From: Hansel Tj Sharing Tentang Pokok Anggur Yg Benar Shalom semuanya.
Beberapa bulan yang lalu, saya pernah post sebuah pertanyaan ke milis ini mengenai Yohanes 15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Saya bertanya apakah itu berarti seseorang yang sudah menerima Kristus sebelumnya tetapi tidak berbuah, akan kehilangan keselamatannya? Nah, saya ingin sharing kepada Saudara2 apakah yang sebenarnya dikatakan oleh ayat ini. Yesus berkata di dalam perumpamaan ini bahwa Dia adalah pokok anggur yang benar, dan kita adalah ranting-rantingnya. Tahukah Saudara bahwa pohon anggur adalah tanaman merambat? Tanaman merambat adalah jenis tanaman yang tidak memiliki batang yang besar dan kokoh. Jikalu kita lihat, pokok dari tanaman menjalar adalah ranting-ranting tanaman itu sendiri. Sangat sulit membedakan mana pokok dan ranting-rantingnya, karena ranting yang satu dengan dengan ranting yang lain saling melilit. Di sini kita bisa melihat bahwa Yesus dan kita itu begitu satu dan sangat sulit dibedakan. Seluruh kesempurnaan dan keindahan yang Yesus miliki adalah milik kita. Malahan, Alkitab berkata bahwa hidup yang kita miliki di dunia ini itu persis sama dengan hidup Kristus. 1 Yohanes 4:17 (Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari) Kasih dijadikan sempurna dalam diri kita, agar supaya kita mempunyai keberanian pada Hari Pengadilan. Kita akan mempunyai keberanian, sebab hidup kita di dunia ini sama seperti hidup Kristus. Apa yang ayat di atas katakan benar2 sangat persis dengan perumpamaan yg Yesus berikan tentang pokok anggur yang benar. Yesus adalah pokok anggur yang benar, dan kita ranting-rantingnya. Kita hidup bersatu dengan Kristus. Aliran hidup dan berkat yang sama yang mengalir dari Yesus, juga mengalir ke dalam hidup kita. Ok, kembali ke soal tanaman merambat. Kalau Saudara perhatikan, di setiap kebun anggur, Saudara pasti akan melihat semacam tiang atau pancang yang ditancapkan ke tanah. Tiang atau pancang ini sangat penting untuk pohon anggur, karena pohon anggur adalah tanaman merambat. Tiang atau pancang tersebut diletakkan di situ untuk membantu pohon anggur merambat ke atas. Mengapa ini penting? Karena jika kita membiarkan pohon anggur merambat di tanah, ia tidak akan bisa menghasilkan buah. Nah, kita kembali ke Yohanes 15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya. Kata "dipotong" adalah terjemahan yang sangat tidak akurat di dalam Alkitab Bahasa Indonesia kita. "Dipotong" memberikan kita ide bahwa kita masih bisa kehilangan keselamatan kita hanya karena kita tidak berbuah. Dan terus terang, ini sangat menakutkan saya dahulu. Tetapi, setelah saya tahu bahwa keselamatan yang saya miliki adalah sekali untuk selama-lamanya, saya mulai bertanya-tanya sama Tuhan apa yang sebenarnya ayat ini maksudkan. Kitab-kitab perjanjian baru, pertama kali ditulis dalam bahasa Yunani. Nah, mari kita lihat apakah bahasa Yunani-nya "dipotong". Saudara bisa lihat di link ini --> http://www.bozz.com/SABDA-WEB/Yoh/S_Yoh15.htm Di dalam bahasa Yunani, kata "airo" digunakan. Dan definisi dari "airo" adalah mengangkat, meninggikan (http://www.bozz.com/SABDA-WEB/L/L1b.htm#42). Bukannya dipotong seperti yang digunakan Alkitab Bahasa Indonesia. Seperti yang telah saya katakan tadi, pohon anggur tidak bisa berbuah jika ia dibiarkan merambat di tanah. Karena itu harus ada sesuatu yang bisa membantunya merambat ke atas, barulah kemudian dia bisa berbuah. Nah, Yohanes 15:2 berkata bahwa jika ada di antara Saudara yang tidak berbuah, Tuhan Bapa akan mengangkat dan meninggikan Saudara. Haleluya! Tuhan Bapa adalah Tuhan yang sangat mengasihi Saudara. Dia tidak akan membiarkan Saudara bahkan sedetik pun untuk jatuh tergeletak di atas tanah. Dia akan segera mengangkat dan meninggikan Saudara. Haleluya! Sekarang, Saudara bisa bernafas lega, karena walaupun Saudara tidak berbuah, Saudara tidak akan kehilangan keselamatan Saudara. Saya heran kenapa mereka menggunakan kata "dipotong". Satu kata saja telah menyebabkan salah pengertian dan menimbulkan rasa takut akan kehilangan keselamatan. Yohanes 15:2 juga berkata bahwa untuk mereka yang telah berbuah, Tuhan Bapa akan membersihkannya. Entah sudah beberapa kali saya mendengar bahwa ketika kita dibersihkan, itu merupakan proses yang menyakitkan. Wah, bener2 nyeremin dah. Kita lupa bahwa setelah Yohanes 15:2, masih ada Yohanes 15:3 yang berkata Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tuhan Bapa membersihkan kita bukan dengan memberikan kita sakit-penyakit atau kemiskinan atau dengan memberikan kita bencana yang jelek-jelek. Tuhan Bapa membersihkan kita dengan firman-Nya. Inilah mengapa datang ke gereja dan merenungkan firman Tuhan adalah hal yang sangat