From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>
Edisi 35 -- Pelajaran dari Seekor Ikan
PENGANTAR
Manusia diberi kepekaan untuk melihat apa yang terjadi di sekitarnya
dan bagaimana hal tersebut dapat menjadi pelajaran di dalam
hidupnya. Kepekaan yang demikian tentu membuat hidup lebih bermakna
dan tidak hanya berlalu begitu saja. Dan dengan hikmat Tuhan, kita
sebagai anak-anak-Nya dapat belajar untuk semakin seturut dengan
kehendak-Nya melalui apa yang terjadi. Berikut kesaksian seorang
anak Tuhan yang memetik sebuah pelajaran berharga dari seekor ikan.
Mari kita simak.
Pimpinan redaksi KISAH,
Pipin Kuntami
______________________________________________________________________
KESAKSIAN
PELAJARAN DARI SEEKOR IKAN
==========================
Sudah satu minggu ini ikan sapu-sapuku meninggal dunia. Sejak saat
dia meninggalkan akuariumku, baru tiga hari saja tidak dibersihkan,
lumut pasti akan bermunculan di akuarium kesayanganku.
Aku tidak ada waktu untuk membersihkan lumut-lumut itu dan juga
tidak ada waktu untuk membeli ikan sapu-sapu yang baru. Suatu hari
kudapati lumut sudah memenuhi kaca bagian dalam akuariumku. Aku
berpikir, ini tidak bisa dibiarkan. Keindahan ikan-ikan kokiku akan
tersembunyi jika lumut-lumut itu kurelakan tumbuh dengan sehatnya
menemani mereka. Ikan sapu-sapu bisa menjadi solusi untuk membantuku
membersihkan lumut-lumut itu. Sebab sapu-sapu adalah ikan yang
makanan utamanya lumut dalam akuarium atau kolam ikan.
Pada sela-sela sempitnya waktuku, sepulang kerja kuluangkan waktu
untuk mampir ke toko ikan dekat rumahku. Aku berkeliling mencari
ikan hitam yang tidak menarik dan berkulit kasar itu. Akhirnya,
kutemukan satu ikan sapu-sapu yang tidak begitu suram kulitnya,
walaupun tetap tidak indah dipandang mata dan tetap saja kulitnya akan kasar.
"Berapa Pak, harganya?" tanyaku pada si penjual ikan itu.
"Tujuh ratus lima puluh rupiah, Mbak," jawab si penjual itu.
Segera kusodorkan uang dan setelah itu langsung kutapakkan kakiku menuju
rumah.
Ikan sapu-sapu itu lalu aku cemplungkan ke dalam akuarium. Dengan
sigap dan bagai habis lepas dari kurungan, ikan itu langsung
meliuk-liuk. Dan ... betapa senangnya dia menemukan sebuah sisi kaca
yang penuh dengan lumut. Ikan itu langsung menempel di kaca penuh
lumut tersebut. Tidak peduli dengan ikan-ikan kokiku yang seakan
sedang mengerumuni ikan sapu-sapu itu untuk berkenalan.
Lagi-lagi karena tidak ada waktu, ikan itu memang hanya
kucemplungkan dulu tanpa kubersihkan akuariumnya. Pikirku weekend
nanti pasti aku ada waktu.
Keesokan harinya, saat akan berangkat ke kantor, kusempatkan menyapa
ikan-ikan kokiku. Wow, pagi ini mereka tampak begitu indah .... Tapi
bukankah memang ikan kokiku itu warnanya indah. Ehhh ..., tapi kok
lain ya? Warnanya bukan saja indah, tapi begitu bersinar. Terus
kuamati ikan-ikan kokiku dengan sirip mereka yang panjang bagaikan
kain sutera yang berkibar-kibar seolah ditiup angin. Terus
kuperhatikan mereka karena terlalu indah bagiku untuk kutinggalkan.
Saat pandanganku tertuju di pojok akuariumku, ada seekor ikan hitam
yang tidak bersinar sama sekali. Dia seolah sedang menepi dalam
dunianya sendiri dan takut untuk bergabung dengan koki-koki indah itu.
Aku tersadar .... Ya, ikan-ikan kokiku terlihat begitu indah dan
bersinar bukan karena ikan-ikan itu yang berubah, tetapi keadaan di
sekitar merekalah yang berubah. Lumut-lumut yang membuat kaca
akuariumku buram sudah lenyap! Ya, lenyap! Kaca akuariumku kembali
bening sehingga ikan-ikan indahku terlihat semakin indah. Ikan yang
tidak menarik yang kubeli kemarin dengan harga murah itu telah
melahap habis lumur-lumut itu. Memang untuk itulah ikan itu kubeli,
tetapi aku tidak tahu akan mendapat ketakjuban yang luar biasa seperti ini.
Kupandangi kembali ikan hitam yang sedang menyendiri itu. Dia yang
tidak menarik itu telah membuat sesuatu yang indah untukku pagi ini.
