From: mangucup88
Makna Puasa
Puasa diserap dari dua kata Sansekerta, yaitu "upa" = dekat dan "wasa" =
berkuasa. Jadi "upawasa" biasa dilafalkan sebagai puasa, merupakan cara untuk
mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Bahasa Arabnya shaum atau shiam. Dalam bahasa Inggris "Fasting" yang diserap
dari kata Jerman kuno "fastan" = menggengam. Puasa dalam bahasa Ibrani tsum,
tsom dan "inna nafsyo" yang berarti merendahkan diri dengan berpuasa, sedangkan
dalam bahasa Yunani = nesteuo, nestis atau asitia/asitos.
Orang melakukan puasa, bukan karena kewajiban atau karena ketentuan agama saja,
bisa juga untuk tujuan Politik, seperti yang dilakukan oleh Mahatma Gandhi
ataupun Martin Luther King Jr. Puasa mereka lebih dikenal dengan sebutan Demo
Mogok Makan.
Begitu juga kita sering diwajibkan puasa demi kesehatan misalnya sebelum
melakukan labor test atau pada saat melakukan detoksifikasi ataupun para
penderita diabetes. Banyak teenager melakukan puasa karena ingin jadi kurus.
Orang berpuasa juga untuk menyatakan rasa duka. Ada juga orang yang berpuasa
sebagai persiapan diri menghadapi suatu tugas khusus misalnya merasa terpanggil
untuk melakukan
sesuatu.
Ada dua bentuk puasa yang bisa dilakukan, yaitu puasa lahir yang dilakukan
secara periodik (dengan cara pantang makan-minum serta pantang melakukan
hal-hal yang disukai) dan puasa batin yang dilakukan secara berkelanjutan
(dengan cara pantang melakukan kelaliman, ketidakadilan, kekerasan, ketamakan
dsb.).
Puasa dilakukan oleh berbagai macam bangsa maupun agama di dunia ini mulai dari
bangsa Tionghoa, Taoisme, Konfusianisme, Mesir, Tibet, Yunani, bangsa Arab
maupun bangsa Yahudi juga mengenal puasa. Hanya motivasi, bentuk, macam, dan
caranya masing-masing agama tentu berbeda.
Jadi Puasa itu bukan monopoli umat Islam saja. Orang Jawa dari tradisi
Hindu-Buddha mengenal puasa antara lain lewat tapa mutih (hanya makan nasi
tanpa garam tujuh hari berturut-turut), tapa ngrowot (hanya makan sayur tujuh
hari tujuh malam), dan tapa pati
geni (pantang makan makanan yang dimasak dengan api sehari semalam).
Sedangkan Puasa Senin - Kamis berasal dari agama Yudaisme hal ini dilakukan
oleh orang-orang Farisi.
Banyak orang percaya bahwa dengan melakukan Puasa, Sang Pencipta akan lebih
mendengar doa kita, oleh sebab itulah banyak orang melakukan Puasa untuk meraih
atau mendapatkan sesuatu.
Puasa mempunyai akar psikologis yang mendalam, yakni sebagai usaha pemurnian
dan sebagai prasyarat mempermudah pemusatan perhatian waktu semedi dan berdoa.
Puasa dapat disebut doa dengan tubuh, karena menyangkut seluruh orang dan
tingkah laku rohaninya. Puasa dapat memberikan kemantapan dan intensitas pada
doa, karena dapat mengungkapkan rasa lapar akan Tuhan dan kehendak-Nya dan
dapat bermakna mengorbankan kesenangan dan keuntungan sesaat, dan dengan Puasa
menolong orang untuk menghindari keserakahan dan bisa merupakan tanda
penyesalan,
pertobatan.
Puasa adalah ibadah (atau sebentuk disiplin spritual) guna menguasai nafsu
kedagingan ("menyangkal diri"), sehingga kita bisa lebih dapat peka dengan
kehadiran Sang Pencipta, lebih dekat dengan Dia. Dan yang terpenting dari
segalanya puasa harus disertai dengan ketulusan hati; sebagai bagian dari
ibadah kita kepada Sang Pencipta. Karena itu jangan berpuasa demi mendapat
pujian dari orang lain.
Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari puasa. Sekurang-kurangnya, kita
diingatkan kembali oleh Sang Pencipta arti penting hidup bersama dengan manusia
lainnya. Dengan kata lain, makhluk sosial ini tidak akan bisa hidup tanpa ada
hubungan baik dengan sesamanya.
Ketika puasa, kita dapat merasakan pahit getir menahan lapar dan dahaga.
Padahal penderitaan ini hanya sesaat, yaitu sejak terbit fajar sampai tenggelam
matahari. Buat fakir miskin kesengsaraan ini dijalani sepanjang hayatnya.
Melalui cara ini, mata batin kita akan peka, naluri ingin menolong akan semakin
sensitif dan kepedulian
kita kepada semua manusia akan semakin baik.
Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net
========================================
From: Dewi Kriswanti
TUHAN SEGALANYA
Bacaan: Mazmur 23: 1-6
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan
diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. (Maz. 23: 6)
Daud adalah orang bergaul sangat akrab dengan Tuhan. Sepanjang kehidupannya tak
pernah ia berpaling atau meninggalkan Tuhan. Jadi tak berlebihan bila Daud
menuliskan mazmur bahwa Tuhan adalah gembalanya yang baik. Karena itulah
hidupnya begitu diberkati. Tetapi, Daud juga menyadari bahwa semua bukan karena
kekuatan dirinya semata.
Begitulah Daud menjalani kehidupannya, menjadikan Tuhan gembala atas hidupnya.
Artinya, Tuhan adalah segala-galanya, atas seluruh aspek kehidupannya, dan
bergantung sepenuhnya kepada pengaturan dan tuntunan Tuhan. Mazmur Daud yang
menjadi bacaan kita hari ini menjelaskan beberapa hal yang dapat kita petik
menjadi pelajaran dan merefleksikannya dalam kehidupan sehari-hari:
1. "Takkan kekurangan aku" (ay.1). Daud menyadari kalau ia sebagai seorang raja
yang sukses, hidup berkelimpahan, membawa bangsa Israel kepada kemakmuran,
bukan karena dirinya hebat. Semua itu disadarinya karena Tuhan sumber segala
berkat (Yehova Jireh).
2. "Ia menuntunku ke air yang tenang" (ay. 2). Pemazmur menyatakan bahwa sumber
kedamaian dan ketenangan seluruh umat, adalah Tuhan sendiri (Yehova Shalom).
3. "Ia menyegarkan jiwaku" (ay. 3). Kita mengenal Tuhan sebagai sumber
kesembuhan, baik secara jasmani maupun rohani.
4. "Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena namaNya" (ay. 3). Pemazmur
mejadari bahwa tanpa tuntunan Tuhan, ia tidak dapat membuat hidupnya benar dan
berkenan di hadapan Tuhan. Ini artinya, seluruh usaha manusia untuk membuat
dirinya lebih dekat kepada Tuhan akan sia-sia, jika bukan Tuhan sendiri yang
menuntunnya (Band. Yoh. 14:6).
5. "aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku" (ay. 4). Pemazmur
menyadari, sekaligus mengingatkan kepada seluruh orang percaya, bahwa Tuhan itu
setia dan tak pernah meninggalkan kita (Ibr. 13:5)
6. "Engkau menyediakan hidangan bagiku, dihadapan lawanku" (ay. 5). Tuhan itu
sebagai panji-panji kita (Yehova Nissi). Berarti Tuhan sanggup memelihara
umatNya untuk selama-lamanya (Band. Kel. 17:15). (JWar)
Doa: Kasih karuniaMu Bapa sungguh tak terukur. Tuntunlah kami selalu dalam
terangMu, sehingga kami luput dari segala perangkap iblis. Amin!
