From: <[EMAIL PROTECTED]>
TUHAN YESUS, tolong pukul saya
Yesaya 2:11 Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan
ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu.
Yesaya 2:17 Manusia yang sombong akan ditundukkan dan orang yang angkuh akan
direndahkan; hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu.
Sekitar dua tahun yang lalu aku terinfeksi VIRUS yang begitu mengerikan !
Setiap kali virus itu menyerangku, aku kehilangan kendali, aku tidak mampu
mengendalikan diriku sendiri, aku jadi lupa waktu, aku jadi lupa visi dan
misiku yang sudah Tuhan tetapkan bagiku.
Aku terinfeksi VIRUS SOMBONG ! aku bangga karena selama ini tulisan-tulisanku
cukup banyak peminatnya, aku cukup banyak mendapatkan pujian dari orang-orang,
mulai dari orang yang aku kenal sampai orang yang tidak aku kenal. Apalagi saat
ada orang-orang yang tidak ku kenal mengirim email bahkan menelphone yang
isinya mengatakan bahwa dia sungguh diberkati oleh tulisan-tulisanku, Aku
sangat yakin ketika itu hidung ku pasti kembang kempis kayak ikan mas koki :)
Aku mulai lupa akan visi dan misi yang Tuhan berikan padaku dari awal, sumber
tulisan itu berasal dari Tuhan dan selayaknya hanya untuk Tuhan, BUKAN untuk
kepentingan pribadi. Tapi karena pengaruh teman-teman, aku mulai terpikir
untuk menjual atau menukar tulisanku dengan uang !
Beberapa teman menyayangkan kalau tulisan itu tidak di kembangkan atau tepatnya
di comercialkan, aku mulai terhanyut oleh pujian-pujian itu.
Seorang teman menegaskan,"sangat wajar dan manusiawi kalau kamu menukar
tulisanmu dengan materi, kamu capek-capek berpikir dan menulis tapi tidak ada
"IMBALAN" yang kamu peroleh".
Benarkah tidak ada imbalan yang saya peroleh jika tulisan-tulisan hanya
dikirim begitu saja ?
Kalau di tinjau dari sudut ekonomi pernyataan diatas benar, tapi dari sudut
panggilan Tuhan maka pernyataan itu 100% SALAH, karena bahan yang untuk
menulis semua aku dengar dari Tuhan saat dikamar mandi !
Ketika saya mulai hitung-hitungan, seketika saya kehilangan mood untuk menulis,
sekitar satu tahun saya kehilangan semangat dan tidak punya bahan untuk
menulis. Kalaupun ada bahan, tapi saya tidak mampu menuangkannya dalam tulisan,
baru saja menulis dua baris, tiba-tiba idea yang ada buntu, dan akhirnya saya
berhenti menulis. [Bagi anda yang senang menulis, pasti tau bagaimana rasanya,
jika kita kita tidak mampu menuangkan idea-idea yang ada dalam berupa tulisan .
. . sakit kepala ! dan rasanya ingin marah]
Selama satu tahun Tuhan pukul kesombongan saya, dan mengingatkan saya bahwa
semua hanya lah "TITIPAN" dari Tuhan.Ketika saya mulai sombong, kenyataan yang
saya hadapi tidak ada yang merasa diberkati oleh tulisan saya, sekalipun saya
sudah menulis semaksimal mungkin.
Sahabat,
Apa yang membuat anda menjadi begitu sombong ?
Tuhan bisa ambil kapan saja, jika kesombonganmu membuat mu semakin jauh
dari Tuhan Yesus. Dan tidak sepantasnya kita bersombong ria, karena semua
hanya titipan sesaat, dan kapan saja Tuhan bisa DELETE dari kehidupan kita.
Mari memohon kepada Bapa di Surga, supaya Tuhan memukul KESEMBONGAN yang ada
pada anda dan saya.
Selayaknya kita bersyukur ketika Bapa di Surga memukul atau menghajar kita,
sebab selagi pengajaran itu masih ada, artinya anda dan saya adalah anak
dimata Tuhan. Ibrani 12:7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Tuhan
memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar
oleh ayahnya?
Tanpa kita sadari manakala kita sombong, kita tengah berada di TITIK KEHANCURAN
==================================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>
Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi
itu tidak akan menimpamu.
Mazmur 91:12 Mereka [Malaikat] akan menatang engkau di atas tangannya, supaya
kakimu jangan terantuk kepada batu.