penting. Jika Saudara ingin menjadi seorang Kristen yang berbuah lebat, sering-seringlah merenungkan firman Tuhan. Ingat, jangan hanya sekedar membaca, tetapi renungkan! Seberapa banyak yang Saudara baca itu tidak penting. Yang paling penting adalah Saudara bisa menemukan kasih Tuhan di ayat Alkitab yang Saudara baca. Ok d, demikian sharing saya. Saya berdoa Saudara diberkati berlimpah-limpah karena Saudara memiliki Tuhan yang amat sangat mengasihi Saudara! Amen! -Hansel, Daddy GOD's beloved-. ================================================== From: Billy Kristanto Apa itu KabTuhan? Apa itu Scientology? Mathilda: selamat siang teman teman. saya ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang ajaran kabTuhan yang saat ini sedang trend di antara artis artis hollywood. dan bisa tolong di ceritakan juga apa bedanya denga scientologi. atas bantuannya saya ucapkan terima kasih Tuhan memberkati mathilda -------------------------------------------------------------------------- < DIV>Dear Mathilda, Saya mencoba menjawab pertanyaan ini. KabTuhan adalah semacam kepercayaan Mistisism Yahudi, yang menekankan pengetahuan tersembunyi yang lebih tinggi tentang natur ilahi. Ada kemiripan dengan ajaran bidat Gnostisisme, yang dihadapi oleh rasul Yohanes pada perkembangan awal kekristenan, yang juga mengajarkan semacam pengalaman transendental yang membawa penganutnya untuk masuk dalam pengalaman rohani yang lebih tinggi, pengetahuan eksklusiv yang dicapai oleh kaum elit rohani dan tidak dapat diakses oleh sembarangan orang. Yang perlu kita waspadai adalah spirit dalam KabTuhan maupun Gnostisism bisa menyusup dalam kerohanian kristen. Orang2 kristen yang menekankan pengalaman rohani yang lebi h tinggi melalui fenomena2 mistik dan atau ekstase yang 'sulit untuk dijelaskan oleh akal', 'melampaui bahasa', 'tidak terkatakan', 'tidak dapat diuji', 'jangan dihakimi' dsb sebenarnya dapat merupakan tipuan dari si jahat untuk menyebar kekacauan dalam kepercayaan kristen. Memang dalam iman kristen ada tempat yang sah dan benar untuk kebutuhan atau aspek mistik (mistik dalam pengertian yang benar dan alkitabiah). Bapa Gereja seperti Augustinus sebenarnya juga adalah seorang penulis mistik dan salah satu mistik terbesar dalam sejarah Gereja, Bernard des Clairvaux, menyatakan kehidupan rohani yang saleh, teologi yang ortodoks yang mempengaruhi kedua reformator besar seperti Luther dan Calvin. Bahkan pengertian mistik dapat kita jumpai dalam tulisan Yohanes (metafor pokok anggur dan ranting2) dan Paulus (konsep anggota tubuh Kristus, persatuan dengan Kristus). Yang menjadi persoalan atau tantangan bagi kebutuhan mistik atau spiritualitas kristen yang benar adalah integrasi yang kuat antara pengalaman2 rohani dengan ajaran yang kita terima dari firman Tuhan. Spiritualitas yang alkitabiah tidak mungkin tanpa pengertian yang semakin jelas. Pengalaman spiritualitas atau mistik yang kabur dan tidak bisa dijelaskan, pendek kata, anti-pengertian, akan begitu gampang menjadi bulan-bulanan iblis karena di situ kita tidak lagi mempunyai kemungkinan untuk bisa mengujinya berdasarkan terang firman Tuhan. Terakhir, ini juga menjadi tantangan bagi Gereja2 kristen yang mewarisi tradisi iman yang diturunkan dalam pengajaran yang ketat untuk terus menerus mengupayakan integrasi doktrin dan spiritualitas, scientific theology and practical theology, understanding and experience. Kedua hal tersebut memang berbeda tapi bukan berarti dualisme. Dualisme yang terjadi dalam Gereja hanya akan menyebabkan banyak orang mencari kebutuhan mistik ini di tempat yang salah, karena mereka juga mendapati bahwa Gereja pun sebenarnya sudah jatuh dalam either/or yang tidak menyaksikan kekayaan firman Tuhan. Either strong understanding weak experience, atau great experience without clear understanding. Sebaliknya ketika Gereja menyajikan pengertian yang semakin jelas akan Tuhan, manusia dan ciptaan lainnya, serta menghadirkan pengalaman kerohanian yang benar kita percaya Tuhan akan memimpin orang2 yang sudah muak dengan tawaran mistisisme dunia untuk beribadah kepada Tuhan yang benar. Film2 horor akan berkurang peminatnya, praktek2 yoga, meditasi transendental, latihan2 peningkatan potensi pikiran dan banyak hal2 lain yang menjanjikan pemenuhan kebutuhan spiritual tapi sebenarnya hampa dan kosong, akan menjadi pertunjukan lelucon dari si badut tua itu. Kiranya Tuhan mengaruniakan kepada kita bijaksana surgawi dan memelihara kita untuk tekun berbuat baik dan menjauhi kejahatan. Rev. Billy Kristanto Reformed Evangelical Church of Indonesia = http://www.grii.de = For me to live is Christ, and to die is gain. If I am to live in the flesh, that means fruitful labor for me (Phil 1:21-22)