KEMENANGAN BESAR PASTI DAPAT DIRAIH BILA KITA SELALU MENGANDALKAN TUHAN
===============================================
From: S. Sujud
Khusus untuk mereka yang masih belum tahu bahwa Tuhan itu memang benar benar ada
BAGAIMANA SAYA TAHU ALKITAB ITU BENAR?
Ada banyak alasan- alasan yang baik untuk mempercayai Alkitab, baik bukti-bukti
eksternal maupun bukti-bukti internal mendukung pernyataan bahwa Alkitab adalah
"benar dan adil semuanya." (Mazmur 19:9)
1) BUKTI ILMIAH
Tidak ada bukti ilmiah yang pernah membuktikan bahwa Alkitab tidak benar dalam
cara apapun. Ada banyak orang yang akan berkata, "Alkitab bukan buku ilmiah,
tetapi itu bertujuan untuk menyediakan pandangan religius atau rohani tentang
alam semesta." Implikasi dari pernyataan tersebut adalah, karena penggambaran
dari hal-hal fisik memiliki tujuan religius, maka gambaran-gambaran tentang
alam semesta yang
diberikan Alkitab tidak dapat dianggap mutlak tepat. Oleh karena itu, kita
diajarkan untuk tidak mempercayai bagian ilmiahnya, namun hanya mencari ajaran
moral dan rohaninya saja.
Jalan pemikiran ini adalah salah karena tidak masuk di akal. Bagaimana kita
dapat memutuskan mana pernyataan yang benar dan mana pernyataan yang salah?
Jika kita tidak dapat mempercayai beberapa pernyataan dalam Alkitab, maka kita
tidak akan dapat mempercayai seluruh pesan moral atau pesan rohani yang ada di
dalam Alkitab. Alasan kita tidak dapat mempercayai pesan-pesan rohaninya
adalah, kita tidak memiliki dasar yang melaluinya kita dapat mengetahui hal-hal
apa yang tepat dan
sangat berhubungan dengan hidup kita, dan hal-hal apakah yang tidak tepat dan
tidak kita perlu kita tanggapi secara serius.
Jalan pemikiran ini adalah sangat salah, karena ketidakpercayaan merupakan
penghinaan terhadap Tuhan yang adalah "pengarang" dari Alkitab itu sendiri.
Keakuratan dari kisah-kisah, orang-orang dan nama-nama tempat-tempat di dalam
Alkitab adalah refleksi dari integritas Tuhan, sama seperti sewaktu Ia
memberikan pernyataan-pernyataan yang dimaksudkan secara sederhana, itu juga
merupakan refleksi dari kemampuan Tuhan untuk memelihara ketepatan isi Alkitab
selama berabad-abad. Kita tidak dapat memiliki penghargaan yang dianggap
terlalu tinggi akan ketepatan dari penggambaran dunia secara fisik seperti yang
dinyatakan oleh Alkitab, karena itu
mencerminkan Tuhan yang menciptakan alam semesta ini.
2) CONTOH DARI GEOGRAFI
Meskipun Alkitab tidak dimaksudkan untuk secara khusus mendidik pembacanya
dalam prinsip ilmiah atau data ilmiah, tetapi setiap subjek yang mendiskusikan
tentang penciptaan Tuhan itu adalah tepat dan benar. Salah satu contoh
kasusnya, kita melihat kepada kitab yang sangat tua yaitu kitab Ayub 26:7,
dimana kita membaca suatu penjelasan yang sangat modern tentang bumi, yang
berkata bahwa bumi berputar pada
kehampaan angkasa.
Ayat ini ditulis sekitar 3000 tahun Sebelum Masehi. Penjelasan ini sangat
berbeda dengan gagasan fantastis yang timbul dari perkiraan, yang diajarkan
atau dipercayai di dunia pada waktu itu. Dan mendukung kitab Ayub 26:7, kitab
Yesaya 40:22 juga menunjukkan bahwa Tuhan bertahta di atas "bulatan bumi".
Kitab Yesaya 40 cocok dengan penjelasan dalam Ayub 26 dan mendukung keakuratan
dari pernyataan tersebut, seperti yang dapat kita harapkan dari Alkitab.
