FRom "Debbyrini 

 Terbukanya Celah Kegelapan              

Pada suatu hari, seorang paranormal, datang berkunjung ke rumah Pak Bambang 
Prasetyo, ayah Lala. Paranormal yang adalah tetangga Lala itu mengatakan bahwa 
ada sesuatu yang khusus pada Lala, kesaktian supranatural dari Kakek Lala akan 
turun kepada Lala, anak ke-2 dari 2 bersaudara itu. "Ketika Paranormal itu 
meminta Lala untuk berpuasa, saya pikir itu bukanlah sesuatu yang berbahaya 
buat anak saya," ujar Pak Bambang, yang sebelum menikah dengan Ibu Annie 
memeluk agama Islam. Lala pun mulai berpuasa. Ia menerima anjuran itu. Sang 
paranormal berkata bahwa ilmu yang Lala miliki bisa digunakan untuk kebaikan 
dan menolong banyak orang. Salah satunya menyembuhkan orang sakit. Meskipun 
masih ragu, namun Lala menurutinya. Paranormal itu menasihatkan Lala untuk 
hidup jujur, jangan curang dan berbuat tidak benar, sehingga Lala semakin 
tertarik. Bahkan ia menyampaikan pesan Kakek Lala supaya Lala rajin belajar. 
Lala juga percaya bahwa itu benar. 

Kejadian Supranatural 

Satu hari setelah berpuasa dan mengikuti ritual yang disarankan, Lala bisa 
melihat dan berbicara dengan arwah yang sudah mati. Arwah-arwah itu berwujud 
manusia dan sering mendatangi Lala sambil menitipkan pesan untuk keluarga yang 
mereka tinggalkan. Salah satu arwah berpesan kepada anak-anaknya supaya mereka 
segera berkunjung ke kuburannya. Kemudian Lala menyampaikannya. 

Suatu ketika, Lala menyadari bahwa ia memiliki kemampuan untuk memindahkan 
barang apa pun tanpa menyentuhnya. Cukup dengan berkonsentrasi maka barang 
tersebut akan bergerak ke mana pun Lala kehendaki. Bahkan orang sakit dapat 
Lala sembuhkan. 

Memasuki tahun 2001, Lala bertemu dengan Sunan Gunung Jati dan Sunan Kali Jaga. 
Ia bisa pindah ke satu tempat ke tempat lain, muncul pada saat orang lain tidak 
melihatnya. Setiap kali mengisi bensin di sebuah pom bensin, kasirnya selalu 
berkata bahwa Lala sudah membayarnya. Padahal Lala tidak mengeluarkan uang 
sepeser pun. Kejadian-kejadian itu membuat Lala semakin disanjung oleh 
teman-temannya. Namun teman-teman Lala yang beragama Kristen tidak menunjukkan 
kekaguman kepada Lala, sehingga Lala merasakan suatu kejanggalan. 

Tamu Misterius Datang Ke Dalam Kamar 

Suatu hari, sepulangnya Lala dari kampus, ia melihat seorang laki-laki berwajah 
tampan sedang duduk di atas tempat tidurnya. Mukanya telihat halus dan licin. 
Lala hendak memarahinya karena ia lancang masuk ke dalam kamar, namun mulut 
Lala tidak dapat mengeluarkan suara. Laki-laki itu menatap Lala dengan tatapan 
tajam lalu berkata, "Kamu adalah pilihanku, dan kamu akan kujadikan permaisuri. 
Akan kuberikan semua fasilitas yang kamu butuhkan, rumah, uang, mobil dan harta 
yang melimpah, sehingga kamu tidak merepotkan orang tuamu lagi." Lala sempat 
terbuai dengan tawaran itu. "Jika kamu menjadi permaisuriku maka kita berdua 
akan membuat Bandung berdarah," ucap laki-laki itu lagi. Lala mulai ketakutan 
dan sadar bahwa laki-laki ini bukan manusia. Mulutnya yang sempat terkunci 
tiba-tiba bisa berbicara kembali. "Saya tidak mau," jawab Lala. Wajah laki-laki 
misterius itu berubah menjadi tidak bersahabat, seperti penuh dengan amarah. 
Dalam sekejap mata tiba-tiba ia menghilang dari kamar Lala. Dan seiring 
kepergiannya, terasa guncangan hebat dalam kamar Lala sehingga membuat seisi 
kamarnya berantakan. Bahkan orang tua Lala yang sedang berada di lantai atas 
ikut merasakan guncangan tersebut. Perasaan Lala mulai tidak karuan. Ia mulai 
merasa khawatir dan bertanya dalam hati, apa yang sekiranya akan terjadi dalam 
hidupnya setelah kejadian ini. 

