From: mangucup88 

Puasa Kristen

Pada umumnya menjelang bulan Puasa selalu timbul pertanyaan; apakah bagi orang 
Kristen juga ada kewajiban puasa seperti para penganut agama lainnya? Bagaimana 
puasanya orang Kristen dan berapa lama? 

Pertama perlu diketahui bahwa Puasa umat Kristen itu bukan hannya sekedar Diet 
seperti juga untuk melangsingkan tubuh ataupun detoksifikasi, jadi bukan hanya 
sekedar pantang makan dan minum saja. Diet dan puasa itu beda. 

Diet hanya puasa jamani lahiriah saja, sedangkan puasa adalah untuk "JIWA dan 
RAGA". Jadi bukan hanya menahan diri dari makan dan minum saja melainkan juga 
menahan diri dari segala sesuatu yang dilarang Tuhan. Menahan diri dari 
gempuran dari segala macam godaan maksiat. Entah ini nyolong pulsa pada saat 
jam kantor ataupun 
berselingkuh. Dan perlu diketahui juga bahwa puasa bukan untuk menghukum tubuh 
Anda, tapi untuk memusatkan perhatian pada Tuhan.

Mulai dari Musa (Kel 34:28), Elia (1 Raj 19:8) maupun Tuhan Yesus (Mat 4:2) 
sendiri; mereka melakukan puasa selama 40 hari. Berpuasa dalam Alkitab pada 
umumnya berarti tidak makan dan tidak minum selama waktu tertentu, jadi 
bukannya hanya menjauhkan diri dari beberapa makanan tertentu saja lih. (Est 
4:16; Kel. 34:28). Umat 
Kristen pada umumnya melakukan puasa menjelang Paskah atau dilakukan dengan 
cara berpantang.

Kenapa puasa 40 hari ? Ini mengingatkan Tuhan Yesus yang berpuasa 40 hari (Mat. 
4:2) dan juga bangsa Israel 40 tahun dipadang gurun hidup sengsara. Sedangkan 
puasa Senin - Kamis merupakan tradisi orang Farisi (Luk 18:21). Puasa tidak 
selalu harus 40 hari, lihat jenis macam puasa yang terlampir dibawah ini.

Agama Kristen Protestan tidak mewajibkan untuk berpuasa, sedangkan Kristen 
Katolik mewajibkan untuk berpuasa pada masa pra-paskah.

Yesaya dengan jelas memberitahukan umat Israel (Yes. 58) bahwa orang bisa saja 
tidak melakukan puasa lahir, tetapi yang harus dilakukan adalah melakukan puasa 
batin, yaitu berpuasa dari kelaliman, menganiaya dan memperbudak orang. 
Berpuasa dari mengenyangkan diri sendiri menjadi memberi makan orang lapar, 
tidak punya rumah, dan yang telanjang (band. Mat. 25:31-46). Jadi, puasa itu 
pada dirinya sendiri tidak memiliki arti bila bukan merupakan ungkapan hati 
yang bertobat dan merendah kan diri di hadapan Tuhan.

Yesus menekankan bahwa Puasa harus dilakukan demi kemuliaan Tuhan semata-mata 
dan bukan untuk mendapat pujian, pamer atau perhatian manusia ataupun untuk 
kepentingan pribadi misalnya agar bisa naik pangkat, ataupun ingin lulus ujian.

Masalahnya banyak orang menyalah artikan dengan apa yang tercantum dalam 
Alkitab Matius 17:21 seakan-akan apabila kita hanya berdoa saja, doa kita itu 
kurang afdol dan kurang di dengar oleh Tuhan. Banyak orang berpikir melalui 
tindakan berpuasa dengan sendirinya menjamin bahwa Tuhan akan mendengar dan 
mengabulkan seluruh doa kita 
(Yes 58:3-4) Untuk menentang ini para nabi menyatakan, bahwa tanpa kelakuan 
yang benar, tindakan berpuaasa adalah sia-sia (Yes 58:5-12; Yer 14:11; Za 7)

Puasa merupakan suatu ibadah, maka pelaksanaannya tidaklah dapat dipaksakan. 
Relasi dengan Tuhan adalah soal keyakinan pribadi dan tidak ada seorang pun 
yang dapat mengganggu gugat hal itu. Namun permasalahannya adalah, jika puasa 
itu adalah ibadah apakah puasa perlu dilegalkan atau diwajibkan dalam hukum 
agama? Jika demikian kenyataannya, berarti relasi manusia dengan Tuhan adalah 
sesuatu 
yang dapat (bahkan harus) dipaksakan.

Puasa berkaitan dengan komitmen. Maka jenis dan bentuk berpuasa (mis. Pantang 
makanan; minum; dan berapa lamanya seseorang harus berpuasa) ditentukan oleh 
orang yang hendak berpuasa berdasarkan komitmen pribadinya dengan Tuhan; bukan 
ditentukan oleh aturan agama.

Puasa adalah panggilan, bukan kewajiban. Karena itu puasa harus dilakukan 
dengan sukacita bukan karena terpaksa. Puasa bukan pula ukuran kesalehan atau 
kerohanian seseorang. Orang yang menjalankan puasa tidak berarti dia lebih 
saleh atau lebih beriman dari mereka yang tidak berpuasa.