Bagaimanapun juga, siapakah yang lebih mengetahui bagaimana alam semesta ini
dirancang dan diciptakan, selain daripada Sang Pencipta itu sendiri?
3) CONTOH DARI ARKEOLOGI
Salinan-salinan dari sajak-sajak dan esai Yunani yang paling terkenal dan yang
paling tua itu berumur 800 sampai 1000 tahun lebih muda daripada manuskrip
aslinya. Akan tetapi, tidak ada seorang sarjanapun yang menerima suatu pendapat
kalau karya klasik Yunani tersebut tidak sesuai dengan yang aslinya dan
harusnya dibuang. Dan secara kontras, salinan-salinan yang paling tua dari
banyak kitab-kitab Perjanjian Lama itu hanyalah 200 tahun lebih muda dari yang
aslinya. Dan salinan-salinan tertua dari beberapa kitab Perjanjian Baru hanya
bertanggal 50 sampai 80 tahun lebih muda daripada tulisan aslinya.
Berdasarkan informasi tersebut, maka, Alkitab harusnya dipercaya, paling tidak
sama seperti literatur-literatur Yunani yang begitu dipuja-puja pada hari ini.
Dan penemuan-penemuan modern telah mendukung kebenaran dari sejarah Alkitab,
sehingga hal ini menyebabkan banyak arkeolog, yang dulu tidak terlalu
menghargai Alkitab, berbalik dari prasangka menjadi penghargaan ilmiah terhadap
Alkitab. Sebagai contoh, dalam kitab Kejadian 15:20 ada disebutkan tentang
orang Het. Selama berabad-abad, orang menertawakan Alkitab karena telah
mereka-reka suatu kumpulan orang. Namun beberapa puluh tahun yang lalu,
ditemukan reruntuhan dari sebuah kota yang terletak di Turki, di sebelah Utara
Israel sekarang, yang terbukti sebagai reruntuhan dari kota besar orang Het.
4) BUKTI SEJARAH
Alkitab memberitahukan tentang sesuatu sebelum hal tersebut terjadi.
Nabi Yesaya berbicara mengenai raja Persia yang bernama Koresh (Yesaya 45:1),
yang setelah beberapa waktu lamanya akan memulihkan kembali bangsa Yehuda.
Persia adalah kerajaan besar, yang terletak di Iran pada hari sekarang ini.
Nabi Yesaya menulis selama masa pemerintahan Hizkia, Raja Yehuda, yang
meninggal pada tahun 687 Sebelum Masehi; tetapi Koresh tidak mulai memerintah
sebagai raja Persia sampai setelah tahun 600 Sebelum Masehi, yaitu lebih dari
80 tahun setelah Yesaya meninggalkan kejadiannya. Hanya Tuhan saja yang dapat
mengetahui dengan pasti nama orang yang akan menjadi raja Persia sebelum orang
tersebut duduk di atas tahta.
Banyak nubuatan-nubuatan bersejarah tentang Yesus Kristus telah dinubuatkan
1000 tahun sebelum Ia dilahirkan. Bahkan sesungguhnya setiap kitab Perjanjian
Lama di dalam Alkitab menunjuk dengan jelas kepada Kristus. Sebagai contoh,
perhatikan perincian dari kitab Mazmur 22, Yesaya 53 dan Mikha 5:2.
Berhadapan dengan bukti sejarah ini, kita hanya mempunyai pilihan-pilihan
sebagai berikut: Apakah Alkitab itu ditulis oleh Dia dimana bagi-Nya waktu
bukan merupakan suatu penghalang; atau, ini adalah sebuah lelucon; atau, ini
adalah cerita bohong yang oleh orang-orang pada masa kemudian dimasukkan ke
dalam nubuat-nubuatnya
supaya Alkitab terlihat menarik; atau, ini adalah tipu muslihat yang sangat
jahat. Pilihan yang benar adalah hanya Alkitab saja satu-satunya yang merupakan
Firman Tuhan Yang Suci dan Benar.