Teror Akibat Dendam Amarah Lucifer 

Lima hari berlalu dari kejadian itu, ternyata belum terjadi apa-apa dalam 
kehidupan Lala. Ia pergi ke kampus seperti biasanya. Ketika pulang kuliah, ia 
melihat keadaan di dalam mobilnya berantakan. Tiba-tiba saat ia hendak masuk ke 
dalam mobil, pintu mobil Lala tertutup sendiri dan terbanting keras sehingga 
menjepit tangan Lala. Lala menjerit kesakitan namun tidak ada satu orang pun 
yang mendengarnya. Setelah cukup lama menahan sakit, barulah pintu itu terbuka 
kembali dan Lala dilarikan oleh satpam kampusnya ke rumah sakit Bandung . 

Keesokan harinya, di saat Lala sedang jalan-jalan dengan teman-temannya, 
sesuatu yang keras seperti memukul kepalanya. Teman-teman Lala tidak melihat 
apa-apa, bahkan menganggap Lala hanya bergurau. Sampai tiba-tiba wajah Lala 
lebam dan terluka dengan sendirinya. Hanya Lala sendiri yang merasakan 
pukulan-pukulan itu. Seperti ada roh halus yang sedang menghajarnya. 

Di dalam kelas, ketika Lala sedang mengikuti pelajaran salah satu mata 
kuliahnya, tiba-tiba tubuh Lala terlihat seperti ada yang menarik, dan kursi 
yang Lala duduki melayang ke atas udara. Seisi kelas merinding ketakutan dan 
bingung dibuatnya. Teman-teman Lala mulai panik melihat kejadian itu. Dan untuk 
mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, mulai di hari selanjutnya 
mereka mengadakan doa bersama sebelum kuliah dimulai. "Kehidupan saya tidak 
tenang karena 'mereka' selalu mengganggu saya," ujar Lala. 

Gangguan belum berakhir. Sewaktu makan, Lala tidak bisa memasukkan makanan yang 
ada di sendok ke dalam mulutnya. Ketika ia mencoba dengan garpu, garpu itu 
melesak ke dalam mulutnya dan menusuk ke lidah. Teman-temannya berusaha 
membantu Lala menarik garpu itu, namun tidak berhasil. Darah mulai mengalir 
dari dalam mulut Lala. Akibat dari kejadian itu Lala tidak bisa makan selama 
satu minggu, badannya mulai terlihat kurus sehingga ia harus dilarikan ke rumah 
sakit untuk mendapatkan perawatan khusus. 

Sesampainya di rumah sakit, jarum infus yang hendak dimasukkan ke pembuluh 
darah Lala sulit untuk dimasukkan. Dokter yang bertugas semakin dibuat heran 
ketika muncul tanda seperti simbol 'X' berwarna merah di dahi Lala. Simbol itu 
seperti luka yang kering. Bahkan beberapa waktu kemudian muncul tulisan 'SATAN' 
di tubuh Lala. "Saya dipermalukan sekali oleh Lucifer," ujar Lala. 

Teror demi teror terus berdatangan. Semakin hari semakin aneh dan mengerikan. 
Tiba pada puncaknya ketika Lala sedang masuk ke dalam kamar mandi, ia 
menghilang seketika. Teman-temannya sempat terbelalak ketika mereka melihat 
kamar mandi dalam keadaan kosong. Karena sebelumnya mereka sempat melihat 
dengan jelas Lala masuk ke dalam situ. Akhirnya disebarkan berita kalau Lala 
hilang. Seorang petugas polisi menemukan Lala sedang berdiri di pinggir jalan. 
Kejadian itu terulang kembali pada hari berikutnya. Lala menghilang dan ia 
tiba-tiba sudah berada di pegunungan Ciwidey. 

