From: mangucup88 

Makna Puasa

Puasa diserap dari dua kata Sansekerta, yaitu "upa" = dekat dan "wasa" = 
berkuasa. Jadi "upawasa" biasa dilafalkan sebagai puasa, merupakan cara untuk 
mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. 
Bahasa Arabnya shaum atau shiam. Dalam bahasa Inggris "Fasting" yang diserap 
dari kata Jerman kuno "fastan" = menggengam. Puasa dalam bahasa Ibrani tsum, 
tsom dan "inna nafsyo" yang berarti merendahkan diri dengan berpuasa, sedangkan 
dalam bahasa Yunani = nesteuo, nestis atau asitia/asitos.

Orang melakukan puasa, bukan karena kewajiban atau karena ketentuan agama saja, 
bisa juga untuk tujuan Politik, seperti yang dilakukan oleh Mahatma Gandhi 
ataupun Martin Luther King Jr. Puasa mereka lebih dikenal dengan sebutan Demo 
Mogok Makan. 

Begitu juga kita sering diwajibkan puasa demi kesehatan misalnya sebelum 
melakukan labor test atau pada saat melakukan detoksifikasi ataupun para 
penderita diabetes. Banyak teenager melakukan puasa karena ingin jadi kurus. 
Orang berpuasa juga untuk menyatakan rasa duka. Ada juga orang yang berpuasa 
sebagai persiapan diri menghadapi suatu tugas khusus misalnya merasa terpanggil 
untuk melakukan 
sesuatu.

Ada dua bentuk puasa yang bisa dilakukan, yaitu puasa lahir yang dilakukan 
secara periodik (dengan cara pantang makan-minum serta pantang melakukan 
hal-hal yang disukai) dan puasa batin yang dilakukan secara berkelanjutan 
(dengan cara pantang melakukan kelaliman, ketidakadilan, kekerasan, ketamakan 
dsb.).

Puasa dilakukan oleh berbagai macam bangsa maupun agama di dunia ini mulai dari 
bangsa Tionghoa, Taoisme, Konfusianisme, Mesir, Tibet, Yunani, bangsa Arab 
maupun bangsa Yahudi juga mengenal puasa. Hanya motivasi, bentuk, macam, dan 
caranya masing-masing agama tentu berbeda. 

Jadi Puasa itu bukan monopoli umat Islam saja. Orang Jawa dari tradisi 
Hindu-Buddha mengenal puasa antara lain lewat tapa mutih (hanya makan nasi 
tanpa garam tujuh hari berturut-turut), tapa ngrowot (hanya makan sayur tujuh 
hari tujuh malam), dan tapa pati 
geni (pantang makan makanan yang dimasak dengan api sehari semalam). 
Sedangkan Puasa Senin - Kamis berasal dari agama Yudaisme hal ini dilakukan 
oleh orang-orang Farisi. 

Banyak orang percaya bahwa dengan melakukan Puasa, Sang Pencipta akan lebih 
mendengar doa kita, oleh sebab itulah banyak orang melakukan Puasa untuk meraih 
atau mendapatkan sesuatu.

Puasa mempunyai akar psikologis yang mendalam, yakni sebagai usaha pemurnian 
dan sebagai prasyarat mempermudah pemusatan perhatian waktu semedi dan berdoa.

Puasa dapat disebut doa dengan tubuh, karena menyangkut seluruh orang dan 
tingkah laku rohaninya. Puasa dapat memberikan kemantapan dan intensitas pada 
doa, karena dapat mengungkapkan rasa lapar akan Tuhan dan kehendak-Nya dan 
dapat bermakna mengorbankan kesenangan dan keuntungan sesaat, dan dengan Puasa 
menolong orang untuk menghindari keserakahan dan bisa merupakan tanda 
penyesalan, 
pertobatan.

Puasa adalah ibadah (atau sebentuk disiplin spritual) guna menguasai nafsu 
kedagingan ("menyangkal diri"), sehingga kita bisa lebih dapat peka dengan 
kehadiran Sang Pencipta, lebih dekat dengan Dia. Dan yang terpenting dari 
segalanya puasa harus disertai dengan ketulusan hati; sebagai bagian dari 
ibadah kita kepada Sang Pencipta. Karena itu jangan berpuasa demi mendapat 
pujian dari orang lain.

Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari puasa. Sekurang-kurangnya, kita 
diingatkan kembali oleh Sang Pencipta arti penting hidup bersama dengan manusia 
lainnya. Dengan kata lain, makhluk sosial ini tidak akan bisa hidup tanpa ada 
hubungan baik dengan sesamanya. 

Ketika puasa, kita dapat merasakan pahit getir menahan lapar dan dahaga. 
Padahal penderitaan ini hanya sesaat, yaitu sejak terbit fajar sampai tenggelam 
matahari. Buat fakir miskin kesengsaraan ini dijalani sepanjang hayatnya. 
Melalui cara ini, mata batin kita akan peka, naluri ingin menolong akan semakin 
sensitif dan kepedulian 
kita kepada semua manusia akan semakin baik.

Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net
========================================
From: Dewi Kriswanti 

TUHAN SEGALANYA
Bacaan: Mazmur 23: 1-6

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan 
diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. (Maz. 23: 6)

Daud adalah orang bergaul sangat akrab dengan Tuhan. Sepanjang kehidupannya tak 
pernah ia berpaling atau meninggalkan Tuhan. Jadi tak berlebihan bila Daud 
menuliskan mazmur bahwa Tuhan adalah gembalanya yang baik. Karena itulah 
hidupnya begitu diberkati. Tetapi, Daud juga menyadari bahwa semua bukan karena 
kekuatan dirinya semata.
Begitulah Daud menjalani kehidupannya, menjadikan Tuhan gembala atas hidupnya. 
Artinya, Tuhan adalah segala-galanya, atas seluruh aspek kehidupannya, dan 
bergantung sepenuhnya kepada pengaturan dan tuntunan Tuhan. Mazmur Daud yang 
menjadi bacaan kita hari ini menjelaskan beberapa hal yang dapat kita petik 
menjadi pelajaran dan merefleksikannya dalam kehidupan sehari-hari: 
1. "Takkan kekurangan aku" (ay.1). Daud menyadari kalau ia sebagai seorang raja 
yang sukses, hidup berkelimpahan, membawa bangsa Israel kepada kemakmuran, 
bukan karena dirinya hebat. Semua itu disadarinya karena Tuhan sumber segala 
berkat (Yehova Jireh).
2. "Ia menuntunku ke air yang tenang" (ay. 2). Pemazmur menyatakan bahwa sumber 
kedamaian dan ketenangan seluruh umat, adalah Tuhan sendiri (Yehova Shalom).
3. "Ia menyegarkan jiwaku" (ay. 3). Kita mengenal Tuhan sebagai sumber 
kesembuhan, baik secara jasmani maupun rohani.
4. "Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena namaNya" (ay. 3). Pemazmur 
mejadari bahwa tanpa tuntunan Tuhan, ia tidak dapat membuat hidupnya benar dan 
berkenan di hadapan Tuhan. Ini artinya, seluruh usaha manusia untuk membuat 
dirinya lebih dekat kepada Tuhan akan sia-sia, jika bukan Tuhan sendiri yang 
menuntunnya (Band. Yoh. 14:6).
5. "aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku" (ay. 4). Pemazmur 
menyadari, sekaligus mengingatkan kepada seluruh orang percaya, bahwa Tuhan itu 
setia dan tak pernah meninggalkan kita (Ibr. 13:5)
6. "Engkau menyediakan hidangan bagiku, dihadapan lawanku" (ay. 5). Tuhan itu 
sebagai panji-panji kita (Yehova Nissi). Berarti Tuhan sanggup memelihara 
umatNya untuk selama-lamanya (Band. Kel. 17:15). (JWar)

Doa: Kasih karuniaMu Bapa sungguh tak terukur. Tuntunlah kami selalu dalam 
terangMu, sehingga kami luput dari segala perangkap iblis. Amin!
KEMENANGAN BESAR PASTI DAPAT DIRAIH BILA KITA SELALU MENGANDALKAN TUHAN
===============================================
From: S. Sujud 

 
Khusus untuk mereka yang masih belum tahu bahwa Tuhan itu memang benar benar ada

BAGAIMANA SAYA TAHU ALKITAB ITU BENAR?