5) BUKTI DARI PENGALAMAN PRIBADI
Sumber lain dari bukti eksternal adalah pengalaman pribadi dari orang-orang
yang hidupnya telah diubahkan oleh Alkitab. Terlihat perbedaan yang nyata dalam
kehidupan seseorang yang sudah menaruh kepercayaannya kepada Tuhan Yesus dan
yang berjalan menurut Firman-Nya, Alkitab.
Dengan kata lain, Alkitab dapat melakukan sesuatu pada seseorang tepat seperti
yang dinyatakannya. Alkitab berjanji untuk menyingkirkan hukuman, juga
memberikan jaminan bahwa tidak akan ada penghukuman pada hari kiamat bagi
mereka yang percaya kepadanya (Yohanes 5:24; Roma 8:1, 16; 1 Yohanes 4:18).
Alkitab berjanji bahwa ia dapat menjadikan seorang Kristen bersih secara batin
(Mazmur 119:9, 11; Yohanes 15:3).
Alkitab menjanjikan kebebasan dari perbudakan dosa, serta menjanjikan hikmat
dan kuasa untuk berhasil mengatasi dosa (Yohanes 8:34-36; Roma 6:18; Kolose
3:1-2).
Alkitab memberikan arti dan tujuan dalam hidup yang memotivasi umat Kristen
untuk melayani Tuhan (1 Petrus 2:9). Semua ini adalah bagian dari pengalaman
orang-orang yang percaya. Mereka mengalami suatu kehidupan yang tidak pernah
mereka miliki sebelumnya, suatu kehidupan yang baru yang dibuktikan melalui
fakta bahwa mereka tidak lagi penuh dengan kepahitan dan tidak lagi menyesali
masa lampau mereka, sejak mereka membaca tentang pengampunan Tuhan di dalam
Alkitab (Ibrani 10:16-17).
Orang percaya mengalami kehidupan yang baru yang terbukti melalui fakta bahwa
sekarang bahkan mereka mau berkorban bagi orang-orang yang lain. Orang percaya
mengalami kehidupan yang baru yang terbukti melalui fakta bahwa mereka dapat
mengatasi ketakutan mereka karena sekarang mereka telah beristirahat di dalam
Tuhan dan bukan pada harapan-harapan kosong bahwa bagaimanapun juga nanti
segala sesuatu akan menjadi baik-baik saja.
Seseorang yang percaya kepada Alkitab memiliki pengalaman rohani pribadi untuk
mengetahui bahwa janji-janji Alkitab lebih dari sekedar puisi, janji-janji
tersebut nyata dan bersaksi dalam hatinya bahwa kepercayaannya kepada Alkitab
adalah benar.
6) BUKTI INTERNAL
Sebagai tambahan pada bukti-bukti eksternal, ada bukti-bukti internal yang
memberi kita alasan yang baik untuk percaya kepada Alkitab.
Dengan kata lain, ada bukti di dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa Alkitab
adalah sumber informasi yang dapat dipercaya dan diandalkan.
7) KESAKSIAN ALKITAB
Alkitab menyatakan bahwa ia berasal dari Tuhan. Contohnya, raja Daud, yang
menulis banyak Mazmur, menyatakan bahwa apa yang ia tulis berasal dari Tuhan (2
Samuel 23:2). Yeremia juga menyatakan hal yang sama (Yeremia 1:4), begitu pula
Rasul Paulus (1 Tesalonika 2:13). Dan Petrus berkata bahwa tulisan-tulisan
Paulus adalah setara atau sama dengan tulisan "Kitab Suci" (2 Petrus 3:16).
Yesus sendiri membuat
banyak pernyataan tentang sifat Alkitab yang dapat dipercaya (Lukas 16:17,
24:44; Yohanes 17:17). Sebagai contoh, Yesus secara rutin memperhitungkan semua
kisah-kisah yang ada di dalam Perjanjian Lama sebagai cerita-cerita yang dapat
dipercayai (Lukas 11:51, 17:26-33).