Ikan sapu-sapu sangatlah tidak menarik. Dia tidak punya kelebihan
fisik yang dapat dibanggakan. Harganya pun sangat murah. Tetapi
Tuhan memberikan kelebihan luar biasa pada dia. Dia dapat
membersihkan permukaan kaca yang begitu kotor menjadi bening
kembali. Itulah yang membuat ikan sapu-sapu begitu dicari-cari oleh
siapa saja yang ingin akuarium atau kolam ikannya terbebas dari lumut.
Aku ingat diriku. Begitu banyak protesku pada Tuhan karena merasa
aku tidak memiliki kelebihan dari segala sisi. Tuhan memakai ikan
kecil itu untuk menyadarkan aku, "Kuciptakan dirimu bukan untuk hal
yang tidak berguna. Kau ada di dunia ini karena kau berarti bagi-Ku,
untuk melakukan hal-hal besar bagi-Ku!"
Aku masih terpaku di depan akuariumku. Aku masih menatap ikan kecil
yang tidak menarik itu. Aku seperti menatap diriku. Hari ini Tuhan
memberikan aku pelajaran indah dari seekor ikan. Hari ini, Tuhan
tidak ingin aku semakin tenggelam dalam pencarian arti hidupku di dunia ini.
Aku berarti bagi-Nya, aku berharga bagi-Nya. Dalam pandangan mata,
aku memang tidak semenarik mereka yang ada di sekelilingku, tetapi
ada hal istimewa yang Tuhan berikan padaku, dan aku yakin itu akan
jadi berkat bagi banyak orang karena Tuhan yang menganugerahkannya.
Aku beranjak dari depan akuariumku. Jam di tanganku sudah
menunjukkan waktu untuk segera berangkat ke kantor. Semangatku
menapaki hari-hari ke depan kembali menyala. Kuucapkan syukur untuk
semua pelajaran indah ini.
Terima kasih Tuhan! Terima kasih ikan sapu-sapuku!
Diambil dari:
Nama situs : SABDA Space
Judul asli artikel: Belajar dari Sapu-sapu
Penulis : Love
Alamat URL : http://www.sabdaspace.org/trackback/151
______________________________________________________________________
"... bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya.
Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga
dari pada banyak burung pipit." (Lukas 12:7)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=Lukas+12:7 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA
1. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan atas kepekaan yang telah Dia
berikan sehingga kita dapat mengerti apa yang Dia kehendaki di dalam
hidup kita.
2. Bagi mereka yang belum memiliki kepekaan serupa, mohonkanlah
hikmat dan pengertian yang benar dari-Nya agar hidup yang
berharga dapat kita miliki sehingga dapat kita persembahkan bagi
kemuliaan-Nya.
3. Berdoalah agar kita dimampukan untuk memanfaatkan hidup yang kita
miliki saat ini dengan perilaku dan hidup yang sesuai dengan
kehendak Tuhan atas dasar firman-Nya yang hidup.
===================================================
From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>
Edisi 36 -- Eropa Timur: Perumpamaan Tiga Pohon Muda
PENGANTAR
Banyak orang yang sering terjebak dengan cita-citanya. Mereka
berpikir cita-cita tersebut sudah sesuai dengan apa yang seharusnya
dikerjakan dalam hidup mereka dan itu yang terbaik. Hal ini memang
tidak sepenuhnya salah. Namun sebagai anak Tuhan, kita perlu
bertanya pada-Nya apakah cita-cita kita itu selaras dengan
kehendak-Nya. Kisah yang yang kami sajikan ini menggambarkan hidup
kita melalui perumpamaan pohon. Semoga melaluinya, hati dan pikiran
kita semakin terbuka dalam menerima panggilan hidup kita.
Pimpinan redaksi KISAH,
Pipin Kuntami
______________________________________________________________________
KESAKSIAN
EROPA TIMUR: PERUMPAMAAN TIGA POHON MUDA
========================================
Suatu hari di sebuah hutan, tiga pohon muda setuju untuk berdoa
supaya mereka dipakai untuk tujuan yang mulia daripada membusuk karena tua.
Pohon pertama ingin menjadi kandang sehingga ternak yang lelah dapat
makan setelah bekerja seharian. Tuhan menghadiahi pohon ini karena
kesederhanaannya. Pohon itu menjadi kandang yang sangat istimewa --
kandang di mana Yesus dibaringkan.
Pohon kedua berdoa supaya ia menjadi perahu. Doanya dijawab dan
segera kayunya yang baik menampung seorang penumpang yang sangat
istimewa -- Yesus. Perahu itu mendengar Yesus menenangkan badai yang
mengamuk dengan berkata, "Diam, tenanglah." Pohon itu menganggap
hidupnya berharga karena menyaksikan kejadian ini.
Namun, pohon ketiga dibuat menjadi sebuah salib besar sebagai alat
penderitaan. Pohon ini pertamanya sangat kecewa akan nasibnya.