Ada banyak alasan- alasan yang baik untuk mempercayai Alkitab, baik bukti-bukti 
eksternal maupun bukti-bukti internal mendukung pernyataan bahwa Alkitab adalah 
"benar dan adil semuanya." (Mazmur 19:9)

1) BUKTI ILMIAH
Tidak ada bukti ilmiah yang pernah membuktikan bahwa Alkitab tidak benar dalam 
cara apapun. Ada banyak orang yang akan berkata, "Alkitab bukan buku ilmiah, 
tetapi itu bertujuan untuk menyediakan pandangan religius atau rohani tentang 
alam semesta." Implikasi dari pernyataan tersebut adalah, karena penggambaran 
dari hal-hal fisik memiliki tujuan religius, maka gambaran-gambaran tentang 
alam semesta yang
diberikan Alkitab tidak dapat dianggap mutlak tepat. Oleh karena itu, kita 
diajarkan untuk tidak mempercayai bagian ilmiahnya, namun hanya mencari ajaran 
moral dan rohaninya saja.

Jalan pemikiran ini adalah salah karena tidak masuk di akal. Bagaimana kita 
dapat memutuskan mana pernyataan yang benar dan mana pernyataan yang salah? 
Jika kita tidak dapat mempercayai beberapa pernyataan dalam Alkitab, maka kita 
tidak akan dapat mempercayai seluruh pesan moral atau pesan rohani yang ada di 
dalam Alkitab. Alasan kita tidak dapat mempercayai pesan-pesan rohaninya 
adalah, kita tidak memiliki dasar yang melaluinya kita dapat mengetahui hal-hal 
apa yang tepat dan
sangat berhubungan dengan hidup kita, dan hal-hal apakah yang tidak tepat dan 
tidak kita perlu kita tanggapi secara serius.

Jalan pemikiran ini adalah sangat salah, karena ketidakpercayaan merupakan 
penghinaan terhadap Tuhan yang adalah "pengarang" dari Alkitab itu sendiri. 
Keakuratan dari kisah-kisah, orang-orang dan nama-nama tempat-tempat di dalam 
Alkitab adalah refleksi dari integritas Tuhan, sama seperti sewaktu Ia 
memberikan pernyataan-pernyataan yang dimaksudkan secara sederhana, itu juga 
merupakan refleksi dari kemampuan Tuhan untuk memelihara ketepatan isi Alkitab 
selama berabad-abad. Kita tidak dapat memiliki penghargaan yang dianggap 
terlalu tinggi akan ketepatan dari penggambaran dunia secara fisik seperti yang 
dinyatakan oleh Alkitab, karena itu
mencerminkan Tuhan yang menciptakan alam semesta ini.

2) CONTOH DARI GEOGRAFI
Meskipun Alkitab tidak dimaksudkan untuk secara khusus mendidik pembacanya 
dalam prinsip ilmiah atau data ilmiah, tetapi setiap subjek yang mendiskusikan 
tentang penciptaan Tuhan itu adalah tepat dan benar. Salah satu contoh 
kasusnya, kita melihat kepada kitab yang sangat tua yaitu kitab Ayub 26:7, 
dimana kita membaca suatu penjelasan yang sangat modern tentang bumi, yang 
berkata bahwa bumi berputar pada
kehampaan angkasa.

Ayat ini ditulis sekitar 3000 tahun Sebelum Masehi. Penjelasan ini sangat 
berbeda dengan gagasan fantastis yang timbul dari perkiraan, yang diajarkan 
atau dipercayai di dunia pada waktu itu. Dan mendukung kitab Ayub 26:7, kitab 
Yesaya 40:22 juga menunjukkan bahwa Tuhan bertahta di atas "bulatan bumi".

