From: Yuni 

Siapakah Aku

Dear all,

Mencoba memeberi sedikit masukan untuk  pertanyaan mengenai siapakah AKU 
(TUHAN) dan siapa aku (manusia) :-)

Kita adalah debu tanah (Kej 2:7a Ketika itulah TUHAN membentuk manusia itu dari 
debu tanah dan menghembuskan nafas hidup dari hidungnya). 
Itu adalah prinsip pertama yang harus kita pegang untuk mengenal diri kita 
sebagaimana adanya. Ayat ini untuk mengingatkan kita senantiasa bahwa "Without 
GOD we are nothing, but dust from the ground".

Pertanyaan selanjutnya, mengapa Tuhan menciptakan kita? Dalam buku "The Purpose 
Driven Life (yang kebetulan saya baca ulang lagi)". Tuhan memberi kita petunjuk 
yang jelas mengenai Tujuan Tuhan menciptakan kita: Tuhan menciptakan kita 
(manusia) karena KASIHNYA, dengan kata lain TUHAN menciptakan kita sebagai 
sumber kasihNYA. Supaya DIA dapat mencurahkan kasihNYA kepada kita.
karena kasihNya pula, maka kita dirancang (dari sebelum kita dikandung ibu 
kita) dengan sangat sempurna, detail dan "HE Never Fail". Tuhan masih tetap 
mengasihi kita, meskipunkita jatuh ke dalam dosa. 
Melalui Tuhan Yesus Kristus, kita diperdamaikan dengan Tuhan dan beroleh 
kembali Anugerah Keselamatan kita sebagai anakNYA. Jadi anda dan saya 
diciptakan semata-mata karena Tuhan ingin kita merasakan kasihNYA. Mengapa kita 
diciptakan pada hari yang ke-6? Karena Tuhan menciptakan dunia dan segala 
isinya dan memperlengkapinya dulu, supaya kita dapat tinggal di dalamNYA. 
Sungguh luar biasa.....

Bagaimana selanjutnya kita menyingkapi hidup kita dengan status kita sebagai 
anak2 Tuhan. Perlu diingat bahwa hidup kita bukan milik kita lagi, tetapi Milik 
DIA (Yesus Kristus) yang telah membayar lunas kita di kayu salib. Jadi 
hendaklah kita hidup menurut teladan yang diajarkan Tuhan Yesus Kristus kepada 
kita. Sehingga orang-orang yang melihat kita, bukan melihat kita sebahai 
manusia pribadi, tetapi melihat Kristus sendiri yang hidup di dalam kita. 
Sampai pada titik itulah, kita justru melihat pribadi sebenarnya dari diri kita 
sendiri, yaitu sampai pada saat pribadi Yesus Kristus itu terpancar dari 
kehidupan kita. Itulah jati diri kita.

Nah, bagaimana kita sanggup mencapai titik itu adalah dengan Kasih 
Karunia.....sebab tidak mungkin kita mampu tanpa kasih karunia dari Tuhan. 
Tuhan punya standar yang sangat tinggi buat anak-anaknya. (Baca pengajaran 
Kristus di kitab2 para rasul). 
Tapi itulah yang Tuhan kehendaki kita perbuat, "karena itu karuslah kamu 
sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna"

Jalan pikiran TUHAN jauuuuuuuh melampaui jalan pikiran kita (manusia), oleh 
karena itu untuk memahaminya hendaklah kita memelihara persekutuan dan 
keintiman dengan DIA. Karena Mat 3:11a "Kepadamu (anak2 Tuhan) diberi kuasa 
untuk mengetahui rahasia kerajaan surga" dan I Kor 4:1b "Sebagai hamba-hamba 
Kristus yang kepadaNya dipercayakan rahasia Tuhan"

GBU ........ 
============================================
From: Jeffrey Lim 

Kecukupan Alkitab dan buntu-nya psikologi 
oleh Jeffrey Lim

“Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang 
hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang 
tidak dapat menahan air.” (Yer 2:13)

            Di dalam dunia sekarang, psikologi mencoba menjadi jawaban atas 
permasalahan manusia. Psikologi mencoba untuk menyelesaikan masalah manusia 
mengenai problema gangguan emosi pikiran dan kehidupan. Bila seseorang 
mengalami kehidupan yang terganggu maka orang itu dibawa ke psikolog atau 
psikiater. Penderita akan dikonseling dan diterapi dan kalau perlu makan obat. 
Para konselor akan memberikan psikoterapi untuk menyembuhkan pasien. Inilah 
paradigma yang terjadi di dalam kehidupan jaman sekarang. Psikologi menjadi 
juru selamat akan masalah manusia. Dan dalam hal ini sebenarnya terjadi 
beberapa hal yaitu :
Psikologi sudah menggantikan agama dan menjadi agama baru,
Psikolog dan psikiater menggantikan para imam dan menjadi imam modern
Psikologi menjadi dasar untuk menyembuhkan menggantikan Alkitab.
Obat sudah menggantikan iman dan perjuangan