8) KESATUAN ALKITAB
Alkitab ditulis selama periode waktu lebih dari 1500 tahun, dari zaman Musa
(sebelum tahun 1400 Sebelum Masehi) sampai kepada zaman Rasul Yohanes (kurang
lebih tahun 100 Setelah Masehi). Jumlah semua penulisnya lebih dari 40 orang
yang berbeda-beda yang hidup pada masa yang berbeda. Akan tetapi, walaupun
semua orang yang berbeda ini menulis Alkitab, pesan yang mereka tulis selalu
sama, tanpa ada pertentangan di dalam perincian yang manapun. Alasan untuk hal
itu adalah, Tuhan sendiri yang "mengarangnya" dengan menggunakan tangan manusia
untuk menuliskan apa yang ingin Ia katakan kepada umat manusia.
Manusia yang menulis Alkitab hidup dan mati pada masa yang berbeda-beda, tetapi
Tuhan yang sama yang hidup selama-lamanya dan memberikan nubuat-nubuat-Nya
kepada orang-orang ini apa yang harus mereka tulis. Untuk alasan itu, kita
dapat membandingkan bagian-bagian yang berbeda dari Alkitab dan menemukan bahwa
bagian-bagian tersebut menyatakan pendapat yang sama, saling mendukung dan
saling menjelaskan satu dengan yang lain (1 Korintus 2:13). Kita dapat membaca
bagian
manapun dari Alkitab dan mengetahui secara konsisten bahwa itu dapat dipercaya.
9) ISI ALKITAB
Bukti internal yang paling mengagumkan dari integritas Alkitab adalah
subjek-subjek yang Alkitab bicarakan. Isi dari Alkitab , hal-hal yang
dibicarakannya adalah suatu bukti bahwa itu hanya bisa berasal dari Tuhan.
Sebagai contoh, Alkitab menyatakan kalau Yesus pernah berkata bahwa diri-Nya
adalah Tuhan (Yohanes 10:30); Alkitab menyata kan kalau murid-murid Yesus
menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan (Yohanes 20:28); Alkitab menyatakan kalau
Bapa menyatakan bahwa Ia adalah Tuhan (Ibrani 1:8). Kesimpulan dari
kesaksian-kesaksian ini adalah entah pesan Alkitab tidak waras dan merupakan
sebuah tipuan yang jahat, atau pesan-pesan ini adalah benar seluruhnya sehingga
Alkitab itu tidak ada bandingnya.
Bukti penting lainnya adalah hanya Alkitab saja yang berbicara mengenai dosa (1
Yohanes 3:14). Tidak ada manusia yang memiliki keberanian untuk menulis
penilaian yang tepat dan akurat tentang manusia seperti yang digambarkan di
dalam Alkitab. Alkitab menghadirkan gambaran-gambaran yang mengerikan. Alkitab
membuat kita
tersinggung, dan kita menjadi tidak berbahagia ketika membaca bagian-bagian
ini. Hal ini menjelaskan mengapa kita merasa sangat kesukaran untuk mempercayai
kalau Alkitab itu adalah kebenaran. Masalahnya bukan pada bukti-buktinya,
tetapi masalahnya ada pada hati kita.
Siapakah yang ingin mengetahui bahwa dirinya adalah seorang manusia berdosa
yang menyedihkan, busuk, yang tidak mampu untuk berbuat baik?
Siapakah yang bersukacita ketika dikatakan bahwa ia sedang berjalan menuju
Neraka, dimana ia akan menderita di bawah murka Tuhan yang abadi? Siapakah yang
menyambut pengetahuan bahwa dalam dirinya sama sekali tidak ada hal yang baik
dan bahwa ia berada dalam pemberontakan terhadap Tuhan yang telah
menciptakannya?
Hanya Tuhan saja yang dapat berkata dengan jujur kepada kita karena hanya Ia
saja yang mengetahui kebenaran yang sejati. Hanya Tuhan yang mau berkata jujur
kepada kita sebagai ekspresi dari belas kasihan-Nya.
