From: [EMAIL PROTECTED]
Mau saya doakan...?
Beberapa waktu yang lalu saya ada pelayanan untuk Youth di daerah Tangerang .
Saya naik bis jurusan Tangerang pada siang harinya untuk menuju rumah kakak
saya terlebih dulu karena pelayanan tersebut akan berlangsung sore hari.
Di dalam bis yang penuh sesak tersebut, masuk pula seorang pengamen cilik usia
sekitar 7 - 8 tahun dengan berbekal kecrekan sederhana (mungkin dari tutup
botol) Berbekal alat musik sederhana tersebut, dia nyanyikan lagu "Yesus ajaib,
Tuhanku ajaib ...." Dan kata-kata tersebut diulang terus menerus.
Hampir seluruh penumpang bis memarahi anak tersebut, "Diam kamu ! Jangan nyanyi
lagu itu lagi.
Kalau kamu nggak diam, nanti saya pukul kamu !"
Tapi ternyata anak tersebut tidak menanggapi kemarahan mereka dan dengan berani
terus menyanyikan lagu tersebut. Saya dalam hati berkata "Tuhan, anak ini luar
biasa. Kalau saya, belum tentu saya bisa / berani melakukan hal tersebut."
Karena bis akan melanjutkan perjalanan menuju tol berikutnya, di pintu tol
menuju Serpong (kalau tidak salah), hampir 3/4 penumpang turun dari bis
tersebut. Termasuk saya dan pengamen cilik tersebut. Anak kecil itu didorong
hingga akhirnya jatuh. Kemudian dia bangkit lagi. Tapi dia didorong oleh massa
hingga terjatuh lagi. Semua penumpang bis mengerumuni anak itu.
Saya masih ada di situ dengan tujuan jika kemudian anak tsb akan ditempeleng
atau dihajar, saya akan berusaha untuk menariknya lari menjauhi mereka.
Seluruh kerumunan itu baik pria maupun wanita menjadi marah, " Sudah dibilang
jangan nyanyi masih nyanyi terus ! Kamu mau saya pukul ?"
Anak kecil itu hanya terdiam. Setelah amarah mereka mulai mereda, anak kecil
itu baru berbicara,"Bapak-bapak, Ibu-Ibu jika mau pukul saya, pukul saja. Kalau
mau bunuh, bunuh saja. Tapi yang Bapak dan Ibu perlu tahu, walaupun saya
dipukul atau dibunuh saya tetap akan menyanyikan lagu tersebut."
Seluruh kerumunan menjadi terdiam sepertinya mulut mereka terkunci. Kemudian
dia
melanjutkan,"Sudahlah....Bapak, Ibu tidak perlu marah-marah lagi. Sini .. saya
doakan saja Bapak,Ibu" Dan apa yang terjadi, seluruh kerumunan itu didoakan
satu per satu oleh anak ini. Banyak yang tiba-tiba menangis dan akhirnya mau
menerima Tuhan.
Saya yang sedari tadi menyaksikan hal tersebut, kemudian pergi meninggalkan
kerumunan tsb.
Saya melanjutkan naik mikrolet.Jalanan macet krn kejadian tersebut hingga
mikrolet melaju dengan sangat lambat. Sopir mikroletnya bertanya "Ada apa sih
Pak? Koq banyak kerumunan?"
Saya jawab " O Itu ada banyak orang didoakan oleh anak kecil". Di saat mikrolet
melaju dengan sangat pelan, tiba-tiba anak kecil pengamen itu naik mikrolet
yang sama dengan saya. Saya kemudian bertanya, " Dik, kamu nggak takut dengan
orang-orang itu ?"
Jawabnya, "Buat apa saya takut ? Roh yang ada dalam diri saya lebih besar dari
roh apapun di dunia ini", tuturnya mengutip ayat Firman Tuhan. Lanjutnya,
"Bapak mau saya doakan?"
Saya terperanjat, "Kamu mau doakan saya ?"
