu
   aku?"
===============================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>

Berpisah untuk menggenapi Perintah Tuhan Yesus

Markus 16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia,
                 beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Dalam waktu dekat ini, atau kurang lebih  dalam waktu  60 jam  kedepan salah 
satu  perintis Persekutuan Doa dikantor  tempat saya bekerja, akan dimutasikan 
ke cabang lain. Kepindahan ini sudah menjadi kerinduannya selama delapan bulan 
ini,karena suami yang terkasih sudah  tidak sabar menanti kedatangannya untuk 
segera berkumpul bersama-sama.

Saat mendengar kabar kepindahan ini, ada torehan kecil  dihatiku yang tidak 
mampu aku ungkapkan dengan kata-kata, tapi terlalu egois jika aku berharap dia 
tetap disini, sementara dia harus berpisah dengan orang yang begitu mencintai 
dan merindukanya.

Dalam situasi menghitung hari ini, saya diingatkan akan ke dua belas 
murid-murid Tuhan Yesus [setelah Yudas bunuh diri, Matias yang 
menggantikannya], bagaimana suasana hati mereka saat  mereka akan berpisah 
dengan Tuhan Yesus dan ditambah lagi, harus berpisah dengan murid yang lain 
sesuai dengan  adanya instruksi terakhir dari Tuhan Yesus, "pergi keseluruh 
dunia", sudah pasti mau tak mau, suka tidak suka mereka harus berpisah untuk 
mengabarkan injil. Saya membayangkan, secara psikologi  pastilah kedua belas 
murid itu merasa sedih karena harus berpisah setelah sekian lama berjalan 
mengabarkan kabar baik dengan Tuhan dan teman-temannya.

Sahabat,
pernahkan anda merasa sedih dan terluka saat harus berpisah dengan orang yang  
begitu anda kasihi ?

Saya percaya, Tuhan tidak semena-mena mengutus umat yang dikasihiNya, kemanapun 
kita  Tuhan utus, pasti ada maksudnya, dan diantaranya  untuk
menyatakan kabar baik kepada seluruh makhluk di muka bumi ini.

Ketika Tuhan menginstruksikan kita untuk pergi, jangan ragu untuk menjawab,
" Iya Tuhan, aku siap untuk pergi"
===============================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>

Pada masa tua pun mereka masih BERBUAH, menjadi GEMUK dan SEGAR

                               Mazmur 92:15
     Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,

Pada masa tua pun mereka masih BERBUAH, menjadi GEMUK  dan SEGAR

Apakah anda pernah cemburu saat melihat orang yang jelas-jelas menikmati hidup 
dengan sesuka hatinya tetapi "kelihatan" hidupnya semakin hari-semakin 
diberkati ?

Aku bertemu Sutan diawal tahun 1995, dieman-teman, Sutan suami yang
sangat perhatian pada istri dan anak-anaknya, bahkan terkadang perhatiannya
terlalu berlebihan dan membuat teman-teman jengkel karena dia sering 
meninggalkan pekerjaan demi kepentingan pribadi. Bagaimana tidak berlebihan, 
tak jarang dia bela-belain ijin keluar kantor untuk mengurus hal-hal yang 
berhubungan dengan pekerjaan,  tapi kami tau pasti kalau dia keluar untuk 
nemani istrinya belanja !

Sutan tidak seperti kebanyakan pria-pria yang satu suku dengannya, yang 
mayoritas dikenal prinsip bahwa laki-laki tidak pantas ke dapur, mengurus anak 
apalagi sampai ke pasar.

Waktu dan kondisi telah merubah Sutan, yang tadinya begitu mencintai istri dan 
anak-anak, tiba-tiba Sutan mampu menceraikan istri di masa mudanyanya dan 
meninggalkan anak-anak saat bertemu dengan wanita lain yang dianggap lebih 
mengerti akan dirinya.

Setelah kejadian itu, kurang lebih  enam tahun aku tidak pernah lagi ketemu 
dengan Sutan. Dan betapa kagetnya aku setelah sekian  lama tidak bertemu, 
ternyata Sutan sukses dalam bisnisnya.

Ternyata, setelah bercerai dengan istrinya, Sutan menikah dengan wanita
yang menjadi penyebab perpecahan keluarganya.

Pada awalnya aku kagum melihat keberhasilan yang dia perolah dalam waktu
enam tahun ini, tapi kekagumanku sirna seketika, saat  tanpa malu-malu Sutan 
bercerita kalau saat ini dia punya wanita lain.

Ternyata Sutan tidak berubah ! Materi telah membuatnya  berubah, yang lebih
menakjubkan Sutan  sudah tidak punya rasa malu lagi untuk menceritakan 
kebiasaan-kebiasannya yang sepantasnya ditutup-tutupin tapi dengan gamblang dan 
bangganya dia bercerita bagaimana kehidupan dia saat ini kepada orang lain.

Memang tidak mudah untuk tidak menjadi cemburu, dan tetap bertahan berjalan 
dalam koridor yang Tuhan mau, saat melihat orang yang melenceng  kelihatan 
sangat diberkati.

Mungkin anda pernah bertemua dengan orang yang hidupnya melenceng tapi
hidupnya jauh lebih bari dari hidup anda yang belajar untuk hidup benar
tapi Hidup adalah pilihan, dan pilihan itu ada ditangan kita masing-masing.

Sebenarnya kita tidak perlu cemburu apalagi marah saat diperhadapkan dengan 
kondisi ini ! Yang perlu kita lakukan adalah, berdoa bagi mereka dan bertahan 
untuk meraih janji Tuhan, bahwa "orang benar akan BERBUAH, bertambahGEMUK dan 
SEGAR".

Sutan begitu mencinta istrinya saat penghasilannya pas-pasan, tapi ketika
mulai diberkati maka hidup Sutapun mulai berubah.Saat berkat itu semakin
mengalir, maka perubahan itu semakin nyata dalam hidupnya. Sutan tidak
menyadarinya, bahwa satu persatu, dia mulai kehilangan hidupnya.

Bagaimana dengan anda ? Apakah UANG, JABATAN, SAHABAT, ke POPULERAN telah 
merubah hidup anda ? dan anda tidak menyadari bahwa  semua itu telah
mencuri hidup anda dari Tuhan ?

Mazmur
92:6 Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya
rancangan-rancangan-Mu.
92:7 Orang bodoh tidak akan mengetahui, dan orang bebal tidak akan mengerti hal 
itu.
92:8 Apabila orang-orang fasik bertunas seperti tumbuh-tumbuhan, dan 
orang-orang yang melakukan kejahatan berkembang, ialah supaya mereka dipunahkan 
untuk selama-lamanya.
92:9 Tetapi Engkau di tempat yang tinggi untuk selama-lamanya, ya TUHAN!
92:10 Sebab, sesungguhnya musuh-Mu, ya TUHAN, sebab, sesungguhnya musuh-Mu
akan binasa, semua orang yang melakukan kejahatan akan diceraiberaikan.
92:11 Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan 
minyak baru;
92:12 mataku memandangi seteruku, telingaku mendengar perihal orang-orang
jahat yang bangkit melawan aku.
92:13 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur
seperti pohon aras di Libanon;
92:14 mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Tuhan kita.
92:15 Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,
92:16 untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan
tidak ada kecurangan pada-Nya.

Shalom, Peace  be with you
SariHati   Indah  Tarigan
Ph : +62 - 549 - 21152   Ext. :  158 

Kirim email ke