Kitab Yesaya 40 cocok dengan penjelasan dalam Ayub 26 dan mendukung keakuratan 
dari pernyataan tersebut, seperti yang dapat kita harapkan dari Alkitab. 
Bagaimanapun juga, siapakah yang lebih mengetahui bagaimana alam semesta ini 
dirancang dan diciptakan, selain daripada Sang Pencipta itu sendiri?

3) CONTOH DARI ARKEOLOGI
Salinan-salinan dari sajak-sajak dan esai Yunani yang paling terkenal dan yang 
paling tua itu berumur 800 sampai 1000 tahun lebih muda daripada manuskrip 
aslinya. Akan tetapi, tidak ada seorang sarjanapun yang menerima suatu pendapat 
kalau karya klasik Yunani tersebut tidak sesuai dengan yang aslinya dan 
harusnya dibuang. Dan secara kontras, salinan-salinan yang paling tua dari 
banyak kitab-kitab Perjanjian Lama itu hanyalah 200 tahun lebih muda dari yang 
aslinya. Dan salinan-salinan tertua dari beberapa kitab Perjanjian Baru hanya 
bertanggal 50 sampai 80 tahun lebih muda daripada tulisan aslinya.
Berdasarkan informasi tersebut, maka, Alkitab harusnya dipercaya, paling tidak 
sama seperti literatur-literatur Yunani yang begitu dipuja-puja pada hari ini.

Dan penemuan-penemuan modern telah mendukung kebenaran dari sejarah Alkitab, 
sehingga hal ini menyebabkan banyak arkeolog, yang dulu tidak terlalu 
menghargai Alkitab, berbalik dari prasangka menjadi penghargaan ilmiah terhadap 
Alkitab. Sebagai contoh, dalam kitab Kejadian 15:20 ada disebutkan tentang 
orang Het. Selama berabad-abad, orang menertawakan Alkitab karena telah 
mereka-reka suatu kumpulan orang. Namun beberapa puluh tahun yang lalu, 
ditemukan reruntuhan dari sebuah kota yang terletak di Turki, di sebelah Utara 
Israel sekarang, yang terbukti sebagai reruntuhan dari kota besar orang Het.

4) BUKTI SEJARAH
Alkitab memberitahukan tentang sesuatu sebelum hal tersebut terjadi.
Nabi Yesaya berbicara mengenai raja Persia yang bernama Koresh (Yesaya 45:1), 
yang setelah beberapa waktu lamanya akan memulihkan kembali bangsa Yehuda. 
Persia adalah kerajaan besar, yang terletak di Iran pada hari sekarang ini.

Nabi Yesaya menulis selama masa pemerintahan Hizkia, Raja Yehuda, yang 
meninggal pada tahun 687 Sebelum Masehi; tetapi Koresh tidak mulai memerintah 
sebagai raja Persia sampai setelah tahun 600 Sebelum Masehi, yaitu lebih dari 
80 tahun setelah Yesaya meninggalkan kejadiannya. Hanya Tuhan saja yang dapat 
mengetahui dengan pasti nama orang yang akan menjadi raja Persia sebelum orang 
tersebut duduk di atas tahta.

Banyak nubuatan-nubuatan bersejarah tentang Yesus Kristus telah dinubuatkan 
1000 tahun sebelum Ia dilahirkan. Bahkan sesungguhnya setiap kitab Perjanjian 
Lama di dalam Alkitab menunjuk dengan jelas kepada Kristus. Sebagai contoh, 
perhatikan perincian dari kitab Mazmur 22, Yesaya 53 dan Mikha 5:2.

Berhadapan dengan bukti sejarah ini, kita hanya mempunyai pilihan-pilihan 
sebagai berikut: Apakah Alkitab itu ditulis oleh Dia dimana bagi-Nya waktu 
bukan merupakan suatu penghalang; atau, ini adalah sebuah lelucon; atau, ini 
adalah cerita bohong yang oleh orang-orang pada masa kemudian dimasukkan ke 
dalam nubuat-nubuatnya
supaya Alkitab terlihat menarik; atau, ini adalah tipu muslihat yang sangat 
jahat. Pilihan yang benar adalah hanya Alkitab saja satu-satunya yang merupakan 
Firman Tuhan Yang Suci dan Benar.