Suatu hari Lala melihat sosok iblis keluar masuk dalam tubuhnya. Perlahan 
penglihatannya mulai memudar dan semua yang dilihat Lala seperti buram. Pada 
akhirnya Lala tidak dapat melihat sama sekali. Semua serba gelap. Beberapa 
menit kemudian sebuah tangan yang besar terasa seperti mencekik leher Lala. Dan 
Lala menjadi bisu seketika itu juga. Di saat yang bersamaan, kaki Lala juga 
lumpuh. Kejadian itu terjadi pada bulan April 2002. Tidak sampai di situ saja. 
Iblis juga menyumbat pikiran Lala sehingga Lala menjadi amnesia dan tidak 
mengenali satu orang pun yang ada di dekatnya. Stres yang hebat mulai Lala 
alami. Ia merasa tidak memiliki pengharapan. Nilai-nilainya hancur dan 
teman-temannya satu per satu mulai pergi menjauhi dirinya. 

Pencobaan Bunuh Diri 

Lima hari sudah Lala lewati dalam keadaan buta, bisu, lumpuh dan tidak 
mengenali suara-suara yang ia dengar. Pilihan yang terlintas dalam pikiran Lala 
hanya ada 2; menyerahkan diri kepada iblis atau bunuh diri. Karena sudah tidak 
kuat menahan penderitaan tersebut, Lala memutuskan untuk bunuh diri. Ia mencoba 
meraba-raba seisi kamarnya untuk mencari barang yang tajam supaya dapat menikam 
lehernya sendiri dan menghabisi nyawanya. Tetapi niat itu batal ketika 
seseorang masuk ke dalam kamarnya dan menggenggam tangan Lala. Orang itu 
menuliskan sesuatu di atas tangan Lala, "Ini mama." Dan lagi ia menuliskan 
sebuah kalimat, "Segala sesuatu indah pada waktu-Nya. Yesus sayang sama Lala." 
Hingga akhirnya Lala menemukan pilihan yang ke-3, yaitu menerima Yesus. 

Mujizat Kesembuhan Terjadi Saat Pelepasan 

Sementara itu, selain kedua orang tua Lala, ada banyak orang berdoa untuk Lala. 
Karyawan Maranatha di bagian pembukuan juga ikut berpuasa untuk Lala, bahkan 
mereka berdoa selama berjam-jam. Mereka berdoa agar Tuhan segera menolong dan 
mengasihani Lala. "Saya melihat suatu keindahan yang Tuhan perlihatkan. Rumah 
kami menjadi rumah doa," ucap Pak Bambang dengan wajah berseri-seri ketika 
memberikan kesaksian. Kebahagiaan terpancar dari mimik wajahnya yang tenang 
ketika ia mengingat kembali kejadian itu. Akhirnya mujizat kesembuhan terjadi. 
Doa orang benar besar kuasanya. Lala bisa mendengar dan berbicara lagi, 
meskipun ia belum bisa melihat. 

Lala mulai ikut bernyanyi memuji dan menyembah Tuhan bersama teman-temannya. 
Dan secara ajaib perlahan-lahan warna hitam yang menutupi penglihatannya mulai 
berubah menjadi warna-warni. Lala bisa melihat kembali. "Saya mulai mengamati 
bahwa pujian dan penyembahan ada kuasa. Tuhan bertahta di atas puji-pujian," 
ujar Lala. 

Kejadian Aneh Muncul Kembali 

Beberapa hari kemudian, ketika sedang berada di dalam mobil bersama kedua orang 
tua dan pamannya, Lala tiba-tiba menghilang. Kejadian itu membuat mereka 
menjadi ngeri dan panik, karena Lala tidak lagi berada bersama mereka. 
Sedangkan Lala sendiri tiba-tiba sudah berada di dalam sebuah rumah besar yang 
aneh. Beberapa anak muda menyapa kehadiran Lala. Lala tidak dapat menggerakkan 
anggota tubuhnya. Kuasa iblis seperti sedang menguasainya. Lalu datang 
seseorang memasuki ruangan, seorang laki-laki yang dahulu pernah berada di 
dalam kamar Lala. "Mungkin kamu lupa sama saya, tapi hari ini kamu akan saya 
jadikan permaisuriku," ucap laki-laki itu. Dalam keadaan tidak berdaya, iblis 
membawa Lala ke pelaminannya. Anak-anak muda yang berada di dalam ruangan 
tersebut membaca sebuah mantera sambil mengiringi perjalanan Lala. 

Lala dibawa oleh laki-laki itu dan diposisikan di sebelah dia sambil 
dirangkulnya. Semua orang yang ada di depan Lala memakai baju hitam, dan mereka 
terlihat sedang memakan daging mentah. Darah segar muncrat dari mulut mereka - 
mengotori lantai ruangan. Mulut mereka berlumuran darah. Lalu setelah itu 
anak-anak muda yang berada di dalam ruangan saling berhubungan seks. 