Ungkapan dari Mazmur 91 mulai dari ayat 1 sampai ayat 16, saya dapat
merasakan, bagaimana dasyatnya campur tangan Tuhan bagi orang yang berlindung
padaNya,orang tersebut akan panjang umur dan keselamatan dan yang lebih luar
biasa, Tuhan berkata, "Aku akan meluputkannya dan memuliakannya".
Setelah melewati badai dan gelombang besar, melewati batu cadas, jurang,
akhirnya si pemazmur meyakini semua rintangan bisa dilewati, itu semuanya
karena pertolongan dari Tuhan.
Jika berbicara soal pertolongan Tuhan, maka tak akan habis-habisnya, bagaimana
Tuhan campur tangan dari hal yang paling sederhana sampai yang paling berat
dalam hidup kita. Saya yakin dan percaya, setiap orang pasti pernah menerima
pertolongan Bapa di Surga, saat berada di topan yang keras, saat melewati
lembah yang curam, intinya setiap orang pernah mempunyai pengalaman pribadi
dengan Tuhan.
Saya pun demikian, suatu kejadian yang mana tanpa Tuhan, mungkin saya sudah
tidak ada saat ini. Kejadian ini sudah cukup lama berlalu, kira-kira tujuh
tahun yang lalu, tetapi setiap kali saya mengenangnya, masih terbayang betapa
fatal bagi kehidupan saya jika Tuhan tidak melingkupiku pada saat itu.
Momentnya sama seperti bulan ini, dimana gereja tempat aku beribadah mengajak
seluruh jemaat, khususnya pelayan untuk ikut berdoa dan berpuasa, dimulai dari
satu minggu sebelum puasa ramadhan dan selesainya satu minggu setelah
ramadhan. Tepat jam 18:00 saya sudah tidak sabar lagi menyantap pecal lele
kesukaanku sebagai menu untuk berbuka puasa sore itu :). Karena tempat saya kos
tidak ada ruang makan, saya memutuskan makan melantai dikamar. Selang beberapa
waktu lampu listrik padam, padahal lokasi tempat saya tinggal jarang sekali
kena giliran listrik padam.
Sudah pasti ada rasa mangkel ketika itu, lagi asyik berperang dengan pecel lele
tiba-tiba listrik padam ! Dengan cepat saya singkirin makanan dan siap-siap
untuk keluar dari kamar dan bergabung dengan teman-teman yang lain yang sedang
ngumpul di teras tempat kos.
Dalam lima detik setelah saya bergeser, terjadi sesuatu yang sungguh
mengagetkan saya? Lampu "balon" sekaligus sarang lampu yang ada dikamar saya
terlepas dan mendarat dengan sukses dilantai dimana tadinya saya makan !
Mungkin anda tau, model lampu "balon" yang melingkar dan ada sarangnya yang
menutupi seluruh lampu agar sinarnya tidak menyilaukan mata.
Pada saat itu saya sempat shock, apa yang terjadi kalau saja listrik tidak
padam, saya pasti tetap berperang dengan pecal lele, dan kemudian lampu
besarta sarangnya jatuh tempat dikepala saya ! dan untuk selanjutnya anda bisa
meprediksikan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Dan yang membuat saya lebih bergidik lagi, akhirnya diketahui ternyata rumah
dari balon sudah meleleh, efeknya bisa mengakibatkan korsleting atau kamar
akan terbakar.
Semua sudah lama berlalu, tapi hingga saat ini saya tau pasti bahwa dimanapun
kita berada Tuhan akan senantiasa menaungi kita.
Seperti pemazmur katakan, walau seribu srah disisimu, dan sepuluh ribu
disebelah kananmu, tapi itu tidak akan menimpamu. Tangan kuat Nya akan
senantiasa melingkupi orang yang berharap padaNya.
Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,
tetapi itu tidak akan menimpamu. [Mazmur 91:7 ]
=====================================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>
Apa yang membuat mu SAKIT HATI saat ini ?
Ayub 5:2 Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal
dimatikan oleh iri hati.
Ada amarah dan dendam tertanam di dalam hati Tika terhadap beberapa orang
dari keluarga papa nya, bahkan sejak papanya meninggal, Tika beserta adik
dan mamanya memisahkan diri dari keluarga papa mereka.
Semua ini berawal dari hubungan papa dan mama mereka yang sejak awal
pernikahan bisa dikatakan tidak harmonis. Hubungan mereka layaknya anjing
dan kucing, setiap hari di isi dengan pertengkaran, saling menyalahkan dan
merasa pasangan mereka lebih memihak kepada keluarga dari pada pasangannya.