5) BUKTI DARI PENGALAMAN PRIBADI
Sumber lain dari bukti eksternal adalah pengalaman pribadi dari orang-orang 
yang hidupnya telah diubahkan oleh Alkitab. Terlihat perbedaan yang nyata dalam 
kehidupan seseorang yang sudah menaruh kepercayaannya kepada Tuhan Yesus dan 
yang berjalan menurut Firman-Nya, Alkitab.

Dengan kata lain, Alkitab dapat melakukan sesuatu pada seseorang tepat seperti 
yang dinyatakannya. Alkitab berjanji untuk menyingkirkan hukuman, juga 
memberikan jaminan bahwa tidak akan ada penghukuman pada hari kiamat bagi 
mereka yang percaya kepadanya (Yohanes 5:24; Roma 8:1, 16; 1 Yohanes 4:18). 
Alkitab berjanji bahwa ia dapat menjadikan seorang Kristen bersih secara batin 
(Mazmur 119:9, 11; Yohanes 15:3).
Alkitab menjanjikan kebebasan dari perbudakan dosa, serta menjanjikan hikmat 
dan kuasa untuk berhasil mengatasi dosa (Yohanes 8:34-36; Roma 6:18; Kolose 
3:1-2).

Alkitab memberikan arti dan tujuan dalam hidup yang memotivasi umat Kristen 
untuk melayani Tuhan (1 Petrus 2:9). Semua ini adalah bagian dari pengalaman 
orang-orang yang percaya. Mereka mengalami suatu kehidupan yang tidak pernah 
mereka miliki sebelumnya, suatu kehidupan yang baru yang dibuktikan melalui 
fakta bahwa mereka tidak lagi penuh dengan kepahitan dan tidak lagi menyesali 
masa lampau mereka, sejak mereka membaca tentang pengampunan Tuhan di dalam 
Alkitab (Ibrani 10:16-17).

Orang percaya mengalami kehidupan yang baru yang terbukti melalui fakta bahwa 
sekarang bahkan mereka mau berkorban bagi orang-orang yang lain. Orang percaya 
mengalami kehidupan yang baru yang terbukti melalui fakta bahwa mereka dapat 
mengatasi ketakutan mereka karena sekarang mereka telah beristirahat di dalam 
Tuhan dan bukan pada harapan-harapan kosong bahwa bagaimanapun juga nanti 
segala sesuatu akan menjadi baik-baik saja.

Seseorang yang percaya kepada Alkitab memiliki pengalaman rohani pribadi untuk 
mengetahui bahwa janji-janji Alkitab lebih dari sekedar puisi, janji-janji 
tersebut nyata dan bersaksi dalam hatinya bahwa kepercayaannya kepada Alkitab 
adalah benar.

6) BUKTI INTERNAL
Sebagai tambahan pada bukti-bukti eksternal, ada bukti-bukti internal yang 
memberi kita alasan yang baik untuk percaya kepada Alkitab.
Dengan kata lain, ada bukti di dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa Alkitab 
adalah sumber informasi yang dapat dipercaya dan diandalkan.

7) KESAKSIAN ALKITAB
Alkitab menyatakan bahwa ia berasal dari Tuhan. Contohnya, raja Daud, yang 
menulis banyak Mazmur, menyatakan bahwa apa yang ia tulis berasal dari Tuhan (2 
Samuel 23:2). Yeremia juga menyatakan hal yang sama (Yeremia 1:4), begitu pula 
Rasul Paulus (1 Tesalonika 2:13). Dan Petrus berkata bahwa tulisan-tulisan 
Paulus adalah setara atau sama dengan tulisan "Kitab Suci" (2 Petrus 3:16). 
Yesus sendiri membuat
banyak pernyataan tentang sifat Alkitab yang dapat dipercaya (Lukas 16:17, 
24:44; Yohanes 17:17). Sebagai contoh, Yesus secara rutin memperhitungkan semua 
kisah-kisah yang ada di dalam Perjanjian Lama sebagai cerita-cerita yang dapat 
dipercayai (Lukas 11:51, 17:26-33).