Manusia sudah meninggalkan sumber air yang hidup dan untuk menggali kolam bagi 
mereka sendiri yaitu kolam yang bocor. Dalam hal ini psikologi itu bagaikan 
kolam yang bocor yang tidak dapat menahan air. Manusia tidak lagi percaya bahwa 
Alkitab adalah sumber kebenaran yang dapat menyelesaikan masalah manusia. 
Mereka berpaling kepada sumber air yang bocor. 
Kalau kita menyelidiki psikologi sebenarnya mereka sudah menggantikan 
pengertian dosa dengan kelemahan, pertobatan dan perubahan pikiran dengan 
terapi, dan semua istilah-istilah seperti obsesif, kompulsif mau mencoba 
menghilangkan nuansa dosa dan kebersalahan manusia dihadapan Tuhan. Psikologi 
menggantikan bersalah ( guilt ) dihadapan Tuhan dengan perasaan bersalah ( 
guilty feeling ). Manusia sebagai mahluk moral yang bertanggung jawab dihadapan 
Tuhan tidak ditekankan. Tetapi filsafat dibalik psikologi adalah sekular dan 
juga otonomi.
Karena psikologi tidak menyentuh masalah manusia yang paling dasar di dalam 
hidupnya maka psikologi tidak bisa menyembuhkan problema manusia secara 
mendasar. Psikologi hanyalah hasil pikiran manusia yang berdosa yang hendak 
menyembuhkan manusia berdosa dan hanya membawa manusia kepada penipuan diri 
yang berdosa.
Maka saya sebagai penderita gangguan emosi pikiran yang sembuh hendak bersaksi 
bahwa Alkitab adalah satu-satunya sumber kebenaran. Alkitab Perjanjian Lama dan 
Baru adalah cukup adanya untuk menyembuhkan masalah kejiwaan manusia. Tidak 
dibutuhkan sumber lain di luar Alkitab untuk menyembuhkan masalah jiwa manusia.
Apakah yang dapat memulihkan dan menyegarkan jiwa manusia ?
“Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, 
memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah TUHAN itu tepat, 
menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. Takut akan 
TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil 
semuanya, lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan 
lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah. “ 
( Mazmur 19:8-11  )
            Taurat Tuhan sempurna. Se! mpurna artinya sempurna dan tidak perlu 
tambahan lain. Perjanjian Lama dan Baru sudah sempurna tanpa cacat dan tidak 
perlu tambahan lain. Menyegarkan jiwa artinya memulihkan jiwa dan 
mentransformasi jiwa.
            Taurat Tuhan memberikan hikmat kepada orang yang bodoh. Taurat 
Tuhan mencerahkan pikiran kita dengan iluminasi dari Roh Kudus. Karena itu Daud 
berdoa “Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari 
Taurat-Mu. “ (Maz 119:18)
            Taurat Tuhan itu tepat, benar, tidak bersalah dan murni adanya. Ini 
lebih berharga daripada setiap harta di dunia.
Mengapa Alkitab adalah satu-satunya kebenaran yang dapat menyembuhkan jiwa 
manusia ? Karena :
Alkitab adalah Wahyu Tuhan. Sebagai wahyu dari Tuhan maka Alkitab adalah 
satu-satunya standard kebenaran bagi umat manusia. Alkitab adalah mutlak 
dibutuhkan manusia untuk hidup berkenan di hadapan Tuhan. Alkitab adalah 
kebutuhan manusia. “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi 
dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan." (Mat 4:4)
Alkitab berkuasa
Alkitab itu menghidupkan. Dapat membuat yang tidak ada menjadi ada. Dapat 
membangkitkan. Tuhan berkata jadilah terang maka terang itu jadi. Firman Tuhan 
juga berkuasa untuk mengubah hidup manusia. 
“Segala tulisan yang diilhamkan Tuhan memang bermanfaat untuk mengajar, untuk 
menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam 
kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Tuhan diperlengkapi 
untuk setiap perbuatan baik.”  (2Tim 3:16-17)
Alkitab adalah penasihat 
Kita tidak membutuhkan nasihat lain diluar Alkitab. Daud mengatakan
“Ya, peringa! tan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi 
penasihat-penasihatku.” (Maz 119:24)

