From: Yollie Wauran Renungan Pagi, Rabu 12 September 2007
Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga. Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? ( Matius 20:9-15 ) Mengapa kadang ..... Kita merasa hak kita dikurangi ..... Saat yang lain mendapat lebih ..... ? ================================================ Renungan Pagi, Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. ( Matius 23:3 ) Adakah kita ...... Tetap mau mendengarkan ...... Dan melakukan ..... Ajaran "benar" ....... Firman Tuhan ...... Yang disampaikan oleh orang yang tidak melakukannya ..... ? Atau ..... Kita merasa lebih baik menolak ...... ? Lebih baik tidak mendengarkan ..... ? Seandainya kita putuskan untuk menolak ...... Tidakkah kita ...... Pelan tapi pasti ...... Mulai melangkah ke arah sama dengan mereka ..... ? Semakin jauh dari firman Tuhan ..... ? Semakin jauh dari kebenaran ..... ? ============================================== Renungan Pagi, Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, ( Wahyu 3:17 ) Saat kita "buta" ..... Dan tidak tahu bahwa kita "buta" ..... Bukankah itu ..... Kebutaan yang paling gelap ..... ? Karena ..... Bagaimana kita punya kerinduan untuk "melek" ..... Kalau kita tidak tahu ..... Bahwa kita "buta" ..... ? Tetapi .... Bagaimana pula kita tahu ..... Bahwa kita buta ..... Kalau kita tidak tahu ..... Apa yang sebenarnya Tuhan kehendaki ..... ? Dan ..... Bagaimana pula kita tahu kehendak Tuhan ..... Bila kita ..... Tak pernah merenungkan firman-Nya ..... ? =========================================== Renungan Pagi, Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Tuhan di dalam Kristus telah mengampuni kamu. ( Efesus 4:31-32 ) Kadang ..... Firman Tuhan ..... Banyak kita tafsirkan ..... Banyak pengertian baru ...... Tuhan berikan pada kita ...... Namun .... Pagi ini ..... Mari kita renungkan ...... Adakah kita sudah melakukan ..... Apa yang tertulis di atas ..... Apa adanya ..... ? Tanpa penafsiran lain ..... Kata demi kata ..... Sama seperti yang tertulis di atas ..... ? Bukankah itu sudah sangat jelas ..... ? Mari kita renungakan ...... Kata demi kata di atas ....... ======================================== Renungan Pagi, Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih." ( Matius 22:10-14 ) Memang ..... Tuhan sangat mengasihi kita ..... Memang ..... Tuhan mencurahkan kasih karunia-Nya pada kita ...... Kita yang tidak layak ..... Sudah dilayakkan-Nya ..... Diundang dalam pesta-Nya ..... Namun ..... Adakah kita boleh seenaknya sendiri ..... ? Sudahkah kita mengenakan pakaian pesta ...... ? ================================================ Renungan Pagi, Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. ( Yohanes 5:7-9 ) Banyak orang sakit di sembuhkan ..... Siapa yang menyembuhkan ..... ? Mungkin kita akan katakan : "Yesus" ...... Namun ...... Berapa yang Yesus sembuhkan ...... ? Alkitab mencatat hanya satu orang ...... Bagaimana dengan yang lain ..... ? Memang Tuhan yang sembuhkan ...... Namun ..... Mereka perlu orang lain untuk membantunya ...... Perlu orang lain untuk menurunkan ke kolam itu ..... Sering kita berdoa ..... Minta banyak orang diselamatkan ....... Namun ...... Adakah kita mau terlibat di dalamnya ..... ? Turut serta dalam karya keselamatan Tuhan ..... ? Atau ..... Kita akan membiarkan ..... Banyak orang teriak pada Tuhan : ..... "Tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, ....." ========================================== Renungan Pagi, Sebab beginilah firman Tuhan, Yang Mahakudus, Tuhan Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan, ( Yesaya 30:15 ) Bukan tidak bisa ..... Tapi enggan ..... Bukan pula tidak mampu ..... Tapi enggan ..... Ada rasa malas yang melingkupi ...... Maunya serba cepat ...... Tak ada lagi kesabaran ...... Tak ada lagi ketekunan ...... Betapa seringnya ....... Keengganan kita ...... Menghalangi Tuhan ..... Untuk menyatakan rencana-Nya atas kita ...... ? Jadi ..... Masihkah kita enggan ...... ? ====================================== Renungan Pagi, Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. ( Matius 3:11 ) Mungkin ..... Banyak di antara kita bisa katakan ..... "Aku sudah dibaptis." ....... Namun ..... Adakah kita juga bisa katakan ....... "Aku sudah bertobat." ..... ?? ========================================== Renungan Pagi, Ketika para imam, pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu, keluar dari tengah-tengah sungai Yordan, dan baru saja kaki para imam itu dijejakkan di tanah yang kering, maka berbaliklah air sungai Yordan itu ke tempatnya dan mengalir seperti dahulu dengan meluap sepanjang tepinya. ( Yosua 4:18 ) Saat kakinya mereka melangkah ke air ...... Terputuslah sungai itu ..... Saat kaki mereka keluar dari air ..... Berbaliklah air sungai itu ..... Mujizat Tuhan mengikuti langkah mereka ...... Tuhan mereka ...... Tuhan kita juga ..... Tuhan mereka ..... Tuhan kita juga ...... Tuhan yang sama ..... Dahulu ...... Sekarang ...... Dan sampai selamanya ..... Mujizat mengikuti mereka ...... Bagaimana dengan kita ..... ? Pertanyaannya adalah ...... Sudahkah kita "melangkah" ...... Sesuai firman Tuhan ..... Atau ..... Kita berhenti karena ragu ..... ? Karena takut ..... ? Karena keenakan .... ? ======================================== Renungan Pagi, Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya. Condongkanlah hatiku kepada peringatan-peringatan-Mu, dan jangan kepada laba. ( Mazmur 119:35-36 ) Pernahkah kita lupa akan perintah-Nya ..... ? Pernahkah pula ...... Kita abaikan peringatan-Nya ...... ? Pernahkah kita ..... Hidup hanya mengejar laba ..... ? Tanpa peduli lagi akan Dia ...... ? Atau ..... Sanggupkah kita ...... Membuang serakah ...... Mengalihkan mata yang melekat pada laba ...... Demi perintah-Nya ..... ? Demi peringatan-Nya ..... ? ========================================== Renungan Pagi, Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan." And Abraham called the name of that place Jehovahjireh: as it is said to this day, In the mount of the LORD it shall be seen. ( Kejadian 22:14 ) Jehovahjireh ..... Ya .... Jehovahjireh ..... TUHAN yang menyediakan ..... Sering kita ucapkan itu ..... Kita imani itu ...... Tapi ..... Masih ingatkah kita ...... Bahwa kalimat itu diucapkan Abraham ..... Saat akan mempersembahkan korban bagi Tuhan ..... ? Bagaimana dengan kita ..... ? Kapan kita ucapkan itu ..... ? Adakah saat kita melayani Tuhan ..... ? Adakah saat untuk kemuliaan Tuhan ...... ? Atau ..... Semata demi keperluan kita ..... ? Kebutuhan kita ..... ? Tuhan memberkati.