Laki-laki misterius yang membawa Lala mulai berusaha menjamah tubuh Lala. 
Kemudian Lala melihat wajahnya berubah menjadi panjang. Tiba-tiba terbesit 
dalam pikiran Lala sebuah ajakan untuk menyebut nama Yesus. Lala pun berusaha 
berkata dalam hati, "Yesus tolong saya, walau saya lupa tentang Kau tapi saya 
tahu Kau mau menolong saya, Yesus tolong saya." 

Akhirnya ketika mata Lala berkedip, ia sudah berada di tempat lain lagi. 
Terlihat banyak angkot-angkot lewat. Lala sedang berada di pinggir jalan. Ia 
tidak tahu mau pulang ke mana. Walaupun dalam keadaan bingung, namun Lala 
bersukacita. Ia meneriakkan nama Yesus sehingga orang-orang memperhatikannya. 

Lala masih tidak tahu harus pulang ke mana. Ia kembali berseru kepada Yesus. 
Untuk pertama kali dalam hidupnya, Lala mendengar suara Tuhan yang lembut, 
"Anak-Ku, orang tuamu sekarang ada di Gereja Sidang Jemaat Tuhan, di Jalan 
Sudirman. Ketahuilah Aku senantiasa menyertai kamu." 

Tuhan Yesus Mendatangi Lala 

Setibanya di gereja itu, Lala bertemu kembali dengan pamannya. Mereka naik ke 
atas gedung gereja dan melihat kedua orang tua Lala sedang berdoa. Ibu Annie 
Prasetyo, ibu Lala, segera memeluk Lala sambil mengucapkan syukur dan terima 
kasih kepada Yesus. 

Lalu mereka semua turun ke bawah. Saat itu Lala merasa sudah sangat putus asa, 
dan berkata kepada ibunya bahwa ia mau mati saja. Ibu Annie mencoba menenangkan 
Lala. Dalam keadaan letih yang luar biasa tiba-tiba Lala melihat Yesus hadir di 
hadapannya. Mata Lala menatap lurus ke suatu titik. Orang-orang di sekeliling 
Lala mulai menengking-nengking, karena mereka berpikir Lala kembali didatangi 
oleh roh jahat. Namun Lala tetap tenang. Yesus mendekati Lala dan berkata, 
"Anak-Ku, Aku mengasihi engkau." Dia lalu membuka tangan-Nya dan mengajak Lala 
untuk berdoa, "Bapa Kami yang di sorga..." Lala mengikutinya dan semua orang 
menangis. 

Tak lama kemudian perut Lala dipelintir oleh iblis dan dipukul. Lala menjerit 
kesakitan. Tangan kiri Lala tetap dipegang oleh Tuhan. Suasana menjadi gaduh, 
namun Lala sempat mendengar suara Yesus, "Percayakah Kau kepadaku?" 
Lala menjawab, "Saya mau percaya asalkan saya sembuh dulu!" Hingga akhirnya 
Lala tidak sadarkan diri. Lau ia dibawa ke ruang doa. Peristiwa yang 
menggemparkan terjadi. Dalam keadaan tidak sadarkan diri, keluar suara lemah 
dari mulut Lala, "Ya Yesus, Engkau Anak Tuhan Yang Maha Tinggi. Engkau adalah 
Mesias yang sudah mengalahkan saya 2000 tahun yang lalu. Ampuni kami Tuhan." 
Setelah terbatuk keras, Lala mulai sadar. 
Tuhan Yesus kembali bertanya kepada Lala pertanyaan yang sama, dan Lala segera 
menjawabnya, "Saya percaya Tuhan!" Tangan Tuhan menjamah wajah Lala dan 
seketika itu ingatan Lala mulai pulih. Ia dapat mengenali semua orang yang ada 
di ruangan tersebut. 
"Maukah Engkau memikul salib bersama-Ku?" tanya Yesus lagi. 
"Ya, saya mau!" jawab Lala dengan tegas. 
"Sampai maranatha," ucap Yesus sebelum Ia pergi berlalu. 

Kehidupan Lala dipulihkan dan diubah menjadi baru. Pak Bambang dan Ibu Annie 
kini mulai terlibat aktif dalam pelayanan. Mereka percaya, bahwa segala sesuatu 
terjadi untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Tuhan. ( Kisah 
ini telah ditayangkan 23 Juli 2007 dalam acara Solusi di SCTV). 

Kirim email ke