Alkitab dapat mengubah hidup manusia. Alkitab dapat menyembuhkan hidup manusia. 
Namun untuk mengerti natur dari perubahan ini, kita harus mengerti mengenai 
natur dari kata-kata ( word ). Mari kita menyelidiki natur dari kata-kata.
Di dalam hidup manusia, kata-kata ini penting. Kata-kata membentuk hati pikiran 
manusia. Kata-kata ini membentuk konsep manusia. Kata-kata ini menjadi struktur 
di dalam hidup manusia. Kata-kata membentuk kebiasaan di dalam diri kita. 
Kata-kata menjadi makanan bagi jiwa manusia. Di dalam hal ini, konseling juga 
menggunakan kata-kata. Dengan kata-kata ini diharapkan adanya perubahan
            Kekacauan di dalam diri manusia adalah karena ada kata-kata yang 
tidak benar di dalam hati dan pikiran.  Kata-kata jahat ini membentuk struktur 
hati dan pikiran dan juga kebiasaan dan tingkah laku. Orang yang mengalami 
paranoid dan juga curiga dan juga pikiran yang tidak realita adalah karena 
adanya delusion yaitu kata-kata yang tidak benar Karena itu perlu adanya Firman 
Tuhan yang menggantikan
            Di dalam dunia ini kita menghadapi peperangan rohani yaitu adanya 
peperangan kata-kata. Di dalam dunia ini adanya peperangan antara Tuhan dan 
iblis, Firman Tuhan dan penipuan iblis
            Kata-kata yang tersusun itu menjadi satu benteng di dalam hati 
pikiran. Sesuatu yang dilakukan membentuk kebiasaan dan kebiasaan ini adalah 
satu benteng. Kalau sudah benteng ini sudah kokoh akan menjadi otomatis 
Misalnya benteng-benteng seksual, benteng-benteng ketakutan, benteng-benteng 
kekuatiran, benteng-benteng kebencian. Karena itu diperlukan Firman Tuhan untuk 
menghancurkan benteng-benteng
            “Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, 
melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Tuhan, yang sanggup untuk 
meruntuhkan benteng-benteng.” ( 2 Kor  10:4 )
            
            Kesimpulan dari bagian ini adalah untuk menyembuhkan jiwa manusia, 
jangan mencari kepada psikologi atau filsafat atau mistis atau apapun di dalam 
luar Alkitab. Tetapi kembali kepada Firman Tuhan sebagai sumber air hidup dari 
Tuhan Tuhan.

Jeffrey Lim
Jakarta, 3 Agustus 2007
http://limpingen.blogspot.com
============================================
From: Denny Teguh Sutandio 

KEUNIKAN KANONISASI ALKITAB 
(Ev. Dra. Trivina Ambarsari S., S.Th.)
(lulusan Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili Indonesia�¨STTRII Jakarta)

Alkitab terdiri dari 66 buah kitab yang disusun menjadi satu - disebut kanon ; 
sedangkan proses pemilahan dan penyusunan kitab-kitab ini disebut dengan 
kanonisasi. Meskipun kelihatannya unsur manusia sgt berperan besar dlm 
menentukan apakah suatu kitab itu layak dimasukkan ke dlm kanon atau tidak, 
namun ternyata Kanonisasi ini justru membuktikan Kemahakuasaan Tuhan. Tuhan 
yang memegang peranan penting dalam kanonisasi.
Kanon Alkitab disusun dari begitu banyak pilihan kitab-kitab yang 'dianggap' 
bersifat rohani pada masa itu. Ada banyak tulisan yang 'dianggap dari Tuhan' 
muncul pada masa intertestamental, masa di mana Tuhan 'berdiam diri' sekitar 
400 tahun di antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru ; di antaranya adalah 
12 karya yang disebut Kitab Apokrifa oleh Roma Katolik meskipun Sinode Yamnia 
telah mengeluarkan 12 karya itu dari kanon PL. (baca : Ensiklopedia Masa Kini 
Jilid 1, Jakarta : OMF, hal. 62.) Cobalah memahaminya dengan membayangkan 
seperti ini : meny! usun suatu bunga rampai yang terdiri dari 66 karya dari 
seluruh karya sastra di Indonesia ini yang periode kepenulisannya berusia 100 
tahun (bukan 1500 tahun!), harus diambil dari berbagai penulis, berbagai bentuk 
tulisan, berbagai situasi - lalu dijadikan satu. Bunga rampai tersebut harus 
memenuhi tuntutan-tuntutan, misalnya harus memiliki kesinambungan dalam materi 
yang sedang dibahas, adanya kesamaan tema, prinsip etika serta pengajaran 
dasar. Tentunya hal itu merupakan hal yang mustahil. Terlebih jika karya 
tersebut dituntut harus memiliki kualifikasi yang dapat mempengaruhi manusia di 
semua zaman dan semua tempat, tentulah ini tidak pernah dapat dipenuhi 
sekalipun bunga rampai tersebut disusun oleh banyak tenaga ahli.
Sesungguhnya, bukan karena kehebatan dari orang-orang! yang melakukan 
kanonisasi yang menyebabkan Alkitab dapat disusun sepe rti yang kita miliki 
hari ini ; melainkan karena adanya "Arsitek" di belakang penyusunan itu. Inilah 
mujizat Roh Kudus yang terbesar di dlm mengaruniakan wahyu Tuhan kepada 
manusia, - tanpa itu tidak pernah ada kitab seperti Alkitab yang dapat dibuat 
di dalam sejarah manusia."

(diambil dari Buklet Doktrin Alkitab oleh Trivina Ambarsari, 2002, pp. 12-13, 
Penerbit : Momentum)

Kirim email ke