Kasih yang sejati tidak diekspresikan melalui kata-kata dari orang-orang yang
mencoba untuk membuat kita senang dengan memberikan pujian-pujian yang sia-sia,
tetapi meninggalkan kita dalam suatu situasi dimana sesungguhnya mereka tidak
memiliki harapan yang benar-benar nyata untuk ditawarkan.
Kasih yang sejati diekspresikan melalui kebenaran karena hanya itulah
satu-satunya yang dapat menolong kita. Kejujuran Alkitab untuk menggambarkan
keadaan umat manusia tidaklah menarik. Akan tetapi Alkitab mengandung kata-kata
dari Sahabat yang sejati. Tuhan mengetahui bahwa kita sedang berjalan di tepi
jurang dan siap untuk
jatuh ke dalam Neraka. Dan Ia mengatakan dengan setepat-tepatnya kepada kita
apa yang perlu kita ketahui untuk menghindar dari bahaya yang sangat besar ini.
Walaupun Alkitab tidak akan terdapat dalam daftar sepuluh buku yang paling
populer tahun ini, tetapi hanya Alkitab yang dapat membuat dan menepati
janjinya seperti yang kita baca dalam kitab Matius 11:28-30 demikian:
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi
kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena
Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk
yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
10) PESAN ALKITAB
Ada satu pemikiran akhir yang harus kita hadapi saat kita mempertimbangkan
apakah Alkitab dapat dipercayai. Sebagian besar orang di dunia ini percaya
bahwa Tuhan itu ada. Tetapi apabila Tuhan itu adalah benar-benar Tuhan, maka Ia
akan berbicara dengan kewenangan yang mutlak dan kita harus tunduk kepada
Firman-Nya. Dengan kata lain,
bagaimana pendapat kita tentang Firman Tuhan, dan bagaimana reaksi kita
atasnya, merefleksikan apa pendapat kita tentang Tuhan itu sendiri.
Dan kita tidak dapat memisahkan Tuhan dengan Alkitab-Nya. Kita tidak harus
percaya kepada Alkitab, namun kita harus berurusan dengan akibat-akibatnya.
Bila ada orang yang tidak percaya kepada Tuhan yang memberikan Alkitab, maka
mereka akan berlaku demikian dan buah pahit dari hidup mereka yang egois akan
segera dituai, seperti yang dinyatakan di dalam Alkitab. Inilah bukti yang
paling menakutkan dari semuanya. Selain itu, pada akhirnya mereka harus
berhadapan dengan kemarahan Tuhan yang mengejar mereka bahkan sampai ke sisi
seberang kubur dan akan memaksa mereka untuk tunduk kepada Firman-Nya pada Hari
Penghakiman Yang Terakhir, seperti yang dinubuatkan Alkitab.
Adalah baik untuk bertanya apakah kita dapat mempercayai Alkitab.
Alkitab mampu diuji dan diperiksa secara teliti dan lulus pengujian dan
dibenarkan. Kitab Yakobus 1:6 menyatakan bahwa kita tidak perlu segan-segan
untuk meminta kepada Tuhan supaya diberi kemampuan untuk percaya kepada
Firman-Nya dan memohon hikmat yang dibutuhkan untuk mendapatkan yang
sebanyak-banyaknya dari Alkitab. Akan tetapi, penelitian Alkitab adalah
penilikan yang suci. Hanya apabila kita
mengadakan pendekatan kepada Alkitab dengan segala kerendahan hati dan pikiran
yang terbuka terhadap Kebenaran, maka kita akan menemukan jawaban-jawaban yang
kita butuhkan.
"Firman-Mu adalah kebenaran." (Yohanes 17:17)
"For the earth shall be filled with the knowledge of the glory of the LORD, as
the waters cover the sea" (Habakkuk 2:14)
Mohon maaf, nama saya Sembah Sujud, karena saya memang suka menyembah dan
bersujud. Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Tuhan akan mengampuni
dosamu"
Markus 1:4