Jawabnya, "Ya kalau Bapak mau" Saya menjawab, "Baiklah. Kamu boleh doakan saya"
Doanya,"Tuhan berkati Bapak ini. Berkati dan urapi Bapak ini jika sore nanti
dia akan ada pelayanan Youth."
Sampai di situ, saya tidak bisa menahan air mata yang deras mengalir. Saya
tidak peduli lagi dengan penumpang lain yang mungkin menonton kejadian
tersebut. Yang saya tahu bahwa Tuhan sendiri yang berbicara pada anak ini, dari
mana dia tahu
saya akan ada pelayanan Youth sore ini.
Kesaksian ditutup sampai di situ dan dengan satu kesimpulan , jika kita mau,
Tuhan bisa pakai kita lebih lagi. Bukan kemampuan tapi kemauan yang Tuhan
kehendaki.
~ kesaksian oleh Pdt. Wisnu
TUHAN YESUS JAMAH setiap hati untuk boleh mengundangMu masuk ke dalam
hati dan menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi...dan
apappun pergumulan kami biarlah Engkau saja yang campur tangan..Terimakasih
Tuhan..amin...
=============================================
From: Secapramana
Rekan-rekan sekalian,
Hal : Tabrakan yang menyisakan petaka (derita Ibu Fransisca).
Ibu Fransisca adalah seorang ibu rumah tangga biasa, bersuamikan seorang guru
di salah sebuah sekolah Katolik di Surabaya.
Kakak bu Fransisca adalah seorang biarawati (Suster) Karmel di biara Karmel
Batu (Malang), sebuah biara untuk suster-suster yang kontemplatif.
Dua minggu y.l. saya kebetulan dimintai tolong oleh Suster (kakak bu
Fransisca) ini untuk membantu mencarikan solusi bagi musibah/penderitaan yang
dialami oleh Bu Fransisca, begini ceritanya :
Pada 28-Feb-2000, saat mengendarai sepeda motornya, di dekat Gereja Kristus
Raja tiba-tiba Ibu Fransisca ditabrak oleh sebuah mobil Panther yang melaju
kencang.
Ibu Fransisca dan sepeda motornya sempat terseret beberapa meter sebelum
akhirnya terpelanting dari sepeda motornya.
Penduduk sekitar yang melihat kejadian itu berlarian mendekat, dan mengira
Ibu Sisca sudah meninggal maka mereka bermaksud menghajar pengemudi
Panther tsb yang ternyata adalah seorang remaja yang belum mempunyai SIM.
Tetapi tiba-tiba Ibu Sisca mengerang, dan penduduk disekitar lokasi bergegas
menolong Bu Sisca.
Bu Sisca dibawa ke rumah sakit terdekat.
Ternyata, tulang-tulang iga (rusuknya) di kanan ada 4 dan di kiri ada 10
tempat yang patah/ retak/ mengsle. Tulang paha kiri patah. Tulang panggul
sebelah kiri patah dan sebagian hancur. Tulang ekor hancur dan terpaksa
dibuang oleh dokter. Ginjalnya mengalami perdarahan.
Melihat luka-luka dalam yang sangat parah seperti itu, kelihatannya hanya
karena kebesaran Tuhan saja maka bu Sisca masih bertahan hidup.
Ringkas kata, melalui serangkaian operasi, sudah 4x operasi yang dijalani
bu Sisca, dokter menyambung tulang2 yang patah dengan pen serta memasang
sendi + mangkokan palsu pada tulang panggulnya.
Saat ini semua pen sudah diambil namun setelah operasi terakhir, ternyata
ditemukan adanya infeksi serta mangkokan yang terlepas (karena hanya
dilem) sehingga seharusnya bu Sisca menjalani operasi lagi yang ke-5
untuk mengganti mangkokan tersebut.
Saat ini, praktis kaki kiri Bu Fransisca tidak berfungsi (karena sudah
tidak melekat pada tulang panggul kirinya).