Namun, suatu hari Yesus dari Nazaret dipakukan ke batangnya. Namun
aneh, salib itu tidak mendengar erangan atau kutukan seperti terjadi
di salib lainnya. Sebaliknya, kayu itu mendengar Yesus menawarkan
perkataan kasih dan pengampunan Ilahi - perkataan yang membuka
surga bagi seorang pencuri yang bertobat.
*****
Di gereja-gereja bawah tanah di seluruh Eropa Timur, perumpamaan
ketiga pohon ini sering diceritakan sebagai penyemangat bagi mereka
yang menderita karena imannya. Umat percaya ini perlu melihat tujuan
dari setiap peristiwa yang mereka alami. Mereka memiliki semacam
harapan dan keinginan yang tinggi saat mereka pertama kali
mengatakan kesediaannya dipakai oleh Tuhan demi kemuliaan-Nya.
Namun, penindasan sepertinya memotong mereka dari rencana Tuhan.
Bagaimana bisa penderitaan yang tak adil bermain dalam rencana ini?
Seperti pohon yang dijadikan salib, mereka menyadari mereka sedang
dibentuk dalam tujuan mulia Tuhan bagi hidup mereka. Dari sudut
pandang ini, penderitaan tidak dilihat sebagai interupsi rencana
Tuhan bagi kehidupan Anda, namun bagian utuh dari proses.
Diambil dan diedit seperlunya dari:
Judul buku : Devosi Total
Judul asli : Extreme Devotion
Judul artikel: Eropa Timur: Perumpamaan Tiga Pohon Muda
Penulis : The Voice of The Martyrs
Penerbit : KDP, Surabaya 2005
Halaman : 53
______________________________________________________________________
"Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga
dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu
menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji
dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan
tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan
di dalam hati kita oleh Roh Kudus
yang telah dikaruniakan kepada kita." (Roma 5:3-5)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=Roma+5:3-5 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA
1. Senantiasalah bersyukur atas pengorbanan Tuhan Yesus di kayu
salib sehingga kita beroleh keselamatan. Berdoalah juga agar
ungkapan syukur kita itu dapat kita nyatakan dalam karya dan
kasih terhadap sesama dalam keseharian.
2. Bersyukurlah kepadanya kalau kita terpilih untuk menderita karena
nama-Nya. Mohonkanlah iman yang teguh supaya tidak lemah, malah
sebaliknya dapat menjadikan penderitaan itu sebagai suatu
kesempatan yang indah untuk menyatakan bahwa kita mengasihi Dia.
Berdoalah agar kita dimampukan untuk tetap setia di dalam Kristus.
3. Doakan pula orang-orang Kristen yang tertindas oleh penguasa dan
lingkungan
setempat. Berdoalah agar pengharapan mereka di dalam Kristus tidak luntur.
______________________________________________________________________
DARI REDAKSI
"40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"
====================================
Dengan mendekatnya bulan puasa, hati kita diketuk untuk mengingat mereka yang
belum mengenal kasih Tuhan. Adakah Anda tergerak untuk berdoa bersama-sama
menjelang dan selama bulan Ramadhan ini? Bahan pokok doa yang disebut "40 Hari
Mengasihi Bangsa Dalam Doa", telah kami persiapkan untuk Anda yang terbeban
berdoa. Silakan menghubungi kami untuk mendapatkan bahan pokok doa ini lewat
e-mail.
Anda juga bisa mendaftarkan teman-teman Anda supaya mereka pun bisa
berdoa dengan memakai bahan doa ini. Kirimkan surat Anda ke:
==> < doa(at)sabda.org >
Mengirimkan bahan "40 Hari Doa" menjelang dan selama bulan Ramadhan
secara elektronik telah menjadi tradisi tahunan yang dikerjakan oleh Yayasan
Lembaga SABDA dengan bekerja sama dengan pelayanan "40 Hari Doa". Untuk tahun
2007, 40 hari doa akan dilakukan tanggal 3 September - 12 Oktober 2007.
------------------------- potong di sini --------------------------
Bagi Anda yang berminat untuk mendapatkan versi kertasnya, silakan
menghubungi: Mengasihi Bangsa dalam Doa
P.O. Box 7332 JATMI JAKARTA 13560
Email : < a40hdbb(at)yahoo.com >
Harap permohonan pengiriman buku mencantumkan:
Nama jelas :
Alamat lengkap :
Kota dan kode pos:
Propinsi :
Nama lembaga :
No telp./HP :
E-mail :
------------------------- potong di sini --------------------------
Marilah kita berpuasa dan berdoa bersama untuk Indonesia. Biarlah tangan
Tuhan yang penuh kuasa itu menolong dan menggugah hati nurani para pemimpin
bangsa ini untuk bertekad dan bersatu mengeluarkan bangsa kita dari kemelut
berbagai masalah yang berkepanjangan. Selamat menjadi "penggerak doa" di tempat
di mana Anda berada dan biarlah karya Tuhan terjadi di antara umat-Nya,
khususnya bangsa Indonesia.