Perlu disadari bahwa penebusan Yesus di atas kayu salib telah menggenapi Hukum 
Taurat (PL) yang bergantung pada usaha manusia menyelamatkan diri sendiri 
dengan melakukan hukum agama secara ketat (sunat, korban, sabat, puasa, 
halal-haram dll), menjadi kasih karunia Tuhan yang diberikan kepada setiap 
orang yang percaya dan 
bertobat (Yoh. 3:16; Ef. 2:8-10).

Terlampir dibawah ini jenis macam Puasa berdasarkan Alkitab:
1. Puasa Musa, 40 hari 40 malam tidak makan dan tidak minum (Kel 24:16 dan Kel 
34:28)
2. Puasa Daud, tidak makan dan semalaman berbaring di tanah (2 Sam 12:16)
3. Puasa Elia, 40 hari 40 malam berjalan kaki (1 Raj 19:8)
4. Puasa Ester, 3 hari 3 malam tidak makan dan tidak minum (Est 4:16)
5. Puasa Ayub, 7 hari 7 malam tidak bersuara (2:13)
6. Puasa Daniel, 10 hari hanya makan sayur dan minum air putih (Dan 
1:12), doa dan puasa (Dan 9:3), berkabung selama 21 hari (Dan 10:2)
7. Puasa Yunus, 3 hari 3 malam dalam perut ikan (Yunus 1:17)
8. Puasa Niniwe, 40 hari 40 malam tidak makan, tidak minum dan tidak berbuat 
jahat (Yunus 3:7)

Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.org
===========================================
From: Dewi Kriswanti 

BAPA YANG BAIK HATI
Bacaan: Mazmur 103: 13

"Seperti bapa yang sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada 
orang-orang yang takut akan Dia" (Maz. 103:13)

Kasih Bapa sungguh tak terukur dan luar biasa. Meski dosa kita semerah kermizi, 
jika kita bertobat dan mau berjalan seturut firmanNya, semua kesalahan kita 
pasti akan dihapus. Artinya, Dia tak memperhitungkan pelangaran yang pernah 
kita lakukan. Kebaikan dan kasih karuniaNya dengan tulus dicurahkan.
Sebagai Bapa yang baik hati, Dia pun tidak pernah bosan mendengar permohonan 
doa kita dan tidak pernah terlambat pertolonganNya. Bapa yang baik tidak pernah 
mengharapkan kemunduran iman dari orang-orang yang dikasihiNya. Bapa yang baik 
hati juga akan selalu menegur setiap anak-anakNya yang salah dalam menentukan 
jalan hidupnya dan menginginkan pertobatan.
Sekarang sebagai anak-anakNya, apakah kita mau menyenangkan hatiNya atau 
menyimpang dari firman Tuhan. Pilihan itu ada di tangan kita masing-masing. 
Sebagai Bapa yang baik Dia telah buktikan kasih dan anugrahNya bagi dunia ini. 
Pengorbanan Yesus di kayu salib merupakan pengorbanan yang terbesar untuk 
keselamatan manusia.
Kalau kita mau melihat kenyataan hidup ini, sejak kita lahir hingga saat ini, 
bukankah begitu banyak kebaikan Tuhan yang telah kita rasakan. Saat kita dalam 
kesusahan, ancaman bahaya, bahkan tekanan terberat sekalipun, Roh Kudus selalu 
menghibur dan memberi pengharapan. Dan tak selangkahpun dalam kehidupan ini Dia 
meninggalkan kita. Kasih setiaNya ya dan amin.
Bapa di sorga tak pernah ingkar akan janjiNya. Jadi,bukanlah sesuatu yang 
terlalu sulit bagi Dia untuk mengangkat kehidupan kita, serta melepaskan dan 
ketakutan dan penderitaan. Hanya saja kerap kita sebagai anakNya berpaling dan 
berpikir dengan mengandalkan kemampuan diri. Tidak sabar menunggu jawaban doa, 
maunya segala sesuatu berjalan menurut pemahaman dan pemikiran sendiri.
Pikirkanlah dan renungkanlah betapa baiknya Tuhan. Kasih setiaNya untuk 
selamanya tak pernah pudar. Tetaplah bersemangat dan beriman dalam bertindak 
dan berkata-kata. Lakukan segala sesuatu yang berkenan di mata Tuhan. Haleluya! 
(fl) 

Doa: Bapa, hanya Engkaulah tempat perteduhan dan perlindungan kami. Amin!
KASIH BAPA TAK UKUR TULUS DAN SETIA
===========================================
Yesus membantah Ketuhananya; y: Ahhh masak sih?

From: Mia Sabrina <[EMAIL PROTECTED]> :
Cc: tawangalun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  

Simak
 baik2 pernyataan Yesus menurut 4 injil kanonik di bawah ini yang sangat tegas 
membantah ketuhanannya (perhatikan cetak merah):  
 
MATIUS:  
4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: 
Engkau harus menyembah Elohim, Tuhanmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau 
berbakti!"   
 