8) KESATUAN ALKITAB
Alkitab ditulis selama periode waktu lebih dari 1500 tahun, dari zaman Musa 
(sebelum tahun 1400 Sebelum Masehi) sampai kepada zaman Rasul Yohanes (kurang 
lebih tahun 100 Setelah Masehi). Jumlah semua penulisnya lebih dari 40 orang 
yang berbeda-beda yang hidup pada masa yang berbeda. Akan tetapi, walaupun 
semua orang yang berbeda ini menulis Alkitab, pesan yang mereka tulis selalu 
sama, tanpa ada pertentangan di dalam perincian yang manapun. Alasan untuk hal 
itu adalah, Tuhan sendiri yang "mengarangnya" dengan menggunakan tangan manusia 
untuk menuliskan apa yang ingin Ia katakan kepada umat manusia.

Manusia yang menulis Alkitab hidup dan mati pada masa yang berbeda-beda, tetapi 
Tuhan yang sama yang hidup selama-lamanya dan memberikan nubuat-nubuat-Nya 
kepada orang-orang ini apa yang harus mereka tulis. Untuk alasan itu, kita 
dapat membandingkan bagian-bagian yang berbeda dari Alkitab dan menemukan bahwa 
bagian-bagian tersebut menyatakan pendapat yang sama, saling mendukung dan 
saling menjelaskan satu dengan yang lain (1 Korintus 2:13). Kita dapat membaca 
bagian
manapun dari Alkitab dan mengetahui secara konsisten bahwa itu dapat dipercaya.

9) ISI ALKITAB
Bukti internal yang paling mengagumkan dari integritas Alkitab adalah 
subjek-subjek yang Alkitab bicarakan. Isi dari Alkitab , hal-hal yang 
dibicarakannya adalah suatu bukti bahwa itu hanya bisa berasal dari Tuhan. 
Sebagai contoh, Alkitab menyatakan kalau Yesus pernah berkata bahwa diri-Nya 
adalah Tuhan (Yohanes 10:30); Alkitab menyata kan kalau murid-murid Yesus 
menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan (Yohanes 20:28); Alkitab menyatakan kalau 
Bapa menyatakan bahwa Ia adalah Tuhan (Ibrani 1:8). Kesimpulan dari 
kesaksian-kesaksian ini adalah entah pesan Alkitab tidak waras dan merupakan 
sebuah tipuan yang jahat, atau pesan-pesan ini adalah benar seluruhnya sehingga 
Alkitab itu tidak ada bandingnya.

Bukti penting lainnya adalah hanya Alkitab saja yang berbicara mengenai dosa (1 
Yohanes 3:14). Tidak ada manusia yang memiliki keberanian untuk menulis 
penilaian yang tepat dan akurat tentang manusia seperti yang digambarkan di 
dalam Alkitab. Alkitab menghadirkan gambaran-gambaran yang mengerikan. Alkitab 
membuat kita
tersinggung, dan kita menjadi tidak berbahagia ketika membaca bagian-bagian 
ini. Hal ini menjelaskan mengapa kita merasa sangat kesukaran untuk mempercayai 
kalau Alkitab itu adalah kebenaran. Masalahnya bukan pada bukti-buktinya, 
tetapi masalahnya ada pada hati kita.

Siapakah yang ingin mengetahui bahwa dirinya adalah seorang manusia berdosa 
yang menyedihkan, busuk, yang tidak mampu untuk berbuat baik?
Siapakah yang bersukacita ketika dikatakan bahwa ia sedang berjalan menuju 
Neraka, dimana ia akan menderita di bawah murka Tuhan yang abadi? Siapakah yang 
menyambut pengetahuan bahwa dalam dirinya sama sekali tidak ada hal yang baik 
dan bahwa ia berada dalam pemberontakan terhadap Tuhan yang telah 
menciptakannya?