Bila tidak segera dilakukan operasi, menurut dokter dikuatirkan infeksi
ini akan bisa menimbulkan akibat yang lebih parah, bahkan dikuatirkan bisa
menjadi keganasan (kanker), dan/atau kelumpuhan.
Sekarang ini, kondisi bu Sisca sudah sangat memprihatinkan, hanya tergolek
di tempat tidur (tidak bisa jalan) dan merintih kesakitan (yang dirasakan
sakit terutama sepanjang panggul hingga lutut kiri).
Untuk berobat dan untuk dioperasi lagi, bu Sisca dan keluarganya sudah
kehabisan dana.
Untuk melakukan operasi yang ke-5 hingga ke-6 ini diperkirakan memakan
beaya puluhan juta rupiah, yang tidak mungkin bisa ditanggung oleh seorang
istri guru biasa.
Dana santunan yang diberikan oleh orangtua penabrak tsb tidak seberapa,
dan sudah lama habis.
Hari Jumat 27/4/2007 y.l., saya membawa Bu Sisca untuk periksa ke
Poliklinik Bedah Tulang RKZ Surabaya.
Menurut dokter saat itu, operasi ini tergolong besar dan rumit sekali, apalagi
dari hasil foto rontgen diketahui bahwa selain mengalami infeksi, juga
"mangkok" pada tulang pahanya sudah lepas dan harus diganti mangkok baru yang
bisa disekrup (dibutuhkan sedikitnya Rp.75.- juta sebagai DP/uang muka agar Bu
Sisca ini bisa masuk kamar operasi) disamping tulang2 rawan yang timbul saat
ini menekan syaraf2 sehingga pasien menderita kesakitan terus saat kakinya
bergeser walaupun sedikit saja.
Untuk menggunakan jalur "masyarakat miskin" rupanya juga sulit/tidak
mungkin, mengingat beaya terbesar justru terletak pada mangkok tiruan dan
pen-pen yang harus dipasangkan pada tubuh pasien.
Melalui e-mail message ini, setelah melalui konsultasi dengan keluarga Bu
Sisca dan beberapa Romo dari Paroki Kristus Raja (rumah Bu Sisca berada di
wilayah Paroki Kristus Raja Surabaya), maka saya bermaksud mengetuk hati
rekan-rekan sekalian, barangkali ada yang tergerak untuk membantu Bu
Fransisca ini, bisa menyumbangkan dana melalui rohaniwan Romo Antonius
Gigih Yulianto CM dari Paroki Kristus Raja dengan cara transfer ke :
Rekening Atas Nama :
ANTONIUS GIGIH YULIANTO
BCA KCP Kusuma Bangsa, SURABAYA.
No. rek: 188 031 372 6.
Message/Keterangan : Untuk Bu Fransisca, (lalu mohon cantumkan)
Nama+Alamat+No.Telp/HP penyumbang/anda.
---
Seandainya dibutuhkan penjelasan lebih lanjut, bisa menghubungi :
Romo Gigih CM : 081-3311-09089, e-mail :
<mailto:[EMAIL PROTECTED]>[EMAIL PROTECTED]
Atas perhatian dan kepedulian rekan-rekan sekalian, atas nama keluarga Bu
Fransisca sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih.
Salam.
Hermanto Angka (<mailto:[EMAIL PROTECTED]>[EMAIL PROTECTED])
P.S. : Message ini boleh di-fwd ke teman-teman yang mungkin tergerak
untuk membantu Bu Fransisca agar Bu Sisca bisa secepatnya menjalani
operasi yang disarankan dokter.
Kunjungi saja www.secapramana.net
SEBAGAI PENGIKUT KRISTUS, KITA BERBUAT BAIK KEPADA SESAMA BUKAN UNTUK
MENDAPATKAN PAHALA, MELAINKAN KARENA KITA SUDAH MEMPEROLEH KESELAMATAN
=================================================