Bapak ini menuduh istrinya pergi ke dukun, menguna-gunainya supaya dia
meninggal dan sebaliknya si Istri pun tak kalah sengit menuduh suaminya pergi
ke dukun untuk mengguna-gunainya supaya dia juga meninggal.
Bertahun-tahun, pasangan ini saling curiga, saling menuduh dan yang patut di
heran kan, kalau memang mereka berdua sama-sama pergi ke dukun, mengapa tidak
ada diantara mereka yang celaka atau meninggal ? Kalau merasa pasangan sudah
tidak lagi mencintai mereka, mengapa mereka mampu melewati pernikahan sampai
usia pernikahan 38 tahun ?
Sahabat,
Kedua pasangan ini memang masih hidup secara phisik, masih bisa melihat
anak-anak menikah dan mendapatkan dua orang cucu, tapi kenyataanya kehidupan
rumah tangga mereka dan hati mereka sudah "MATI" ! Tidak ada kemesraan yang
terpancar di raut wajah mereka, tidak ada damai sejahtera, tidak ada KASIH
didalam rumah itu. Si Istri sakit-sakitan, kelihatan jauh lebih tua dari usia
yang sebenarnya, begitu juga dengan si Suami, tidak ada yang menduga begitu
mendadaknya dia meninggal, yang tadinya segar bugar, tiba-tiba jatuh sakit dan
tidak lama kemudian meninggal dunia.
Sikap dan perkataan si Ibu ini terhadap suami telah menanamkan kebencian pada
anak-anak terhadap suami dan keluarga suaminya, si Bapak juga melakukan hal
yang sama terhadap anak-anak mereka. Tampaknya antara suami dan istri tidak
menyadari dampak negatip yang telah mereka tanamkan kepada anak-anak mereka dan
lupa suatu saat mereka akan menuai apa yang telah mereka tabur sepanjang
pernikahan mereka.
Beberapa tahun yang lalu, si bapak ini meninggal dan apa yang telah ditanamkan
oleh kedua orang tua mereka akhirnya siap untuk di TUAI. Tidak ada rasa hormat
dari anak-anak mereka terhadap orang tua, baik dari pihak Papa atau mama
mareka. Selama ini anak-anak hanya mendengar sisi jelek dari kedua orang tua
mereka, tanpa mencari tahu kebenaran yang sesungguhnya.
Permasalahan yang diawali dari pasangan suami istri yang tidak satu visi dan
tidak sehati, telah meracuni anak-anak mereka dan akhirnya merambat kekeluarga.
Kedua suami istri ini telah "berhasil" menanamkan rasa kebencian, tapi
ternyata mereka tidak siap dan terluka ketika diperhadapkan atas TUAI-an yang
terhampar dihadapan mereka. Anak-anak kehilangan rasa hormat terhadap keluarga
orang tua mereka begitupun terhadap orang tua sendiripun mereka telah
kehilangan rasa hormat.
Yang lebih tragis lagi, sekalipun pasangannya telah meninggal, si ibu ini masih
menyimpan dendam membara terhadap suami dan keluarga suaminya, masih
mempersalahkan suaminyalah penyebab kehancuran rumah tangga mereka.
Sahabat,
Apa yang membuat mu SAKIT HATI saat ini ?
Sakit hati akan membuatmu jauh lebih terluka, dan untuk apa melukai diri
sendiri bukan ?
Keluarga yang UTUH dan SEMPURNA, tidak dilihat dari berapa banyak mobil yang
mereka miliki, berapa besar rumah yang mereka tempati ! tapi KESEMPURNAAN itu
bisa dilihat dari BUAH dan KASIH yang TERPANCAR dari keluarga itu, sekalipun
didalam keluarga sudah ada yang kembali ke Rumah Bapa di Surga tapi BUAH dan
KASIH masih tetap ada didalamnya.
Jangan pernah MENGKONSUMSIKAN BIBIT SAKIT HATI, apalagi sampai MENABUR nya
dalam kehidupanmu, jika tidak ingin suatu saat engkau di perhadapkan
untuk MENUAI apa yang telah engkau tabur.
Shalom, Peace be with you
SariHati Indah Tarigan
Ph : +62 - 549 - 21152 Ext. : 158
HP : 0812 58 55 302
http://revival.or.id/shtarigan