Hanya Tuhan saja yang dapat berkata dengan jujur kepada kita karena hanya Ia 
saja yang mengetahui kebenaran yang sejati. Hanya Tuhan yang mau berkata jujur 
kepada kita sebagai ekspresi dari belas kasihan-Nya.
Kasih yang sejati tidak diekspresikan melalui kata-kata dari orang-orang yang 
mencoba untuk membuat kita senang dengan memberikan pujian-pujian yang sia-sia, 
tetapi meninggalkan kita dalam suatu situasi dimana sesungguhnya mereka tidak 
memiliki harapan yang benar-benar nyata untuk ditawarkan.

Kasih yang sejati diekspresikan melalui kebenaran karena hanya itulah 
satu-satunya yang dapat menolong kita. Kejujuran Alkitab untuk menggambarkan 
keadaan umat manusia tidaklah menarik. Akan tetapi Alkitab mengandung kata-kata 
dari Sahabat yang sejati. Tuhan mengetahui bahwa kita sedang berjalan di tepi 
jurang dan siap untuk
jatuh ke dalam Neraka. Dan Ia mengatakan dengan setepat-tepatnya kepada kita 
apa yang perlu kita ketahui untuk menghindar dari bahaya yang sangat besar ini.

Walaupun Alkitab tidak akan terdapat dalam daftar sepuluh buku yang paling 
populer tahun ini, tetapi hanya Alkitab yang dapat membuat dan menepati 
janjinya seperti yang kita baca dalam kitab Matius 11:28-30 demikian:

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi 
kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena 
Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk 
yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

10) PESAN ALKITAB
Ada satu pemikiran akhir yang harus kita hadapi saat kita mempertimbangkan 
apakah Alkitab dapat dipercayai. Sebagian besar orang di dunia ini percaya 
bahwa Tuhan itu ada. Tetapi apabila Tuhan itu adalah benar-benar Tuhan, maka Ia 
akan berbicara dengan kewenangan yang mutlak dan kita harus tunduk kepada 
Firman-Nya. Dengan kata lain,
bagaimana pendapat kita tentang Firman Tuhan, dan bagaimana reaksi kita 
atasnya, merefleksikan apa pendapat kita tentang Tuhan itu sendiri.

Dan kita tidak dapat memisahkan Tuhan dengan Alkitab-Nya. Kita tidak harus 
percaya kepada Alkitab, namun kita harus berurusan dengan akibat-akibatnya. 
Bila ada orang yang tidak percaya kepada Tuhan yang memberikan Alkitab, maka 
mereka akan berlaku demikian dan buah pahit dari hidup mereka yang egois akan 
segera dituai, seperti yang dinyatakan di dalam Alkitab. Inilah bukti yang 
paling menakutkan dari semuanya. Selain itu, pada akhirnya mereka harus 
berhadapan dengan kemarahan Tuhan yang mengejar mereka bahkan sampai ke sisi 
seberang kubur dan akan memaksa mereka untuk tunduk kepada Firman-Nya pada Hari 
Penghakiman Yang Terakhir, seperti yang dinubuatkan Alkitab.

Adalah baik untuk bertanya apakah kita dapat mempercayai Alkitab.
Alkitab mampu diuji dan diperiksa secara teliti dan lulus pengujian dan 
dibenarkan. Kitab Yakobus 1:6 menyatakan bahwa kita tidak perlu segan-segan 
untuk meminta kepada Tuhan supaya diberi kemampuan untuk percaya kepada 
Firman-Nya dan memohon hikmat yang dibutuhkan untuk mendapatkan yang 
sebanyak-banyaknya dari Alkitab. Akan tetapi, penelitian Alkitab adalah 
penilikan yang suci. Hanya apabila kita
mengadakan pendekatan kepada Alkitab dengan segala kerendahan hati dan pikiran 
yang terbuka terhadap Kebenaran, maka kita akan menemukan jawaban-jawaban yang 
kita butuhkan.

"Firman-Mu adalah kebenaran." (Yohanes 17:17)

"For the earth shall be filled with the knowledge of the glory of the LORD, as 
the waters cover the sea" (Habakkuk 2:14)

Mohon maaf, nama saya Sembah Sujud, karena saya memang suka menyembah dan 
bersujud.  Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Tuhan akan mengampuni 
dosamu"
Markus 1:4

Kirim email ke