7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke 
dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di 
sorga.  
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, 
bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan 
mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?  
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku 
tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat 
kejahatan!"   
 
19:16 Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: "Guru yang baik, perbuatan 
apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
 19:17 Jawab Yesus: "Mengapa engkau memanggil-Ku Guru yang baik, hanya satu 
yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, 
turutilah segala perintah-Nya. (al. KJV, Douay-Rheims Bible).
 
MARKUS:    
12:28. Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki 
bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang 
itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"  
12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, 
Tuhan Tuhan kita, Tuhan itu esa.  
 12:30 Kasihilah Elohim, Tuhanmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap 
jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.  
12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu 
sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."  
12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar 
kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.   
 
LUKAS:    
4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah 
Elohim, Tuhanmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"   
 
YOHANES:    
12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang 
mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku 
katakan dan Aku sampaikan.
 12:50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa 
yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa 
kepada-Ku. 
 
17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, 
satu-satunya Tuhan yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau 
utus.    
 
20:17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum 
pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah 
kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada 
Tuhan-Ku dan Tuhanmu. 
 
Berikut ini kesaksian orang2 Israel dimana Yesus menjalankan misi kerasulannya, 
tentang kenabian Yesus (bukan Tuhan): 
 
MATIUS: 
21:10 Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang 
berkata: "Siapakah orang ini?"
 21:11 Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di 
Galilea."
 
LUKAS:   
24:17 Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu 
berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram.  
24:18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau 
satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ 
pada hari-hari belakangan ini?"
  
24:19 Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi 
dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam 
pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.  
24:20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia 
untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.  
24:21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk 
membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak 
semuanya itu terjadi.    
 
Perhatikan juga kutipan dua kisah Yesus menurut "Injil" Yohanes berikut ini, 
yang menunjukkan bahwa Yesus sama sekali tidak pantas menyandang predikat 
"Tuhan", bahkan ia justru menunjukkan penghambaannya di hadapan Tuhan sebagai 
seorang  Nabi/Rasul Tuhan bagi umat Israel:  
 
YOHANES:  
7:15 Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: "Bagaimanakah orang ini 
mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!"  
7:16 Jawab Yesus kepada mereka: "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, 
tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.  
7:17 Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini 
berasal dari Bapa, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.  
7:18 Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi 
dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, 
ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.   
 
11:33. Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang 
datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan 
berkata:  
11:34 "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan 
lihatlah!"  
11:35 Maka menangislah Yesus. 
11:36 Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!"  
11:37 Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: "Ia yang memelekkan mata 
orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?"  
11:38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. 

== message truncated ===
----------------------------------------------------------------------------------------------------
From: Yogi Triyuniardi 

Shalom,

Pa mia dan pak tawangalun yang saya kasihi dalam Tuhan Yesus,

Ayat yang anda ajukan sama sekali TIDAK membantah ke-Tuhan-an Yesus. Perhatikan 
baik2...
Tuhan Yesus menyataan bahwa ada tertulis bahwa: engkau harus menyembah Eloihim, 
Tuhanmu. Bukan berarti Yesus menyatakan diriNya bukan Tuhan. Seperti yang 
seringkali saya bahas berulang2, jika saya berkata kepada isteri saya, engkau 
harus menghormati suamimu. Apakah artinya saya bukan suaminya?

Yang selanjutnya, Yesus menyatakan bahwa setiap orang harus melakukan kehendak 
Bapa di Sorga. Perhatikan bahwa Yesus memakai kata 'Bapa', dan bukan 'Tuhan'.
Yesus adalah bagian dari Tuhan. Istilah 'Anak' pada Yesus artinya adalah Yang 
Berasal (diutus) dari Tuhan. Artinya, Tuhan menjelmakan sebagian diriNya 
menjadi manusia, dan tetap hadir di Sorga.

Mengapa Tuhan dalam bahasa Ibrani memakai kata 'Elohim', yang bentuknya jamak? 
sebab Elohim itu Maha Hadir. Elohim yang bertahta di Sorga, Ia juga yang 
menjelma menjadi manusia di Bumi. Bapa dan Anak bukan berarti 2 Tuhan yang 
berbeda, melainkan hanya 1 Tuhan.

Untuk keyakinan orang non kristen, bisa dijabarkan demikian. Tuhan hadir di 
tanah Arab, tetapi Ia juga hadir di Indonesia, dan tempat2 lain. Bukan berarti 
ada banyak Tuhan, melainkan hanya ada satu Tuhan, yang bersifat Maha Hadir. 
Oleh karena itu, ajaran yang mengatakan bahwa Tuhan hanya hadir di suatu tempat 
yang katanya suci, tidaklah benar. Barat dan timur adalah kepunyaan Tuhan.

Untuk ayat yang lain, coba selidiki dulu benar2, kalau masih ragu2, baru 
tanyakan pada orang Kristen yang benar2 mengerti. Yesus itu Tuhan, koq. 
buktinya?
KuasaNya masih nyata sampai saat ini, dan sampai selama2nya.

Tuhan Yesus memberkati.

Kirim email ke